ARSEN

ARSEN
Hujan


__ADS_3

*Semua orang bisa merasakan hujan. Tapi tidak semua orang bisa merasakan hujan dengan seseorang yang sangat spesial. Aku memang tidak suka hujan, tetapi ketika aku menikmati hujan bersama mu Aku mulai menyukai nya. Sangat - sangat menyukainya❤


**Yasmine Rosalia***.


Langit berwarna kelabu menyelimuti jakarta sore ini. Awan yang semula nya berwarna putih berubah menjadi sangat gelap.


Yasmine memegang bahu Arsen, jaket hitam kulit bergambar kepala serigala itu melingkar di pinggang Yasmine. Mata hitam Yasmine memandang ke arah depan jalan. Arsen masih fokus pada perjalanannya.


Rintikan air yang berasal dari langit kelabu itu mulai turun ke bumi, membasahi jalanan yang ramai. Yasmine yang mulai merasakan seragamnya basah karna terkena air hujan langsung menyentuh seragamnya, "Hujan..." lirihnya.


Arsen mengurangi kecepatan motornya, Ia menoleh ke arah Yasmine, "Lo mau berhenti dulu apa lanjut? Kelihatanya hujan nya deras".


Yasmine melihat jam tangannya, "Lanjut aja Sen, gue takut papa gue nungguin gue" Yasmine memegang erat bahu Arsen.


"Yaudah kalo gitu" Arsen menambah kecepatannya.


Semakin kencang Ia membawa motornya, hujan juga semakin deras membasahi mereka. Arsen tetap menambah kecepatannya, Yasmine mengeratkan pegangannya. Tangan yang sebelumnya berada di bahu sekarang tangan Yasmine turun ke pinggang Arsen.


Arsen yang merasa aneh langsung melihat ke arah pinggangnya ternyata Yasmine memegang pinggangnya, jantung Arsen kembali berdegup, "Jantung gue!" batin Arsen.


Mata Arsen mulai terasa sakit karena terkena percikan air hujan. Untuk sesaat Ia bisa menahan rasa sakit dan pedih itu. Lama - lama matanya mengeluarkan air mata. Arsen langsung menepikan motornya di sebuah halte bus.


Arsen menoleh ke arah Yasmine, "Neduh dulu mata gue sakit kena hujan".


Yasmine langsung turun dan mendekat ke arah Arsen, "Maaf ya karna gue minta langsung pulang Lo malah gini" Yasmine terlihat gelisah melihat keadaan Arsen.


Arsen dan dirinya basah kuyup. Seragam sekolah Arsen terlihat lepek karna air hujan. Badan yang atletis tercetak dengan jelas di hadapan Yasmine.


Yasmine melepaskan ranselnya, Ia membuka ransel itu dan mengambil sesuatu dari dalam tas nya. Ia mengambil sebuah sapu tangan berwarna biru.


"Gue lap ya" Yasmine mendekatkan dirinya ke wajah Arsen. Kedua manik mata Yasmine menghipnotis Arsen. Arsen terdiam sambil menatap wajah natural Yasmine.


Arsen langsung pura - pura batuk untuk menetralkan suasana. Arsen melihat Yasmine yang hanya diam saja di hadapannya.


"Lo bilang mau lap? Kok ga jadi?" ketus Arsen.


"Badan Lo tinggi banget gue ga sampai" Yasmine hanya setinggi bahu Arsen tentu saja Ia tidak akan sampai untuk menghapus air yang ada di wajah Arsen.


Arsen menurunkan sedikit tubuhnya sampai mensejajarkan tinggi nya dengan Yasmine, "Udah kan? Buruan lap mata gue sakit" perintah Arsen.


Jantung Yasmine berdegup kencang kala wajahnya berhadapan langsung secara dekat dengan Arsen, "Hmm...Iya Sen".


Yasmine dengan lembut menghapus peluh air yang membasahi wajah tampan Arsen. Sesekali tangan Yasmine menyentuj wajah Arsen.


"Thank's " Arsen langsung mengedarkan pandangannya.


"Sama - sama Sen" Yasmine duduk di kursi halte.


"Lo gapapa pulang telat gini? Atau gue pesenin Taxi Online gimana?" Arsen mengeluarkan handphone nya dari saku celana nya.


"Gak usah Sen bokap gue ngertiin juga lah ini hujan" Yasmine tersenyum ke arah Yasmine.

__ADS_1


Yasmine berdiri ke tepi halte bus itu. Ia menjulurkan tangannya untuk merasakan air hujan yang turun dari atap halte bus. Ia memejamkan matanya untuk sesaat merasakan setiap bulir air hujan yang melewati tangannya.


Arsen yang semula nya hanya diam tanpa peduli apa yang dilakukan Yasmine langsung beranjak berdiri dan berjalan ke arah Yasmine. Ia menatap Yasmine yang sedang merasakan hujan.


"Lo suka hujan?" Arsen menatap Yasmine yang masih setia merasakan air hujan.


"Sebenarnya gak begitu suka tapi karna kali ini gue lewatin hujan sama seseorang yang spesial makanya gue suka" Yasmine tersenyum sambil menatap lurus pandangannya ke arah depan.


Arsen yang hanya menatap jalanan sepi itu langsung menoleh ke arah Yasmine, "Seseorang yang spesial" Arsen mendekat ke arah Yasmine.


Yasmine yang sadar akan omongannya yang sebelumnya itu langsung mengerutkan dahinya, "Eh bukan gitu maksud gue" Yasmine menggeleng - gelengkan badannya.


"Serius?" Arsen menaik kan sebelah alis matanya.


"Hehe udah lupaiin aja" Yasmine menunduk malu di hadapan Arsen. Arsen yang melihat reaksi Yasmine hanya tersenyum lucu.


Mereka hanya duduk di bangku halte bus itu. Diam tanpa ada pembicaraan sama sekali. Yasmine sangat malu jika harus memulai pembicaraan dengan Arsen. Hujan yang sebelumnya deras mulai reda.


Arsen berjalan ke tepi halte itu, Ia melihat ke atas langit yang masih berwarna kelabu itu.


"Udah reda buruan balik" Arsen langsung naik ke atas motor sportnya.


"Iya Sen" Yasmine segera naik ke atas motor itu.


~


Mereka sampai di depan gerbang rumah mewah itu, Yasmine melepaskan jaket yang melingkar di pinggangnya.


"Gak usah gue cuma minjemin bukan nyuruh Lo buat bawa pulang jaket gue" Arsen menarik jaket nya.


"Tapi basah kuyup gini Sen" Yasmine menatap Arsen.


"Gak usah!" ketus Arsen.


"Lo masuk dulu ya biar gue buatin teh, sekalian lo ganti baju ntar lo masuk angin lagi" Yasmine panik sendiri.


"Cerewet, udah malam gue mau pulang aja" Arsen langsung menghidupkan motornya.


"Tapi..."


"Gue balik sorry udah nganterin Lo sampai malam, Assalamualaikum" Arsen pergi meninggalkan Yasmine.


"Walaikumsalam".


Yasmine berjalan masuk ke dalam rumahnya, Haris dan Miller sedang menunggunya di ruang tamu. Haris langsung beranjak dari duduknya, "Kamu basah kuyup gini emang gak neduh dek?" suara Haris mulai khawatir.


"Neduh pa cuma udah kehujanan duluan" Yasmine melepaskan pelukannya.


"Kamu langsung mandi terus makan malam sama kita" Haris mengelus kepala Yasmine.


"Iya pa".

__ADS_1


"Sama cowo yang kemarin dek?" Miller berbisik di telinga Yasmine, Yasmine hanya mengangguk pelan.


Setelah selesai mandi Yasmine langsung menuju meja makan yang sudah ada Haris dan Miller di situ.


Yasmine mengambil nasi dan sepotong ayam goreng. Ia langsung memakan makanan yang Ia ambil.


"Kata abang, kamu sering di antar sama cowo dek itu benar?" Haris menatap wajah Yasmine.


Yasmine yang semulanya hanya fokus dengan makanannya langsung menoleh ke arah Haris.


"Hmm iya pa" Yasmine menunduk.


"Temen apa pacar?" Haris langsung to the point.


"Uhuk...Uhuk" Yasmine tersedak mendengar pertanyaan Haris. Miller terkekeh mendengar dan melihat reaksi adiknya itu.


"Temen pa" Yasmine berusah tenang di hadapan Haris dan Miller.


"Jangan pacaran dulu ya dek fokus aja sama sekolah kamu dulu" Haris menasehati putrinya itu. Ia memang sudah membuat kesepakatan dengan anak - anaknya untuk tidak pacaran semasa sekolah.


"Iya pa" Yasmine kembali memakan makanannya.


"Dengerin dek" Miller terkekeh di hadapan Yasmine.


"Abang juga" sungut Yasmine.


"Dia gimana dek? Baik atau gak?" Haris kembali menatap Yasmine.


"Baik kok pa" Yasmine hanya menatap sekilas pada Haris.


"Baguslah" Haris hanya mengangguk pelan.


Setelah selesai makan Yasmine pergi ke kamarnya, Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya.


"Bisa - bisanya gue bilang dia seseorang yang spesial" dengus Yasmine.


"Malu gue" Yasmine menutup wajahnya dengan bantal guling.


Di lain sisi Arsen sedang duduk di tepi balkon kamarnya, Ia memegang sekaleng soft drink. Ia menatap langit malan yang penuh dengan bintang.


"Kenapa setiap dekat sama dia gue banyak bicara".


"Hari semakin hari gue selalu sama dia".


"Terus maksud dia bilang seseorang yang spesial apa coba?"


"Arghhh..." Arsen mendengus kasar pada pikirannya. Baru kali ini ada perempuan yang benar - benar mengusik pikirannya.


Bersambung🌻


Don't forget to Vote, Like and Comment🌻

__ADS_1


Author tunggu yaa❤


__ADS_2