
Akhirnya kita sampai di last chapter😭
Setiap awal akan ada akhir nya**💛
"Setelah sekian lama apa yang kita lalui, kini awal baru sedang menyambut kita"
Arsen Atmanegara - Yasmine Atmanegara
Yasmine duduk di depan kaca rias nya di dampingi seorang MUA dan kedua sahabat nya Sandra dan Amelia. Yasmine terlihat sangat cantik dan elegan dengan balutan gaun berwarna putih menjadikan Ia seperti seorang ratu untuk hari ini.
"Lo kelihatan cantik Yas, ya kan San?" Amel tersenyum pada Yasmine dan Sandra.
"Iya lo kelihatan cantik Yas" Sandra memilih duduk di sebuah kursi.
Yasmine tersenyum kepada dua sahabatnya, "Gue gak sangka akhirnya gue nikah sama Arsen" Yasmine menitikan air mata nya karena terharu.
"Jangan nangis dong Yas, ntar luntur make up nya" Amel menyapu lembut wajah Yasmine dengan sehelai tissue.
"Mulai dari Arsen cuek sama gue, Arsen musuh abang gue, dan terakhir Arsen pergi ke Belanda" jelas nya.
"Semua nya terbayar lunas kan Yas" Sandra mengusap bahu Yasmine.
"Makasih buat lo berdua yang selalu ada untuk gue" Yasmine memeluk erat kedua sahabat nya.
"Sama - sama Yasmine" mereka bergantian membalas pelukan Yasmine.
Seseorang membuka pintu dan menampakan wajah nya, "Yasmine... " panggil seseorang.
Yasmine menoleh pada orang itu, "Kak Diana..." Yasmine mengulas senyum pada Diana.
"Kamu cantik banget dek" Diana memilih masuk ke dalam ruangan make up.
"Makasih Kak... " balas Yasmine.
"Oh iya ayo turun ke bawah, mempelai laki - laki udah datang" ujar Diana.
"Kakak bantu... " Diana memegangi gaun pernikahan Yasmine.
"Sandra... " teriak Jimmy dari arah luar.
Sandra membelalakan mata nya, "Iya Jim... " jawab Sandra.
"Aku susul kamu takut kamu gak kuat jalan" Jimmy memegangi lengan dan pinggang Sandra karena kandungan Sandra juga sudah sangat besar.
"Makasih ya sayang" Sandra mencium pipi Jimmy.
~
Kedua mempelai telah hadir di ruangan yang sangat sakral, Yasmine yang di dampingi oleh Haria dan Miller selaku ayah dan kakak kandung dari Yasmine terlihat gagah dengan menggunakan baju adat jawa, sedangkan Arsen di dampingi oleh kedua orangtua nya Bram dan Tania Atmanegara juga serempak mengenakan baju adat jawa mereka tampak sangat mewah dan elegan.
Arsen terlihat sangat tampan dengan jas berwarna hitam dengan dasi hitam panjang dan balutan kemeja putih. Ada rasa takut dan gugup ketika menghadapi situasi ini namun. ketika melihat Yasmine rasa gugup itu langsung hilang. Yasmine tersenyum bahagia di depan Arsen begitu pun Arsen.
Hingga sang penghulu mengucapkan janji pada mempelai pria untuk di ucap ulang, Yasmine duduk bersimpuh di samping Arsen. Hingga ucap janji Arsen dikatakan "SAH" oleh seluruh para tamu undangan dan penghulu memunculkan senyuman indah dari kedua mempelai. Yasmine mencium tangan Arsen dan Arsen mencium kening Yasmine.
Acara yang sangat sakral kini telah usai dan kini mereka sudah berganti baju menjadi jas berwarna putih dan gaun mewah berwarna putih, mereka tengah di sibukan dengan acara salam - menyalami pada para tamu undangan.
__ADS_1
"Capek nya... " eluh Yasmine yang memilih duduk pada pelaminan mewah berwarna putih emas itu.
"Sabar ya sebentar lagi selesai" Arsen mengusap kepala Yasmine.
Yasmine mengangguk pelan, "Sekarang kita udah sah jadi suami - istri" kekeh Yasmine.
"Iya sayang kita udah sah" balas Arsen.
Yasmine kembali berdiri untuk menyalami tamu undangan bibir Yasmine di dekatkan pada telinga kiri Arsen, "Mulai sekarang panggil nya Mas Arsen aja ya" kekeh Yasmine.
Arsen terdiam sambil terus menyalami tamu undangan sampai akhirnya Ia ikut tersenyum, "Memang sudah seharus nya panggil Mas Arsen" Arsen mendekatkan bibir nya pada Yasmine hingga membuat Yasmine geli.
"Pak Arsen tahan Pak sebentar lagi selesai kok" ucap salah seorang tamu undangan.
"Haha iya Pak Andi udah gak sabar" Arsen tersenyum nakal pada Yasmine.
"Selamat ya Pak Arsen dan Bu Yasmine" ucap Pak Andi.
"Terima kasih Pak Andi" Yasmine bersalaman tangan pada Pak Andi dan istri nya.
Di lain sisi Jimmy dan lain nya sedang menikmati hidangan yang ada, "Kalo capek duduk sayang" ujar Jimmy pada Sandra yang tengah mencoba semua makanan yang ada di meja prasmanan.
"Istri lo makan nya banyak banget" Ervan geleng - geleng kepala.
"Nama nya juga lagi hamil ya gitu" balas Amel sambil memakan sepotong kue.
"Wah lo udah paham nih Mel jadi kapan nyusul? Istri gue udah hamil, Selena juga udah mulai ngisi dan Yasmine udah naik pelaminan" ujar Jimmy.
"Iya Mel suruh dong Ervan lamar lo" sambung Selena yang bersandar pada Kenan.
"Kalo gak serius si Amel buat gue aja" Kevin tersenyum puas pada Ervan.
"Enak aja lo" sungut Ervan.
Sandra kembali ke tempat duduk semula nya di sebelah Jimmy. Tangan Ervan gemetar karena gugup sedari tadi Amel menatap kesal pada nya. Ervan memasukan tangan nya pada jas nya seperti merogoh sesuatu untuk di keluarkan.
Ervan mengambil sebuah cupcake dan sengaja menjatuhkan nya di dekat kaki Amel namun Amel memilih acuh, hingga tangan Ervan yang semula merogoh sesuatu kini mengeluarkan sebuah kotak.
" Amelia will you marry me? " Ervan membuka kotak cincin di depan Amel.
Mereka semua termasuk Amel ikut terkejut dengan Ervan, "Gercep lu Van" timpal Alex.
"Baru aja di bilangin" jawab Jimmy.
" So sweet nya" mata Selena berkaca - kaca pada Ervan dan Amel.
"Dahlah gak jadi si Amel buat gue" eluh Kevin.
Amel masih terdiam memandangi Ervan menurutnya ini terlalu cepat, " M - maksud lo apa Van?" Amel gugup di depan Ervan.
"Apa lo mau jadi pendamping buat keluarga gue nanti nya?" Ervan memasang wajah yang penuh harap pada Amel.
Amel berdiri dari duduk nya dan membalk kan badan nya untuk pergi, "Kamu mau keman Mel?" Ervan menahan tangan Amel.
"Aku gak bisa Van... " Amel melepaskan tangan Ervan hal itu membuat Ervan dan mereka terkejut.
__ADS_1
"Amel tolak Ervan?" ujar Alex dan Kevin.
"Amel... " lirih Sandra.
"Kok Amel tolak?" Selena menatap punggung Amel yang membelakangi nya.
Amel membalikan badan nya dan menatap pada Ervan, "Aku gak bisa nolak kamu" Amel memeluk Ervan dengan erat hal itu membuat Ervan kaget serta syok.
Ervan mendepak erat tubuh Amel, "Jadi kamu terima lamaran aku? " tanya Ervan.
Amel mengangguk pelan serta menitikan air mata nya, mereka semua ikut bahagia serta kaget dengan jawaban Amel. Ervan memakaikan cincin itu pada jari Amel.
"Gue kira beneran di tolak" kekeh Alex.
"Kalo Amel gak mau sama Ervan kan bisa sama gue tadi nya" eluh Kevin.
"Selamat ya Mel, Van" Sandra memeluk Amel, mereka saling memeluk satu sama lain.
Arsen dan Yasmine yang berada di atas pelaminan turut memperhatikan mereka, "Kaya nya Amel di lamar sama Ervan deh mas" ucap Yasmine.
"Mungkin iya sayang" balas Arsen sambil memegang tangan Yasmine.
"Selamat untuk kita berdua ya sayang" Arsen mencium kening Yasmine dan membuat Yasmine tersenyum bahagia.
Jimmy naik ke atas pelaminan dan menyerahkan sebuah surat, "Ada surat buat lo" Jimmy menyodorkan surat itu pada Arsen.
"Dari siapa Jim?" tanya Yasmine.
"Lo lihat aja sendiri gue turun dulu ya" Jimmy segera turun dari sana. Arsen membaca nama pengirim surat itu, "Petra" gumam Arsen.
"Dari siapa mas?" .
"Dari Petra sayang... " jawab Arsen.
From : Petra Erlangga
To. : Mr and Mrs. Atmanegara
Dear Arsen and Yasmine
Selamat atas pernikahan kalian gue turut bahagia dengar nya, maaf gue gak bisa datang. Bahagia selalu
Tertanda, Petra Erlangga
Arsen dan Yasmine tersenyum membaca surat ucapan dari Petra, "Semoga Petra bahagia di Inggris ya mas" ujar Yasmine.
"Iya sayang bukan hanya dia tapi kita juga harus bahagia selalu" Arsen kembali mencium kening Yasmine.
Dan inilah chapter dari Arsen guy's :)
Terima kasih sudah mau membaca ceritaku dan selalu memberikan support pada Author tanpa kalian cerita ini gak bakal selesai.
Dan aku bakal hiatus selama satu bulan ini karena aku harus belajar untuk ujian masuk ke perguruan tinggi, Aku juga mohon dukungan dan doa dari kalian semua semoga aku lulus di ujian kali ini 😊
Aku akan kembali lagi bulan Agustus nanti Reader's dan akan menulis sequel untuk kisah cinta anak Arsen dan Yasmine, Terima kasih ku ucapkan pada kalian. Love you more ❤
__ADS_1