Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Pingsan


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan cinta membuat Marco dan Mike jadi cemas. Mereka langsung berlari dan menebus kerumunan karyawan perusahaan Karan.


Saat merek sudah sampai, mereka sangat terkejut melihat Angel yang sudah mengeluarkan darah segar dari keningnya. Marco langsung berlari mendekati Angel, sedangkan Mike langsung mengamankan Adelio.


"Angel kamu baik-baik saja? Kenapa seperti ini, dek?" ucap Marco yang sambil menopang Angel. Angel hanya diam saja, dia merasakan sakit di kepalanya dan pandangannya mulai redup. Angel sudah tidak sadarkan diri, untung saja Marco berada di samping Angel, dan bisa menopang tubuh Angel sebelum jatuh ketanah. Marco sangat terkejut melihat Angel sudah pingsan.


"Angel!" Marco menepuk pipi Angel dengan pelan. Mike sangat terkejut melihat Angel yang sudah pingsang di pangkuan Marco.


"Cepat telepon dia!" perintah Marco pada Mike. Mike langsung mengerti siapa yang dimaksud Marco. Mike pun langsung menghubungi orang yang dimaksud Marco.


Tiga wanita yang tadi menghina Angel, tersenyum puas melihat Angel pingsan. Dan mereka tidak suka melihat Marco, pria yang sangat tampan itu memeluk Angel.


"Cui...Hei pria tampan kamu tidak perlu mengkuatirkan wanita ****** itu. Lihat dia saja belum menikah, eh dia sudah melahirkan seorang anak. Pasti anaknya itu anak haram!" ucap Wanita yang tadi memukul Angel. Mendengar ucapan wanita itu, membuat Marco marah. Dia menatap wanita itu tajam.


"Siapa kamu bilang ******? Dan siapa yang kamu bilang anak haram?" teriak dari seorang pria yang tidak jauh berdiri dari mereka. Wanita itu langsung melihat kesumber suara! Betapa terkejutnya mereka ternyata CEO mereka datang. Semua pegawai yang melihat CEO nya langsung menundukkan wajah mereka.


Karan mendekati wanita itu dan menatapnya tajam. Wanita itu sangat takut melihat tatapan Bos nya yang seperti ingin menerkamnya.


"Nanti saja, kamu hukum dia! Sekarang lihat istrimu!" teriak Marco. Karan yang tersadar, langsung melihat ke sumber suara. Karan sangat terkejut melihat istrinya yang tidak hanya pingsan saja, tapi juga sudah mengeluarkan darah segar dari keningnya. Karan langsung berlari kearah Angel.


"Sayang!" ucap Karan dengan suara yang seperti ditahan. Dia merasakan sakit melihat istrinya seperti itu.


Para pegawai yang masih berdiri disitu, sangat terkejut mendengar ucapan Marco kata istri dan apalagi Karan memanggil Angel dengan sebutan sayang. Tiga wanita itu juga terkejut mendengarnya.


Karang langsung menggendong Angel dengan style brydal. Dia langsung membawa Angel keruangan nya.


"Frans telepon Zoya untuk kemari, cepat! Dan jangan lupa kamu bereskan semuanya!" ucap Karan dengan dingin.


"Baik, bos!" Frans pun langsung menghubungi Zoya dokter keluarga Karan yang sekaligus temannya. Mike dan Marco mengikuti Karan dari belakang, mereka juga membawa Adelio.


Setelah kepergian Karan, Frans langsung menatap tajam ketiga wanita itu yang telah menyakiti nona nya.


"Mulai sekarang, setiap wanita itu datang jangan pernah ada yang menghalanginya masuk! Dia itu istri dari bos kalian! Apa kalian mengerti?" ucap Frans pada pegawai yang masih setia berdiri.


"Baik, pak!" jawab mereka serentak.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Frans langsung mendekati ketiga wanita itu sambil menatap mereka. Mereka sangat ketakutan, melihat tatapan Frans pada mereka.


"Untuk kalian tiga, mulai dari sekarang kalian bukan lagi karyawan di perusahaan ini. Kalian dipecat! Dan tidak akan ada satupun perusahaan yang akan menerima kalian!" ucap Frans dingin. Setelah itu Frans langsung pergi keluar menunggu Zoya.


Tiga wanita tadi jadi menangis, memikirkan nasib mereka.


***


Karan meletakkan istrinya dikamar pribadinya yang ada di ruangannya. Karan langsung menggemgam tangan istrinya. Dia merasa bersalah, karena lalai menjaga istrinya. Dan dia sadar, dia juga adil dalam peristiwa yang menimpa istri dan putra mereka. Mendengar kata istrinya disebut ****** dan putranya disebut anak haram, membuat dia sangat sakit.


"Tenanglah, dia tidak apa-apa!" ucap Marco sambil menepuk bahu Karan. Tanpa sadar air mata Karan jatuh.


"Kenapa dokternya lama sekali?" ucap Karan dengan air mata yang mengalir.


Akhirnya yang ditunggu juga datang.


"Hai, Kar! Siapa yang sakit?" tanya Zoya setelah didepan pintu kamar pribadi Karan. Sebelum Karan menjawab, Zoya sangat kaget melihat Angel sudah tidak sadarkan diri dan di keningnya sudah ada darah.


"Ya, ampun Angel! Kenapa seperti ini, Kar?" teriaknya dengan gelisah. Zoya dan Angel sudah menjadi seorang sahabat. Karena sejak kepulangan Angel dan Karan dari Jerman, Karan membawa Angel periksa rutin dengan luka tembakan Angel, Zoya lah yang menjadi dokter Angel. Sejak dari situlah Zoya dan Angel jadi sangat dekat, mereka sudah seperti sahabat. Zoya langsung mendekati Angel.


"Saya periksa dulu!" ucap Zoya.


Zoya pun langsung memeriksanya, setelah itu dia membersihkan luka yang di kening Angel dan memperban lukanya.


"Dia baik-baik saja. Sebentar lagi dia akan sadar!" ucap Zoya.


Dalam waktu lima menit Angel sudah mulai membuka matanya.


"Sayang, kamu sudah sadar? Syukurlah!" ucap Karan dengan wajah bahagia sambil mencium kening istrinya kemudian dia memeluk Angel, Angel didalam pelukan Karan tiba-tiba menangis, dia teringat apa yang terjadi padanya.


"Jangan menangis sayang! Aku tidak sanggup melihat kamu menangis sayang. Jangan takut sayang!" ucap Karan. Mendengar ucapan Karan membuat Angel sangat tenang. Adelia teringat dengan putra mereka. Dia langsung melepaskan pelukannya dari Karan.


"Adelio Dimana, mas?" tanya Angel dengan cemas. Karan langsung menunjuk kearah Marco yang lagi bermain bersama Adelio. Marco pun langsung menggendong Adelio untuk diberikan pada Angel. Angel pun langsung mencium putra mereka.


"Supaya kamu bisa istirahat, kita pulang sekarang ya, sayang!" ucap Karan. Angel pun hanya mengangguk kepala saja.

__ADS_1


***


"Angel kenapa kepala kamu, sayang?" ucap Mayang ketika melihat menantunya pulang bersama Karan dalam keadaan kepalanya yang kena perban.


"Nanti Karan yang cerita, ma! Sekarang biarkan Karan antar kan dulu Angel dan Adelio ke kamar." ucap Karan.


"Baiklah, sayang! Apa kalian sudah makan?"


"Belum, ma. Tolong suruh bibi anatar kan makanan untuk kami keatas ya, ma!" ucap Karan.


"Baiklah, sayang!"


Adelio yang sudah tertidur digendonggan Angel, langsung dibawa ke kamar Adelio sendiri.


Karan langsung memerintahkan salah satu pembantu yang selalu menemani putra nya dirumah, untuk menjaga Adelio saat tidur.


Karan dan Angel memilih makan dikamar, setelah makan, Karan menyuruh Angel untuk istirahat. Karan keluar kamar setelah melihat istrinya tertidur.


Dia melihat papanya sudah duduk bersama mamanya di ruang tengah. Dia langsung menghampiri orang tuanya dan duduk didepan orang tuanya.


"Pa, cepat sekali pulangnya?" tanya Karan dengan bingung yang melihat papanya sudah pulang, padahal masih siang.


"Tadi mama kamu menghubungi papa, dan memberitahu Angel pulang bersama kamu dengan terluka! Apa yang terjadi pada menantu kami, nak?"


Karan pun langsung menceritakan semuanya. Orang tuanya sangat marah mendengarnya.


"Papa dan mama tenang saja! Semuanya sudah diselesaikan. Dan ada yang ingin aku katakan pada papa dan mama!" ucap Karan dengan serius.


"Apa itu sayang?" tanya Mayang


"Karan mau mengadakan resepsi pernikahan kami dengan meriah. Aku ingin memperkenalkan istri dan anak, ku! Aku tidak mau hal yang tadi terulang kembali!" ucap Karan. Orang tuanya langsung tersenyum padanya.


"Kami, setuju dengan mu! Lakukanlah! Kami akan mendukung!" ucap Javi.


"Mama, akan bantu kamu sayang!" ucap Mayang. Karan sangat senang mendengar orang tuanya mendukungnya.

__ADS_1


__ADS_2