Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Syukurlah kamu baik-baik saja


__ADS_3

Sudah seminggu kepulangan Angel, Angel selalu gelisah karena Karan belum juga pulang. Padahal seharusnya Karan sudah pulang. Sewaktu, dia mendapat pesan dia sangat senang, tapi ternyata itu adalah pesan dari Frans untuk supaya Angel mengirim berkas-berkas penting untuk Karan melalui email. Angel tidak pernah berani bertanya tentang Karan kada Frans. Hanya Marco sajalah yang menemani Angel. Marco lah yang selalu mengantar dan menjemput Angel. Pada saat Marco mengantar Angel, Karan dan Frans melihat Angel diantar oleh Marco. Karan dan Frans yang ingin keluar dari mobil, Karan menghentikannya.


Tanpa sadar Karan mengepal kedua tangannya melihat Angel tertawa lepas dengan Marco. Frans tidak mengerti kenapa saat ini tatapan mata bosnya seperti ingin membunuh saja. Disaat Marco pergi, barulah Frans dan Karan keluar. Frans mengikuti Karan dari belakang. Sesampai dalam apartemen Karan langsung membuka pintunya. Karan langsung menyuruh Frans untuk pulang saja.


"Besok, jemput aku lebih cepat dan rapat direksi untuk besok berkas-berkasnya siapkan" perintah Karan pada Frans.


"Baik, pak. Saya permisi dulu bos!" setelah kepergian Frans, Karan langsung masuk kedalam. Dia tidak melihat Angel ada diruang tengah dan didapur. Karan langsung naik keatas, saat dia ingin masuk ke kamarnya, Karan melihat kamar Angel. Dan dia langsung melangkah ke kamar Angel. Karan pelan-pelan membuka pintu kamar Angel, ingin memastikan keberadaan Angel. Saat dia membuka, dia melihat Angel ditempat tidur dengan masih memakai baju kantornya. Karan ingin masuk kedalam kamar Angel tapi dia tidak jadi masuk kedalam, karena mengingat kejadian di hotel waktu itu.


Sebenarnya dari kemarin seharusnya Karan sudah mau pulang dari Singapore, tapi karena dia takut akan memaksa Angel melakukan hubungan badan, jadi dia mengurungkan niatnya untuk pulang. Karan langsung menutup pintu kamar Angel dan langsung masuk kedalam kamarnya.


Karan langsung meletakkan tasnya dia sofa kamarnya. Karan langsung mengambil bajunya setelah dia langsung membersihkan tubuhnya. Selesai Karan mandi, Karan langsung turun kebawah. Karena dia sudah sangat lapar. Saat Karan ke dapur, dia kaget melihat Angel didapur juga.


Tidak hanya Karan saja yang kaget, Angel pun juga kaget. Ternyata orang yang dirindukannya ada didepan matanya. Angel ingin sekali berlari dan memeluk Karan, tapi dia takut Karan menolaknya. Setelah Karan mengendalikan dirinya, barulah Karan duduk dimeja makan. Angel mengerti saat ini Karan ingin makan. Angel langsung bangkit dari tempat duduknya, dia ingin membuat nasi untuk Karan dipiring.


"Tidak, usah. Aku bisa sendiri. Ingat kamu hanya istri bayaran saja! Jadi tidak usah bertingkah seperti istri yang sebenarnya" ucap Karan dengan kasar pada Angel. Angel yang sudah berdiri disamping Karan, merasakan rasa sakit di dadanya karena kata-kata kasat Karan. Sebenarnya Angel ingin menangis, rasanya air matanya ingin keluar. Tapi, dia menahan supaya air matanya tidak keluar. Angel kembali duduk menikmati makan malamnya. Selesai dia makan, Angel langsung masuk ke kamar.


Didalam kamar Angel mengintip dari balik pintu memperhatikan Karan.

__ADS_1


"Syukurlah kamu baik-baik saja, mas" gumam Angel sambil menatap Karan dari jauh. Saat Karan selesai makan, Karan langsung masuk kedalam ruang kerjanya. Angel melihat Karan sudah tidak lagi dimeja makan. Angel langsung turun kebawah untuk merapikan bekas piring makan mereka. Selesai bersih-bersih Angel melihat jamnya Angel duduk diruang tengah sambil membawa pembukuan keuangan cafenya.


Angel pun kini mulai merasakan matanya sangat lelah, akhirnya dia memutuskan untuk istirahat saja. Karan yang mulai merasakan badannya sudah mulai terasa pegal, Karan mulai melonggarkan otot-ototnya. Saat rasanya badannya agak lebih enak, Karan memilih untuk tidur. Saat dia keluar dari ruangan kerjanya dia melihat ada seseorang diruang tamu. Saat dia melihat, Karan sangat terkejut ternyata Angel tertidur diatas tumpukan pekerjaannya. Tapi karena egonya yang tinggi, membuat dia mengabaikan Angel. Karan memilih meninggalkan Angel tidur diruang tamu.


***


Angel terbangun karena suara alarm dari Hp nya. Angel merasakan sakit seluruh badannya. Dia melihat jamnya, Angel sangat terkejut ternyata sudah jam 5 Am. Angel langsung merapikan barang-barangnya yang berserakan di meja. Saat dia mau naik, Angel melihat ruang kerja Karan sudah mati lampu.


"Berarti dia sudah di kamarnya" gumam Angel. Lalu Angel masuk kedalam kamarnya meletakkan barangnya. Setelah barangnya diletakkannya Angel langsung membilas wajahnya. Setelah membilas wajahnya, Angel langsung pergi kebawah. Dia ingin memasak sarapannya untuk mereka dan makan siangnya. Setelah berkutat didapur selama setengah jam, akhirnya sarapan mereka selesai. Setelah masak, Angel langsung mengganti bajunya untuk latihan. Setelah itu dia mengganti pakaiannya, Angel langsung keluar dan menuju ke atas gedung tempat yang dijadikannya tempat latihan. Di atas sana Angel sudah mempunyai alat-alat yang bisa membantu dia untuk latihan.


"Mungkin dia mau olahraga" gumam Angel.


Karan sangat terkejut melihat Angel yang berkeringat dan apalagi wajah Angel sangat pucat.


"Dari mana, dia? Apa mungkin dia baru olahraga? Sejak kapan dia berolahraga? Kenapa wajahnya sangat pucat? Ah, itu bukan urusan, ku!" Gumam Karan. Karan langsung pergi saja tanpa bersuara. Angel hanya menatap punggung Karan saja Sampai menghilang dari pandangannya. Setelah Karan pergi, Angel langsung masuk kedalam kamarnya. Dia merasakan sangat lelah, tapi dia memaksa tubuhnya untuk mandi. Setelah berendam dengan air hangat membuat dia merasakan rasanya lelahnya pelan-pelan menghilang.


Angel langsung bersiap-siap untuk bekerja. Selesai dia memakai baju kerjanya, Angel langsung sarapan, dan dia merasakan kalau Karan belum pulang dari olahraganya. Angel langsung membersihkan bekas sarapannya, saat dia mengambil untuk makan siangnya. Angel mendapat pesan dari Marco yang mendapat pesan kalau dia tidak bisa menjemput Angel. Tapi Mike yang akan menjemputnya.

__ADS_1


📨 "Dek, kak Marco tidak bisa jemput ya. Karena ada urusan kerjaan kakak. Tapi Mike yang akan menjemput kamu."


📨 " oke, kak" balas Angel pada Marco.


Selang beberapa menit Angel mendapat telepon dari Mike. Angel pun langsung mengangkatnya.


"Halo, nona saya sudah didepan" ucap Mike


"Oke, kak. Sebentar Angel akan turun" jawab Angel dan Angel langsung mematikan Hpnya.


Semenjak Angel dan Mike sudah dekat, Angel memutuskan memanggil Mike kakak, sama seperti panggilannya untuk Marco. Angel sangat senang masih ada orang yang memperlakukannya dengan baik.


Saat Angel keluar dari pintu Angel dan Karan bertemu. Karan menatapnya tajam, tapi Angel tetap menatap Karan.


"Mas, Saya berangkat duluan" ucap Angel pada Karan. Meskipun perbuatan Karan sangat buruk padanya, tapi dia tetap berusaha menghormati Karan sebagai suaminya. Karan hanya diam saja, tidak menjawab Angel. Angel pun langsung pergi, Karan menatap kepergian Angel. Karan juga bingung, Angel dijemput seorang pria asing lagi. Dan pria itu memberi hormat dan membuka pintu mobil untuk Angel. Dan dia juga melihat reaksi Angel yang selalu tersenyum.


☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


__ADS_2