
Kini Angel dan Karan sudah berada di dalam pesawat, Frans lah yang mengantar mereka ke bandara, karena Karan yang meminta.
Karan terus menggenggam tangan istrinya. Semua penumpang pesawat sangat iri melihat kemesraan mereka, bahkan paramugari pesawat itu juga sangat iri melihatnya.
Sebenarnya Karan minta untuk naik pesawat pribadinya, tapi karena Angel meminta naik pesawat umum, Karan pun menyetujuinya.
Setelah beberapa jam, akhirnya Karan dan Angel telah sampai ke LA. Dari sudut bandara, Marco, Frans dan Cinta sudah di bandara. Mereka dijemput oleh Marco. Marco yang melihat adiknya dan Karan telah keluar, langsung menghampiri mereka. Angel juga melihat kakaknya yang berjalan kearah mereka.
"Kakak!" ucap Angel setelah mereka bertemu. Mereka semua pun secara bergantian berpelukan.
"Kak, Cinta sekarang makin cantik ya!" ucap Angel sambil memandang Cinta.
"Kamu bisa saja, ngel!" ucap Cinta.
Mereka pun masuk kedalam, mobil Marco. Mereka menuju mansion milik orang tua Karan. Dari bandara menuju mansion milik keluarga Karan agak cukup jauh, butuh hampir satu jam.
Akhirnya, mereka sampai. Angel melihat mansion Karan yang seperti tampak istana. Ini pertama kalinya Angel datang kesana.
Di pintu depan, para pelayan yang menjaga mansion itu, sudah berjejer baris, untuk menyambut majikan mereka.
"Hai, bibi Ketty!" sapa Karan pada seorang pelayan yang sudah tampak tua, tapi tetap kelihatan cantik.
"Tuan muda!" jawabnya sambil menundukkan kepalanya.
"Apa ini istri anda tuan?" tanya bibi Ketty lagi sambil melihat Angel yang berdiri disamping Karan. Karan pun langsung memeluk pinggang Angel untuk semakin dekat padanya.
"Benar, bi! Ini Bidadari, ku!" ucap Karan sambil tersenyum bangga. Angel pun jadi malu, karena ucapan Karan.
"Wah, nona sangat cantik!" ucap Bibi Ketty.
"Terimakasih, bi!" jawab Angel sambil tersenyum.
"Silahkan masuk, tuan!" ucap Bi Ketty. Mereka pun langsung masuk kedalam dan langsung duduk di sofa. Seorang pelayan pun langsung membawa mereka minuman.
"Aku, baru tahu mansion ini ternyata milik, mu!" ucap Marco.
"Bukan, milik ku! Tapi milik Papa ku!" ucap Karan dengan tersenyum.
"Hahaha. Sama saja!" ucap Marco dengan ketawa.
"Kak, apa dari sini jauh ke mansion kakak?" tanya Angel penasaran.
__ADS_1
Hahaha.
"Tidak. Mansion kakak tidak jauh dari sini! Hanya selang 5 mansion dari mansion Karan!" ucap Marco. Angel dan Karan pun terkejut.
"Yang, benar?" tanya Karan.
"Ya, tentu saja! Makanya aku kaget, ini milik keluarga mu!" ucap Marco.
Mereka pun menghabiskan waktu mereka untuk ngobrol. Angel dan Cinta lebih memilih sibuk didapur untuk masak.
"Kak, apa kakak sudah punya pacar?" tanya Angel. Cinta sangat terkejut dengan pertanyaan Angel dan raut dari wajahnya kini telah berubah menjadi wajah sedih. Angel pun menyadarinya.
"Maaf, kak. Kalau pertanyaan Angel menyinggung perasaan kakak!" ucap Angel dengan menyesal.
"Tidak apa-apa!" jawab Cinta dengan tersenyum.
Mereka pun menikmati suasana kesibukan mereka di dapur. Banyak makanan yang mereka masak untuk mereka, mereka juga masak untuk seluruh penghuni mansion Karan. Para pembantu hanya diam saja, mereka tidak diberi ijin untuk membantu mereka. Karena mereka ingin memasak sendiri.
Akhirnya, makanan mereka selesai. Mereka langsung memanggil Karan, Marco dan Mike untuk makan. Angel juga menyuruh para pembantu untuk makan. Mereka menolak,.mereka akan makan selesai para majikannya siap makan. Angel tidak menyetujuinya, Angel memaksa mereka untuk makan. Karan pun memberi kode pada bi Ketty untuk mengikuti perintah, Angel. Akhirnya mereka pun juga makan. Merek makan didapur.
Para pembantu, sangat senang melihat tuan muda mereka menikah dengan wanita yang sangat baik. Sama seperti nyonya besar mereka yang sangat baik.
***
Kini Angel dan Karan sudah memakai baju mereka. Mereka sangat tampak tampan dan cantik. Karan yang melihat kecantikan istrinya itu sangat membuat dia ingin sekali melahap istrinya. Karan pun langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Sayang, kamu cantik sekali!" ucap Karan di telinga Angel. Angel bisa merasakan hembusan nafas Karan.
Angel tahu, saat ini pasti suaminya kini ingin dirinya. Angel pun langsung cepat merias dirinya dia takut suaminya akan menghancurkan riasannya, setelah selesai, Angel langsung menarik Karan untuk berangkat.
"Sekarang kita harus berangkat mas!" ucap Angel sambil melepaskan dirinya dari Karan dan menarik tangan suaminya.
Hahahaha
Karan, ketawa dengan tingkah istrinya.
"Baiklah, sayang kita berangkat. Tapi, saat kita bulan madu, kamu harus siap melayani ku!" bisik Karan ditelinga Angel
"Iya, sayang!" ucap Angel dengan terpaksa.
***
__ADS_1
Kini Karan dan Angel telah memasuki ruangan tempat pernikahan Bella dan Zaky. Saat Karan dan Angel masuk, banyak yang memberi hormat pada Karan.
Karena tamu yang datang, semuanya mengenal siapa Karan. Karan memang sangat terkenal sebagai pengusaha yang sukses, dan apalagi sebagian orang yang datang adalah rekan bisnisnya.
Didalam pesta itu, juga banyak yang kagum akan kecantikan Angel. Karan sebenarnya tidak suka melihat para pria yang menatap istrinya seperti itu. Tapi, karena Angel terus memeluk lengan Karan, membuat Karan bisa mengendalikan dirinya.
"Mas, kita berikan ucapan sama kak Bella dulu sekarang. Biar kita bisa pulang!" ucap Angel.
"Baiklah, sayang!" ucap Karan. Mereka pun langsung naik keatas panggung dan memberi selamat pada Bella dan Zaky.
"Selamat ya, kak Bel!" ucap Angel sambil cipika cipiki pada Bella.
"Terimakasih ya, kalian sudah datang!" ucap Bella.
Angel pun juga memberi selamat pada Zaky.
"Selamat, Bel!" ucap Karan pada Bella.
"Terimakasih, Kar!" ucap Bella sambil tersenyum, mereka pun saling berpelukan. Begitu juga Karan dan Zaky juga saling berpelukan ala khas pria.
"Apa, kalian langsung pulang?" tanya Bella.
Karan langsung memeluk pinggang istrinya dan sambil tersenyum pada sang pengantin.
"Kami akan bulan madu dulu!" ucap Karan dengan sombong.
Hahaha
"Kalian pengantin baru atau kami?" tanya Zaky, sambil geleng kepala melihat tingkah Karan.
Karan langsung memamerkan kemesraannya pada mereka dua, dia tidak peduli para tamu yang melihatnya. Dia ingin menunjukkan meskipun mereka sudah lama menikah, Kemesraan mereka tidak pernah hilang. Karan pun mencium lembut kedua bibir istrinya. Angel jadi sangat malu, karena tingkah Karan.
"Kak, sekali lagi selamat ya! Kami pergi dulu!" ucap Angel dengan malu.
"Terimakasih, ya! Kalian sudah datang!" Ucap Zaky pada Angel. Angel pun langsung menarik tangan suaminya itu. Semua orang sangat iri melihat kemesraan mereka, apalagi para wanita yang sangat mengagumi Karan, sangat iri dengan Angel. Karena Angel bisa mendapatkan hati Karan dan membuat Karan terus mencintainya.
***
Hai, yuk sekalian jangan lupa mampir di karya author yang lain ya, Terimakasih..
__ADS_1