
Kini mereka sampai di hotel. Sesampainya didalam, suara pintu kamar terbuka. Angel sangat kaget yang datang.
"Mbak, Bella!" ucap Angel bahagia.
"Angel!" Bella langsung memeluk Angel.
"Maaf, ya baru bisa lihat kamu!" ucap Bella.
"Iya, mbak!" Bella pun langsung melepaskan pelukannya dari Angel.
"Hai, tampan!" ucap Bella sambil mencium pipi Adelio.
"Hai, Tante!" Angel meniru suara anak kecil.
"Hai, Angel!" sapa Zaky setelah dia sudah berdiri di samping Bella.
"Hai, kak Zaky!" balas Angel sambil tersenyum. Karan yang melihat istrinya senyum manis pada Zaky.
Karan langsung merangkul istrinya. Dia sangat cemburu melihat istrinya senyum pada pria lain.
"Sayang jangan senyum seperti itu padanya!" ucap Karan.
"Ya ampun mas! Kamu ini kenapa, sih?" Angel sangat kesal mendengar ucapan suaminya.
"Kamu ini ada-ada sih, Kar!" ucap Bella.
"Maaf, ya kak Zaky! Yuk, duduk dulu!" ucap Angel.
Merekapun duduk di kursi, Karan tetap merangkul istrinya. Dia menempel seperti perangko saja pada Angel. Setiap Angel berbincang pada Zaky, pasti Karan yang menjawabnya. Angel jadi semakin kesal melihat tingkah suaminya. Apalagi saat Angel memberikan minuman untuk Zaky pasti Karan langsung merebutnya dari Angel, katanya dia saja yang akan memberinya. Yang melihat tingkah Karan seperti itu hanya geleng kepala saja.
Saat mereka lagi ngobrol, Faisal datang.
"Hai, Fai kamu datang?" ucap Karan. Mereka pun langsung saling berpelukan ala cowok. Faisal pun hanya senyum saja.
Mereka menghabiskan waktu mereka untuk berbincang. Waktu sudah menunjukkan jam 3 sore, Angel sudah mulai terasa lelah begitu juga Adelio putra mereka sudah tertidur di pangkuan Angel. Karan menyuruh Angel untuk istirahat dulu dikamar mereka, Angel mengikuti perintah suaminya.
"Maaf, ya! Aku mau istirahat dulu ya!" ucap Angel, semuanya menganggukkan kepala.
Setelah kepergian Angel, Keira juga minta ijin untuk istirahat.
"Kei, juga istirahat ya, kak" ucap Keira.
"Oh, ya kak! Kak, Bella tidur disini kan?" tanya Keira sebelum bangkit dari tempat duduknya.
"Rencananya sih, kakak mau pesan kamar disini!"
"Tidak, perlu kak! Kakak tidur disini saja! Kita satu kamar saja!"
"Baiklah!" jawab Bella dengan senyum.
"Ya, sudah yuk kita ke kamar saja, kak!" ucap Keira sambil menarik tangan Bella. Bella pun hanya mengikuti Keira. Sebelum masuk kamar, Bella mengambil kopernya untuk dibawa masuk kedalam kamar.
Yang diruang tamu, hanya tinggal para pria. Mereka sibuk berbincang tentang bisnis mereka.
__ADS_1
***
Angel yang sudah merasakan rasa lelahnya hilang, dia membuka matanya. Dan dia melihat jam sudah menunjukkan jam 5 sore. Saat dia bangun, Angel melihat ke sampingnya, putra mereka tidak ada. Saat ingin bangkit dari tempat tidurnya, Angel mendengar suara ketawa anak kecil dan orang dewasa dari dalam air. Angel pun langsung melihat ke kamar mandi.
Angel sangat terkejut melihat suami dan putra mereka berada dikamar mandi. Angel melihat suaminya yang sangat telaten memandikan putranya.
Akhirnya Karan selesai membersihkan putra mereka, dan langsung membawa Adelio ke tempat tidur. Saat dia mau keluar kamar mandi, Karan kaget melihat Angel sudah berdiri didepan pintu kamar mandi, sambil tersenyum.
"Kenapa tidak banguni aku, mas?" tanya Angel.
"Biar aku yang gendong, ya mas!" ucap Angel sambil mau mengambil Adelio dari tangan suaminya.
"Tidak apa-apa sayang! Selagi, mas punya waktu!" ucap Karan. Angel pun langsung memakai baju Adelio.
"Sekarang anak mama, sudah wangi!" ucap Angel sambil mencium putranya.
"Mas, kamu tidak mandi dulu?" ucap Angel kepada suaminya yang lagi asik memainkan tangan mungil putra mereka.
"Oke, sayang!" ucap Karan. Karan yang sudah berjalan ke kamar mandi, dia balik kembali lagi dan mendekati istrinya.
Cup
Karan mengucup singkat bibir Angel. Kemudian dia langsung pergi meninggalkan istrinya. Angel hanya geleng kepala melihat tingkah suaminya.
Angel langsung menyiapkan baju santai untuk Karan.
***
Akhirnya merekapun makan malam dengan makanan yang dipesan dari hotel. Marco melihat tempat duduk yang kosong hanya disamping Keira. Dia ingin sekali supaya Mike pindah tempat duduk, tapi dia berpikir kalau dia melakukan itu semua orang akan pasti bingung melihatnya. Akhirnya, Marco pun jadi terpaksa duduk di samping Keira.
Marco yang ingin megambil sayuran, tapi dia tidak sampai. Keira yang disamping Marco mengerti apa yang ingin diambil Marco. Akhirnya Keira membantu mengambilnya, dan disaat Keira ingin membantu menuangkan ke piring Marco, Marco mencegahnya.
"Aku bisa sendiri, Kei!" ucap Marco sambil mengambilnya dari tangan Keira tanpa memandang Keira. Merasa ditolak, membuat Keira merasakan sakit di dadanya. Dia ingin sekali marah, karena Marco seperti itu pada dirinya sepanjang hari ini. Tapi, Keira sadar dia tidak bisa marah, karena dia tidak punya alasan untuk memperotesnya. Selesai makan malam, mereka ngumpul lagi di ruang tamu.
Mereka mengobrol penuh tanda tawa. Tapi, berbeda dengan Marco, kalau Keira membuat humor, pasti dia diam saja. Dia tidak ingin menanggapinya. Tidak ada satupun yang tahu bagaimana reaksi Marco kepada Keira. Yang tahu hanya Keira dan Mike saja.
Karena sudah larut malam, Marco dan Mike ingin kembali ke kamarnya. Angel dan yang lainnya baru menyadari kalau Marco dan Mike tidak tidur bersama mereka.
"Kak, Marco kenapa pesan kamar, sih?" ucap Angel.
"Maaf, ya adik ku sayang! Ya, sudah kakak kembali ke kamar dulu!" ucap Marco.
"Ya, sudah deh!" Angel sebenarnya kesal karena kakaknya tidak memberitahunya, dan dia ingin kakaknya tidur dikamar mereka. Tapi, dia tahu bagaimana sifat kakaknya., akhirnya dia pun hanya pasrah saja.
***
Karan sibuk dengan pekerjaannya selama 5 hari ini, tapi dia selalu pulang sore, supaya bisa memandikan putranya disore hari. Dia sangat senang memandikan putranya. Angel sebenarnya melarang Karan untuk melakukannya, karena itu sudah tugas Angel sebagai seorang ibu, meskipun dirinya lelah, tapi dia tidak mau mengabaikan tugasnya sebagai seorang ibu dan istri.
Selama, Karan sibuk dengan pekerjaannya dari pagi sampai sore, Bella dan Keiralah yang selalu menemani Angel dan Adelio. Mereka selalu jalan-jalan ke mall untuk belanja atau makan di restoran yang ada di mall.
Zaky, Marco da Mike lah yang jadi pengawal mereka dari belakang. Bella dan Zaky mengambil cuti selama 2 Minggu, makanya merek belum kembali ke Paris untuk mengerjakan pekerjaannya.
Karan sudah menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda dulu. Akhirnya Karan ingin membawa anak dan istrinya jalan-jalan keliling kota Jerman, tapi setelah Angel cek up ke dokter pribadi keluarga Karan di kliniknya. Karan ingin tahu bagaimana kondisi istrinya, kalau istrinya sudah sehat, dia ingin mengajak istrinya balik ke negara X.
__ADS_1
"Bagaimana, dokter keadaan istri saya?" tanya Karan, setelah dokter itu memeriksa keadaan Angel.
"Nyonya Angel sudah lebih sehat, pak!" ucap dokter itu.
"Berarti saya bisa membawa istri saya pulang ke negara tempat kami tinggal, dok?" tanya Karan lagi. Angel hanya senyum-senyum saja melihat kebahagian suaminya ketika hasil pemeriksaan dirinya, dia sudah sehat.
"Bisa, pak!" jawab dokter itu. Mendengar itu membuat Karan bahagia.
"Terimakasih, pak!" jawab Karan dengan semangat sambil memeluk dokter itu.
***
Sesuai yang sudah mereka sepakati Karan membawa istri dan putranya jalan-jalan. Saat mereka menikmati acara mereka jalan-jalan bersama. Banyak yang sangat iri pada mereka. Karena mereka tampak pasangan yang serasi dan bahagia.
Keira jalan-jalan sendiri ke taman, dia melihat sekelilingnya orang-orang yang menikmati kebersamaan mereka bersama pasangan mereka. Keira sebenarnya tadi mengajak Bella untuk jalan-jalan bersama, tapi karena Bella dan Zaky ingin menikmati kebersamaan mereka akhirnya dia jalan-jalan sendiri.
Sebenarnya dia ingin mengajak Marco, tapi tidak jadi karena dia tahu Marco dari kemarin terus mengacuhkannya.
Saat Keira berjalan sendiri, dia melihat Marco dan Mike juga ada di taman yang sama dengannya.
Dia melihat Marco yang tersenyum kepada anak kecil perempuan yang ada di taman itu.
"Kenapa sih, kak Marco bisa ketawa seperti itu kepada orang lain! Kalau dengan ku tidak!" gumam Keira dengan kesal. Lalu dia pergi dari taman itu.
Akhirnya Keira memutuskan makan siang direstoran yang ada didekat taman itu sendiri. Saat dia mau masuk, satu tangan kekar merangkulnya. Keira pun langsung menoleh kesamping ya.
"Kak, Faisal!" ucap Keira dengan senyum. Faisal langsung tersenyum kepada Keira.
"Sendiri, Kei?" tanya Faisal.
"Ia, kak! Kakak mau makan?"
"Ya, iyalah Kei. Masa iya kakak kemari hanya melihat orang makan saja!" Ucap Faisal. Keira jadi cengengesan mendengar jawaban Faisal.
"Yuk, kita makan bareng saja!" ucap Faisal. Merekapun langsung melangkah masuk kedalam, dengan Keira masih dirangkul dengan Faisal.
Akhirnya merekapun memesan makanan mereka. Selagi, mereka menunggu makanannya datang, mereka saling bercerita, di selah cerita mereka Faisal membuat humor untuk Keira, sehingga Keira selalu saja ketawa. Saat makanan mereka datang, mereka pun juga tetap ngobrol.
Mereka tidak sadar, dari sudut tempat duduk yang lain, sepasang mata memperhatikan mereka.
"Bos, apa perlu kita cari restoran yang lain?" tanya Mike.
Ternyata Marco dan Mike berada di restoran yang sama dengan Keira dan Faisal. Sebenarnya saat Marco dan Mike masuk kedalam mereka tidak tahu disitu ada Keira dan Faisal.
Entah kenapa disaat Marco melihat sekelilingnya, dia menangkap seseorang yang dikenalnya. Saat dia memastikan yang dilihatnya, ternyata benar disitu ada Keira. Tapi dia melihat Keira tidak sendiri, tapi bersama seorang pria yang dia tidak tahu siapa. Karena posisi pria itu membelakanginya. Disaat pria itu menoleh kebelakang, Marco akhirnya tahu pria itu adalah Faisal.
Marco terus menatapnya dengan wajah sedih. Mike melihat kearah yang dilihat Marco. Mike jadi tahu kenapa Marco terlihat wajah sendu.
"Kita tetap disini saja!" ucap Marco.
Akhirnya mereka pun makan di satu restoran yang sama, tapi meja yang berbeda.
☘️☘️☘️☘️
__ADS_1