Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Pencarian 1


__ADS_3

Bella kini sudah sadar, dan dia melihat sekelilingnya dia berada di ruangan yang asing.


kret....


Bella mendengar suara pintu terbuka.


"Hai Bella kamu sudah sadar?" ucap Faisal dengan senyum.


"Kamu! A..apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!" Bella sangat gugup.


Faisal tahu saat ini Bella sangat ketakutan melihat dirinya. Faisal melangkah mendekati Bella, dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dekat Bella. Karena Faisal dekatnya, Bella pelan-pelan mundur untuk menjauh dari Faisal.


"Hahaha. Apa kamu takut? Tenang saja, aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin bermain saja! Sebentar lagi akan ada yang menemanimu disini!" ucap Faisal pada Bella.


Bella hanya diam saja, dia sangat takut kalau Faisal menyakitinya. Setelah berbicara pada Bella, Faisal langsung keluar dari ruangan itu.


Hiks..hiks..hiks...


Kini Bella menangis meratapi dirinya.


***


Kini Marco menyusul Karan di Jerman, karena Karan meminta pertolongan darinya. Tidak hanya Marco saja, tapi Zaky juga sudah kembali ke Jerman atas permintaan Karan.


Kini mereka pun juga sudah menonton video yang dikirim Faisal pada Karan. Marco, Mike dan Zaky sangat marah melihat orang yang disayangi mereka saat ini disekap.


"Mike, cari tahu sekarang dimana letak si******** itu!" teriak Marco.


"Baik, bos!" ucap Mike.


***


Angel kini berada didalam jet pribadi dan matanya di tutup dan tangannya diikat. Dia hanya bisa mendengar saja apa yang dikatakan mereka.


"Wanita ini sangat cantik, ingin sekali aku menikmatinya walaupun dia lagi hamil membuat dia semakin seksi" ucap seorang pria yang badannya tegap.


"Hus..Ingat pesan si bos. Kita tidak boleh menyakitinya!" ucap salah satu teman pria itu.


"Iya aku tahu." kesal pria itu.


"Karan aku semakin takut saat ini? Apa kamu akan datang mencari, ku?" gumam Angel, tak terasa air matanya kini mengalir, sehingga kain penutup matanya kini sudah basah karena air matanya.


Akhirnya mereka sampai, dan dengan cepat mereka membawa Angel masuk kedalam mobil mereka.


"Kalian mau bawa aku kemana?" ucap Angel ketakutan.


"Tidak usah banyak bertanya. Jalan sekarang!" ucap pria yang ingin sekali menikmati Angel tadi.


Mobil mereka, pun melaju dengan cepat. Satu jam lebih mereka sampai disebuah rumah yang cukup luas.


"Sekarang kamu turun cepat!" ucap pria yang sama tadi juga.

__ADS_1


Angel pun mengikuti perintah mereka. Angel belum berani melawan, karena saat ini dia merasakan kelelahan karena perjalanan yang jauh. Dan Angel pun merasakan perutnya sangat sakit. Tapi dia berusaha menahannya.


"Ya, Tuhan tolong berikan aku kekuatan menahan rasa sakit ini. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada bayi, ku!" Gumam Angel dalam hati. Tapi dari wajah saat ini sangat pucat dan seluruh wajahnya sudah dipenuhi peluh.


Pria-pria yang tadi membawanya sangat kaget dengan wajahnya yang pucat dan sudah berkeringat.


"Kenapa wajahnya sangat pucat? Bisa gawat kita sama si bos!" ucap salah satu pria.


"Aku tidak tahu, tadi dia baik-baik saja. Mungkin karena dia kelelahan karena perjalanan jauh!" ucap teman pria tadi.


Angel berjalan dengan sekuat tenaganya untuk masuk kedalam rumah itu. Merekapun langsung membawa Angel keruangan bosnya.


"Buka penutup matanya!" perintah Faisal setelah Angel sudah ada didalam ruangannya, tanpa melihat Angel karena dia duduk membelakangi mejanya.


Anak buahnya pun langsung membuka matanya. Angel melihat sekelilingnya setelah pembuka matanya terbuka. Dia semakin bingung dengan keberadaan dirinya.


"Katakan dimana aku!" teriak Angel. Dan Angel sangat terkejut ketika kursi yang didepannya berputar menghadapnya dan melihat siapa yang duduk di kursi itu.


"Kamu!" ucap Angel dengan pelan. Meskipun pelan, Faisal bisa mendengarnya, dan kini Faisal bangkit berdiri dan mendekati Angel sambil tersenyum.


"Hai, nona kita ketemu lagi!" ucapnya sambil memegang dagu Angel supaya wajah Angel bisa dilihatnya dengan jelas.


Faisal sangat kaget melihat wajah Angel yang sangat pucat dan penuh keringat. Faisal pun langsung memegang tangan Angel, dan betapa terkejutnya Faisal kalau tangan Angel sangat dingin.


"Apa yang kalian lakukan padanya?" teriak Faisal pada anak buahnya dan sambil menatap mereka dengan tajam.


"Ka..kami tidak melakukan apa-apa bos padanya. Mungkin dia hanya kelelahan karena perjalanan jauh!" ucap anak buahnya dengan takut.


"Jawab!" teriaknya lagi.


"Maaf, bos! Kami sudah memberi dia makan tapi dia tidak mau memakannya!" ucap anak buah itu lagi.


"Bawa dia ke kamar sebelah wanita itu! Dan kasih dia makan!" ucap Faisal. Angel pun hanya diam saja dan mengikuti mereka.


Tangan Angel yang tadi diikat kini dibuka mereka.


"Jangan berbuat macam-macam!" ucap anak buah Faisal. Angel langsung duduk dipojok tempat tidur sambil memeluk kedua kakinya. Dan dia menangis meratapi dirinya.


"Ma, pa...Apa yang harus aku lakukan? Aku yakin saat ini suamiku pasti lagi menikmati liburannya bersama pacarnya! Hiks..hiks.." ucap Angel.


***


"Kei, apa kamu sudah hubungi kakak mu?" tanya Mayang yang kini sangat lemah, karena menantunya pergi apalagi saat ini Angel lagi hamil tua.


"Ma, tenanglah. Tadi aku sudah hubungi kakak!" ucap Keira.


Ternyata sewaktu siang hari, mereka semua datang ke apartemen Karan, karena dari pagi Angel tidak bisa dihubungi.


Saat mereka masuk, mereka tidak mendapati Angel, dan mereka langsung masuk ke kamar, takut terjadi sesuatu pada Angel. Ternyata kamar juga kosong. Didalam kamar, mereka hanya mendapati foto-foto Karan bersama Bella. Foto yang sama dilihat Angel. Dan Angel hanya meninggalkan sebuah surat pada Karan.


*Maaf kan aku jika aku pergi tidak berbicara langsung padamu. Jika aku mengatakannya, aku takut aku tidak sanggup melepaskan, mu. Karena saat ini aku sudah jatuh cinta padamu. Aku tidak tahu kapan cinta itu datang. Aku tidak mau terlalu egois. Aku akan sangat sangat bahagia jika pria yang aku cintai hidup bahagia. Aku minta padamu kejarlah cinta mu. Aku sangat berterimakasih, untuk belakangan ini kamu sudah memberikan aku kebahagian. Aku akan pergi jauh. Aku tidak sendiri lagi, aku sudah membawa bagian dirimu bersama, ku.

__ADS_1


Sampaikan permintaan maaf, ku kepada mama, papa dan Keira. Aku sangat menyayangi mereka.


Kamu tetap akan selalu di hatiku, posisimu tidak akan ada yang bisa mengantikannya.


I LOVE YOU KARAN


BY. Angel.


Setelah membaca* surat dari Angel, Mayang langsung pingsan.


drt...drt...drt..


Hp Keira berbunyi dan mendapatkan video dari Karan.


"Ma, pa kak Karan kirim video. Ayuk kita lihat bersama!" ucap Keira.


Saat mereka menontonnya mereka sangat terkejut.


"Ma, kak Angel!" ucap Keira sambil memeluk Mayang dengan menangis. Mayang pun juga menangis melihat keadaan menantunya.


drt..drt..drt..


hp Keira dihubungi Karan, dengan cepat Keira mengangkatnya dan membuat speaker supaya orang tuanya juga bisa mendengar.


"Kakak kenapa kak Angel?" tanya Keira sambil menangis.


"Tenanglah, Kei. Saat ini Angel memang disekap, kami sedang berusaha mencarinya. Aku butuh bantuan papa! Kemana papa?" tanya Karan.


"Katakan saja, nak kamu butuh bantuan apa dari papa?" ucap Javi.


"Pa, tolong cek cctv yang di daerah apartemen tempatku. Aku yakin pasti kita dapat petunjuknya.!"


"Baiklah, nak. Akan papa lakukan. Tapi, katakan siapa yang lakukan ini kepada menantu kami?" tanya Javi dengan menahan amarahnya.


"Papa ingat keluarga Gergio Jonathan?"


"Bukannya dia sudah meninggal karena bunuh diri?"


"Ya, pa. Tapi, anaknya lah yang ingin balas dendam pada ku! Dia ingin membalas untuk kehancuran keluarganya!" ucap Karan.


"Berani sekali, dia. Apa dia tidak tahu perusahaan ayahnya jatuh bangkrut karena ulahnya sendiri? Karena dia masuk penjaralah yang membuat saham perusahaan ayahnya anjlok!"


"Mungkin dia tidak tahu, pa!"


"Baiklah, papa akan bantu dari sini."


"Terimakasih, pa. Karena aku yakin saat ini istri ku pasti sudah dibawa pergi jauh!"


"Iya, nak. Tenanglah, yakinlah kalau istri dan anakmu pasti baik-baik saja!" ucap Javi. Lalu kemudian Javi langsung mematikan sambungan teleponnya.


Javi langsung menyuruh orang suruhannya untuk mencari menantunya.

__ADS_1


"Sayang, tenanglah Angel pasti baik-baik saja" ucap Javi untuk menenangkan istri dan putrinya.


__ADS_2