
Yasmine turun dari kamarnya sambil berjalan ke arah meja makan. Ia langsung mengambil kursi tepat di sebelah Haris.
"Papa" Yasmine tersenyum manis kepada Haris yang sedang membaca koran.
"Iya dek" jawab Haris dengan tenang, matanya masih tertuju pada tulisan koran.
"Nanti Yasmine pulangnya agak telat" Yasmine mengatuk - atukan jari telunjuk agar tidak gugup.
"Memang mau kemana kok telat?" Haris langsung menoleh ke arah Yasmine.
"Mau lihat pertandingan basket Pa, sekolah Yasmine lagi ikut turnamen Pa" ujarnya sambil menatap wajah Haris.
"Siapa aja yang jadi temen kamu?" Haris meletakan korannya dan melihat ke arah jam tangannya.
"Sama temen - temen Yasmine Pa. Amel sama Sandra Pa" Yasmine menatap takut - takut pada Haris. Ia takut apabila tidak di beri izin oleh Haris.
"Kamu boleh pergi, tapi jangan kemalaman pulangnya" Haris langsung beranjak dari duduknya.
"Mau berangkat sama siapa? Papa atau abang?" Haris menatap ke arah Yasmine yang masih memakan roti tawarnya.
"Papa aja" Yasmine langsung berdiri dan berjalan di belakang Haris.
~
"Ingat ya jangan kemalaman pulangnya" Haris membelai rambut Yasmine.
"Iya Pa" Yasmine tersenyum sambil mengeratkan tas ranselnya.
Sesampainya di kelas, Yasmine duduk di kursinya. Suasana kelas masih sangat sepi, kelihatannya hanya dirinya lah yang ada di kelas.
Yasmine menidurkan kepalanya di atas meja belajar beralaskan tas ranselnya, Ia memejamkan kedua matanya.
"Yasmine" seru Amel sambil memegang bahu Yasmine.
"Ah Amel" Yasmine terbangun dari tidurnya.
"Nanti jadi pergi?" Amel menatap Yasmine sambil tersenyum.
"Hmm iya Mel gue pergi, Lo gimana?".
"Gue juga pergi, Sandra juga bakal join sama kita" Amel memeluk Yasmine.
"Seneng banget Mel?" kekeh Yasmine.
"Iya nih gue seneng banget" Amel tersenyum sambil memejamkan matanya.
Tiba - tiba Arsen dan anggota Wolf masuk dan duduk di tempat biasa mereka. Arsen menatap sekilas ke arah Yasmine dan langsung mengalihkan pandangannya ketika Yasmine juga melirik ke arah Arsen.
"Belajar dulu Sen?" tanya Yasmine.
"Iya ikut ulangan dulu jam pertama, ntar baru fokus ke turnamen" Arsen mengeluarkan buku catatanya dari dalam tas.
Yasmine hanya menganggukan kepalanya, "Jadi datang kan Yas?" tanya Ervan sambil melirik ke arah Amel.
"Datang kok Van".
"Asik ah" Ervan meringis senang ke arah teman - temannya. Arsen tersenyum miring di sudut bibirnya.
"Thank's Yasmine".
Sandra melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kelas, sesaat matanya melirik ke arah Jimmy yang sedang memasang dasi. Jimmy juga mengalihkan pandangannya ke arah Sandra, Ia merasa jika Sandra masih memiliki rasa pada dirinya.
"Sandra" Ervan memanggil Sandra dengan antusias.
"Apa?!" sungut Sandra.
"Ntar Lo datang gak?" Ervan menatap wajah Sandra.
Sandra melirik ke arah Yasmine dan Amel yang duduk di sebelahnya. Amel menoleh ke arah Sandra, "Kita datang San, Lo mau kan?".
"Hmm iya" Sandra nampak ragu - ragu.
Jimmy tersenyum puas kala mendengar jawaban Sandra," Bagus kalo semuanya ikut" balas Ervan.
"Ntar Lo bertiga bawa cewe - cewe" ujar Arsen.
"Siap Bos" Alex dan Kevin memberi hormat pada Arsen layaknya sedang hormat bendera.
__ADS_1
Bel jam pertama berbunyi, seperti yang dikatakan oleh Arsen jika mereka akan melaksanakan ulangan harian. Setelah selesai ulangan harian Arsen dan lainnya bergegas keluar dari kelas.
Arsen berdiri di depan pintu kelas sedangkan Jimmy dan Ervan bersandar pada dinding kelas mereka. Mereka sedang menunggu teman - teman lainnya dan pelatih.
"Sudah siap semua kita berangkat sekarang" ajak pelatih.
"Siap pak" jawab mereka serempak.
Arsen masih berdiri di depan pintu kelasnya sambil memandangi Yasmine yang sedang membaca buku. Sesekali mata Yasmine juga melirik ke arah Arsen.
Ervan masuk ke dalam kelas, Ia berjalan ke arah tempar duduk Amel, "Gue pergi dulu ya Mel, gue tunggu Lo disana" Ervan mengacak - acak rambut Amel seketika wajah Amel memerah karena menahan rasa malu. Yasmine terkekeh dengan rekasi Amel.
Jimmy juga berdiri di samping Sandra, namun Sandra hanya acuh tanpa memperhatikan sedikit pun Jimmy yang berdiri di sebelahnya.
Jimmy menarik tangan Sandra dan menggenggamnya dengan erat, "Doain Aku supaya menang ya" Jimmy berharap besar pada Sandra.
Sandra terkejut dengan yang di lakukan dan yang dikatakan Jimmy, "Apa sih Jim" wajah Sandra seketika memerah.
"Aku pergi dulu" Jimmy melepaskan genggaman tangannya dari tangan Sandra.
Sandra terhipnotis dengan gerakan tangan Jimmy yang tiba - tiba menggenggam tanganya, Ia menunduk malu.
"Jimmy" lirih Sandra sambil tersenyum.
-
Bel pulang sekolah berbunyi lebih cepat daripada biasanya, guru yang sedang mengajar di kelas pun melihat jam tangan yang melingkar di tangan kanannya. Seluruh murid bingung satu sama lain. Ada yang senang karena bisa pulang cepat. Termasuk Yasmine Ia juga bingung dengan bunyi bel yang lebih awal daripada biasanya.
Sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam handphone guru itu, Ia langsung mengecek pesan tersebut.
"Perhatian sebentar! Kita di pulangkan lebih awal karena semua guru akan menyaksikan pertandingan basket di SMA Pelita Bangsa. Jadi bagi kalian yang ingin menonton pertandingan teman kalian silahkan saja, kalau kalian ingin langsung pulang juga tidak masalah" jelas guru itu.
"Iya Pak" jawab mereka serempak.
Yasmine dan lainnya langsung keluar dari kelas, di depan kelas mereka sudah berdiri Kenan, Alex dan Kevin.
"Jadi berangkat kan?" tanya Kenan sambil melirik ke arah tiga perempuan itu.
"Jadi kok Ken" Yasmine tersenyum ke arah Kenan dan lainnya.
Ketiga laki - laki itu melepaskan jaket mereka dan memberikan kepada ketiga perempuan itu. Kenan memberikan jaketnya pada Yasmine, Alex pada Amel dan Kevin pada Sandra.
"Gue udah di kasih tahu sama Arsen buat ngasih kalian semua jaket. Cowo kalian gak mau sampai kenapa - kenapa sama kalian" Kenan tersenyum ke arah ketiga perempuan yang berdiri berjajar itu.
Mereka semua langsung pergi menuju lokasi pertandingan basket. Di sepanjang perjalanan sesekali Kenan mengajak berbicara pada Yasmine. Alex dan Amel nampak begitu akrab satu sama lain, mereka tertawa begitu bebas di jalanan tanpa malu sedikit pun. Sedangkan Kevin dan Sandra hanya diam tanpa berbicara terlihat jelas jika Kevin takut mengajak berbicara dengan Sandra.
Kenan mengurangi kecepatannya dan menoleh ke arah Yasnmine, "Lo udah minta izin sama Papa Lo Yas?".
"Udah kok Ken" Yasmine berbicara di sebalah telingan Kenan.
Sedangakan Alex dan Amel terlihat bercanda satu sama lain, "Lo suka ya Mel sama Ervan?" tuduh Alex.
"Apaan sih Lo Lex, ngaco deh Lo" elak Amel.
"Gak usah gengsi Lo Mel, Ervan juga suka sama Lo" jelas Alex.
"Hahaha" Amel hanya tertawa tanpa menjawab omongan Alex.
Terlihat jika Kevin sebentar - bentar melirik ke arah Sandra dari kaca spion, "Sandra..." panggil Kevin dengan suara serak basahnya.
"Apa Vin?!" Sandra menatap sinis pada wajah Kevin lewat kaca spion.
"Jangan galak gitu kenapa San" Kevin menelan salivanya dengan kasar.
"Kenapa Lo panggil gue Vin" Sandra menaikan kaca helmnya.
"Lo mau sampai kapan diemin Jimmy, Lo gak tahu seberapa menderitanya Jimmy gara - gara kejadian malam itu San" jelas Kevin.
"Kalo Lo cuma mau ngomongin itu gue udah lupa Vin" Sandra mengalihkan wajahnya dari kaca spion.
"Gue sih berharap kalian bisa balik kaya dulu lagi" Kevin menatap jalanannya.
Sandra hanya menatap punggung Kevin, Ia hanya diam tanpa menjawab permintaan Kevin.
Akhirnya mereka sampai di SMA Pelita Bangsa, SMA yang menjadi tuan rumah untuk turnamen basket tahun ini.
Kenan melepas helm fullface nya dan meletakannya di atas tangki motornya, "Ayo masuk" ajak Kenan.
__ADS_1
Yasnmine menatap takjub bangunan SMA Pelita Bangsa, "Sekolah ini termasuk SMA elite di jakarta setelah Garuda" jelas Kenan.
Yasmine mengangguki jawaban Kenan, mereka menelusuri koridor SMA Pelita Bangsa. Suasana di SMA itu sangat ramai karena tidak hanya murid SMA itu saja yang berada di situ melainkan murid seluruh jakarta ada di situ.
"Kita mau duduk dimana nih Ken" tanya Amel sambil melihat - lihat ke arah kursi yang kosong.
Kenan melihat ke arah kursi depan lapangan yang kosong, "Disana aja" tunjuk Kenan. Mereka semua berjalan di belakang Kenan.
Ketika mereka berjalan menyusuri tangga kursi lapangan basket itu semua mata tertuju pada mereka.
"Anak PB ya?".
"Kayanya sih bukan, gak ada anak PB se famous mereka".
"Bukannya itu Kenan bekas member Warrior, anak buah Petra?".
"Iya itu si Kenan, sekarang udah jadi member Wolf".
Kenan hanya diam tanpa menghiraukan bisikan mereka, "Kalian semua duduk dulu di sini, gue mau beli minum buat kalian" Kenan menarik lengan Alex dan Kevin.
Yasmine duduk tepat di depan lapangan basket. Amel dan Sandra duduk di sebelah kiri Yasmine. Yasmine menoleh ke arah kanan di sana Ia melihat Arsen dan lainnya sedang mendengarkan instruksi.
Yasmine menatap Arsen dari kejauhan, Arsen berdiri sambil meletakan kedua tangannya di sisi pinggang. Wajah blasteranya begitu kental dan tampan. Kulit putih, hidung mancung serta bola mata berwara coklat itu membuat seluruh kaum hawa berteriak satu sama lain.
Ketika Yasmine terdiam dalam tatapannya, Arsen menoleh ke arah Yasmine. Arsen tersenyum ke arah Yasmine, segera Yasmine menyadarkan lamunannya. Arsen dan lainnya langsung berjalan ke arah Yasmine dan lainnya.
"Yasmine" Arsen memanggil nama dan berjalan ke arah Yasmine. Seluruh penonton merasa kecewa karena Arsen memanggil nama Yasmine.
"Yah udah punya pacar".
"Cewe nya cantik banget".
"Pupus sudah harapan".
Yasmine terkekeh mendengar kekecewaan mereka, "Udah dari tadi?" tanya Arsen.
"Baru aja" Yasmine tersenyum ke arah Arsen.
"Eh si Bos di sini" pekik Alex.
"Cewe gue aman kan Lex?" tanya Ervan sambil melirik ke arah Amel.
"Aman" kekeh Alex.
"Thank's ya guys" Arsen tersenyum ke arah mereka.
Yasmine berdiri di hadapan Arsen " Ik hoop dat je wint, Vrolijk op (Semoga menang, Semangat ) Yasmine menyemangati Arsen.
Arsen memandangi wajah Yasmine tanpa berkedip sedikit pun, " Bedankt Yasmine" (Terima kasih Yasmine) Arsen tersenyum ke arah Yasmine.
"Sen ayok turun udah mau mulai" ajak Jimmy sambil berdiri di sebelah Arsen.
Arsen mengganguki ajakan Jimmy. Arsen dan Ervan berjalan duluan di depan, Jimmy maju beberapa langkah agar dekat dengan Jimmy.
" Grazie per essere venuto, Sandra" ( Terima kasih sudah mau datang Sandra**) Jimmy tersenyum hangat pada Sandra.
Sandra menatap mata Jimmy yang seakan - akan ucapan Jimmy benar - benar tulus dari hati. " Buona fortuna" (Semoga menang) balas Sandra.
Jimmy tersenyum lagi di depan Sandra, "Buruan turun Jim udah mau mulai" sentak Alex.
"Hmm iya gue titip mereka" Jimmy berlari ke arah lapangan sambil menuruni anak tangga.
"Kalo masih sayang balikan aja lagi San" ujar Alex sambil melirik ke arah yang lainnya.
Sandra terkekeh mendengar usulan Alex, "Hahaha Alex" Sandra kembali duduk di kursinya.
Yasmine dan Amel tersenyum melihat Sandra yang menyemangati Jimmy. Alex berdiri di kursi belakang Amel "Tuh kan Mel si Ervan suka sama Lo" celetuk Alex.
"Lo cerewet banget sih Lex" Kenan mengetuk dahi Alex.
"Udah mau mulai guys" ujar Kevin. Mereka semua antusias ketika melihat Arsen dan lainnya memasuki arena pertandiangan.
Bersambung😊
Jangan lupa vote, like and comment🌻
Author tunggu yaa❤
__ADS_1