Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Menjaga Jarak


__ADS_3

"Bos, kita kapan balik?" tanya Mike pada Marco setelah mengantar orang tua Karan kebendahara.


"Kita, akan pulang bersama mereka saja!" ucap Marco dengan dingin. Dia masih memikirkan Keira bagimana kedekatan Keira dengan Faisal. Saat Keira dekat dengan Faisal, dada Marco sangat sakit. Dia ingin sekali pergi kembali ke Paris. Tapi, karena memikirkan adik angkatnya yang masih membutuhkannya, jadi dia mengurungkan niatnya untuk kembali.


Mereka memutuskan untuk menginap di hotel milik Karan, tapi mereka lebih memilih untuk memesan kamar sendiri. Marco tidak ingin tidur di satu ruangan dengan Keira. Dia belum, siap melihat wajah Keira malam ini.


***


Keesokan paginya Angel lebih duluan bangun. Saat dia bangun, dia bisa melihat jelas 2 laki-laki yang cintainya saat ini masih tertidur. Angel melihat sesama, kalau gaya tidur putra mereka sama gaya tidur dengan suaminya. Dia jadi ketawa melihatnya, setelah puas melihat putra dan suaminya, Angel turun dari tempat tidur dengan pelan. Dia langsung masuk ke kamar mandi untuk membilas wajahnya dan membersihkan mulutnya.


Setelah itu Angel langsung keluar kamar dan menuju dapur. Semua hotel kamar pribadi Karan memang didesain ada banyak kamarnya dan ada dapurnya. Supaya saat keluarganya berlibur bisa bebas, dan masak makanan yang ingin sekali mereka makan, tanpa mencarinya.


Angel langsung melakukan tugasnya sebagai seorang ibu dan seorang istri. Dia ingin memasak sarapan untuk keluarganya.


Karan yang terganggu dengan cahaya matahari yang masuk ke kamarnya, jadi terbangun. Dia melihat gorden jendela kamarnya semuanya sudah terbuka. Dan dia melihat istrinya tidak ada lagi diatas tempat tidur. Karan pun langsung keluar kamarnya untuk mencari istrinya. Saat dia keluar kamar, dia melihat istrinya lagi sibuk dimeja makan yang lagi menyusun makanan. Karan pun langsung memeluk istrinya. Angel langsung menghentikan kegiatannya. Angel pun langsung memutarkan tubuhnya, sehingga kini mereka berpelukan saling menghadap.


"Sayang, kenapa repot masak? Kita bisa pesankan makanan untuk sarapan kita!" ucap Karan yang masih memeluk istrinya.


"Tidak apa-apa, mas! Aku senang masak makanan untuk kamu, mas!" jawab Angel.


"Tapi, sayang kamu belum boleh terlalu capek dan banyak bergerak. Ingat jahitan yang di dada kamu belum sembuh betul sayang!" ucap Karan. Angel tahu saat ini suaminya sangat kuatir padanya.


"Ya, sudah nanti siang kita pesan makanan saja!" ucap Angel. Karan sangat senang Angel mendengar ucapannya.


Cup.


Karan mengecup bibir istrinya.


"Morning kiss honey" ucap Karan tersenyum. Angel jadi sangat malu.


"Ya, sudah mandi dulu sana mas!" ucap Angel sambil mendorong tubuh Karan.


"AW.." Angel menjerit. Karena Karan tiba-tiba langsung menggendong suaminya.


"Kita mandi bareng sayang! Sebelum Adelio bangun!" ucap Karan. Sebelum mendengar jawaban dari Angel Karan langsung membawa Angel masuk ke kamar mandi yang ada dikamar mereka.


Setengah jam lebih mereka sudah dikamar mandi sambil melakukan kegiatan yang mereka lakukan semalam. Saat mereka lagi asik menukar Slavina mereka, Adelio menangis.


Oek...oek...oek..


Mereka langsung menghentikan kegiatan mereka. Mereka pun langsung memakai jubah mandi mereka dan berlari keluar kamar mandi.


"sust...sust... Sayang papa dan mama sudah bangun, ya?" ucap Angel sambil mengendong Adelio.


"Jagoan papa dan mama jangan nangis ya!" ucap Karan sambil mengelus pipi Adelio dengan lembut. Dengan seketika tangisan Adelio berhenti.


"Mas, bisa minta tolong?" tanya Angel pada Karan.


"Tentu saja, sayang! Apa itu sayang?" dengan menatap Angel dengan lembut.


"Tolong siapkan air hangat untuk Adelio mas! Aku mau mandikan Adelio!" ucap Angel.

__ADS_1


"Baiklah sayang! Kita sama-sama mandikan nya, ya!" Karan pun langsung menyediakan air hangat untuk putra mereka. Mereka memandikan Adelio bersama-sama. Tampak wajah bagia Karan ketika mereka bersama-sama memandikan putra mereka dan memaki baju Adelio.


"Cie..jagoan papa sudah ganteng dan wangi!" ucap Karan sambil mencium putra mereka yang ditidurkan ditempat tidur.


"Mas, kamu jaga Adelio dulu ya! Aku mau memakai baju aku dulu!" ucap Angel sambil mengambil bajunya.


"Iya, sayang!" Karan terus bermain dengan Adelio sambil menunggu istrinya memakai bajunya.


Tok..tok..


Karan mendenagar suara kamarnya diketok. Karan pun langsung membuka pintu, dan dia melihat siapa yang didepan pintu kamarnya.


"Bos, saat ini ada rapat penting tentang kelanjutan pembukaan cabang hotel kita yang disini, bos!" ucap Frans.


"Apa tidak bisa ditunda?" tanya Karan. Karan masih ingin bersama istri dan putra hari ini.


"Maaf, bos. Seharusnya beberapa hari yang lalu kita rapatnya. Tapi saya minta diundur, karena nyonya Angel masih dirumah sakit!" jelas Frans.


"Baiklah!" jawab Karan dengan kesal. Frans pun langsung pergi dari depan kamar Karan.


Saat selesai ngobrol dengan Frans, Karan melihat istrinya keluar dari kamar mandi. Karan melihat istrinya menggunakan dress diatas lutut dengan motif yang polos tanpa lengan, tubuh Angel yang sangat langsing itu terlihat jelas karena baju yang dikenakan Angel sangat pas di badannya. Membuat Karan terpesona akan kecantikan istrinya itu.


Karan langsung memeluk istrinya. Dia dapat mencium aroma sabun yang dari tubuh istrinya dan sampo yang digunakan istrinya. Dia sangat tergoda dengan tubuh istrinya itu, meskipun istrinya sudah melahirkan anaknya tidak membuat tubuh istrinya menjadi gemuk. Masih tampak, belum pernah melahirkan


"Kami sangat cantik, sayang!" ucap Karan. Angel jadi tersipu malu mendengarnya.


"Kamu ini, mas! Sudah sana ganti baju kamu dulu! Biar kita bisa sarapan!" ucap Angel. Karan pun melonggarkan pelukannya.


"Iya, mas! Aku tidak apa-apa. Lagian, kan ada Keira, kak Marco dan Kak Mike!" ucap Angel.


"Baiklah, sayang!" Karan langsung mengambil baju kantornya.


Saat Karan ingin memperbaiki dasinya, Angel langsung mendekati Karan. Akhirnya, Angel lah yang memperbaiki dasinya.


"Terimakasih, sayang!" ucap Karan setelah Angel memperbaiki dasinya.


"Iya, mas. Sekarang kita sarapan dulu!" ucap Angel. Angel langsung menggendong putra mereka. Mereka bersama-sama keluar dari kamar. Mereka melihat Keira dan Frans sudah duduk dimeja makan.


"Ya, ampun kak! Lama sekalih, sih! Kei sudah lapar tahu!" ucap Keira dengan kesal.


"Maaf, ya Kei!" ucap Angel. Keira pun langsung tersenyum. Angel duduk disamping Keira. Sedangkan Adelio diletakkan di stroller bayi, yang sudah dipersiapkan Karan untuk Adelio sebelum mereka datang ke hotel milik Karan.


Karan melihat sekelilingnya, dia merasakan ada yang kurang. Akhirnya dia ingat kalau kakaknya tidak ada dimeja makan.


"Frans, apa Kak Marco dan Kak Mike belum keluar dari kamar?" tanya Angel.


"Maaf, nona! Sepertinya mereka tidak tidur disini! Karena sewaktu saya buka pintu kamar mereka tadi kamar itu kosong, dan tempat tidurnya saja masih tampak rapi, seperti belum ada yang tiduri." jelas Frans.


Mereka sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan Frans. Angel pun langsung menghubungi Marco. Tapi, Marco tidak mengangkat teleponnya. Angel jadi semakin cemas.


Kret...

__ADS_1


Mereka mendengar suara pintu kamar mereka terbuka.


"Kak Marco!" cicit Angel setelah melihat yang datang ternyata Marco dan Mike.


"Wah, kalian lagi sarapan ya!" ucap Marco. Marco dan Mike pun langsung duduk di kursi yang disamping Frans.


"Ya, ampun kak! Kalian dari mana, sih?" tanya.


"Sorry, kami dari bawah!" jawab Marco.


"Ya, sudah kita sarapan dulu!" sambung Karan.


Akhirnya mereka sarapan dengan tenang. Selesai sarapan Karan dan Frans langsung pergi untuk rapat. Sedangkan, Marco dan Mike menjaga Angel didalam kamar.


Angel mengajak Keira jalan-jalan di taman yang ada didepan hotel mereka. Marco dan Mike mengikuti mereka dari belakang. Selama mereka bersama dia melihat kakaknya selalu saja menjaga jarak dengan Keira, adik iparnya.


Tidak hanya Angel saja yang merasakan itu, Keira juga merasakan kalau Marco jaga jarak dengannya. Setiap Keira agak berjauh atau pergi entah kemana, barulah Marco mau bermain dengan Adelio. Tapi disaat Keira kembali dan mendekati mereka, Marco pasti menjauh. Keira sebenarnya sangat sedih, karena Marco menjaga jarak dengannya. Dia ingin sekali bertanya. Tapi disaat Keira ingin bertanya padanya, pasti langsung pergi dan mencari alasan ada yang ingin dihubunginya.


Setelah mereka menghabiskan waktu bermain di taman, Angel mengajak mereka makan di restoran. Didalam perjalanan ke restoran, Angel menghubungi Karan.


"Hallo, mas! Kamu sudah makan siang?" tanya Angel.


"Belum, sayang! Soalnya aku baru saja selesai rapatnya. Kalian sudah makan siang?"


"Ini baru mau saja kamu mau ke restoran yang dekat hotel. Kamu kemari saja ya, mas!"


"Baiklah, sayang! Aku kesana ya! Bye sayang!"


"Bye, mas!" Angel pun langsung mematikan sambungan teleponnya.


Angel dan yang lainnya lebih dulu sampai ditestoran. Marco memilih duduk tidak berhadapan dengan Keira. Keira dan Angel hanya diam, saja! Merekapun langsung memesan makanan mereka. Tak butuh waktu yang lama, Karan dan Frans sudah bergabung bersama mereka.


Sesampai di restoran Karan mencium kening istrinya lebih dulu, setelah mencium putranya.


"Kalian sudah pesan makanannya, sayang?" ucap Karan sambil duduk disamping istrinya.


"Sudah, mas!" ucap Angel. Seorang pelayan datang menghampiri mereka. Karan dan Frans pun langsung memesan makanan mereka.


Menunggu makanan mereka datang, Karan dan Angel bermain bersama putra mereka.


***


Setelah makan siang tadi, mereka memutuskan langsung balik ke hotel. Angel yang tadi naik mobil Marco, kini dia naik mobil suaminya. Tinggal hanya Keira saja yang naik mobil Marco. Keira memutuskan dia akan bertanya pada Marco, kenapa Marco seperti menjauh dengannya.


Keira duduk dibelakang, karena dia yakin Marco akan duduk dibelakang. Ternyata tidak Marco lebih memilih duduk di depan, samping Mike. Keira semakin sedih karena Marco semakin menjaga jarak padanya. Selama dalam perjalanan, Marco membuat dirinya sibuk dengan gadgetnya, supaya saat Keira ingin bicara padanya, dia mempunyai alasan.


"Kak Marco, apa Kei bisa bertanya sesuatu?" tanya Keira penuh harap Marco mengijinkannya.


"Nanti saja ya Kei, aku lagi sibuk memeriksa pekerjaan, ku!" ucap Marco dengan lembut. Mendengar jawaban Marco, membuat dirinya semakin sedih. Frans yang dari tadi memperhatikan bosnya, hanya diam saja. Dia tahu saat ini Marco ingin menjaga jarak pada Keira, supaya perasaan Marco pada Keira bisa menghilang pelan-pelan.


☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


__ADS_2