
Akhirnya Angel di ijinkan pulang, tapi Angel belum di ijinkan untuk perjalanan jauh kali. Sehingga mereka memutuskan untuk tinggal di hotel milik Karan, untuk sementara waktu menunggu pemulihan Angel. Mereka pun kembali ke hotel milik Karan. Meninggalkan desa Wertheim, menuju kota pusat yang di Jerman.
"Rasanya sangat menyenangkan keluar dari rumah sakit, itu! Sudah terasa lama aku tidak pernah menghidupkan udara segar!" ucap Angel didalam mobil. Karan yang mendengar apa yang dikatakan istrinya menjadi tersenyum, karena melihat wajah bahagia diwajah istrinya.
"Sayang, mama juga senangkan?" ucap Angel kepada Adelio, putra mereka yang dalam pangkuan Angel sambil mencium pipi putranya yang mengemaskan.
Angel selalu mencium putranya dan bermain-main dengan putranya selama dalam perjalanan menuju hotel milik Karan. Melihat interaksi istri dan anaknya membuat hati Karan sangat bahagia. Dia merasakan kebahagiannya saat ini sangat sempurna.
"Aku janji aku akan menjaga kalian sepanjang umurku, sayang. Kalian adalah harta yang paling berharga bagi, ku sekarang dan sampai selamanya. Kalian menjadi yang utama dalam hidup, ku! Maaf, sayang aku dulu menyakiti, mu! Dan aku tega menyuruh kamu menggunakan anak kita. Aku akan menebus kesalahan ku dulu!" gumam Karan dalam hati.
"Papa!" Ucap Angel seperti anak kecil, membuat seolah anaknya memanggil Karan, papanya. Karan yang tadi sempat termenung, jadi sadar karena mendengar suara istrinya.
"Sayang, papa!" ucap Karan seperti anak kecil pada Adelio sambil memainkan tangan putranya. Mereka sepanjang dalam perjalanan, bermain sama putra mereka. Frans yang membawa kemudi, sangat senang melihat kebahagian dirumah tangga bosnya sekarang.
Keira, satu mobil dengan Faisal. Sedangkan orang tua Karan bersama Marco. Marco merasa sedih, ketika Keira lebih memilih naik mobil Faisal.
Setelah beberapa jam, mereka sampai ke tempat tujuan mereka.
"Kita akan tinggal disini sementara ya, sayang!" ucap Karan sambil memeluk istrinya.
"Ia, mas!" Mereka pun masuk kedalam kamar yang khusus untuk Karan dan Keluarganya di lantai yang paling atas.
"Oh, ya sayang! Nanti sore papa dan mama akan balik ke negara X ya. Pekerjaan papa sudah menumpuk!" ucap Javi, setelah mereka berkumpul diruang tengah.
"Baik, pa! Kei, kamu tetap disini atau ikut pulang?" tanya Karan pada adiknya yang sedang sibuk menggangu anaknya dipangkuan Angel.
"Kei, tetap disini saja, ya! Kita akan balik sama saja. Kalau Kei pergi, aku kesepian deh!" ucap Angel dengan wajah memelas.
"Ia, kak. Kei disini saja! Sekalian Kei ingin mengenang masa Kei disini!" ucap Keira, tapi pandangannya masih tetap bersama Adelio bermain.
"Ya, sudah!" ucap Karan.
***
Akhirnya orang tua Karan kembali ke kota X, mereka diantar Marco. Setelah kepergian orang tuanya, Marco mengajak istrinya untuk istirahat.
Mereka tidur ditempat tidur yang sama, Adelio tidur di tengah mereka. Melihat istri dan anaknya yang tidur sangat lelap tidur, membuat Karan sangat bahagia. Dia mengelus wajah istrinya yang menurutnya semakin cantik baginya setelah melahirkan anak untuknya. Setelah cukup puas memperhatikan wajah istrinya, Karan ingin menghirup udara segar di balkon kamarnya.
Keira juga ikut istirahat didalam kamarnya setelah kepergian orang tua mereka. Kalau Faisal, kembali lagi bekerja.
Oek..oek..oek..
Adelio menangis tiba-tiba, Karan yang masih berada diluar langsung masuk kedalam, karena mendengar putranya menangis. Dia langsung mengendong putranya.
__ADS_1
"Sust..sust.. Sayangnya papa kenapa? Jangan menangis sayang! Nanti mama bangun! Kasihan mama, sayang!" ucap Karan dengan pelan pada putranya. Dengan seketika nangisnya Adelio berhenti, seolah dia mengerti apa yang dikatakan papanya.
Angel merasakan anaknya tidak ada disampingnya. Dia juga melihat suaminya tidak ada ditempat tidur juga. Matanya yang masih terlihat agak berat, dia melihat sekitar kamarnya, dan mendapati suaminya berdiri sambil menggendong anak mereka. Dia langsung bangkit duduk di tempat tidur.
"Mas, apa Adelio menangis?" tanya Angel dengan belum sepenuhnya sadar dari bangun tidurnya. Karan yang mendengar suara istrinya, kemudian dia langsung menoleh pandangannya ke Istrinya.
"Sayang kamu terbangun?" tanya Karan dengan tersenyum. Dia melihat wajah Angel yang sangat mengemaskan seperti itu, apalagi rambutnya yang berantakan karena bangun tidur.
"Iya, mas. Maaf, mas aku tidak mendengar Adelio nangis tadi! Pasti kamu sudah capek, mas! Kasih ke aku Adelio nya, mas!" ucap Angel.
"Tidak apa-apa sayang! Mas, sangat senang menjaga putra kita." ucap Karan sambil memberikan putra mereka pada Angel.
Angel langsung mengambil alih Adelio dari Karan. Dia memberi Adelio minum Asi. Karan sangat terharu melihat istri dan anaknya. Tanpa sadar Karan meneteskan air mata. Angel melihatnya dan dia langsung menghapus air mata suaminya yang duduk disampingnya di atas tempat tidur mereka.
"Mas, kenapa kamu menangis?" ucap Angel, dia sangat bingung melihat suaminya menangis tiba-tiba. Karan langsung menyandarkan kepalanya di bahu Angel.
"Ini air mata bahagia sayang! Mas bahagia melihat kita bisa berkumpul dan bahagia seperti ini!" ucap Karan. Angel tersenyum mendengar ucapan suaminya.
Setelah beberapa menit Adelio akhirnya tidur kembali dalam pangkuannya begitu juga Karan juga sudah tertidur disamping Angel. Angel pelan-pelan turun dari tempat tidur, dia tidak ingin dua orang yang dicintainya terbangun.
Angel langsung ke balkon kamar mereka. Dia menghirup udara malam kota Jerman yang sangat segar baginya. Apalagi saat ini Jerman lagi musim semi. Dari atas balkon kamarnya dia dapat melihat kota Jerman yang indah menurutnya.
Saat lagi menikmati suasana malam kota Jerman, dua lengan kekar melingkar di pinggang Angel. Angel tahu itu lengan siapa?
"Tidak, mas! Aku mau mandi dulu ya, mas! Badanku rasa nya sangat lengket!" Karan pun langsung melonggarkan pelukannya. Dan tiba-tiba Angel merasakan tubuhnya seperti melayang di udara. Dia langsung membalikkan kedua lengannya dileher suaminya.
"Mas, apa yang kamu lakukan? Turunkan, aku mas!" ucap Angel.
"Hahaha. Aku juga pengen mandi, sayang!" ucap Karan.
"Ya, sudah aku akan mandi lebih cepat mas! Sekarang turunkan, aku!" perintah Angel.
"Kita akan mandi bareng sayang!" ucap Karan sambil berjalan masuk kedalam, menuju kamar mandi.
"Mandi bareng?" cicit Angel, Angel membayangkan tubuh Karan yang tanpa busana. Karena membayangkan itu, wajah Angel merona merah seperti kepiting rebus. Melihat itu Karan, jadi ingin menggoda istrinya.
"Aku tahu saat ini kamu pasti membayarkan tubuh suami kamu ini, kan? Tenang saja, sayang kmu tidak hanya melihatnya saja, tapi kamu bisa menyentuhnya!" ucap Karan.
Mendengar perkataan suaminya membuat Angel semakin malu, dia sanagt bingun dari mana suaminya bisa tahu apa yang dipikirkannya.
"Mas! Apaan, sih?" ucap Angel sambil menyembunyikan wajahnya di dada Karan.
"Hahaha. Aku semakin gemas, melihat kamu seperti itu sayang." ucap Karan.
__ADS_1
Akhirnya mereka mandi bersama. Mereka menghabiskan waktu mandi mereka yang seharusnya singkat, menjadi satu jam. Mereka tidak melakukan hubungan intim dikamar mandi, mereka hanya saling menukar Slavina mereka saja, dan Karan pun hanya bisa memberikan tanda kepemilikan ditubuh istrinya. Dia tidak melakukan yang lebih pada Angel, karena dia ingat pesan dari dokter supaya Karan dan Angel tidak melakukannya selama 1 bulan. Apalagi saat ini tenaga Angel yang belum pulih.
Selesai mandi Karan menggendong Angel menuju meja rias, dia memperlakukan Angel seperti ratu. Angel sebenarnya menolak, dia ingin jalan sendiri saja. Tapi karena Karan memaksa, akhirnya Angel pun mengikuti kemauan Karan.
Sesampai di meja rias, Karan mengambil hyedrier didalam laci meja rias, kemudian dia menghidupkannya.
"Aku saja yang melakukannya, mas!" ucap Angel pada Karan.
"Tidak, sayang! Aku yang akan melakukannya. Aku tidak mau kamu lelah!" ucap Karan.
"Mas, ini tidak akan membuat aku lelah!" ucap Angel membujuk Karan.
"Sudah, duduk tenanglah sayang!" ucap Karan. Akhirnya Angel pun mengalah, dia tidak ingin berdebat lama pada Karan. Setelah Karan mengeringkan rambut Angel, Karan langsung mengambil koper milik Angel. Angel sangat kaget melihat kopernya ada didalam ruangan kamar mereka.
"Bukanya itu koper aku, mas?" tanya Angel.
"Iya, sayang! Selama kamu dirawat, aku menyuruh anak buah Faisal untuk membawa koper kamu ke hotel ini." jelas Karan. Karan mengambil baju tidur milik Angel. Karan mendekati Angel.
"Apa yang ingin mau kamu lakukan, mas!" tanya Angel dengan gugup sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya. Karan tersenyum melihat tingkah istrinya.
"Tentu saja, aku ingin memakaikan baju untuk kamu, sayang!" ucap Karan yang kini sudah berdiri didepan Angel.
"A..aku bisa sendiri, mas!" ucap Angel. Karan langsung memengang kedua bahu Angel lalu dituntunnya supaya Angel berdiri. Angel masih terus menutup dadanya dengan kedua tangannya. Karan pelan-pelan menari lengan Angel di dadanya sambil menatap mata istrinya dengan tersenyum.
Melihat senyum suaminya dan mata suaminya, seakan membuat Angel terhipnotis, Angel terpesona dengan ketampanan wajah suaminya. Angel tidak sadar saat ini jubah tidurnya sudah terbuka, dan terpampang tubuh Angel tanpa busana. Dengan telaten, Karan memakaikan pakaian dalam Angel dan baju tidur Angel ditubuhnya. Akhirnya, Angel sudah memakai baju tidurnya. Mata mereka masih saling menatap.
"Sudah, sayang!" ucap Karan. Mendengar kata Karan membuat Angel bingung. Dia tidak mengerti ucapan Karan. Kemudian Karan langsung memainkan matanya naik turun dengan tersenyum, Angel mengerti kalau Karan menyuruh dia melihat ketubuh nya. Angel sangat kaget tubuhnya sudah memakai baju tidur.
"Mas!" ucap Angel dengan kesal sambil memajukan bibirnya. Karan, langsung ketawa melihat istrinya sangat kesal.
"Hahaha" ucap Karan. Karan langsung mengambil baju tidurnya yang didalam lemari. Dia meninggalkan Angel yang kesal padanya. Karan Menganti bajunya didalam kamar mandi. Setelah keluar kamar mandi, dia melihat istrinya sudah di atas tempat tidur disamping putra mereka. Karan pun langsung bergabung bersama istri dan putranya. Karan melihat istrinya masih kesal padanya dan kedua bibir istrinya masih manyun ke depan.
Cup...
Karan mencium bibir istrinya, dia merasa gemas melihat istrinya seperti itu.
"I Love you, my wife" ucap nya. Dengan seketika wajah Angel jadi memerah. Dia merasa malu. Kekesalannya tadi hilang seketika karena mendengar ucapan kata cinta suaminya pada dirinya.
"Waktunya tidur sayang! Ingat kamu harus banyak istirahat." ucap Karan
"Iya, mas!" ucap Angel. Karan langsung mengelus kepala Angel dengan lembut, berharap istrinya segera tidur. Angel sangat bahagia saat ini. Karena suaminya saat ini sangat memperhatikannya. Dia tidak menyangka saat ini suaminya mencintainya dan anaknya.
☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1