
Yasmine sudah siap dengan seragamnya dan sedang sarapan di meja makan bersama dengan Haris dan Miller.
"Nanti Yasmine di anter Pak Hadi aja ya" Haris tidak mau kejadian kemarin terulang lagi dan bisa membahayakan putri nya itu.
Yasmine mengangguk pelan sembari melanjutkan sarapan. Miller masih di selimuti rasa bersalah, menurutnya ia telah gagal melindungi adiknya itu.
Miller mengambil segelas susu dan meminum sedikit, Ia menatap sendu pada Yasmine, "Maafin Abang ya dek" Miller masih menatap sendu pada Yasmine, "Iya gapapa Bang, Ini ga sepenuhnya salah Abang" Yasmine tersenyum tulus pada Miller.
~
Yasmine di antar oleh Pak Hadi dengan mobil mewah berwarna hitam legam itu. Yasmine keluar dari mobilnya, Pak Hadi menunduk di hadapan Yasmine, "Maaf Non, Nanti saya harus jemput jam berapa ya?" Yasmine meingat jadwalnya, "Jam 3 Pak, Jangan telat ya Pak" , "Siap Non" Pak Hadi langsung masuk ke dalam mobil.
Yasmine berjalan melewati koridor kelasnya, Ia berpapasan dengan Arsen dari arah berlawanan. Sesaat Arsen menatap pada Yasmine, apakah Yasmine baik - baik saja atas kejadian kemarin.
Arsen menghentikan langkahnya, "Hmm... Lo baik - baik aja?" dengan suara tenang dan dinginnya ia membuat langkah Yasmine terhenti, "Iya gue baik - baik aja. Makasih ya Sen" Yasmine tersenyum manis menatap Arsen, seketika jantung Arsen berdegup dengan kencang, "Gue kenapa sih?!" rutuknya dalam hati.
Yasmine memasuki kelasnya, di lihatnya sudah ada Amel di kursi sebelahnya, "Pagi Mel" sapa Yasmine, "Pagi juga Yas" Amel berdiri dari kursinya.
Dari luar kelasnya terlihat Arsen dan teman - temanya sedang menuju ke dalam kelas, Ervan buru - buru masuk ke kelas, "Pagi Amel" Ervan tersenyum sumringah pada Amel, "Hmm" Amel hanya tersenyum tipis, Yasmine hanya terkekeh ringan melihat kedua temannya itu.
"Mel gue mau ke Toilet dulu ya" Yasmine beranjak dari kursinya, "Mau gue temenin?" pinta Amel, "Gak usah Mel gue sendiri aja" Yasmine berlalu meninggalkan Amel.
Yasmine masuk ke dalam Toilet wanita, setelah selesai Ia keluar dari pintu Toilet itu. Terlihat ada 3 orang perempuan yang menghadang jalannya dan menatap sinis pada dirinya. Perempuan bertubuh jangkung dan berseragam minim itu langsung menjambak rambut Yasmine.
"Arghh... Lo kenapa jambak gue?" Yasmine merintih kesakitan karna perlakuan perempuan itu.
"Lo ada hubungan apa sama Arsen?! Lo kemaren balik sama Arsen kan?!" Perempuan itu semakin kuat menjambak rambut Yasmine, "Jawab!" Perempuan menyeringai tajam pada Yasmine.
"Gue cuma temenan sama Arsen, Gak lebih" Yasmine menjawab jujur, "Arggh.. Sakit" rintihan Yasmine tidak dihiraukan oleh perempuan itu.
"Lo tu gak tau diri ya! Anak baru tapi sok cantik" Perempuan berambut pendek itu ikut mengompori temannya itu.
Perempuan yang menjambak Yasmine itu melepaskan jambakannya, Ia sudah bersiap - siap untuk menampar Yasmine, Ketika perempuan itu sudah akan melayangkan tamparannya, tangannya di cekal oleh perempuan dengan rambut ikat kuda.
"Mau jadi preman lo di sekolah ini?!" perempuan yang mencekalnya itu, menatap sinis pada tiga orang itu.
Mereka bertiga menatap sinis pada perempuan yang baru datang itu, "Awas lo!" Mereka pergi meninggalkan Yasmine dan perempuan itu, Yasmine masih kesakitan karna jambakan perempuan itu.
"Lo gapapa? Mau ke UKS?" perempuan bernada khawatir pada Yasmine.
"Gue gapapa kok cuma sakit sedikit aja. Makasih ya" Yasmine menarik tangan perempuan itu untuk mengucapkan terima kasih.
"Sama - sama. Gue duluan ya" Perempuan itu berlari meninggalkan Yasmine yang masih berdiri di depan Toilet.
Yasmine menuju kelasnya, Ia melihat Amel yang sedang duduk di kursinya. Amel yang melihat Yasmine langsung berdiri dan menghampirinya, "Lama banget Yas? Lo kemana aja" Amel menatap bingung pada Yasmine, pasalnya Yasmine hanya izin ke Toliet tapi kenapa Yasmine begitu lama.
"Ke kantin dulu tadi" Yasmine tersenyum kikuk di hadapan Amel, Ia tidak ingin membuatnya semakin rumit. Arsen yang duduk di sebelahnya hanya menatap dingin pada Yasmine.
Terdengar suara langkah kaki yang begitu tegas dari luar kelas, Perempuan itu berdiri di depan pintu dan menatap isi kelasnya. Yasmine yang sebelumnya hanya duduk, langsung kaget melihat perempuan yang berdiri di pintu itu, ya di adalah perempuan yang menolongnya tadi.
"Lo cewe yang tadi kan?" pekik Yasmine.
Perempuan itu tersenyum pada Yasmine, " Iya gue yang tadi. Lo anak baru?" perempuan itu kembali menatap Yasmine.
__ADS_1
Yasmine berjalan mendekati perempuan itu, " Gue Yasmine" Yasmine menyodorkan tangannnya, "Sandra" balasnya memperkenalkan diri.
Amel dan lainnya terlihat bingung, "Lo udah kenal sama Sandra, Yas?" Amel menatap Yasmine dan Sandra.
"Iya Mel. Dia nolongin gue tadi" Yasmine benar - benar nervous jika ketahuan berbohong pada Amel.
"Wait! Lo kenapa Yas?" pekik Amel.
"Dia tadi di labrak sama Luna and the gengs" Jawab Sandra dingin.
Ervan dan Jimmy yang mendengar penjelasan Sandra langsung menyambar, "Kok bisa?!" pekik Ervan.
Sandra memutar kepalanya menghadap pada Arsen, "Karna Arsen. Luna jambak rambut Yasmine karna dia lihat Lo nganter Yasmine balik kemarin" tutur Sandra.
Arsen menyeringai tajam dan mendengus kesal, "Dasar cewe gila!" ketus Arsen.
"Pantesan Lo lama banget, Harus gue hajar tu cewe!" Amel mengepalkan tangannya.
"Gak usah Mel. Gue gapapa" balas Yasmine.
"Gapapa Mel hajar aja" Ervan menatap pada Amel, Amel membuang mukanya dari hadapan Ervan.
"Thank's ya San, Lo udah nolongin temen kita. Lo ga pernah berubah" Jimmy menatap lembut pada Sandra, Sandra membuang wajahnya dan berjalan ke arah kursinya.
Amel dan Ervan yang melihat reaski Sandra hanya mengangguk kecil dan menunduk, lain halnya dengan Yasmine dia terlihat bingung dengan itu.
"Kok Sandra langsung berubah cuek gitu ke Jimmy?" Yasmine menatap serius pada Amel.
Amel melirik Sandra terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Yasmine, Amel menggeser kursinya ke arah Yasmine.
"Mantan?" dengan nada bingung dan penasaran Yasmine kembali menatap Amel.
"Mereka berdua dulu pacaran waktu kelas sepuluh, alasan putusnya sih katanya Sandra lihat Jimmy lagi berduaan sama Mita" tutur Amel sembari tetap melihat Sandra.
"Mita?" lagi dan lagi Yasmine bingung dan penasaran.
"Mita itu Antek - antek nya Luna, cewe yang rambutnya pendek itu si Mita" Jelas Amel.
"Oh gitu. Kelihatannya Jimmy masih suka sama Sandra" tambah Yasmine.
"Bener banget. Jimmy itu masih sayang sama Sandra, cuma Sandra udah gak peduli. Jimmy bilang itu cuma salah paham, padahal mereka itu dulunya best couple " Amel tersenyum membayangkan hubungan Jimmy dan Sandra sebelum putus.
"Lo tau banyak ya Mel" Yasmine terkekeh menatap Amel.
"Dulu waktu kelas sepuluh gue akrab sama Sandra, tapi pas putus dia agak jauhin gue gitu, soalnya gue kan akrab sama Jimmy" Amel masih melirik Sandra, Sandra yang sadar akan di perhatikan oleh Amel hanya acuh.
Di lain sisi, Arsen mendatangi kelas Luna di 11 IPS 1. Arsen yang di ikuti oleh Jimmy dan Ervan dari belakang menatap sinis pada Luna yang sedang duduk di atas meja sambil beecerita dengan teman - temannya.
"Luna, Gue perlu ngomong sama Lo!" Arsen menarik paksa tangan Luna menuju luar kelas.
Luna sulit mengimbangi langkah Arsen, " Mau ngomong apa Sen?".
Arsen melepaskan tangan Luna dengan kasar, "Gue gak suka kalo Lo ngelabrak orang pake bawa nama gue! Lo itu bukan pacar gue, ngapain Lo ngatur - nagatur gitu!" Arsen menatap sinis pada Luna.
__ADS_1
Luna ketakutan begitu melihat wajah Asen, " Tapi gue suka sama Lo sen" Luna hampir menangis kala mengucapkan kalimat itu.
"Bodo amat! Udah berapa kali gue bilang sama Lo, Gue gak suka sama Lo!" pekik Arsen, Jimmy dan Ervan hanya diam melihat amarah Arsen, percuma mereka melerai Arasen tetap saja akan marah.
"Hiks...Hiks..." Luna menangis sambil menunduk di hadapan Arsen, "Gue ingetin sama Lo jangan pernah cari masalah gue!" Arsen langsung pergi meninggalakan Luna.
"Dengerin ya, Arsen gak mau sama Lo" Ervan mengelus pundak Luna.
"Brengsek Lo semua!" Luna berlari ke kelasnya.
Selain itu, Yasmine menatap Sandra. " Kok gue baru lihat Lo di kelas ini San?" Yasmine menatap bingung pada Sandra, pasalnya sejak pindah dua hari lalu Yasmine tidak pernah melihat Sandra di kelasnya.
"Kemarin gue sakit Yas" Sandra hanya tersenyum tipis pada Yasmine.
"Oh gitu" Yasmine menganggukan kepalanya dan membalikan badannya ke depan. Ia melihat Arsen masuk ke kelas dengan wajah yang penuh amarah, sekilas Arsen menatap Yasmine dan kembali duduk di kursinya.
Bel masuk berbunyi, Seorang guru perempuan masuk, "Selamat Pagi. Buka buku panduan kalian dan kerjakan latihan halaman 109" perintah Bu Siska.
"Iya Bu" jawab serentak para murid.
Setelah selesai belajar, Bu Siska berdiri di depan papan tulis dan menulis sebuah perintah.
"Baik perhatikan. Saya akan memberikan tugas kelompok Budaya Pop dimana kalian harus beranggotakan 6 orang. Kelompoknya saya yang membagi. Kaliah harus menelaah sebuah Film dan buat dalam bentuk Makalah" jelas Bu Siska.
"Kalo gini gue nyerah, pasti dapet kelompoknya ya noob " Ervan langsung lesu mendengarnya.
Jimmy dan Arsenhanya terkekeh melihat tingkah Ervan.
Setelah membacakan 5 kelompok lainnya, Bu Siska menyebutkan kelompok terakhir, "Untuk kelompok 6 ada Amelia Putri, Arsen Atmanegara, Ervan Wiratama, Jimmy Anderson, Sandra Renata dan Yasmine Rosalia. Kumpulkan tugasnya minggu depan" Bu Siska langsung keluar dari kelas itu.
"Asik sama cewe - cewe cantik" Ervan bersorak gembira.
Jimmy masih menatap Sandra, tetap saja Sandra hanya acuh pada Jimmy. Arsen memilih diam daripada ribut memikirkan hal itu.
"Jadi mau ngerjain di rumah siapa?" Yasmine menatap kepada lima temannya itu.
"Rumah Arsen aja Yas, Disana banyak makanannya" Ervan melirik Arsen.
"Makan aja pikiran lo!" ketus Amel.
"Gimana? Kalian setuju?" Yasmine masih menatap kelima teman - temannya.
"Gue setuju aja sih" balas Amel, "Terserah" dingin Arsen.
"Oke kalo gitu di rumah Arsen aja ya" Yasmine mengambil bukunya, "Mel ntar bareng ya, Gue gak tau rumah Arsen" Yasmine menatap Amel, "Oke".
"San kamu mau aku jemput?" Jimmy takut - takut mengajak Sandra, "Gak usah. Aku sendiri aja!" Sandra langsung beranjak dari kursinya dan pergi ke luar, Jimmy hanya tersnyum kikuk melihat Sandra.
Ervan menepuk bahu Jimmy, "Sabar Bro, Usaha aja dulu".
Arsen hanya menggeleng melihat Ervan, "Sok paham Lo, Lo aja gak punya pacar" ledek Arsen, Yasmine dan Amel hanya terkekeh.
*Bersambung...
__ADS_1
Don't forget to Like and Comment🌻*