
Orang tua Karan yang dari tadi sibuk ngobrol diruang tamu tidak tahu kalau saat ini sudah menunjukkan waktu sudah sore. Mereka tahu kalau kalau sudah sore karena pembantu Karan ijin pulang. Sesudah Bibi Yenni pulang, Mayang minta ijin pada suaminya mau memanggil Angel.
"Mas, aku panggil Angel dulu ya. Sekalian mau lihat keadaannya dulu, tadi wajahnya pucat sekali" ucap Mayang. Javi hanya menganggukkan kepalanya saja. Maya melangkahkan kakinya naik satu persatu ke tangga menuju kamar anaknya. Sesampai depan pintu kamar, Mayang mengetok pintu kamar.
Tok..tok...tok..
Mayang berulangkali mengetok pintu, tapi tidak ada suara dari kamar. Mayang langsung berinisiatif membuka pintu kamarnya, karena dia menjadi cemas karena tidak ada respon dari Angel. Saat dia membuka pintu, Mayang sangat terkejut melihat menantunya terletak dilantai. Mayang langsung berlari melihat menantunya.
"Angel sayang!" ucap Mayang sambil meletakkan kepala menantunya di pangkuannya sambil menepuk pipi Angel dengan pelan. Tapi tidak ada juga respon dari Angel, apalagi saat ini badan Angel sudah sangat dingin. Mayang langsung berteriak memanggil suaminya.
"Papa!" teriak Mayang. Javi yang mendengar suara istrinya berteriak memanggilnya langsung berlari ke kamar anaknya, dengan cemas. Saat dia depan pintu dia melihat menantunya berada dipangkuan istrinya.
"Ma, kenapa dengan Angel?" tanya Javi dengan panik.
"Mama tidak tahu, pa! Tadi mama, masuk Angel sudah terletak dan tidak sadarkan diri, pa!" jelasnya.
"Sekarang kita bawa kerumah sakit saja, ma!" jawab Javi. Javi langsung menggendong menantunya. Mereka membawa Angel dengan cemas. Apalagi mereka merasakan saat ini badan Angel sangat dingin dan wajahnya sangat pucat. Karena saking cemas dengan Angel mereka tidak ada yang mengabari pada Karan.
***
Hari ini Karan lebih awal pulangnya, karena dia tidak tahu entah kenapa perasaannya saat ini sangat tidak tenang. Dia semakin gelisah selama dalam perjalan pulang. Sesampai dia pulang, Karan melihat rumahnya sangat sepi. Saat dia melihat sekelilingnya, dia melihat tas mamanya.
"Kemana mama? Angel juga tidak ada! Apa mereka pergi bersama?" gumamnya sendiri. Karan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket, karena cuaca yang panas hari ini. Apalagi tadi siang dia tidak membersihkan tubuhnya setelah olahraga siang bersama Angel dikantornya. Kini Karan berada dalam kamarnya, dia melihat tas Angel berada dikamar nya. Dia, langsung tahu kenapa Angel berada dalam kamarnya.
***
__ADS_1
Kini Angel sudah berada didalam ruangan UGD. Yang menangani Angel adalah dokter Zoya, dokter pribadi keluarga Javi. Javi dan Mayang menunggu diluar ruangan UGD. Setelah diperiksa Angel langsung dipindahkan keruang rawat. Javi dan Mayang dipersilahkan masuk setelah Angel didalam ruangan rawat. Didalam ruangan Angel dirawat Dokter Zoya menjelaskan pada mereka keadaan Angel.
"Zoya, bagaiman dengan menantu saya?" tanya Mayang dengan cemas setelah mereka masuk ruangan Angel. Zoya terkejut mendengar kata menantu. Karena setahunya hanya Karan lah anak mereka. Karena Zoya dan Karan adalah teman masa kecil. Apalagi orang tua Zoya adalah sahabat dari Javi dan Mayang sewaktu masa kuliah.
"Ini menantu Tante? Apa ini istri Karan?" tanya Zoya dengan terkejut.
"Iya, Zoy. Maaf ya Tante dan Om tidak ada mengundang. Karena Karan dan Angel hanya minta acara sederhana saja." ucap Mayang.
"Iya, tante. Tidak apa-apa!" ucapnya dengan senyum. Zoya melihat wajah Angel yang sangat cantik meskipun saat ini terlihat pucat.
"Cantik, ya Tante. Kalau Zoya pria pasti Zoya sudah naksir dengannya. Hahaha" ucap Zoya dengan canda.
"Kamu ini ada-ada saja!" ucap Mayang dengan tersenyum Javi saja juga tersenyum melihat tingkah Zoya.
"Oh, ya Tante aat ini Angel perlu dirawat untuk beberapa hari. Saat ini Angel sepertinya kekurangan cairan dalam tubuhnya dannitu yang membuat dia pingsan. Tapi saya sarankan lebih baik Angel diperiksa dengan oxbigin. Karena dia sepertinya lagi hamil, dan satu hal lagi nampaknya dia lagi seperti banyak tekanan. Dan itu yang membuat keadaanya semakin parah. Untung Tante dan om membawanya kemari, kalau tidak mungkin janinnya tidak akan selamat!" ucap Zoya. Javi dan Mayang yang mendengar ucapan Zoya membuat mereka bahagia. Tapi sebenarnya mereka juga terkejut Angel ketika Zoya mengatakan kalau Angel seperti mendapatkan tekanan.
"Pa, kita akan menjadi kakek dan nenek" ucap Mayang dengan bahagia. Javi hanya tersenyum saja, karena dia masih memikirkan kata-kata Zoya, yang mengatakan Angel seperti tertekan.
"Ma, apa Karan sudah dihubungi?" tanya Javi pada istrinya.
"Ya, ampun aku lupa, pa! Sebentar aku telepon dulu" ucap Mayang sambil mengambil selulernya.
Tut...Tut...Tut...
Seluler Karan berbunyi. Karan yang tadi sudah siap mandi, lebih memilih duduk di balkon kamarnya. Saat dia mendengar Hp nya berbunyi, Karan melihat ternyata mamanya yang menelepon.
__ADS_1
"Halo, ma"
"Sayang kamu kerumah sakit xx ya, sekarang!" ucap Mayang. Karan yang mendengar kata rumah sakit, jadi semakin tidak tenang. Tiba-tiba dia teringat dengan wajah istrinya yang sangat pucat tadi. Tanpa banyak bertanya Karan menjawab mamanya.
"Baik, ma!" Karan langsung mematikannya. Dalam perjalanan Karan jadi semakin panik. Pikirannya tidak pernah berhenti memikirkan keadaan Angel. Sesampai dirumah sakit, Karan langsung menelepon mamanya. Mayang yang sudah menunggu kedatangannya, langsung membawa Karan kedalam. Saat dia masuk kedalam, Karan melihat Angel lagi terbaring lemah dan ditangannya terpasang infus. Karan merasakan sakit di dadanya.
"Angel, kenapa ma?" tanya Karan dengan sedih.
"Dia hanya merasa lelah saja. Oh, ya sayang selamat sebentar lagi kamu menjadi seorang papa" ucap Mayang sambil memeluk anaknya. Mendengar ucapan Mayang membuat Karan semakin terkejut. Dia tidak tahu mau apa yang harus dikatakannya dengan Bella. Dia merasa menyesal apa yang sudah dilakukannya pada Angel.
"Apa yang harus aku lakukan kalau Bella sampai tahu?" gumamnya.
"Karan papa mau bertanya padamu." Karan melihat wajah papanya menatapnya sangat tajam.
"Bagaimana hubungan kalian? Kenapa kata dokter Angel mengalami tekanan?" Karan sangat terkejut apa yang dikatakan papanya.
"Kami baik saja pa" ucap Karan gugup. Dia takut orang tuanya tahu kalau selama ini hubungan Angel dengannya bermasalah.
***
Akhirnya papa dan mamanya Karan lebih duluan pulang, karena mereka sudah dari tadi dirumah sakit. Hanya Karan yang masih menunggu Angel. Karan duduk di kursi sambil menatap Angel. Pikirannya sekarang sangat kacau. Dia merasa menyesal.
Setelah beberapa jam, akhirnya Angel bangun. Saat matanya terbuka dia melihat ruangan serba putih dan mencium aroma obat di ruangannya. Saat dia melihat sebelah kirinya dia melihat tangannya sudah infus yang masuk ke tangannya, Angel sadar saat ini dia berada dirumah sakit. Dan saat dia melihat disebelah kanannya Karan duduk sambil menatapnya dengan tajam. Angel hanya cuek saja melihatnya dengan tajam. Lalu dia mendengar suara pintu ruangannya terbuka, seorang dokter cantik masuk dan menyapanya dengan ramah.
"Hai, Angel kamu sudah sadar?" ucap Zoya dengan ramah. Angel hanya senyum saja.
__ADS_1
"Kita periksa dulu, ya!" ucap Zoya lagi.
☘️☘️☘️☘️☘️