
Happy Reading♡
Arigatou😊
Hari ini adalah hari sabtu seluruh siswa bisa pulang dengan cepat ke rumah masing - masing. Kini mereka sedang berkumpul di parkiran SMA Garuda. Arsen sedang duduk di atas motor sport nya, Jimmy dan Ervan sedang bercanda satu sama lain. Alex dan Kevin sedang menggoda setiap perempuan yang lewat di depan mereka, hanya Kenan yang tidak ada bersama mereka saat ini.
"Ntar malam nongkrong lah" ujae Ervan sambil melirik ke arah teman - teman nya.
Arsen menaikan sebelah alis mata nya Ia tersenyum kecil di sudut bibir nya, "Boleh juga ide lo".
"Kalo gitu nongkrong di rumah gue aja" jawab Jimmy dengan senyuman nya.
"Mau ngumpul jam berapa nih?" tanya Kevin yang tiba - tiba merangkul Ervan.
"Kaya biasa aja udah lama kita gak nongkrong bareng" balas Ervan.
"Iya bener yang lo bilang kita udah jarang ngumpul" timpal Alex yang duduk di lantai koridor kelas sepuluh.
"Oh iya Kenan kemana?" tanya Arsen Ia melirik ke sisi kanan dan kiri nya untuk mencari batang hidung salah satu sahabat nya itu.
"Dia bilang masih ada urusan sama Bu Siska bentar lagi mungkin ke sini" sahut Alex.
"Eh gue curiga sama Kenan kaya nya dia ada hubungan sama Selena" Ervan mengendap - endap agar tidak terdengar dengan murid yang lain nya.
"Lah emang kenapa? Perasaan mereka biasa aja tuh" celetuk Kevin sambil memakan gorengan yang Ia pegang di tangan kanan nya.
"Iya sama gue juga agak curiga" balas Alex.
"Curiga gimana?" Arsen ikut menyahuti ucapan Ervan benar apa yang di katakan oleh Ervan seperti nya Kenan memiliki hubungan dengan Selena terbukti sudah beberapa hal Kenan selalu ada ketika Selena dalam masalah termasuk hal yang mempergoki Selena ketika menjadi dalang dalam kesalah pahaman antara Arsen dan Yasmine.
"Ya lo lihat aja waktu ulang tahun Arsen dia mau nganter Selena pulang, waktu Arsen mau tampar Selena tapi di tahan Kenan, terus yang terkahir Kenan tahu kalo itu semua adalah rencana Selena untuk hancurin hubungan Arsen sama Yasmine" Ervan bercerita sambil memejamkan mata nya sesekali Ia berusah mengingat kejadian antara Kenan dan Selena.
"Bener sih yang lo bilang Van tapi kita gak bisa simpulin gitu aja" Jimmy berdiri dan ikut bergabung untuk membahas tentang sahabat nya itu.
"Arsen...!" suara itu adalah seruan Yasmine yang sedang berjalan melewati koridor dengan kedua sahabat nya itu. Ia berlari untuk menghampiri Arsen tangan nya Ia eratkan ke tas ransel begitu pun Sandra dan Amel mereka juga menyusul ke arah parkiran.
"Lama banget? Dari mana aja?" Arsen menatap Yasmine yang tengan berdiri di depan nya sambil tetap memegangi tas ransel nya.
"Dari perpusatakaan" jawab Yasmine.
"Oh iya kalian semua ntar malam ikut nongkrong ya" ajak Ervan mata nya melirik ke arah Amel namun Amel hanya acuh ketika Ervan terus memperhatikan diri nya.
"Nongkrong dimana?" sahut Amel.
"Rumah Jimmy" balas Arsen mata nya juga melirik ke arah Yasmine.
"Boleh bawa pasangan? Kalo gitu gue bawa juga lah" Alex tersenyum puas.
"Apaan lo! Emang lo punya pacar?" Kevin memandang sinis ke Alex Ia pikir Alex tidak punya pacar ternyata dia salah.
"Gue punya kali cuma gak pernah gua publish aja" kekeh Alex.
"Lo semua boleh bawa pasangan, Kamu datang juga ya San" Jimmy memegang tangan Sandra.
"Iya aku datang" Sandra ikut tersenyum ke Jimmy.
"Datang ya" pinta Arsen wajah Arsen berubah menjadi sosok yang hangat dan manis.
"A - ahh iya aku datang" lagi dan lagi Yasmine masih gugup jika di pandangi oleh Arsen.
"Nanti malam aku jemput" ujar Arsen, Yasmine mengangguk pelan.
"Nanti malam lo juga gue jemput" Ervan menunjuk Amel dengan jari telunjuk nya.
"Emang udah seharus nya kan lo jemput gue" Amel tersenyum manis ke Ervan tiba - tiba wajah Ervan memerah Ia langsung mengalihkan pandangan nya dari Amel.
Dari kejauhan Kenan berlari kecil untuk menyusul teman - teman nya yang sudah ada di parkiran sejak tadi, "Sorry telat... " Kenan masih ngos - ngosan karena berlari.
"Lo darimana aja Ken lama banget" sahut Kevin sambil menyodorkan sebotol air mineral pada Kenan.
__ADS_1
Kenan menyambar botol yang berisi air mineral itu dan langsung meneguk nya hingga menyisakan setengah dari isi nya, "Thank Vin gue abis bantu Bu Siska bawain buku lama ke gudang" Kenan masih terengah - engah.
"Widih anak kesayangan Bu Siska nih" Kevin menyenggol pingang Kenan.
"Ahhhh gak lah" kekeh Kenan.
"Oh iya ntar malam kita ngumpul di rumah Jimmy lo ikut kan?" tanya Ervan pada Kenan.
Kenan terdiam sesaat, " Oke gue ikut" jawab nya.
"Lo boleh bawa pacar lo kalo punya" ujar Jimmy.
"Pacar? Gak punya" Kenan meghela nafas nya dengan perlahan.
"Gue tunggu nanti malam" sahut Jimmy.
~
Sebagian dari mereka sudah sampai di rumah Jimmy. Alex sudah sampai dengan pacar nya Lidya mereka berdua tengan duduk di sofa hitamm yang ada di basecamp milik Wolf. Sedangkan Arsen dan Yasmine baru sampai di rumah Jimmy, begitu pun Ervan dan Amel juga baru sampai di rumah Jimmy.
Jimmy turun dari lantai atas rumah nya sambil membawa satu box yang berisi beberapa jenis minuman soft drink yang akan mereka minum nanti nya. Mereka berpenampilan santai namun tetap modis semua laki - laki mengenakan kaos berwarna hitam mereka memang sepakat jika berkumpul mereka akan mengenakan baju berwarna hitam. Sedang kan untuk para perempuan di mulai dengan Yasmime Ia mengenakan Dress santai bermotif bunga mawar, Amel mengenakan turtleneck lengan pendek dengan balutan jaket levis coklat dan rok span pendek levis. Sandra baru saja tiba dengan di antar supir nya Ia memakai Dress berwarna putih pucat.
"Udah pada dateng semua?" tanya Jimmy sambil meletakan box berisi minuman soft drink di sebelah sofa yang Ia duduki.
"Belum deh kaya nya, Kenan sama Kevin masih di jalan kata nya" Alex baru saja memerikaa ponsel nya Ia baru menerima pesan dari Kevin jika Ia dan Kenan sedang terkena macet.
"Tunggu mereka aja dulu" ujar Arsen sambil membelai kepala Yasmine dengan tangan nya.
Sandra duduk di sebelah Jimmy denga segera Jimmy menutupi tubuh mulus Sandra dengan jaket motor nya begitu pun Arsen Ia melakukan hal yang sama seperti Jimmy.
"Makasih Sen... " Yasmine menunduk malu di samping Arsen, Ia tersenyum lucu melihat Yasmine.
"Asaalamualaikum" ucap Kevin dari arah luar pintu basecamp Wolf, kenapa hanya Kevin yang mengucap salam, sebab Kenan adalah seorang nasrani bukan hanya Kenan melainkan Alex juga seorang nasrani.
"Sorry ya telat jakarta macet kalo malam minggu" ujar Kevin yang langsung duduk sisi kiri Ervan.
"Gak punya!" sungut Kevin Ia langsung mengambil sekaleng soft drink.
"Dih ada cewe cantik nih kenalan dulu lah" Kevin menyodorkan tangan nya untuk menjabat tangan Lidya namun Alex mencekal tangan Lidya untuk berkenalan dengan Kevin.
"Cewe gue nih" Alex tersenyum bangga sambil merangkul Lidya.
'Kenalin lah sama kita semua Lex" pinta Jimmy.
"Aku Lidya" Lidya memeperkenalkan diri nya di hadapan teman - teman Alex.
"Yasmine" menyodorkan tangan.
"Sandra" Sandra tersenyum kecil.
"Amel" Amel melambaikan tangan nya pada Lidya.
"Permisi....! " seru seseorang dari arah luar pintu basecamp Wolf. Seorang perempuan berpakaian mini masuk ke dalam tanpa ada raaa segan sedikit pun.
"Selena...!" pekik Ervan mata nya terbelalak karena kaget dengan kedatangan Selena.
"Ngapain lo di sini?" Arsen melirik sinis pada Selena seingatnya Selena tidak ada di parkiran ketika mereka membicarakan tentang perkumpulan malam ini.
"Aku cari kamu Sen, Aku kangen sama kamu" Selena tersenyum di depan Arsen, Yasmine hanya diam ketika Selena berkata seperti itu. Arsen mengenggam tangan Yasmine dengan erat seolah takut Yasmine akan pergi. Kenan memandangi Selena dengan tatapan kosong nya.
"Gila lo ya Sel!" bentak Amel yang tiba - tiba berdiri di samping Selena.
"Apaan sih lo!" balas Selena dengan menatap sinis pada Amel.
"Mending lo duduk" ujar Jimmy sambil menunujuk ke sebuah tempat kosong di sebelah Kenan. Selena menuruti perintah Jimmy untuk duduk di sebelah Kenan.
Ervan melirik ke sisi teman - teman nya, "Gimana kalo kita main Truth or Dare ?" usul Ervan.
"Boleh juga" balas Arsen.
__ADS_1
Jimmy berdiri Ia mengambio sebuah botol Wine kosong yang di jadikan sebagai hiasan di basecamp mereka itu. Jimmy meletakan botol Wine kosong itu di atas meja.
"Kita mulai..." ujar Ervan. Ia memutar botol kosong itu dengan santai semua mata menatap lurus pada botol itu dan botol itu berhenti di depan Jimmy.
"Yappp... Truth or Dare Jim?" tanya Ervan.
"Kalo cowo gentle pilih Dare lah" Jimmy menyombongkan diri nya.
"Oke, cium seseorang yang pengen banget lo cium" tantang Ervan.
Jimmy melirik ke arah kanan dan kiri Ia tersenyum dan langsung Ia mencium bibir Sandra dengan cepat tangan kekar Jimmy menakan leher Sandra agar membalas ciuman nya Sandra juga membalas ciuman Jimmy sambil memejamkan mata nya.
Arsen menutup mata Yasmine dengan tangan nya, "Jangan di lihat" ujar nya.
"Wow so very hot bro " ujar Ervan.
Jimmy melepaskan ciuman nya dari bibir Sandra, Kevin membuka mata nya, "Udah kelar? Gak sopan ahh" sungut Kevin.
Sandra masih dalam keadaan diam Ia tak percaya jika Ia membalas ciuman Jimmy di hadapan teman - teman nya dengan segera Ia meneluspkan wajah nya ke dada bidang Jimmy denga segera Jimmy pun menutup wajah Sandra dengan tangan nya sambil tertawa kecil.
Arsen mengangkat tangan nya dari wajah Yasmine, "Udah siap".
Jimmy mengambil botol kosong itu dan memutarnya dengan cepat, akhirnya botol itu berhenti berputar di depan Yasmine.
"Truth or Dare Yas?" tanya Jimmy pada Yasmine.
"Truth" jawab nya singkat.
"Oke, who is your first love ?".
Yasmine menoleh ke arah Arsen dan tersenyum, "Arsen Atmanegara" jawab nya. Arsen tersenyum dan menarik Yasmine ke dalam pelukan nya, " I love You" Arsen mencium kepala Yasmine.
Selena mengepalkan kedua tangan nya Ia diam bukan berarti menerima melainkan Ia harus menjaga diri nya di depan Arsen. Yasmine mengambil botol Wine kosong itu dan memutarkan nya dengan pelan sampai pada akhirnya botol itu berhenti tepat di depan Kenan.
"Siapa orang yang lo suka saat ini?" Yasmine ingin tahu sebab Ia tak pernah lihat Kenan membicarakan tentang perempuan.
Kenan memejamkan mata nya, "Selena" jawab nya dengan tenang. Mereka semua terdiam mendengar jawaban Kenan termasuk Selena sendiri.
"Plakkkk"
Sebuah tamparan mendarat mulus pada pipi Kenan, "Bohong...!" bentak Selena mata nya mulai berkaca - kaca Kenan masih memegangi pipi nya yang panas akibat tamparan Selena.
"Oh my god" Amel seolah tak percaya dengan ucapan Kenan.
"Bro lo sehat?" Kevin menempelkan tangan nya di dahi Kenan. Selena langsung berdiri dan pergi ke luar basecamp Wolf rasa nya Ia ingin berteriak Kenan ikut berdiri dan menyusul Selena.
"Bener dugaan gue" ucap Ervan.
"Gak nyangka gue" Jimmy masih mengingat ucapan Kenan yang tadi. Arsen hanya diam tanpa berkomentar apa pun.
Selena berhenti di halaman rumah Jimmy Ia menutup mulut nya agar tidak terdengar suara tangisan nya namun mata nya sudah sembab karena menangis.
"Selena... " lirih Kenan yang berdiri di belakang Selena.
"M - maksud lo apa bilang gitu" badan Selena bergetar karena kaget.
"Gue emang beneran sayang sama lo" ujar nya dengan wajah pasrah.
Selena membalikan badan nya Ia terkekeh ringan sambil menatap Kenan, "S - sayang lo bilang? Kalo emang lo sayang sama gue lo gak bakalan tinggalin gue di Korea sendirian!!!" Selena berteriak dan meninggikan suara nya.
"Dengerin gue dulu... " lirih Kenan.
"Lo jangan pernah temuin gue lagi, gue benci sama lo Ken" Selena langsung pergi meninggalkan Kenan di halaman.
Ini aku buat Extra Part loh demi kalian, Jangan lupa vote, like and comment ♡
See you in the nexr chapter
Thank you so much ♡
__ADS_1