
Happy Reading All 💛
Arigatou.
Bahagia itulah yang di rasakan oleh Yasmine saat ini. Ketika Miller sudah memberi izin pada Arsen dan dirinya Ia begitu senang. Kini senyum indah Yasmine kembali muncul. Mood nya sangat bagus untuk bertemu dan melepas rindu bersama Arsen.
Yasmine turun dari motor Miller, "Baik - baik di sekolah. Jangan karena gak ada abang kalian bisa ngelakuin hal kaya kemaren lagi" ucap Miller dengan nada ketus nya.
"Iya bang, Yasmine masuk dulu ya" Yasmine berjalan memasuki area sekolah nya. Di sepanjang langkah nya Ia terus tersenyum memikirkan akan hubungan nya dengan Arsen.
Yasmine duduk di kursi nya, di sana sudah ada Sandra dan Amel, "Yasmine... !" pekik Amel segera Ia memeluk Yasmine dengan erat.
"Muka lo lebam gini? Kok lo udah sekolah sih?" dengus Amel.
"Cuma lebam gak parah kok" jawab Yasmine sambil melepaskan pelukan nya dari Amel.
"Gue denger dari Jimmy lo di culik sama Petra" ucap Sandra dengan wajah khawatir nya.
"Ya begitulah..." Yasmine duduk di kursi nya, Ia sudah tak ingin mengingat kejadian kemarin. Ia juga mendengar dari Miller jika Petra sudah di tangkap polisi karena telah melakukan penculikan pada gadis di bawah umur.
"Oh iya gue denger juga dari Ervan lo udah balikan sama Arsen, apa bener Yas?" Amel mendekatkan wajah nya pada Yasmine.
Yasmine terkekeh, "Iya gue udah balikan sama Arsen" Yasmine tersenyum hangat kala mengingat kejadian kemarin.
" Good morning everybody " sapa Ervan sembari mengangkat tangan nya seolah akan memeluk.
"Hai Van... " sapa Yasmine yang ikut tersenyum.
"Lo udah baikan Yas?" tanya Jimmy.
"Udah Jim" jawab Yasmine.
"Jim Arsen mana?" Yasmine celingak - celinguk mencari Arsen. Jika ada Wolf tentu ada Arsen.
"Gue gak bareng sama Arsen Yas, mungkin sebentar lagi sampai Yas" balas Jimmy yang tengah duduk di samping Sandra.
"Bukan nya kalian berangkat bareng?" tanya Sandra pada Jimmy.
"Kebetulan kita tadi gak jemput Arsen" jawab Jimmy yang membelai rambut Sandra.
Yasmine mengangguk pelan seolah mengiyakan jawaban Jimmy jika Arsen akan telat hari ini, tapi Arsen bukan lah orang yang telat waktu Ia akan sangat displin jika berangkat sekolah.
Sampai jam pelajaran di mulai batang hidung Arsen tidak terlihat sama sekali. Yasmine mulai merasa tidak tenang, "Yas lo kenapa? Masih nunggu Arsen?" tanya Amel.
"Iya Mel kok Arsen belum datang juga ya" perasaan Yasmine sudah mulai gelisah. Ia menggerak - gerakan kaki - kaki nya karena gelisah. Jantung nya berdegup kencang seolah ingin keluar dari dalam.
"Yas... " panggil Jimmy dari arah belakang.
Yasmine menoleh ke arah Jimmy, "Haaa?" terlihat wajah Yasmine berubah panik.
"Lo gapapa?" tanya Jimmy.
"A - ah iya Jim" jawab Yasmine gugup.
"Mungkin Arsen sakit Yas" sambung Ervan.
Wajah Yasmine berubah menjadi murung apa benar Arsen sakit? Jika Ia sakit pasti Arsen akan menghubungi nya.
Hingga jam pelajaran selesai Yasmine masih memikirkan Arsen sebenernya Arsen kemana? Ia sudah mencoba menelfon Arsen namun tidak di angkat, Ia juga sudah mengirim pesan namun tak ada balasan dari Arsen.
"Kamu sebenernya kemana Arsen? ".
"Yasmine... " panggil Miller yang menjempu dirinya di depan gerbang.
"Adek...!" bentak Miller, Yasmine terkejut dengan bentakan Miller.
__ADS_1
"I - iya bang..." bibir Yasmine terbata - bata.
"Kamu kenapa? Kok ngelamun?" Miller bingung dengan perubahan sikap Yasmine. Tadi pagi Ia terlihat sangat senang sekarang berubah menjadi bingung.
"Arsen gak masuk sekolah hari ini bang dan dia juga gak ada kabar" lirih Yasmine.
Miller mengerutkan dahi nya, "Maksud kamu dia Alfa?".
"Iya gitu lah bang" Yasmine menghela nafasnya.
"Mungkin dia ada urusan atau sakit jadi gak sempet kabarin sekolah dan kamu" jawab Miller.
"Tapi kan -".
"Gak semua hal bisa di bicarakan dengan pasangan Yasmine dia butuh privasi juga".
"Kalo gitu temenin Yasmine ke rumah Arsen ya bang" pinta Yasmine.
"Gak bisa! Papa hari ini pulang dari dinas nya dan Papa mau lihat kondisi kamu sekarang juga" ujar Yasmine.
"Besok aja ke rumah Arsen nya, buruan naik!" perintah Miller, segera Yasmine naik ke atas motor Miller.
~
Sesampai nya di rumah sudah ada Haris yang menunggu kedatangan anak - anak nya, "Papa... " Yasmine berlari untuk memeluk Haris dari belakang Miller hanya tersenyum dan memejamkan mata nya.
"Ini muka kamu kenapa gini dek?" suara Haris terdengar sangat khawatir.
"Cuma luka kecil Pa..." jawab Yasmine yang masih memeluk Haris.
"Terus pelaku nya gimana Miller? Udah kamu serahin ke polisi?.
"Udah Pa tenang aja" jawab Miller yang duduk di kursi sofa.
"Maafin Papa ya nak" Haris kembali memeluk Yasmine.
~
Sampai hari berganti Arsen juga belum ada memberi kabar pada Yasmine entah itu menelfon nya atau membalas pesan nya. Yasmine duduk di kursi nya sambil menidurkan kepala nya di atas meja, sudah menjadi kebiasaan Yasmine ketika Ia tengah sedih Ia akan menidurkan kepala nya di atas meja tanpa alas apa pun.
"Arsen masih belum hubungin lo Yas?" tanya Amel yang duduk di belakang punggung Yasmine.
Yasmine hanya menggelengkan kepala nya yang menandakan jika Arsen belum ada menghubungi nya sejak kemarin. Amel dan Sandra saling menatap satu sama lain, "Kita tunggu hari ini Yas baru kita ke rumah nya Arsen pulang nanti" ujar Sandra.
Jimmy dan yang lain nya masuk ke dalam. Sandra menghampiri Jimmy, "Gimana? Udah ada kabar dari Arsen?" tanya Sandra.
"Belum San aku udah coba hubungin telfon rumah tapi gak di angkat" balas Jimmy.
"Lo semua udah ada coba hubungin Arsen?" tanya Ervan pada teman - teman nya.
"Gue udah WA Arsen tapi gak ada balesan apa pun dari Arsen" balas Kenan.
"Sama gue juga" sambung Kevin.
"Yaudah pulang sekolah kita ke rumah Arsen aja" ujar Jimmy, mereka mengangguk setuju dengan saran Jimmy.
~
Ketika jam pulang sekolah mereka semua sudah stand by di depan gerbang, termasuk Miler, "Sebenernya Bos lo kemana? Adek gue sampai gelisah gitu karena dia" ujar Miller.
"Gue juga gak tahu kemana" jawab Jimmy.
"Ayo ke rumah Arsen" rengek Yasmine.
"Yaudah buruan!" bentak Miller.
__ADS_1
Tak lama mereka sampai di rumah Arsen di rumah mewah milik Arsen ini terlihat sangat sepi dan kosong. Yasmine dan lain nya berdiri di depan gerbang rumah Arsen.
Ting Tong
Ting Tong
Jimmy menekan bel rumah Arsen dari luar, "Arsen..." teriak Jimmy.
"Sen... " Ervan ikut meneriaki nama Arsen.
Yasmine mencoba menghubungi Arsen lewat telfon, "Angkat Sen... " Yasmine harap - harap cemas.
"Bos Arsen... " teriak Kevin.
"Arsen!" teriak Kenan.
"Mana Bos lo?!" sarkas Miller.
"Lo gak lihat kalo gue teriak - teriak gini Arsen gak muncul" sungut Ervan dengan nada kesal nya.
Seorang perempuan paruh baya lewat di belakang mereka, "Maaf kalian cari siapa ya?" tanya ibu itu.
"Kita temen nya Arsen buk" jawab Jimmy.
"Oh kalian temen nya Arsen".
"Apa ibu tahu Arsen kemana buk? Soal nya kita lagi cari Arsen" tanya Yasmine.
"Emang Arsen gak ada bilang sama kalian" ujar ibu itu.
Mereka semua terlihat bingung satu sama lain, terutama Yasmine, "M - maksud ibu apa ya?" tanya Yasmine.
"Keluarga Pak Bram dan Bu Tania udah pindah dari kemaren dek" jawab ibu itu.
Deg
Jantung Yasmine berdetak kuat, tubuh nya mendadak kaku Arsen pindah? Jika Arsen pindah mengapa mendadak sekali? Dan bukan itu pertanyaan Yasmine, Kenapa Arsen tidak memberi tahu pada Yasmine dan pindah kemana Arsen?.
"Apa ibu yakin kalo Arsen pindah buk?" tanya Jimmy.
"Iya bener dek Keluarga Pak Bram pindah" jawab ibu itu dengan tegas.
Sandra dan Amel berusaha menguatkan Yasmine namun Miller menatap tajam ke rumah Arsen, tangan nya Ia kepal sehingga terlihat jelas buku - buku tangan nya mulai memutih.
"Apa ibu tahu kemana mereka pindah?" tanya Yasmine.
""Kalo itu ibu kurang tahu dek".
Yasmine mendadak lemas seakan ingin pingsan kepala nya terasa berat.
"Yasmine..." Miller menangkap tubuh Yasmine yang terhuyung ke belakang.
"Udah! Sekarang kita pulang kamu gak fit gini!" Miller menarik lengan Yasmine.
"Dan lo semua cari keberadaan Arsen! Gue bakal suruh anak buah gue cari Arsen juga!" segera Miller meninggalkan mereka di depan gerbang rumah Arsen.
"Kita pencar cari Arsen!" perintah Jimmy, Jimmy adalah wakil ketua Wolf tentu saja dia akan mengambil alih di saat genting ini.
"Siap Jim" jawab mereka serempak.
"Lo kemana Arsen?" gumam Jimmy.
Arsen pergi ninggalin Yasmine :(
Ada yang tahu Arsen pergi kemana? Maafkan Author bikin sad scene ya geng's tapi tenang saja mereka akan bertemu kembali kok :)
__ADS_1
See U in the next chapter💛
Jangan lupa like, vote and comment's 💛