
Angel tidak tahu apa yang direncanakan suaminya dan keluarga mertuanya. Mereka ingin memberi kejutan untuk Angel.
Karan membuat acara mereka pas di tepat hari ulang tahun Angel. Supaya Angel tidak tahu apa tenacana mereka. Cukup Angel hanya tahu bahwa itu ada acara ulang tahunnya.
Keira yang mendengar kabar kakaknya akan menggelar resepsi pernikahan, membuat dia bahagia. Dia ingin membuat gaun yang sangat indah untuk kakak iparnya. Dia jadi sibuk mendesain baju untuk Angel. Meskipun dia masih sibuk dengan usahanya yang baru di Jerman, tapi Keira menyempatkan waktu untuk membuat baju Angel.
Faisal mengajak Keira untuk makan malam bersama diluar. Karena sudah beberapa hari mereka tidak jumpa.
"Kak Fai, apa acara resepsi pernikahan mereka kakak juga ikut pulang ke negara X bersama, ku?" tanya Keira yang lagi menikmati makanannya.
"Iya, Kei. Kita sama pulang ya!" ucap Faisal. Mendengar itu Keira sangat senang.
"Ia, kak!" jawabnya dengan tersenyum.
"Kei, ada yang ingin kakak tanya!" Faisal menatapnya serius.
"Apa itu kak?" tanya Keira.
"Nanti saja! Makanlah!"
"Baiklah!"
Mereka pun menikmati makanan mereka dengan penuh canda tawa, karena Faisal selalu membuat humor untuk Keira.
Faisal yang melihat sudut bibir Keira yang ada bekas makanannya, dengan cepat dia membersihkannya dengan tangannya sendiri. Melihat tingkah Faisal, membuat Keira jadi gugup. Dengan cepat dia mengendalikan kegugupannya. Keira tersenyum pada Faisal.
Saat dalam perjalanan pulang, Keira masih sangat gugup karena terus mengingat yang dilakukan Faisal padanya. Keira terus memandang keluar dari jendela sambil senyum-senyum sendiri. Faisal masih fokus mengemudikan mobilnya, sesekali dia melirik kearah Keira.
"Apa yang harus aku katakan padanya? Kenapa jantungku berdetak lebih cepat?" gumam Faisal.
__ADS_1
Tidak butuh waktu yang lama, mereka sampai didepan apartemen Keira.
"Kei, kita sudah sampai!" ucap Faisal pada Keira, karena dia melihat Keira terus diam saja.
Keira tersadar akan lamunannya, dia melihat sekelilingnya kalau dia sudah ada di daerah apartemen nya.
"Maaf, kak. Terimakasih ya kak!" ucap Keira. Faisal tersenyum padanya. Saat Keira ingin keluar, Faisal langsung menarik tangan kanan Keira.
"Tunggu, Kei. Ada yang ingin kakak bicarakan!" ucapnya gugup. Keira mengerutkan keningnya, sehingga kedua alisnya hampir menyatu.
"Apa, kak?" ucap Keira, Keira tidak tahu entah kenapa saat ini jantungnya berdetak lebih cepat.
"Apa yang ingin disampaikan kak Faisal? Kenapa jantungku berdetak lebih cepat?" gumam Keira.
Faisal tiba-tiba mengambil sesuatu dari kantong celananya. Setelah dia mengambil apa yang ingin diambilnya, dia menghela napasnya. Kemudian dia menatap Keira, Keira jadi semakin gugup karena tatapan Faisal padanya.
Dengan tiba-tiba Faisal membuka kota yang dipegangnya, sambil menatap Keira.
"Kei, bagaimana?" tanya Faisal lagi, karena Keira tetap diam saja. Sama seperti tadi Keira tetap diam.
"Maaf, aku sudah yakin kamu tidak pernah punya perasaan pada, ku! Anggap saja aku tidak pernah mengatakannya!" Faisal menghela napasnya dan ingin menyimpan cincinnya lagi. Tiba-tiba, Keira langsung menangis.
Hua...hiks..hiks...
Faisal sangat bingung Keira menangis. Faisal langsung menghapus air mata Keira
"Kei, kamu kenapa? Maaf, kan kakak! Jangan menangis, Kei!" ucap Faisal dengan sedih, Faisal merasa sakit melihat wanita yang dicintainya menangis, apalagi karenanya sendiri.
"Kenapa kakak melamarnya tidak ada romantisnya, sih! hiks...hiks.." Ucap Keira sambil menangis. Faisal sangat bingung apa yang dikatakan Keira.
__ADS_1
"Maksud, nya apa Kei?" tanya Faisal dengan bingung.
"Kei, senang ternyata perasaan ku terbalaskan. Tapi, Keira sangat kesal! Kakak melamar Keira tidak ada romantisnya!" ucap Keira, yang sudah menghentikan tangisnya. Mendengar ucap Keira, Faisal sangat senang. Dia langsung menarik Keira kedalam pelukannya sambil tersenyum, Keira juga membalas pelukan Faisal.
"Maaf!" ucap Faisal. Setelah cukup lama mereka berpelukan, Akhirnya Keira melepaskan pelukannya dan memandang Faisal, lalu mengulurkan tangannya. Faisal sangat bingung, ketika Keira mengulurkan tangannya.
"Ayuk, kak! Pasangkan cincinnya!" ucap Keira tersenyum. Faisal pun langsung mengambil cincinnya dan langsung memasangkannya sambil tersenyum.
"Terimakasih, sayang! cup" ucap Faisal sambil mengecup bibir Keira. Keira mendengar panggilan sayang untuknya dan bibirnya dicium, membuat dia terkejut, dan warna pipinya merah merona. Faisal melihat warna pipi Keira memerah, membuat dia gemas melihatnya.
"Apakah itu ciuman pertamamu, sayang?" tanya Faisal pada Keira. Keira dengan malu-malu menganggukkan kepalanya. Tanpa sadar, Faisal tersenyum mengetahui jawaban dari Keira. Dia sangat senang ternyata dia adalah pria yang pertama mengambil first kiss Keira. Faisal, langsung memikirkan jangan-jangan dia juga adalah cinta pertama Keira. Faisal sangat penasaran jadinya.
"Apa, aku juga cinta pertama mu?" tanya Faisal.
Keira pun juga menganggukkan kepalanya dengan malu. Faisal sangat senang mengetahui nya. Rasanya dia ingin sekali melompat-lompat dan berteriak, tapi dia tidak mungkin melakukannya. Dia takut orang-orang apartemen tempat Keira keluar, dan memarahinya. Faisal langsung meletakkan kedua tangannya di pipi Keira. Dia langsung mengangkat wajah Keira, supaya bisa dia bisa melihat wajah wanitanya.
Akhirnya mata mereka saling bertemu, dan Faisal dengan pelan-pelan memajukan wajahnya. Dan tanpa aba-aba, kini Keira merasakan bibir Faisal sudah berada di bibirnya. Karena terkejutnya, mata Keira membulat besar, Faisal terus m****** bibir Keira dengan lembut. Karena Faisal melakukannya dengan lembut, membuat Keira semakin terbuai. Kini matanya menutup, dia ingin menikmatinya.
Faisal yang merasakan, tidak ada penolakan dari Keira, membuat dia semakin semangat. Dia, tahu kalau ini adalah yang pertama bagi Keira, sehingga dia lah yang bekerja. Dia ingin sekali mengabsen seluruh mulut Keira, dan tiba-tiba Faisal menggigit kecil bibirnya Keira, karena merasakan sakit, membuat mulut Keira terbuka. Faisal merasakan ini adalah kesempatan baginya, dia langsung memperdalam **********. Faisal sangat bergairah dengan kedua bibir Keira. Mereka berciuman sangat lama, Faisal yang merasakan pasokan oksigen nya mulai habis, barulah di melepaskannya.
Kedua kening mereka menyatu, mata mata mereka saling bertemu dan mereka bernapas dengan tersengal. Dan tiba-tiba mereka saling tersenyum.
"Aku sangat bahagia, Mendengar aku lah cinta pertamamu, dan aku juga lah yang mengambil first kiss mu, sayang!" ucap Faisal.
"Mungkin kamu bukanlah yang cinta pertamaku, tapi aku janji! Kamu adalah cinta terakhirku!" ucap Faisal.
Keira yang mendengar apa yang dikatakan Faisal, membuat dia bahagia. Dia pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Sesampai kita ke negara X aku ingin minta ijin pada keluarga, mu! Untuk merestui hubungan kita!" ucap Faisal.
__ADS_1
"Terimakasih, kak!" ucap Keira dengan tersenyum. Mereka pun berpelukan lagi dengan erat, seakan takut mereka dipisahkan.
☘️☘️☘️☘️☘️