
Happy Reading♡
Arigatou♡
Malam ini Yasmine akan memperkenalkan Arsen pada abang nya yakni si Miller, kini Ia sudah siap dengan dress putih bercorak mawar hitam tak lupa Ia menambahkan sedikit lipstik berwarna pink ke bibir tipis nya.
Yasmine menuruni anak tangga dengan perlahan, Ia mencari Miller untuk berpamitan pergi duluan, "Abang... " teriak Yasmine namun dengan suara sedang.
"Iya dek... " segera Miller keluar dari kamar nya dengan handuk yang masih melilit di pinggang nya.
"Yasmine pergi duluan ya nanti kita ketemuan di Sooni Hawaii ya" ucap Yasmine sembari menatap Miller.
"Iya duluan aja abang masih mau siap - siap" jawab Miller yang bersandar pada daun pintu kamar nya.
Yasmine berjalan beberapa langkah namun Ia membalikan badan nya, "Oh iya bang kita gak cuma bertiga temen - temen Yasmine juga mau kenalan sama abang" ujar Yasmine.
"Temen? Yaudah gapapa" balas nya santai.
Yasmine menganggukan kepalanya dan memilih langsung pergi ke Cafe. Miller masuk ke dalam kamar nya Ia membuka lemari baju nya dan mengambil sebuah kemeja berwarna navy.
"Bentar..." lirih Miller sambil terdiam.
" Sooni Hawaii ? Bukan nya itu Cafe tempat geng motor?" Miller bertanya sendiri.
"Sejak kapan adek gue tahu Cafe itu?" Miller mengerutkan dahi nya.
"Udahlah biar aja" Miller memakai kemeja berwarna navy itu dan langsung bergegas mengambil celana levis hitam nya.
~
Sooni Hawaii
Kini Arsen dan anggota Wolf yang lainnya sedang menunggu Yasmine. Arsen mengangkat sebelah kaki kanan nya dan menindih kaki kiri nya. Arsen mengenakan kemeja berwarna maroon dan celana levis hitam. Jimmy sedang duduk berdua dengan Sandra dan sesekali bercanda. Begitu pun Ervan dan Amel mereka tampak mesra satu sama lain. Sedangkan Kenan, Alex dan Kevin sedang mengobrol satu sama lain.
"Lo udah jadian sama Selena ya Ken?" tanya Kevin sambil menatap sinis pada Kenan.
Kenan mengambil botol vape nya Ia menyesap cairan bening dari dalam vape nya itu dan menghembuskan nya dengan kasar, "Penasaran banget si lo Vin" kekeh Kenan.
"Akui aja kali Ken" Alex ikut terkekeh dengan jawaban Kenan.
"Iya Ken lo serius udah jadian sama Selena? Gak nyangka gue" Ervan menggeleng - gelengkan kepalanya seakan tak percaya.
"Iya gue udah jadian sama Selena puas lo semua" jawab Kenan.
"Bagus dong kalo lo jadian sama Selena" balas Jimmy yang merangkul Sandra untuk lebih dekat dengan nya.
"Kamu ikut masalah orang terus" sungut Sandra dengan wajah cemberut nya.
"Gapapa kali San" jawab Jimmy.
"Kok lo gak jemput Yasmine sih Sen?" tanya Ervan.
"Dia bilang mau berangkat sendiri" jawab Arsen, Ia bersedekap tangan di bawah dada nya.
"Yasmine....!" teriak Amel yang duduk si sebelah Ervan mendengar teriakan Amel Ervan langsung menutup telinga nya.
"Suara lo gede banget sih!" sungut Ervan pada Amel.
"Hehehe" kekeh Amel.
__ADS_1
Yasmine berlari kecil ke arah mereka yang sudah menunggu diri nya. Ia langsung duduk di sebelah Arsen, "Gak usah lari - lari sayang" Arsen menarik Yasmine ke dalam pelukan nya.
Yasmine hanya tersenyum kecil di dalam pelukan Arsen. Sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel Yasmine dengan segera Yasmine membuka pesan itu.
"Guys, abang gue mau ngajak temen - temen nya boleh gak?" tanya Yasmine pada teman - teman Arsen Ia takut jika mereka akan merasa terganggu dengan teman - teman Miller.
"Boleh lah Yas biar sekalian tambah akrab" jawab Jimmy antusias.
Yasmine mendongakan kepala nya ke Arsen, "Boleh...?" tanya Yasmine dengan suara lirih nya.
"Boleh sayang" Arsen mencium puncak kepala Yasmine.
"Nyesek pada bawa pasangan semua" Kevin merasa agak tersakiti dengan situasi yang sedang berlangsung.
"Gue kan juga sendiri santai aja kali Vin" kekeh Kenan.
"Lo kan ada Selena nah gue punya siapa coba?" wajah Kevin memelas di hadapan teman - teman nya, mereka semua tertawa melihat tingkah Kevin.
"Nih vape dulu biar ga pusing" Kenan menyodorkan vape nya yang satu lagi pada Kevin.
"Guy's abang gue udah jalan nih" ujar Yasmine.
"Okey deh tinggal tunggu aja kan" balas Jimmy.
"Kamu gak takut?" tanya Yasmine pada Arsen yang sedang membelai rambut Yasmine.
"Buat apa takut? Kalo suka sama adek nya harus berani sama abang nya juga kan" balas Aesen, Yasmine tersipu malu di hadapan Arsen.
"H - hmm aku mau ke toilet dulu ya" Yasmine beranjak dari duduk nya.
"Mau ke toilet ya Yas? Ikut dong" pinta Amel, Sandra juga ikut berdiri dan pergi ke toilet beraama mereka.
"Cewe kalo kebelet barengan ya" kekeh Ervan yang duduk di samping Jimmy.
Miller menoleh ke arah Arsen sadar jika diri nya di pantau oleh Arsen, "Gua gak nyangka kita ketemu lagi" ujar Miller yang masih berdiri di hadapan Arsen.
Namun Arsen memilih diam tanpa menanggapi ucapan Miller, "Lo ngapain di sini? Biasa nya lo di Cafe timur kan?" tanya Ervan dengan suara serak basah nya.
"Emang gue gak boleh ke sini" tanya Miller dengan nada santai.
"Udah lah Mill mending kita cari tempat duduk" ajak Zack.
Miller dan lain nya langsung memilih tempat duduk yang bersebrangan dengan teman - teman Arsen.
"Sen ini gapapa kita satu Cafe sama mereka" Kevin berbisik pada Arsen.
"Gapapa asal mereka gak ganggu kita, kita semua aman" jawab Arsen dengan tenang. Sebenernya Arsen tidak suka apabila berada di tempat yang sama dengan Miller namun apa boleh buat Ia tidak bisa melarang begitu saja hanya bermodalkan rasa benci nya pada Miller.
Yasmine dan kedua sahabatnya keluar dari toilet, "Yuk buruan mungkin abang lo udah datang Yas" ujar Sandra.
Mereka berjalan melewati lorong Cafe sampai tangan Amel menunjuk ke arah seorang laki - laki yang duduk di sebuah meja Cafe dengan teman - teman nya, "Itu abang lo Yas" Amel menunjuk ke arah Miller.
"Abang... !" teriak Yasmine dengan keras Ia sengaja berteriak karena suasana Cafe sedang lumayan ramai. Miller menoleh ke arah Yasmine dengan segera Yasmine menghampiri Miller dan memeluk nya.
Arsen dan yang lain nya juga menoleh ke arah Miller dan betapa terkejut nya Arsen ketika melihat memanggil Miller dengan panggilan "Abang".
Yasmine menarik tangan Miller untuk bergabung dengan Arsen, "Abang ini pacar Yasmine Arsen, kenalin" Yasmine memperkenalkan Miller pada Arsen.
Mereka semua membelalakan mata nya, mulai dari anak buah Arsen dan juga anak buah Miller mereka benar - benar terkejut.
__ADS_1
"A - apa kamu bilang? Pacar?" pekik Miller.
"Iya bang pacar Yasmine" jawab nya dengan senyuman manis nya. Dengan segera Miller menarik lengan Yasmine dengan kasar Yasmine berdiri di samping Miller saat ini.
"Jadi abang yang kamu maksud selama ini Miller?" suara Arsen terdengar sangat berat.
"I - iya Sen bang Miller abang aku" jawab Yasmine dengan wajah polosnya Ia memang masih belum tahu apa yang sebenernya yang terjadi.
"Oh my god" Ervan menutup mulut nya tak percaya.
"Astagfirullah" Kevin menghela dada nya.
"Kok bisa gini sih" sungut Alex dengan wajah bingung serta kesal.
"Jadi selama ini gue pacarin adek nya si Miller? " batin Arsen.
"Jadi dia pacar kamu?!".
"Putus sekarang juga!" sentak Miller. Yasmine membelalakan mata nya karena mendengar perintah Miller.
"M - maksud abang a - apa?" suara Yasmine bergetar.
"Dia itu musuh abang! Gak bakal abang izinin kamu sama dia Yasmine!" suara Miller mulai meninggi.
"Lo gak usah bentak cewe gue!" Arsen mencengkram kerah kemeja Miller.
"Udah keras lo sekarang karena cewe! Dia adek gue lo gak berhak ikut campur!" Miller juga mencengkram kerah kemeja Arsen.
"Sen tenangin diri lo Sen" Jimmy menahan Arsen agar tidak menghajar Miller. Begitu pun Rey dan Zack mereka ikut menahan Miller.
"Mulai sekarang lo jangan pernah deketin adek gue lagi" Miller menyeringai tajam pada Arsen.
"A - abang... " lirih Yasmine dengan isak tangisnya di sampingnya kini sudah ada Sandra dan Amel yang menenangkan Yasmine. Miller mendorong Sandra dan Amel agar menjauh dari adiknya hingga membuat kedua perempuan itu menghantam meja Cafe.
Yasmine membelalakan mata nya, "A - abang " Yasmine hiseteris saat melihat mereka menghantam meja.
"Brengsek lo! Lo gak usah kasar sama cewe gue!" Jimmy mengangkat kerah kemeja Miller.
"Sialan lo!" sentak Ervan, Ia membantu Amel untuk berdiri begitupun Jimmy.
"Tahan Jim, Van" Kenan berusah melepaskan cengkraman tangan Jimmy pada Miller.
"Kamu gapapa San?" tanya Jimmy Sandra mengangguk pelan.
"Lo jangan pernah ganggu adek gue lagi!" bentak Miller pada Arsen.
"Pulang!" Miller menarik lengan Yasmine dengan kuat namun Miller hanya menatap Yasmine tanpa membantu sama sekali.
"G - gak bang Yasmine gak mau" Yasmine terisak di depan Miller seraya memohon pada Miller.
"Yasmine!" bentak Miller dan lagi Arsen hanya mampu melihat Yasmine yang di marahi oleh Miller. Dengan segera Miller menarik paksa tangan Yasmine agar ikut pulang bersama nya.
"Mending kita bubar sekarang keadaan gak memungkinkan untuk saat ini" ucap Zack sembari menyusul Miller keluar Cafe.
Arsen menahan kepalan tangan nya, "Brengsek!" Arsen menggebrak meja Cafe yang ada di hadapan nya, "Arghhhhh..... " erang Arsen akibat menahan emosi.
"Mereka semua bertengkar Bos".
Ia tersenyum mendengar laporan dari mata - mata nya, "Bagus, pantau terus perkembangan mereka".
__ADS_1
Arsen sudah bertemu dengan Miller.Apa yang akan di lakukan Arsen kepada Yasmine? Tetap memperjuangkan cinta nya atau memilih mundur? Stay tune in ARSEN. See U in the next chapter .
Jangan lupa like, vote and comment's♡