
Happy Reading All💛
Arigatou.
"Aku tak keberatan jika harus menunggu mu, asalkan kau bersedia untuk ku tunggu ".
Arsen Atmanegara
Yasmine keluar dari mobil, Ia melangkahkan kaki panjang nya dengan pelan namun tetap memancarkan kesan anggun pada diri nya. Tubuh ramping nya di balut dengan kemeja tisu berwarna putih dan di padu padankan dengan rok selutut berwarna merah maroon.
"Selamat pagi Nona Yasmine" sapa seorang penjaga di depan pintu masuk kantor nya. Yasmine tersenyum dan sedikit membungkukan badan nya.
Ia masuk ke dalam lift dan menekan lantai 10 untuk ke ruangan kerja nya. Sesampai nya di ruang kerja nya Yasmine mendudukan diri nya di kursi kerja nya.
"Selamat pagi Nona Yasmine" sapa Anita seketaris Yasmine.
"Pagi, Anita tolong kamu berikan ini pada Tailor " ujar Yasmine sambil menyerahkan beberapa pola baju pada Anita.
"Baik Nona Yasmine" Anita membungkukan badan nya dan berlalu meninggalkan ruangan Yasmine.
Yasmine menatap layar monitor komputer kerja nya, mata nya masih setia memandangi wallpaper yang menjadi background layar monitor nya, "Kenapa semua nya jadi serumit ini Sen?" lirih Yasmine sambil memejamkan mata nya. Wallpaper itu berupa foto Arsen dan diri nya saat masih SMA.
Yasmine memejamkan mata nya sambil memijat pelan pelipis nya, "Aku benci tapi aku juga rindu Sen" Yasmine terkekeh kecil.
Yasmine membuka mata nya dan langsung mengambil pensil gambar nya, "Kalo gini terus gak bakal selesai kerjaan gue".
Karena terlalu lama berkutik dengan gambar nya Yasmine tidak sadar jika sekarang sudah masuk jam makan siang, "Udah jam segini tapi project masih banyak" eluh Yasmine.
Yasmine menelfon seketaris nya, "Anita tolong pesankan saya makan siang saya tunggu sekarang".
Yasmine kembali melanjutkan pekerjaan nya, kurang lebih 10 menit Anita sampai di ruang kerja Yasmine sambil membawakan makan siang untuk Yasmine.
"Permisi Nona ini pesanan Anda" Anita menyerahkan nya di atas meja kerja Yasmine.
"Terima kasih Anita" mata Yasmine masih fokus dengan pola gambar nya.
"Dan di luar ada seseorang yang sedang menunggu Anda, Nona" ucap Anita.
Yasmine mengerutkan dahi nya seingat nya Ia tidak memiliki janji dengan siapa pun, "Siapa? Papa atau bang Miller? tanya Yasmine.
"Bukan Tuan Haris maupun Tuan Miller, Nona" jawab Anita.
Yasmine menatap Anita dengan bingung, "Lalu siapa?".
"Dia bilang Tuan Arsen, Nona" Anita menundukan kepala nya.
"Arsen?" Yasmine terkejut dengan ucapan Anita, "Bilang pada nya jika saya sedang sibuk".
"Baik Nona" Anita undur diri dari Yasmine.
"Buat apa di ke sini?" Yasmine memijat pelan dahi nya.
~
"Maaf Tuan Arsen, Nona Yasmine sedang sibuk Tuan" ujar Anita.
Arsen melihat jam tangan yang melingkar di tangan kiri nya, "Jam berapa di selesai?".
"Jam 5 Tuan" .
Arsen menganggukan kepala nya pelan, "Yasudah biar saya tunggu".
__ADS_1
Anita membungkukan badan nya dan undur diri. Arsen menyandarkan kepala nya ke sofa yang ada di lobi kantor.
"Itu siapa? Kekasih Nona Yasmine?".
"Sepertinya iya".
"Sangat tampan dan elegan ya".
" Perfectionist ".
Arsen memilih acuh tak acuh dengan obrolan karyawan, Ia merogoh saku celana nya dan mengeluarkan ponsel nya.
"Leo kosongkan jadwal saya mulai dari sekarang" Arsen memerintahkan pada Leo sang seketaris.
Arsen mengakhiri panggilan nya dan menidurkan kepala nya pada sofa, "Apa Yasmine gak mau ketemu" gumam nya.
~
Sampai jam sudah menunjukan pukul 5 Yasmine belum selesai dengan pekerjaan nya, " Nona sudah waktu nya untuk pulang" ujar Anita.
"Ahh iya sampai gak ingat waktu, kalau gitu kamu bereskan meja saya ya Anita" ujar Yasmine yang mengambil sling bag nya.
"Baik Nona".
"Apa Arsen masih di sana?".
"Tuan Arsen tidak beranjak sama sekali dari ruang lobi, Nona".
Yasmine menoleh pada Anita segera Ia berlari ke lobi untuk menemui Arsen, "Kirain udah pulang" Yasmine menakan tombol lift.
Yasmine keluar dari lift, "Arsen... " teriak Yasmine.
"Kenapa kamu belum pulang?" tanya Yasmine.
"Aku nungguin kamu" Arsen tersenyum hangat pada Yasmine seketika wajah Yasmine berubah menjadi bullshing.
"Jadi kamu ada urusan apa?" tanya Yasmine sambil memegangi sling bag.
" Date " jawab Arsen dengan singkat.
"Kok mendadak?" Yasmine mengerutkan dahi nya.
"Buruan nanti keburu malam" Arsen menarik tangan Yasmine untuk mengikuti nya dari belakang.
Yasmine sedikit kaget dengan tarikan tangan Arsen rasa nya Ia seperti kembali ke masa - masa dulu dengan Arsen, menghabiskan waktu berdua bersama nya.
Mereka berhenti di parkiran kantor, "Ayo naik" ajak Arsen.
Yasmine tersenyum geli, "Kita naik motor ini? Ini motor kamu waktu SMA kan?" tanya Yasmine.
"Iya sampai sekarang ini masih jadi milik aku" jawab Arsen sambil tersenyum.
"Apa selama 5 tahun aku tinggal ke Belanda kamu udah ganti selera?".
Yasmine terkekeh, "Kamu gak lihat aku pake tapi heels kalo dulu masih bisa naik sekarang susah" jelas nya.
Yasmine membungkukan diri nya, Ia ingin melepas heels yang Ia pakai namun Arsen lebih dulu membungkukan bada nya.
"K - kamu ngapain... " Yasmine kaget dengan Arsen yang membantu melepaskan heels milik nya.
"Ini bawa" Arsen menyerah sepasang heels pada Yasmine.
__ADS_1
Yasmine mengangguk pelan, tangan nya berusah menurunkan rok nya untuk menutupi paha nya, Arsen memasangkan sebuah jaket denim bertuliskan " Wolf ".
" Wolf... " lirih Yasmine sambil memegangi jaket denim itu.
"Aku masih simpan semua barang saat SMA termasuk syal dari kamu" ujar Arsen.
"Buruan naik" titah Arsen segera Yasmine naik ke atas motor sport berwarna merah itu.
"Wah benar itu kekasih Nona Yasmine".
"Romantis nya".
Arsen masih dalam kecepatan rata - rata, dua insan yang sedang membelah jalanan Jakarta malam ini tampak terlihat bahagia walau begitu masih ada sedikit keraguan pada diri Yasmine.
Mereka berhenti di sebuah taman bermain, "Udah sampai" Arsen dan Yasmine turun di motor.
Yasmine tersenyum bahagia saat tiba di taman hiburan, rasa benci dan keraguan nya seakan hilang saat ini, "Kamu mau date di sini? " tanya Yasmine.
"Dulu ada seseorang yang bilang kalau di suka pergi ke taman ataupun taman hiburan" jawab Arsen.
"Aku rasa kamu bakal suka" Arsen tersenyum.
Yasmine mendongakan kepala nya dan tersenyum pada Arsen, "Makasih Sen... ".
Arsen mengenggam tangan Yasmine, "Ayo ke sana".
Mereka berdua mulai memasuki arena bermain yang ada di dalam sana, mereka mencoba memulai dari bianglala. Di sana mereke tertawa bahagia, Yasmine tertawa lepas karena merasa amat bahagia.
Setelah nya mereka menaiki kuda poni dan tak lupa mereka mengabadikan momen indah itu dengan berfoto. Arsen dan Yasmine selesai dari kuda poni kini mereka berjalan mengelilingi taman bermain yang sangat sepi.
"Aku gak ada lihat siapa pun di sini" ujar Yasmine.
"Taman hiburan ini udah aku sewa untuk kita berdua malam ini" jawab Arsen.
Yasmine menoleh pada Arsen seolah tak percaya, " What's for Sen?".
" For you, anything make you happy i will do it for you " Arsen mengenggam tangan Yasmine.
Hingga kembang api menghiasi langit - langit yang di taman hiburan. Mata Yasmine berbinar bahagia karena melihat kembang api, Arsen terus memandangi Yasmine.
Arsen menarik tangan Yasmine dan megenggam tangan nya, "Yasmine... " lirih Arsen.
Yasmine hanya diam di hadapan Arsen, "Tolong kembali lagi sama aku Yas" lirih Arsen.
Wajah Yasmine berubah bingung dan sedih, "Ar - sen... ".
"Selama di Rottedam aku tertekan Yas".
"Aku sayang sama kamu Yas".
Arsen menarik Yasmine dalam pelukan nya, tangis Yasmine pecah di dalam pelukan Arsen, "Aku sayang Sen tapi hati gak bisa ingkar kalo aku masih benci sama kamu" isak Yasmine.
Arsen melepaskan pelukan nya dengan Yasmine. Ia mendekatkan wajah nya pada Yasmine dan menarik dagu Yasmine.
"Perasaan ku gak berubah selama 5 tahun ini Yas" Arsen mencium bibir Yasmine, Ia menekan tengkuk leher Yasmine agar membalas ciuman nya.
Yasmine memejamkan mata nya dan ikut membalas ciuman Arsen, dan begitulah malam ini berakhir the kiss under fireworks.
Maaf baru bisa up karena Author sedang sibuk dan Author berikan sedikit sweet scene in the last
Jangan lupa like, vote and comment's
__ADS_1