
Angel dan Karan berada di butik milik Mayang. Karena mereka harus mencoba baju untuk acara ulang tahun Angel. Angel hanya tahu Karan mengadakan pesta ulang tahunnya. Tapi, dia tidak menyangka, baju yang akan digunakannya terlalu mewah.
"Kei, ma! Bajunya apa tidak terlalu berlebihan?" tanya Angel ketika memakai bajunya.
"Tidak, kakak! Ini hadiah dari Kei, untuk kakak! Kakak harus memakainya. Pasti kakak ku sangat terpesona melihat kakak!" ucap Keira. dengan senyum. Angel memandang dirinya dari cermin.
"Menantu mama sangat cantik!" ucap Mayang sambil memeluk Angel. Angel sangat malu mendengarnya.
"Sekarang kita tunjukan sama suamimu!" ucap Mayang sambil menuntun Angel keluar dari kamar ganti.
Karan yang lagi berdiri didepan cermin untuk melihat baju yang akan di kenakannya. Saat pintu kamar ganti Angel terbuka, Karan langsung melihat kearah pintu. Dia ingin melihat istrinya.
Saat Angel keluar dengan dituntun Keira dan Mayang, Karan sangat terpesona dengan kecantikan istrinya. Dia mematung, karena melihat istrinya. Mamanya dan Keira melihat Karan hanya diam saja, membuat mereka ketawa.
"Ehm..." Mayang mengeluarkan sedikit suaranya, supaya putranya sadar. Mendengar suara mamanya, Karan jadi gugup. Angel dan Keira senyum-senyum melihat tingkah Karan.
***
Marco dan Mike akhirnya sampai dinegara X, di malam hari, mereka baru pulang dari perjalanan bisnis di Singapore.
Mereka ingin pulang langsung kerumah. Mereka melewati jalan yang sepi, karena memang waktu sudah menunjukkan jam 11 malam. Saat mereka melewati jalan sepi, mereka melihat seorang perempuan berlari-lari, dan perempuan itu ingin menghentikan mobilnya.
Marco langsung menyuruh Mike untuk berhenti dan membuka jendela mobil mereka. Mereka melihat perempuan itu yang sudah tampak kelihatan pucat, dan peluhnya sudah membasahi bajunya. Bajunya tampak bagus, tapi sanag bkotor.
"Tuan, tolong saya!" ucap wanita itu dengan suara yang seperti tertahan dan busuk sambil memohon pada mereka. Mereka melihat terus melirik kearah belakangnya, Marco dan Mike pun melihat kearah mana wanita itu melihat.
Mereka melihat ada empat pria tegap dengan baju serba hitam, berlari untuk mendekati wanita itu. Dan Marco pun langsung memberi tanda pada Mike supaya membuka pintu mobil mereka.
Wanita itupun langsung masuk kedalam mobil. Dengan cepat Mike langsung melajukan mobilnya dengan kencang. Sebelum, empat pria itu menyadari kalau wanita itu ada dalam mobil mereka.
Karena mobil sudah melaju dengan cepat, membuat Wanita itu terasa lega. karena ada yang membantunya. Dia sangat senang masih ada yang mau menolongnya. Marco terus memperhatikan wanita itu dari kaca depan. Dia melihat wanita itu terus memandang keluar dari jendela. Dan Marco melihat wanita itu meneteskan air mata.
"Kenapa dengannya? Apa dia punya masalah? sepertinya aku bertanya aku pernah melihatnya!" gumam Karan.
Setelah wanita itu merasa dia sudah tenang, Wanita itu melihat kearah belakang mobil, dia melihat kalau dia sudah jauh dari pria yang mengejarnya tadi. Wanita itu langsung menatap Marco dan Mike.
__ADS_1
"Maaf, tuan! Saya berhenti diseberang saja!" ucap wanita itu.
"Rumah kamu dimana nona? Lebih baik kami antar anda kerumah anda saja!" ucap Marco, dia mengabaikan ucapan wanita itu.
Wanita itu yang mendengar pertanyaan Marco, membuat dia sedih.
"Apa anda tidak punya rumah nona?" tanya Mike lagi. Wanita itu pun langsung menggelengkan kepalanya.
"Maksudnya?" tanya Mike lagi.
"Saya, akan mencari tempat penginapan saja. Kalau saya pulang saya, akan bertemu mereka lagi!" ucap wanita itu dengan menangis. Marco dan Mike pun langsung mengerti.
"Lebih baik anda tinggal di tempat saya, saja! Masih ada kamar yang kosong. Tenang saja, saya tidak akan menyakiti anda!" ucap Marco. Wanita itu langsung terkejut ucapan Marco, dia sebenarnya sangat senang ada yang mau membantunya. Tapi, dia takut kalau mereka orang jahat. Dia masih diam saja.
"Tenang saja! Kami tidak akan menyakiti, nona!" ucap Mike lagi.
"Baik, tuan! Terimakasih tuan!" ucap Wanita itu.
"Maaf, nona. Siapa nama anda?" tanya Marco
"owh. Kalau saya boleh tau, kenapa mereka mengejar mu, nona?" tanya Marco.
Cinta tetap hanya diam saja, dia tidak ingin menceritakan masalah dirinya pada orang lain. Apalagi dia baru mengenal mereka.
"Baiklah nona! Kalau anda tidak mau menceritakannya, tidak Masalah!" ucap Marco karena Cinta terus diam saja.
Akhirnya mereka sampai di apartemen milik Marco. Marco menyuruh, Mike untuk memberitahu Cinta dimana kamarnya. Sedangkan dia langsung masuk ke kamarnya, untuk beristirahat. Karena besok adalah resepsi pernikahan adiknya. Jadi dia harus kelihatan lebih segar lagi.
***
Pagi hari Cinta bangun lebih awal, dia masuk kearah dapur. Dia melihat isi kulkas. Cinta kaget didalam kulkas hanya ada minuman susu dan anggur. Dengan inisiatif Cinta pergi mencari sarapan untuk mereka.
Marco dan Mike bangun, secara bersamaan keluar dari kamar.
"Mike, cari sarapan untuk kita!" perintah Marco.
__ADS_1
"Baik, bos!" ucap Mike.
Saat Mike ingin keluar, mereka mendengar suara bel pintu mereka. Mereka kaget siapa yang datang pagi-pagi ke apartemen mereka.
"Apa nona Angel datang, bos?" tanya Mike.
"Kalau dia datang, tidak mungkin dia menekan bel. Diakan tahu, password nya. Mike lihat siapa yang datang!" ucap Marco.
"Baik, bos!" ucap Mike.
Saat Mike membuka pintu, Mike sangat kaget. Ternyata yang datang adalah Cinta sambil membawa bungkusan.
"Hai, tuan!" ucap Cinta dengan senyum.
"Nona! Anda dari mana?" tanya Mike,
"Saya membeli sarapan untuk kita! Ayuk, tuan kita sarapan dulu!" ucap Cinta.
Mereka pun langsung menuju meja makan. Disana Marco sedang duduk menikmati susunya.
"Hai, tuan! Anda sudah bangun? Saya sudah membeli sarapan untuk kita." ucap Cinta.
"Kamu tadi pergi keluar?" tanya Marco dengan bingung.
"Tentu saja!" ucap Cinta.
Saat Mike ingin membantu untuk memberi makanan untuk Marco, Cinta melarangnya. Dia menyuruh Mike duduk saja. Akhirnya Cinta lah yang melayani mereka.
"Tuan bolehkah, saya tinggal disini untuk beberapa hari setelah saya mendapatkan tempat tinggal?" tanya Cinta.
"Boleh. Apa kamu tidak punya pekerjaan?" tanya Marco.
"Sebenarnya saya punya pekerjaan. Tapi, saya takut kembali kerja disana. Pasti mereka akan mencari saya kesana!" ucap Cinta dengan menundukkan wajahnya.
Marco dan Mike saling memandang, setelah mendengar apa yang dikatakan Cinta pada mereka.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️