Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
End


__ADS_3

Semenjak kehamilan Angel kedua, Karan jadi semakin manja kepada Angel. Sejak keluarga dari rumah sakit, Karan selalu mengalami morning sickness setiap pagi dan bukan hanya itu, Karan jugalah yang mengalami ngidam.


Karan, malah senang kalau bukan Angel yang mengalaminya. Alasannya kalau Angel yang yang mengalaminya, dia sungguh tidak tega.


Karan, Angel, Cinta dan Mike berada diruang meja makan, sambil menatap seorang pria yang memakai Appron pink dengan wajah kesal sambil masak. Mereka sebenarnya ingin ketawa melihatnya.


"Hei, adik ipar yang bawel! Apa tidak bisa permintaan mu yang aneh-aneh?" tanya Marco dengan kesal sambil membawa masakan yang dibawanya.


Marco, Mike dan Cinta kembali ke Negara X, karena permintaan Angel. Sebenarnya Marco ingin menolak, tapi karena Angel katanya dia lagi hamil dan ingin sekali makan malam bersamanya, membuat Marco pun datang.


Mendengar Marco yang protes, mereka jadi ketawa. Sedangkan Karan, dia hanya diam saja, sambil memeluk istrinya dengan manja.


"Hei, ini permintaan keponakanmu! Lagian kamu cocok pakainya, kok!" ucap Karan tanpa bersalah.


Sebenarnya Marco tidak mempermasalahkan tentang dia suruh memasak, tapi karena di harus memakai Appron pink. Warna yang paling dia tidak suka, karena menurutnya itu membuat dia tidak jadi cool lagi.


"Paman, kenapa pakai itu? Sangat aneh!" ucap Adelio tiba-tiba muncul dari belakang mereka.


"Sayang kamu sudah bangun? Kemari sayang!" tanya Angel. Adelio pun mendekati orang tuanya.


"Ini bukan maunya paman, sayang! Tapi, ini ulah papa mu!" ucap Marco. Dia merasa malu pada keponakannya itu.


Marco yang sudah selesai masaknya, langsung menyediakan makanan di meja dengan dibantu Cinta. Mereka makan dengan lahap makanan yang di masak Marco. Apalagi Karan, dia sudah tambah makannya.


"Wah, kalian makan enak, kenapa tidak undang kami?" tanya Keira tiba-tiba yang muncul bersama anaknya dan Faisal.


"Silahkan masuk Kei, Fai!" ucap Karan yang melihat adiknya datang.


Marco yang sudah berdamai dengan hatinya, melihat Keira tidak memiliki perasaan cemburu lagi. Karena semenjak dia kembali ke negara X, dia sudah sering ketemu Keira dan Faisal. Hubungan mereka pun sudah baik.


"Wah, ini siapa yang masak? Kak Marco lagi?" tanya Keira sambil menatap makanan yang sangat tampak enak itu.


"Iya, Kei! Kalian harus memakannya. Aku adalah koki yang jago!" ucap Marco dengan sombong.


"Astaga, kenapa kamu sombong sekali?" ucap Karan dengan geleng kepala.


"Suka ku!" ucap Marco.


Semua hanya ketawa saja, melihat perdebatan Marco dan Karan.


***


Para wanita sibuk berbincang diluar sambil menikmati suasana kebun bunga yang selalu dirawat Angel, mereka juga sambil membawa anak mereka bermain. Sedangkan para pria sibuk berbincang di ruang tamu membicarakan tentang bisnis.


"Kak Cinta apa tidak ingin menikah?" tanya Keira, karena dia melihat Cinta tampak sangat bahagia bermain sama anaknya.

__ADS_1


"Tentu saja mau! Tapi, mana ada pria yang mau sama ku!" tanya Cinta sambil tersenyum.


"Pasti ada, kak! Kakak itu cantik, baik, pintar lagi!" ucap Angel. Cinta hanya tersenyum saja, mendengar dia dipuji seperti itu.


"Apa kakak tidak suka dengan kak Marco?" tanya Angel tiba-tiba.


Mendengar nama Marco, Cinta yang tadi masih bermain dengan anaknya Keira, langsung menatap Angel dengan malu.


"Aku sangat senang melihat kakak, menjadi pasangan kak Marco!" sambung Angel lagi.


"Iya, kak! Kalian sangat cocok!" ucap Keira.


Cinta hanya tersenyum saja mendengar apa yang dikatakan Angel dan Keira.


***


Dimalam hari, mereka sudah masuk kedalam kamar masing-masing. Marco, Mike dan Cinta tinggal dirumah Karan. Karena permintaan Angel. Supaya, rumah tidak tampak sepi. Karena Mertuanya dinas keluar negeri, sejak kemarin.


Sedangkan Keira dan Faisal kembali pulang kerumah mereka.


Cinta tampak duduk di balkon kamarnya, dia menatap langit. Cinta sebenarnya memikirkan apa yang dikatakan Angel dan Keira padanya, tadi siang tentang dia dan Marco.


Sebenarnya Cinta memiliki perasaan pada Marco. Di tertarik pada Marco sudah sejak lama, ketika dia diselamatkan Marco dulu. Tapi, di tidak berani untuk mengungkapkannya, dia merasa kalau dia tidak cocok dengan Marco. Karena menurutnya Marco terlalu sempurna padanya.


***


Disaat mereka lagi makan siang, tiba-tiba Angel merasakan sakit perutnya.


"AW..Mas, sakit!" Angel merintih sakit.


Karan dan mama mertuanya yang lagi makan juga, langsung kaget mendengarnya. Mereka langsung mendekati Angel.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Karan dengan panik.


"Aw, mas!" teriak Angel lagi. Kini Angel berkeringat banyak.


"Nak, cepat siapkan mobil! Sepertinya istri mu mau melahirkan!" ucap Mayang pada putranya.


Karan pun langsung keluar menyiapkan mobilnya. Setelah itu dia langsung menggendong Angel ke mobil, sedangkan Mayang menggendong Adelio ke mobil.


Didalam perjalanan, Mayang menghubungi suaminya yang di kantor untuk memberitahu Angel akan melahirkan. Dia juga tidak lupa menghubungi Marco.


***


Karan, dan seluruh keluarganya termasuk Marco menunggu diluar ruangan. Mereka sangat cemas dengan Angel.

__ADS_1


Oek..oek..


Mereka mendengar suara tangis bayi dari luar.


"Selamat sayang!" ucap Mayang pada putra nya sambil memeluknya.


cklek..


Suara pintu terbuka.


"Dengan keluarga nyonya Angel?"


"Saya, suaminya dok! Bagaimana istri dan anak saya?" tanya Karan.


"Selamat pak, putri anda sehat-sehat begitu juga istri anda! Bayinya sedang dibersihkan dulu, untuk istri anda, bisa anda lihat setelah dipindahkan keruangan!" ucap dokter yang menangani Angel.


"Terimakasih dokter!" ucap Karan.


***


Kini tampak wajah bahagia seluruh keluarga Karan, apalagi Adelio. Dia sangat senang, dia mempunyai adik perempuan. Karan dan Angel merasakan keluarganya kini sudah terasa lengkap dengan kehadiran putri kecil mereka.


"Bagaimana namanya? Apa kalian sudah mempersiapkan?" tanya Javi pada Karan dan Angel.


"Sudah, pa! Kami sudah sepakat kami akan memberi nanya Putri Amelia Sanjaya!" ucap Karan sambil mencium pipi putrinya yang berada di gendongan mamanya.


"Papa aku mau lihat adik!" ucap Adelio. Karan pun langsung menggendong putranya.


"Hai, adik kak Lio! Kakak nanti akan selalu jaga kamu!" ucap Adelio sambil mencium adiknya itu.


Semua merasa sangat bahagia, apalagi Angel. Dia sangat senang, putranya tampak sangat bahagia dan menyayangi adiknya. Angel. Apalagi suaminya yang dulu sangat membencinya, tapi kini dia sangat dicintai suaminya. Dia bersyukur pada Tuhan kalau saat ini dia memiliki keluarga yang sangat mencintainya. Dia juga melihat kakak angkatnya juga tampak bahagia. Dia berharap kakaknya mendapatkan pasangan yang baik.


Tanpa sadar, air matanya keluar dari sudut kedua matanya. Karan yang lagi ingin melihat istrinya, dia melihat istrinya meneteskan air mata. Karan pun langsung menyerahkan putranya ke pangkuan Marco. Karena putranya masih ingin melihat adiknya. Karan pun langsung mendekati istrinya.


"Sayang kamu kenapa? Kenapa menangis" tanya Karan yang sudah duduk disamping Angel.


"Tidak apa-apa, mas? Ini tangisan kebahagian, mas!" ucap Angel sambil menghapus air matanya.


Karan pun langsung memeluk istrinya dengan erat.


"Aku akan selalu memberikan kebahagian untuk kalian, sayang!" ucap Karan.


Merekapun saling berpelukan sambil memandang keluarga mereka yang ingin rebutan menggendong putri mereka.


***

__ADS_1


Quetes : Jika kamu merasakan kesedihan, yakinlah kamu juga akan merasakan kebahagian.


__ADS_2