
Miller menuruni anak tangga rumahnya. Ia memasang wajah dinginnya, Ia mengenakan kaos berwarna putih di tambah calana levis dengan robekan kecil di sekitar paha, tak lupa Ia mengenakan jaket kulit berwanra hitam milik Black Devils. Yasmine yang sedang di duduk sofa kulit marun itu langsung menatap aneh pada Miller.
"Abang mau kemana?" Yasmine mematikan televisi yang sedang Ia tonton.
"Mau keluar sebentar" dengan nada dingin Ia menjawab pertanyaan Yasmine. Yasmine menatap heran pada Miller, menurutnya ini bukan sifat Miller seperti biasanya.
"Kemana?!" Yasmine mulai menaik kan nada suaranya, Ia geram melihat sifat Miller kali ini.
Miller berdecak dan membalik kan tubuhnya ke arah Yasmine, "Sekolah adek di serang Petra! Kenapa gak ada bilang sama abang?! Miller mulai naik pitam dengan Yasmine.
Yasmine membelalak kan matanya, Ia tidak menyangka jika Miller juga mengetahui masalah sekolahnya di serang oleh Petra.
"Yasmine gak mau buat abang khawatir" Yasmine menunduk kan wajahnya dengan tatapan sendu.
Miller menatap lemah pada adiknya itu, sebenarnya Ia tidak sanggup jika berkata kasar kepada adik satu - satunya itu.
"Udahlah abang gak mau debat, abang mau keluar!" ketus Miller sambil berjalan ke arah luar pintu. Ia langsung menghidupkan motor sportnya dengan kecepatan tinggi.
Di lain sisi anggota Wolf sedang berkumpul di basecamp. Basecamp yang di maksud adalah rumah Arsen. Terlihat Jimmy dan Ervan sedang memainkan video game. Kenan dan Alex sedang bermain billiard. Kevin sedang tiduran di ranjang dekat dinding basecamp. Sedangkan Arsen sedang berdiri di balkon samping basecampnya dengan membawa sebuah soft drink.
Ia berjalan masuk ke dalam basecamp. Ia mendudukan dirinya di sebuah sofa berwarna hitam. Ia melihat semua anggotanya kelihatan baik - baik saja setelah berkelahi dengan Warrior.
"Gue mau ketemu sama Petra" Arsen meletakan kaleng minumannya dan beranjak dari sofa.
Anggota Wolf yang lainnya terkejut mendengar ucapan Arsen. Apalagi Ervan Ia sampai membelalak kan matanya.
"Ngapain Sen Lo mau ketemu sama Petra?" Ervan berjalan mendekati Arsen.
"Palingan si Petra sekarang lagi kesakitan" Alex meletakan stick billiar nya pada dinding basecamp.
"Gue butuh penjelasan dari dia, apa maksud dia tadi siang" Arsen memakai jaket nya dan mengambil kunci motor.
"Kita semua ikut" serempak mereka. Arsen tersenyum ke arah mereka dengan senyuman puas.
~
Miller sampai di basecamp Warrior terlihat antek - antek milik Petra sedang berjaga di depan basecamp. Miller dan anggotanya berjalan untuk bertemu dengan Petra. Ketika Miller berjalan aura dingin dan kejam sangat kental pada dirinya.
"Ada urusan apa?" tanya salah satu antek - antek Petra yang sedang berjaga.
"Panggilin Bos Lo! Gue mau ketemu dia!" ketus Arsen.
"Gak bisa, Bos gue lagi istirahat" jawab antek - antek itu.
Miller mendengus kesal dan mencengkram kerah baju antek - antek itu, "Lo panggil atau gue obrak - abrik basecamp Lo sekarang juga!" Miller menyeringai tajam, seluruh anggota Black Devils juga ikut menyeringai tajam pada antek - antek itu.
Sampai pada akhirnya orang yang Miller cari berjalan keluar dari dalam basecamp. Wajah yang penuh lebam serta kaki yang agak pincang itu tersenyum ke arah Miller.
__ADS_1
"Bisa - bisanya udah sekarat gini masih senyum! Dasar saiko!" pekik Miller dalam hati.
Arsen dan anggota Wolf yang lainnya sampai di basecamp Warrior. Miller membalikan badannya untuk melihat siapa yang datang. Ia menatap Arsen dan teman - temannya.
Miller menatap aneh pada Arsen, mengapa Arsen ada di sini juga? Apa dia ingin membalas dendam atas perbuatan Petra yang tadi? Miller langsung menepis pikirannya itu, menurutnya itu bukanlah hal penting bagi dirinya.
Petra berjalan ke arah Miller untuk menyambut kedatangan Miller, "Jadi apa yang..." belum selesai Petra bicara Ia sudah mendapatkan bogeman dari Miller.
"Bugh"
Satu buah pukulan yang keras mendarat di wajah Petra yang sudah sangat lebam. Petra hanya tertawa kecil, sesekali ia berdehem.
"Dasar Petra" eluh Ervan.
"Why?" satu kata itulah yang hanya keluar dari mulut Petra.
Miller menyeringai tajam pada Petra yang kesusahan berdiri karena kakinya yang agak pincang.
"Apa maksud Lo nyerang sekolag adek gue?! Jawab?!" Miller mencengkram kerah baju Petra.
"Gue suka sama adek Lo" Petra memicingkan matanya dan tertawa kecil.
Miller mengerutkan dahinya dan semakin mencengkram kuat kerah baju Petra. Apalagi anggota Black Devils yang mendengar penuturan dari Petra sangat kaget, terutama Rey yang notabene nya juga menyukai Yasmine secara diam - diam.
"Apa Lo bilang?! Suka?!" pekik Miller.
"Yeah that's right. I like her, she's beautifull and sexy" jelas Petra.
"Sialan Lo!" Miller langusng menghajar habis - habisan Petra tanpa ampun. Black Devils juga ikut baku hantam dengan *Warrior.
"*Bugh"
"Bugh"
"Bugh**"
Mereka menghabisi lawannya dengan brutal. Tetapi tidak dengan Petra Ia malah tidak melakukan perlawanan sama sekali. Ia hanya diam ketika di hajar oleh Miller.
"Kill me! Kill me now! There's nothing human care with me!" lirih Petra, Ia hampir menangis dan menitikan air matanya.
Miller tertegun dengan ucapan Petra, Ia tidak.menyangka jika Petra akan berkata seperti itu. Miller melepaskan cengkraman tangannya.
Miller mengangkat tangan kanannya yang berarti menyuruh anak buahnya untuk berhenti. Anggota Black Devils menjauhi lawannya masing - masing. Arsen dan teman - temannya hanya melihat tanpa berkomentar apapun.
"There's nothing human care with me, My parent's had Broken home. I'm alone in here." Petra mulai melemah dan menitikan air matanya.
Arsen hanya melihat dari jauh keadaan Petra yang sangat buruk. Ervan menatap kasihan pada Petra yang sudah terkulai lemah di atas tanah.
__ADS_1
"Gak nyangka Gue kalo hidup Petra sengsara kaya gitu" Ervan masih dalam keadaan menatap nanar pada Petra.
"Cara dia salah dalam melampiaskan amarahnya" balas Arsen yang masih bersedekap dada.
"Cara Lo salah! Lo udah kelewat kriminal kalo kaya gini!" Miller menatap tajam pada Petra.
"I know that, all everything is wrong!" Petra mulai memejamkan matanya. Beberapa antek - anteknya menghampiri Petra.
"Lo udah lihat keadaan Bos gue kan, Lo bisa pergi sekarang" ucap salah seorang antek - antek itu.
Miller menatap ke arah Arsen, Ia berjalan ke arah Arsen di ikuti anak buahnya. Sedangkan Petra sudah di papah ke dalam basecamp oleh anak buahnya.
"Gara - gara Lo ada masalah sama Petra, adek gue kena imbasnya" Miller menatap tajam pada Arsen.
Arsen hanya menatap datar dan dingin pada Miller, "Gue? Kenapa harus gue?" dengan enteng Arsen menjawab tuduhan Miller.
"Brengsek Lo!" Miller menatap tajam ke arah Arsen.
"Lo gak denger? Tujuan Petra ke Garuda itu karna adek Lo bukan Gue!" Arsen menepis cengkraman Miller.
"Brengsek Lo semua!" pekik Miller, Ia berlalu pergi meninggalkan Arsen dan teman - temannya. Rey menatap sinis pada Arsen, "Awas Lo cari masalah sama Black Devils" Rey berucap seraya mengancam. Arsen tidak menggubris ucapan Rey sama sekali.
"Jadi Petra suka sama adiknya Miller?" Jimmy memejamkan matanya.
"Iya gitu yang kita denger tadi" balas Kevin.
"Tapi siapa adik Miller?" celetuk Alex.
"Di Garuda banyak cewe yang di deketin sama Petra, dia kan Playboy mana bisa kita tahu gitu aja " jawab Kenan.
"Iya ya, si Luna kan mantan Petra" jawab Ervan.
"Kalian cari tahu siapa adik Miller secepat mungkin, Gue penasaran sama dia" Arsen memasang helm fullface nya.
"Cabut" ujar Arsen, semua anggota Wolf langsung pergi meninggalkan basecamp Warrior.
~
Sesampainya di rumah Arsen langsung merebahkan dirinya di atas kasur berukuran big size. Ia mengeluarkan handphonenya dari saku celana. Ia membuka galeri dan men zomm sebuah foto.
Foto itu adalah foto yang ia ambil dari flashdisk Yasmine, "Gue ngerasa kalo foto anak kecil di sebelah Yasmine itu gak asing wajahnya bagi gue" lirih Arsen.
"Yasmine cantik juga" lirihnya, Arsen memejamkan matanya karena sangat lelah.
*Bersambung...🌻
Don't forget to Vote, Like and Comment🌻
__ADS_1
Author tunggu yaa❤*