
Qutes "***Aku tahu apakah aku bisa bertahan dengan rasa sakit yang kamu berikan padaku saat ini? Kapan kamu bisa memberikan cintamu untuk ku**?" by: Angel*
******
Karena rasanya lelah Angel dalam tangisnya dia tertidur disamping Karan.
Keesokan paginya Karan lebih duluan bangun, saat dia bangun dia melihat kesamping ya, dia melihat Angel tidur disampingnya. Karan ingin bangkit berdiri, dia baru sadar kalau tubuhnya hanya dibaluti sama selimut dan dia juga baru sadar bahwa Dina sama dengan keadaannya.
Karan merasakan kepalanya berdenyut, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Tiba-tiba ingatannya kejadian semalam berputar di kepalanya.
"Ah, sial! Apa yang aku lakukan?" gumamnya sendiri. Karan langsung bangun dari tempat tidurnya. Karan langsung masuk ke kamar mandi. Sebenarnya Angel sudah bangun, tapi karena melihat Karan bangun Angel pura-pura tidur dan mendengar apa yang dikatakan Karan.
Angel melihat suara pintu kamar mandi yang ditutup, dia langsung menangis dan berusaha air matanya tidak jatuh. Dia berusaha bangkit, tapi dia merasakan sakit di bagian sensitifnya, dia menahannya untuk menahan rasa sakitnya dan dia mengambil bajunya nya yang terletak dilantai dan tasnya dan tas paper yang dibawanya semalam. Angel menutupi tubuhnya dengan selimut menuju kamarnya.
Sampai dalam kamar dia mencampakkan barangnya kelantai, dan berlari ke kamar mandi. Didalam kamar mandi Angel langsung berendam, dia membiarkan tubuhnya diguyur air kran sambil menangis. Didalam kamar mandilah, dia bisa mengeluarkan suara tangisannya.
"Ah...hiks..hiks...Mama, papa" ucapnya sambil menangis.
Karan yang didalam kamar mandi dia melihat pantulan dirinya sendiri dari kaca. Karan menyesal apa yang telah dilakukannya.
"Ah... Apa yang harus aku lakukan? Tapi kenapa semalam dia seperti merasakan kesakitan? Bukannya dia sudah menjual tubuhnya dengan lelaki itu? Mungkin karena aku kasar padanya" gumam Karan sambil mengingat kejadian apa yang dilakukannya dengan Angel.
__ADS_1
"Ah, sial!" ucapnya sambil memukul dinding dengan telapak tangannya. Karan langsung mandi, dia merasakan sangat pedih di punggungnya, dia langsung melihat ke cermin ternyata punggungnya terluka karena cakaran dari Angel. Sampai setengah jam Karan didalam kamar mandi sambil berlatih untuk mengucapkan kata maaf pada Angel.
Saat dia keluar dia melihat Angel sudah tidak ada ditempat tidur, dan dia juga melihat ada bercak merah di kasurnya. Dia langsung mendekati, Karan sangat kaget ternyata bercak darah lah yang ditempat tidur.
"Jadi dia belum pernah melakukannya? Jadi siapa pria itu? Ah...!" sambil mengacak rambutnya yang basah.
Karan langsung memakai bajunya dengan kaos dan celana jeans pendek. Sesudah itu, Karan langsung menuju kamar Angel. Karan mengetok pintu kamar Angel, tapi dia tidak mendengar ada suara dari kamar Angel. Karena tidak mendengar suara Angel, Karan langsung masuk ke kamarnya. Dia melihat isi kamarnya tidak ada Angel. Dan dia mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi.
"Mungkin dia lagi mandi" gumamnya. Karan pun langsung keluar kamar mandi. Karan langsung masuk ke dapur untuk masak. Karan yang sudah sering sendiri, dia belajar masak untuk dirinya sendiri. Dia menyiapkan sarapan untuknya dan Angel. Setengah jam dia menghabiskan waktunya untuk masak makanan mereka. Dia menunggu Angel untuk keluar dari kamarnya. Tapi yang ditunggu tidak juga keluar, dia melihat jamnya dan betapa kagetnya dia ternyata sudah setengah jam Angel juga tidak keluar. Karan memutuskan masuk ke kamar Angel. Saat dia mau masuk kekamar Angel, Angel keluar dengan style celana training panjang dan kaos putih dan memakai seperti kets sambil membawa tasnya.
Karena semalam sebelum pulang, Angel dan Marco menyempatkan diri untuk membeli beberapa celana training dan sepatu kets untuk dipakai selama latihan bela dirinya.
Karan yang melihat Angel seperti itu, dia berusaha menahan slavina nya, entah kenapa melihat Angel memakai kaos yang menampilkan lekuk tubuhnya membuat dia menginginkan tubuh Angel lagi. Dan tampilan Ange yang simpel seperti itu tidak memudarkan kecantikannya, tapi membuat kecantikannya bertambah apalagi wajahnya tanpa make up.
"Ma..maaf apa boleh aku pergi?" Karan yang dari tadi terus memandang Angel, tersadar karena suara Angel. Karan mulai gugup melihat Angel, tapi dia berusaha tidak menunjukkannya.
" Sarapan dulu baru kamu pergi!" ucap Karan. Angel langsung menganggukkan kepalanya. Angel langsung meletakkan tasnya di kursinya. Angel mengambil piring dan membuat nasi untuk Karan. Karan hanya diam saja, dia tidak menolak dengan apa yang dilakukan Angel. Setelah dia memberi nasu untuk Karan dia langsung duduk di kursinya dan mengambil nasinya. Disaat sarapan tidak ada satupun suara, yang ada hanya suara sendok dan piring yang beradu. Sekali-kali Karan melihat Angel yang menikmati makanannya dengan lahap. Dia tersenyum kecil melihat Angel menikmati makanannya.
Selesai makan Angel langsung merapikan tempat makannya dan mencuci piring, sedangkan Karan masih setia duduk di kursi meja makan sambil menatap Angel dari belakang.
Angel yang sudah menyelesaikan tugasnya, Angel mendekati Karan dan mengambil tasnya yang diletakkannya di kursi.
__ADS_1
"Mas, aku bisa pergi?" ucap Angel sambil menunduk. Karan bingung mau menjawab apa. Karena hatinya menginginkan kan Angel tetap disisinya.
"Kamu..." ucapannya terhenti karena dapat pesan dari Bella yang minta Karan datang ke apartemen nya. Lalu dia melihat Angel masih berdiri didepannya. Dia langsung menyadarkan pikirannya wanita yang dicintainya hanya Bella.
" Pergilah" ucapnya sambil bangkit dari tempat duduknya dan langsung ke kamarnya mengganti pakaiannya. Angel yang mendengar jawaban Karan hanya diam saja. Dia langsung menghubungi seseorang untuk mengatakan kalau dia sudah siap. Angel langsung turun kebawah loby, menunggu seseorang. Saat 15 menit menunggu Angel mendapat pesan dari seseorang, Angel langsung bangkit dari tempat duduknya. Saat dia bangkit, Karan sudah keluar dari lift.
Dia melihat Angel yang baru bangkit dari tempat duduknya dan menuju keluar.
"Ngapain dia duduk dibawah? Kenapa belum berangkat?" gumam Karan dalam hati. Dia pun langsung menuju keluar, Angel tidak tahu kalau Karan berada dibelakangnya. Karan melihat sebuah mobil berhenti didepan lobi, dan dia juga melihat seorang pria menurun kaca mobilnya kemudian pria itu melambaikan tangannya dengan tersenyum kepada Angel. Angel juga melambaikan tangannya pada pria itu. Karan hanya diam saja berdiri didepan pintu melihat mereka. Pria itu turun dari mobilnya dan dia membuka pintunya untuk Angel.
"Silahkan malaikatku" ucapnya sambil tersenyum dan mengacak rambut Angel.
"Hahaha. Makasih kak Marco" ucap Angel sambil tersenyum manis.
Melihat itu semua Karan mengepalkan kedua tangannya dan sambil menahan amarahnya. Dia tidak mau menegur mereka. Sampai mobil itu menghilang dari pandangannya. Karan baru bergerak kedalam mobilnya. Didalam mobil dia memukul setirnya sambil meluapkan amarahnya.
"Ah! Siapa pria itu? Kamala mereka selalu bersama? Ah, bukan urusan ku dia mau pergi dengan siapa. Aku harus bisa memberikan kepalaku, mungkin melihat Bella pikiranku sudah jernih" gumamnya. Lalu Karan langsung menggerakkan mobilnya menuju ketempat Bella.
☘️☘️☘️☘️☘️
Author minta maaf ya kalau lama up-nya. Teman-teman kalau yang sudah mampir tolong tinggalkan jejaknya dong...
__ADS_1
Thanks ya masih setia membaca karya saya.