Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Penyelamatan


__ADS_3

"Kenapa kamu melakukan ini? Apa kamu ingin balas dendam? Apa kamu tidak kasihan kalau orang tuamu kamu tahu kalau kamu melakukan tindakan kriminal?" tanya Angel dengan tenang. Ketika mendengar kata orang tuanya dari mulut Angel membuat dia menatap Angel dengan tajam.


"Aku yakin orang tuaku pasti saat ini saat bahagia, karena aku membalas orang yang sudah membuat mereka meninggal. Apa kamu tahu, orang tua ku meninggal karena siapa? Itu karena suami, mu!" ucap Faisal dengan marah.


"A..apa maksud, mu? Aku tidak percaya kalau Karan mampu melakukan itu!" ucap Angel dengan terkejut.


"Kamu salah, Fai. Orang tuamu meninggal itu karena kesalahan kamu sendiri. Bukan karran Karan!" ucap Bella, karena dia tahu kalau orang tua Faisal meninggal karena ulah anaknya dari Karan.


"Tidak, mereka meninggal itu semua karena Karan. Kalau Karan tidak dipenjarakannya orang tuaku tidak akan meninggal.!" teriak Faisal


"Ck..Dirimu seakan tidak memiliki salah! Seharusnya kamu berpikir, kamu tidak akan dipenjarakan, kalau kamu tidak berbuat seperti itu pada, ku!" balas Bella dengan suara tinggi. Faisal terdiam, karena ucapan Bella


"A..apa maksudnya mbak?" tanya Angel tidak mengerti. Tapi tidak ada yang menjawabnya.


"Apa kamu tahu karena perbuatan, mu! Aku menjadi punya trauma! hiks...hiks..hiks... Kamu mau tahu bagaimana aku bisa bertahan saat ini di setiap tempat yang bising" Kini Bella menjadi menangis mengingat masa lalunya.


"Aku selalu berusaha minum obat penenang kalau aku ditempat yang bising. Sampai sekarang aku meminum obat itu, kamu tahu!. Tidak ada yang tahu kondisi, ku! Termasuk, Karan, aku tidak mau dia mengasihani ku dan terus merasa bersalah padaku. Aku menolak, untuk kembali bersamanya dulu ke negara x karena apa, karena aku tidak mau dia tahu, kondisi ku! Aku tidak akan pernah lupa untuk apa yang kamu buat pada, ku!" ucap Bella dengan berteriak. Bella melihat ada pistol diatas meja Faisal. Bella yang merasakan tangannya tidak dipegang terlalu kuat, Bella langsung berusaha melepaskan dirinya dari anak buah Faisal dan langsung berlari kearah meja Faisal


Dengan cepat Bella kini sudah memegang pistol itu dan menodongkannya pada Faisal.


Semuanya pada kaget, dan anak buah Faisal berusaha menangkap Bella.


"Kamu harus mati!" teriak Bella.


Dor..


***


Kini Karan dan yang lainnya sudah mulai mendekat di daerah pedesaan itu, merek tampak mulai cemas berharap Faisal belum membawa mereka pergi.


drt..drt..drt...


Hp Mike berdering, dan Mike melihat anak buah mereka yang ditugaskan telah menghubunginya. Dengan cepat Mike mengakatnya.


"Halo, bos!"


"Halo, ada apa?" tanya Mike.

__ADS_1


"Bos, kami mendengar suara tembakan, dari dalam. Apa perlu kami masuk duluan, bos?"


"Kami sebentar lagi sampai, jalankan tugas mu!"


"Baik, bos" Kini Mike sangat bingung menyampaikannya. Dia berharap tidak terjadi sesuatu pada Angel dan Bella.


"Kenapa Mike?" tanya Marco.


"Bos, tadi anak buah kita mendengar suara tembakan dari dalam." ucap Mike dengan ketakutan.


"Apa!" teriak Marco dan Karan


"Percepat lagi mobilnya!" ucap Karan dengan teriak. Kini amarahnya semakin memuncak, dan dia pun juga semakin takut terjadi sesuatu pada Angel.


"Sayang bertahanlah" gumam Karan dalam hati.


Zaky dan anak buahnya melihat mobil Karan lebih cepat lagi jalannya, jadi mengikuti mobil Karan dengan kecepatan yang sama. Dia jadi semakin gelisah, karena mobil Karan menjadi lebih kencang lagi.


"Bella, seharusnya aku tidak meninggalkan kami disini sendiri? Tunggu aku, sayang!" gumam Zaky.


***


"Angel!" Faisal. Peluru yang seharusnya kearah tubuh Faisal, ternyata kearah Angel. Angel menjadi perisai bagi Faisal, ketika Angel melihat Bella menembakkan Faisal.


Tubuh Angel yang tadi berdiri kokoh, sekarang mulai jatuh. Dan dengan cepat Faisal yang didekat Angel langsung menangkap tubuh Angel supaya tidak terpental kelantai.


Bella sangat kaget apa yang telah dilakukannya. Dia melihat pistol yang dipegangnya, kemudian di campakkan nya jauh. Dan dia melihat kearah depan, dia melihat Angel sudah sudah dilantai dan kepalanya dipangkuan paha Faisal.


"Angel...hiks..hiks..A..apa yang telah aku lakukan?" cicitnya dengan ketakutan sambil menangis.


"Angel!" teriak Bella sambil menangis dan berlari kearah Angel dan Faisal. Anak buah Faisal yang tadi ada didalam hanya bisa melihat saja.


"Kenapa, kamu menolong ku?" ucap Faisal pada Angel. Kini Angel bisa melihat wajah Faisal yang tidak mengerikan lagi, tapi wajah yang sangat ketakutan dan rasa bersalah.


"Angel apa yang kamu lakukan?" ucap Bella menangis melihat keadaan Angel yang sudah banyak mengeluarkan darah dari dadanya yang kena tembak. Bella langsung menggemgam tangan Angel dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menekan luka Angel.


Angel tersenyum kearah mereka.

__ADS_1


"Aku tidak mau mbak melakukan kesalahan besar, karena mbak sudah seperti kakak ku sendiri." ucap Angel


"Aku, menolong kamu karena aku tahu kamu adalah orang baik sebenarnya. Tapi hanya karena rasa iri dan kebencian kamu, sehingga hati mu tertutup. Aku, yakin kamu bisa berubah jadi orang yang baik." ucap Angel dengan suara lemah menahan sakitnya. Faisal tersentuh mendengar ucapan Angel, dan dia juga merasa bersalah telah membawa Angel kedalam masalah dendamnya bersama Karan. Apalagi, dia tahu kalau Angel adalah wanita yang sangat baik. Tanpa sadar, air mata Faisal mengalir.


Sedangkan dari luar rumah Faisal, terjadi perkelahian yang hebat. Banyak anak buah Faisal yang sudah babak belur. Dan salah satu anak buahnya lari kedalam.


"Bos ada yang menyerang kita!" ucapnya dengan berteriak. Faisal yang mendengarnya hanya diam saja.m, dia sudah menyerah dan mengangkat tangannya pada anak buahnya. Anak buahnya yang mengerti itu, langsung diam.


"Maaf aku sudah membuat kamu seperti ini! Lebih baik, kita kerumah sakit sekarang. Aku tidak mau kamu meninggal!" ucap Faisal.


Faisal langsung mengangkat Angel, Bella mengikuti dari belakang sambil menangis. Angel hanya tersenyum saja.


"Aku, merasakan mas Karan sudah disini!" Cicit Angel dengan suara lemah.


"Diam lah, jangan banyak bicara." ucap Faisal.


Brukh..


Pintu rumah Faisal terbuka dengan dipaksa dari luar.


"Faisal!" teriak Karan. Ternyata Karan dan yang lainnya sudah sampai dirumah Faisal. Mereka gampang masuk kedalam tanpa halangan karena anak buah Faisal sudah semuanya kalah.


Mereka melihat Faisal berlari sambil menggendong seseorang dan dibelakangnya ada Bella dan anak buah Faisal di tangga. Karan kini merasa takut, kalau itu adalah istrinya. Karan langsung berlari mendekat ke Faisal. Yang lainnya juga mengikuti Karan.


Kini Karan bisa melihat jelas, ternyata istrinya yang dibopong Faisal dan tubuh istrinya dipenuhi darah. Faisal langsung berdiri didepan mereka dan berlutut didepan Karan. Karan dengan kasar, merebut istrinya dari Faisal. Faisal hanya diam saja. Dan Karan langsung memeluk istrinya. Angel hanya tersenyum kini suaminya sudah datang dan memeluknya.


"Sayang..." ucap Karan dengan tersengal, menahan tangisnya. Melihat keadaan istrinya yang sangat pucat dan bersimbah darah membuat hatinya sangat hancur. Kini air matanya yang tadi ditahannya tidak keluar, kini sudah mengalir. Angel dengan sekuat tenaga untuk menghapus air mata suaminya.


"Ternyata aku benar, kamu sudah disini mas. Jangan menangis, mas!" ucap Angel dengan suara lemah.


"Sayang maaf aku terlambat datangnya. Aku bawa kamu kerumah sakit, sekarang! Bertahanlah, sayang!" ucap Karan sambil bangkit dan menggendong Istrinya.


"Jangan tinggalkan aku, sayang." ucap Karan sambil menangis.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Maaf, ya author sering lama up nya.

__ADS_1


Tapi hari ini author usahakan 2 bab yang di upload. Terimakasih ya, masih pada setia membaca karya saya...


__ADS_2