ARSEN

ARSEN
Gencatan Rey


__ADS_3

Maaf sebelum nya baru bisa Up. Author sedang ada kesibukan dan baru bisa Up malam ini


Happy Reading 😊


Arigatou.


Arsen tengah duduk di kursi nya. Sejak berakhirnya hubungan nya dengan Yasmine, Ia lebih banyak menghabiskan waktu nya di dalam kelas. Dari arah luar kelas Kenan datang untuk menghampiri Arsen.


"Ngelamun aja" Kenan menepuk bahu Arsen dengan pelan.


"Engga" elak Arsen, Ia memilih untuk mangkir dari pertanyaan Kenan.


"Lo masih sayang kan sama Yasmine" tanya Kenan tanpa ba bi bu. Mata Kenan menatap lurus pada Yasmine yang tengah duduk di koridor kelas.


"Kenapa emanganya?" Arsen menatap sinis pada Kenan, suaranya juga terdengar sangat ketus.


"Santai aja kali gue bukan mau rebut Yasmine dari lo. Inget gue udah punya Selena" jawab Kenan. Arsen hanya menatap sekilas pada Kenan dan memilih mengalihkan pandangan dari Kenan.


"Kalo lo emang masih sayang sama Yasmine lo harus hati - hati" wajah Kenan mulai serius.


Arsen menyipitkan mata nya pada Kenan, "Maksud lo apa?" suara Arsen mulai penasaran, tentu saja penasaran apapun yang akan menyangkut Yasmine Ia perlu tahu.


"Rey itu suka sama Yasmine" jelas Kenan.


"Dan lo tahu kan posisi lo yang sekarang? Tentu aja Miller lebih percaya sama Rey".


Arsen menatap sinis pada Kenan, hati nya bergemuruh menahan emosi ketika Kenan menyebut nama Rey di hadapan nya, "Udah seminggu ini gue selalu lihat Rey ngajak jalan Yasmine, walau pun gue tahu Yasmine gak suka sama Rey".


"Kalo lo sayang rebut Yasmine balik" ujar Kenan dengan penekanan suara nya.


"Lo pikir gue gak sayang sama dia! Gue sayang sama dia. Gue cuma ikutin permainan Miller, kalo gue masih deket sama Yasmine yang ada Yasmine makin kesiksa" rahang Arsen menggeram keras karena menahan emosi.


"Gue cuma nunggu waktu yang tepat buat ambil Yasmine lagi".


"Gue hargain pendapat lo. Lo harus lebih cepet dari Rey" ujar Kenan.


"Kalo gitu gue cabut dulu" Kenan kembali menepuk pelan pada bahu Arsen.


Arsen memejamkan mata nya, rasa nya kepala nya terasa berat dan sakit, " Brengsek! Lo manfaatin keadaan yang lagi memanas kaya gini! Sialan lo Rey" .


Kini Yasmine tengan beristirahat dengan Sandra dan Amel. Sebuah pesan masuk ke ponsel Yasmine.


Reynald Ananta


"Abis pulang sekolah jalan sebentar ya Yas".


Yasmine Rosalia


"Gue takut kena marah sama bang Miller Rey".


Reynald Ananta


"Gue udah minta izin kok sama abang lo. Mau ya?"


Wajah Yasmine berubah drastis menjadi muram setelah membaca pesan dari Rey. Sandra dan Amel yang memperhatikan wajah Yasmine juga turut bingung.


"Lo kenapa Yas?" tanya Amel sembari mendekati Yasmine.


"Rey ngajak gue jalan" lirih Yasmine di iringi dengan wajah murung nya.


"Rey? Rey anak buah abang lo Yas?" tanya Sandra.

__ADS_1


"Iya San".


"Kalo lo gak mau tolak aja Yas" ujar Amel yang memegangi bahu Yasmine.


"Dia udah minta izin abang gue Mel, gue gak enak buat nolak" balas Yasmine.


"Terus gimana Yas?" tanya Sandra sambil menatap pada Yasmine.


"Gapapa deh gue jalan sama Rey kali ini" Sandra dan Amel yang mendengar itu hanya mengusap punggung Yasmine.


~


Setelah pulang sekolah kini Yasmine tengah menunggu jemputan nya, Rey. Biasa nya Ia akan selalu pulang dengan Arsen namun sekarang Arsen hanya akan memandang diri nya dari kejauhan.


"Arsen... " Sandra mendekati Arsen yang tengah memakai helm.


"Rey mau ngajak jalan si Yasmine" Arsen yang mendengar ucapan Sandra langsung melepas helm fullface nya.


"Gue saranin mending lo ikutin dia" ujar Sandra dengan wajah serius nya.


Arsen terdiam untuk sesaat, Ia bingung harus apa. Apakah Ia akan hanya diam saja jika mengetahui Yasmine akan pergi dengan Rey atau malah membiarkan nya saja.


"Sen... " panggil Sandra.


"I - iya San, iya bakal gue ikutin" Arsen kembali memakai helm nya.


Dari depan gerbang Arsen melihat jika Rey sudah datang untuk menjemput Yasmine dan kembali rasa cemburu Arsen mencuat ke permukaan hati nya.


"Keep calm Arsen, lo jangan sampai gegabah".


Yasmine langsung naik ke atas motor Rey. Yasmine menoleh ke arah belakang untuk. melihat Arsen sama hal nya dengan Yasmine, Arsen juga memperhatikan Yasmine. Segera Ia mengikuti kemana pergi nya Rey dan Yasmine.


"Yasmine di ajak jalan sama Rey maka nya aku suruh dia buat ikutin Yasmine" jawab Sandra yang masih memperhatikan kepergian mereka.


"Yaudah kita pulang aja ya" Jimmy memakaikan helm pada Sandra.


"Iya Jim".


Sedangkan Selena juga ikut memperhatikan Arsen dan Yasmine sesekali Ia tersenyum dengan usaha Arsen.


Petra Erlangga


"Lo jangan lupa sama rencana kita Selena*!".


Selena membelalakan mata nya ketika membaca pesan dari Petra. Ia mulai berkeringat dingin.


Petra Erlangga


"Lo jangan macem - macem! Gue ada di deket lo sekarang!".


Mata Selena mulai menyusuri setiap sudut yang ada pada sekolah nya, sampai pada akhirnya Ia menangkap sosok yang Ia kenal. Seorang laki - laki SMA yang tengah duduk di atas motor sport berwarna hijau sambil menatap tajam pada diri nya.


"Kenan kita langsung pulang aja ya" Selene menarik lengan Kenan.


Kenan menatap aneh pada Selena, tubuh Selena terasa bergetar pada lengan nya, "Kamu kenapa sayang?".


"Gapapa aku cuma mau pulang cepet aja".


"Yaudah ayok kita pulang sekarang" Kenan memakai helm nya.


~

__ADS_1


Kini Rey dan Yasmine sudah sampai di sebuah Cafe elite yang terkenal di Jakarta. Mereka duduk di dekat jendela kaca sebelah kanan Cafe. Arsen memakai masker dan sebuah hoodie agar Rey tidak curiga pada diri nya. Ia memilih duduk di belakang mereka.


"Kamu mau pesen apa?" Rey menyodorkan buku menu pada Yasmine.


" Orange juice aja" pinta Yasmine.


"Oke, mbak pesen Orange juice nya dua ya" ujar Rey kemudian si pelayan itu kembali ke belakang.


"Oh iya kamu ngajak aku jalan ada apa Rey?" tanya Yasmine.


"H - hmm ada yang mau aku omongin sama kamu Yas" balas Rey dengan wajah yang berubah menjadi sendu.


"Omongin sama aku?" ulang Yasmine.


Arsen juga mendengar pembicaraan antara Rey dan Yasmine, "Ada yang mau di omongin? Apa? Jangan bilang Rey mau nembak Yasmine" .


"Yasmine... " lirih Rey.


"Iya Rey" Yasmine yang sebelumnya melihat ke arah luar tiba - tiba menoleh pada Rey.


"Sebenernya aku suka sama kamu..." ucap Rey sambil menatap mata Yasmine.


Yasmine terdiam mendengar ucapan Rey, rasa nya Ia tidak percaya dengan ucapan Rey. Ia pikir Rey tulus untuk menjaga nya karena telah di perintahkan oleh Miller ternyata inilah alasan Rey yang sebenernya.


Arsen mengepal kedua tangan nya dengan kuat, rahang nya ia gertakan, "Shit! Berani - berani nya lo deketin cewe gue Sialan!".


"M - maksud lo apa Rey?" suara Yasmine terdengar bergetar.


"Gue mau lo jadi pacar gue Yas. Gue suka sama lo sejak lo pindah ke Jakarta" jawab Rey.


Yasmine hampir menitikan air mata nya, "M -.maaf Rey gue gak bisa... " tanpa ba bi bu Yasmine menolak keras pernyataan cinta Rey.


"K - kenapa Yas?" suara Rey terdengar sangat kecewa. Ia berharap jika Yasmine bisa menerima diri nya namun kenyataan nya adalah Yasmine menolak diri nya.


"Jangan bilang lo masih sayang sama Arsen?" bentak Rey.


"I - iya Rey" lirih Yasmine.


"Apa sih kurang nya gue Yas? Gue kaya, gue juga anak motor sama kaya Miller dan Arsen. Kenapa Yas?!" bentak Rey.


"G - gue emang gak ada perasaan sama lo Rey".


Rey mengerutkan dahi nya dan menatap tajam pada Yasmine, "Lo bilang apa barusan? Gak ada perasaan!" Rey mencengkram kuat bahu Yasmine. Yasmine hanya pasrah ketika di cengkram oleh Rey sadar.


"Jawab!" bentak Rey, dengan segera Arsen menghampiri mereka berdua.


"Lo jangan bentak cewe gue!" Arsen mencengkram kerah seragam Rey. Rey kaget akan kehadiran Arsen di hadapan nya.


"Arsen..." lirih Yasmine yang masih terkejut dengan kedatangan Arsen.


"L - lo ngapain di sini?" tanya Rey ketakutan.


"Apapun yang gue lakuin itu urusan gue! Lo jangan pernah bikin cewe gue ketakutan lagi" dengus Arsen.


Arsen menarik lengan Yasmine untuk mengikuti nya, Yasmine hanya menuruti langkah kaki Arsen sampai akhirnya mereka berhenti di samping Cafe.


"Arsen..." lirih Yasmine benar dugaan nya Arsen masih peduli dengan diri nya.


Sengaja aku gantungin biar kalian penasaran yahaha :v. Stay tune in ARSEN and see U in the next chapter


Jangan lupa like, vote and comment's ♡

__ADS_1


__ADS_2