ARSEN

ARSEN
Near You


__ADS_3

Happy Reading😊


Arigatouā™”


"Untuk saat ini biarlah kita diam membisu. Tapi percayalah pada ku suatu saat kau akan kembali bersama ku ".


Arsen Atmanegara


Yasmine merebahkan diri nya di atas kasur big size nya. Sejak pulang sekolah Ia hanya berdiam diri di dalam kamarnya. Kepala nya terasa berat, pikiran nya melayang jauh yang ada di dalam pikiran nya hanya Arsen. Ia mengambil ponsel nya dan membuka kontak bernama Arsen.


Yasmine Rosalia


"Arsen apa harus gini akhir hubungan kita? Kamu pernah bilang kalo kamu gak akan ninggalin aku? Terus sekarang kenapa Arsen?".


Yasmine mengirimkan pesan itu pada Arsen, Ia memejamkan matanya dengan kedua tangan nya. Di sisi lain Arsen sedang melampiaskan amarahnya pada samsak tinju, Ia mengambil ponsel nya dan membuka pesan dari Yasmine. Wajah nya terdiam kaku, hati nya bergemuruh menahan sesak ini bukanlah keinginan nya melainkan permusuhan antara diri nya dan Miller yang menyebabkan segala nya menjadi rumit.


"Brengsek!" Arsen meninju samsak tinju nya dengan kuat. Rahang gigi nya mengeras apabila mengingat ucapan Miller.


"Maafin gue Yas untuk sekarang kita gak bisa kaya dulu tapi gue janji buat selalu lindungin lo Yas" lirih Arsen. Setetes cairan bening turun ke pipi nya. Bram dan Tania yang mendengarkan ucapan Arsen dari pintu luar hanya bisa terdiam saat hendak masuk ke dalam ruang latihan Arsen, tangan Tania di tahan oleh Bram, "Kita kasih dia waktu sendiri dulu Ma" ujar Bram sembari menarik Tania untuk meninggalkan Arsen.


~


Pagi ini Yasmine di antar oleh Miller akan tetapi kali ini anggota Black Devil's juga ikut mengantar Yasmine ke sekolah nya.


"Kamu jangan sampai lari lagi dari Rey " ujar Miller sambil menaikan kaca helm fullface nya. Yasmine hanya mengangguk pelan sambil melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam kelas.


"Lo jagain adek gue" perintah Miller sambil menunjuk pada Rey.


"Iya Mill" Rey mengangguk pelan di depan Miller.


Dari arah berlawanan Arsen datang dengan teman - teman nya mereka berhenti di depan gerbang sekolah. Mata elang Miller menatap tajam pada Arsen namun Arsen tak menghiraukan tatapan Miller. Miller turun dari motor nya dan berjalan ke arah Arsen di ikuti dengan anggota Black Devil's.


"Bagus kalo lo udah jauhin adek gue" Miller berbicara di telinga Arsen.


"Dan jangan berharap dari cinta nya Yasmine" Miller mendorong dada Arsen dengan tangan nya.


Ervan dan Kenan menahan Arsen, "Lo jangan macem - macem di Garuda!" bentak Jimmy yang juga mulai tersulut emosi.


"Lo semua pecundang!" ketus Miller, Ia berbalik dan langsung naik ke motor nya.


Mereka hanya diam melihat kepergian Black Devil's. Arsen berdehem untuk menetralkan pikiran nya, "Thank's" ucap Arsen.


"Lo kok diem aja sih Sen? Lawan dong Sen!" sentak Ervan dengan nada kesal nya.


"Lo pikir gue takut sama dia? Ga Van! Gua lakuin ini karena gak mau nambahin beban Yasmine. Lo tenang aja gue gak bakal mau di injak sama Miller" Arsen menepuk bahu Ervan dengan pelan dan berjalan ke kelas.


Di dalam kelas Yasmine tengah mengobrol dengan Sandra dan Amel, tidak lebih tepat nya hanya mendengar obrolan mereka, "Yas lo gak boleh sedih terus" Amel membelai pipi Yasmine.


Yasmine tersenyum kecil, "Makasih ya lo berdua selalu ada untuk gue" balas Yasmine. Selena yang duduk di sebelah mereka hanya diam dan sesekali melirik ke arah mereka. Ia juga sudah mendengar hal ini dari Kenan. Ia juga turut sedih karena kabar Arsen dan Yasmine yang renggang namun Ia memilih hanya diam saja.


Petra Erlangga

__ADS_1


"Pantau terus gerakan Arsen dan Yasmine! .


Selena hanya membaca pesan dari Petra. Sebenernya Ia tidak mau berurusan lagi dengan Petra ini adalah kesalahan nya sendiri karena sudah mengajak Petra untuk bekerja sama atas hubungan Arsen dan Yasmine.


Petra Erlangga


" Bales Sel ! Kalo lo gak mau bales tunggu aja pulang sekolah! .


Selena mulai ketakutan setelah membaca pesan Petra, Ia bingung harus bagaimana, keringat dingin turun membasahi dahi nya.


"Selena... " seru Kenan dari arah pintu luar. Segera Selena memasukan ponsel nya ke dalam saku rok nya.


"Kamu kenapa sayang? Kok gugup?" tanya Kenan sambil menaikan sebelah alis mata nya.


"Gapapa..." jawab Selena. Kenan sedikit menatap curiga pada Selena, "Kamu udah sarapan? Temenin aku sarapan ya" ajak Kenan, di depan Selena Kenan menjadi sosok yang manis.


"H - hmm iya Ken" Selene mengikuti Kenan dari belakang.


Arsen hanya menatap sekilas pada Selena, bagus jika Selena sudah berpacaran dengan Kenan setidak nya hal itu mengurangi masalah nya untuk saat ini.


Arsen melirik sekilas pada Yasmine yang sedang membaca buku hingga mata Yasmine tepat menatap mata Arsen namun Yasmine segera mengalihkan pandangan nya.


"Apa kamu benci sama aku Yas?"


"Ini bukan kemauan aku Yas".


"Tolong kasih aku waktu untuk buat perbaiki segala nya"


"Gak usah ngelamun Sen" Jimmy menepuk bahu Arsen.


"Gak!" ketus Arsen.


Saat jam istirahat Yasmine memilih memakan roti keju di belakag kelas dua belas. Tempat ini adalah tempat yang biasa Ia gunakan jika ingin berbicara dengan Arsen namun kini Ia hanya sendiri.


"Mungkin gue harus lupain Arsen...." gumam Yasmine sambil memakan roti keju nya. Dari sebalik dinding orang suruhan Miller terus memperhatikan gerak - gerak Yasmine.


"Lapor Bos Miller, Yasmine sedang duduk sendiri di belakang kelas"


"Bagus, kalo ada Arsen habisi dia!".


"Baik Bos".


Arsen juga berdiri di sebalik dinding dan terus memperhatikan Yasmine yang memakan roti keju nya. Ia juga memperhatikan gerak - gerak orang suruhan Miller. Setelah selesai untuk makan siang Yasmine memilih untuk kembali ke kelas namun saat akan melewati kelas Yasmine hampir bertabrakan dengan Arsen yang masih fokus pada diri nya.


"A - arsen... " lirih Yasmine, dengan cepat Arsen meninggalkan Yasmine. Untung saja orang suruhan Miller sudah tidak ada jasi setidaknya aman bagi Arsen. Yasmine tersenyum miris pada Arsen.


"Sebegitu benci nya kamu sama aku Sen?" gumam Yasmine. Dari tempat Arsen berdiri Arsen melihat wajah kecewa Yasmin. Ia tahu pasti Yasmine kecewa akan sikap dingin nya namun Arsen memang harus mengalah untuk kali ini.


Ketika jam pulang sekolah Rey dan Zack sudah ada di depan gerbang sekolah Yasmine. Arsen dan lain nya keluar terlebih dahulu, "Sen lihat tuh ada Rey sama Zack" Ervan menunjuk ke sebelah mereka.


"Lo gapapa kalo Yasmine di jemput sama Rey?" tanya Jimmy.

__ADS_1


"Gue sebenernya gak ikhlas cuma harus gimana lagi gue harus ngalah kali ini" ucap Arsen.


Yasmine dan kedua sahabatnya keluar dari area sekolah, "Yasmine... !" teriak Rey.


Yasmine menoleh ke arah Rey, Ia tersenyum pahit. Ia langsung berjalan ke arah Rey dan Zack berdiri.


"Langsung pulang atau mau kemana?" tanya Rey sambil menyodorkan sebuah helm pada Yasmine.


"H - hmm gue m - mau pulang sendiri aja Rey" lirih Yasmine. Rey tersenyum kecut mendengar jawaban Yasmine. Sampai saat ini pun Rey masih bingun mengapa Yasmine masih tidak menyukai diri nya. Rey anak orang kaya, tampan dan juga anak motor seperti Arsen atau pun Miller mungkin hanya kurang di IQ.


"Yasmine mending lo nurut aja sama Miller. Lo gak mau kan di marahin lagi sama Miller kaya tadi malem" ujar Zack, memang Miller memarahi nya semalam akibat tidak pulang dengan Rey.


"H - hmm iya" lirih Yasmine sambil menerima helm dari Rey. Ia langsung naik ke atas motor Rey. Mata Arsen menatap tajam pada Yasmine dan Rey. Cemburu? tentu saja Ia cemburu sangat jelas jika Arsen sangat mencintai Yasmine.


"Gue gak boleh gegabah".


"Cabut!" perintah Arsen pada teman - teman nya.


Lain hal nya dengan Miller dan David kini mereka sedang berada di Cafe tempat Diana bekerja. Mereka membuka pintu kaca Cafe, Miller tidak melihat ada Diana di atas panggung. Harus nya sekarang adalah jam Diana harus bernyanyi.


"Permisi saya mau tanya mbak?" tanya Miller pada seorang pelayan yang sedang lewat.


"Iya mas ada yang bisa di bantu?".


"Kok saya gak lihat Diana ya mbak? Apa Diana gak masuk hari ini?" tanya Miller.


"Oh Diana mas, si Diana udah gak kerja mas".


Jantung Miller berdetak kuat setelah mendengar jawaban dari pelayan itu, "Mbak yakin Diana udah gak kerja lagi?".


"Iya mas Diana udah resign dari tadi malem" balas pelayan itu.


Mata Miller terbelakak sedangkan David hanya memilih diam, "Kalo gitu makasih ya mbak" jawab Miller.


"Jadi kita harus kemana Bos?" tanya David.


"Kita ke rumah Diana" balas Miller sambil melangkah keluar Cafe.


Pelayan itu memberi kode pada Diana agar keluar dari tempat persembunyian nya, Diana. memilih keluar dan melihat kepergian Miller dan David.


"Makasih ya mbak" ucap Diana.


"Iya Na sama - sama".


Untuk masalah Miller akan pergi ke rumah Diana, Ia sudah sepakat mengatakan pada ibu dan adik nya agar tidak keluar jika melihat Miller.


"Gue emang harus jauh dari lo Mill" lirih Diana sambil sedikit terisak.


Harap bersabar menunggu atas manis nya cinta Arsen dan Yasmine yaa. Harus ada rintangan dulu baru akan ada kebahagiaan. See U in the next chapter.


Jangan lupa like, vote and comment's ā™”

__ADS_1


__ADS_2