
Yasmine dan yang lainnya berjalan ke arah luar pintu gerbang sekolah. Sandra sudah di jemput dengan supir pribadinya. Amel juga tengah bersiap memakai helm untuk mengendarai sepeda motornya.
Yasmine masih berdiri sambil menunggu jemputannya. Sesekali Ia melihat kanan - kirinya.
"Ting..." sebuah notifikasi pesan masuk ke handphone Yasmine.
Pak Hadi
"Maaf Non, Saya masih di kantor Tuan. Sebentar lagi saya jemput Non Yasmine."
Begitulah pesan dari supir Yasmine, Ia berjalan ke sebuah kursi panjang dekat taman gerbang sekolahnya.
Ia melihat jam tangan kulit yang melingkar di tangan kanan nya, "Belum sore juga kok, palingan bentar lagi sampai" gumam Yasmine.
Arsen masih berdiri sambil memakai helm fullface nya. Ia melihat Yasmine yang duduk di sebuah kursi panjang taman itu.
Jimmy menepuk bahu Arsen, " Buruan balik keburu hujan" ajak Jimmy.
"Lo duluan aja sama Ervan, gue masih ada urusan" jawab Arsen sambil menaikan retsleting jaket motornya.
"Gak mau kita tungguiin?" tanya Ervan.
"Duluan aja gue gapapa lagian urusan gue lama" Arsen masih menatap Yasmine dari kejauhan.
"Duluan ya" Jimmy dan Ervan bergegas pulang dengan anak anak Wolf yang lainnya.
Arsen menghidupkan motor sportnya, Ia melaju pelan ke arah Yasmine duduk. Arsen melepaskan helm fullface nya dan mengacak kasar rambut coklatnya. Yasmine menatap heran pada Arsen kenapa Arsen menghampirinya.
"Kenapa Sen?" Yasmine menatap wajah Arsen yang kusut.
"Lo ngapain? Belum di jemput?" Arsen duduk di sebelah Yasmine. Yasmine terkejut ketika Arsen duduk di sebelahnya. Karna Amel pernah cerita Arsen tidak suka duduk di sebelah perempuan. Yasmine meneguk saliva nya dengan kasar.
"Jemputan gue masih di jalan Sen" Yasmine melirik jam tangannya.
Arsen mengangguk pelan yang mendengar penuturan dari Yasmine, seketika Ia langsung teringat dengan foto yang ada di flashdisk Yasmine.
"Gue mau tanya sesuatu sama Lo?" Arsen menatap serius pada Yasmine.
"Tanya apa Sen?" Yasmine menatap bingung, seingatnya Ia tidak memiliki rahasia apa pun dengan Arsen.
"Kita cari tempat lain, gue gak mau ngobrol disini panas!" ketus Arsen.
"Kenapa gue malah enjoy banget sama dia. Gue kenapa sih?!" batin Arsen.
"Hmm yaudah tunggu supir gue datang dulu ya" jawab Yasmine. Tak lama Pak Hadi datang dengan mobil mewah berwarna hitam.
"Maaf Non saya telat" Pak Hadi menunduk di hadapan Yasmine.
"Gapapa pak, saya juga mau keluar sama temen saya. Bapak tolong bilangin sama Papa ya pak" pinta Yasmine.
"Apa Non pulangnya sampai malam? Saya takut kena marah sama Tuan Haris" ujar Pak Hadi.
"Kita cuma sebentar pak, gak lama" Arsen menatap serius Pak Hadi. Yasmine menatap Arsen dengan tatapan heran.
"Baik kalau begitu. Saya permisi Non" Pak Hadi langsung masuk ke dalam mobil.
Yasmine berdiri di samping Arsen yang tengah memakai helm fullface nya, "Kita mau kemana?" Yasmine menatap penasaran pada Arsen.
"Cafe aja" singkat Arsen.
Arsen melepaskan jaket hitamnya dan memberikannya pada Yasmine, "Pake! Jangan sampai paha Lo kelihatan!" ketus Arsen.
Wajah Yasmine bersemu merah mendengar ucapan Arsen, "I...Iya" Yasmine gugup di hadapan Arsen, Arsen tersenyum tipis.
Yasmine langsung naik ke atas motor sport berwarna merah itu, Ia memegang pundak Arsen.
Dua remaja itu membelah jalanan jakarta yang amat panas dan hiruk pikuk itu. Yasmine masih setia memegangi pundak Arsen, dan Arsen masih fokus pada perjalanannya.
Mereka sampai di sebuah cafe berwarna orange, Cafe yang di design untuk para remaja yang ingin bersantai, sesuai namanya Cafe yang bernama Sooni Hawaii ini terlihat seperti di Hawaii.
__ADS_1
Arsen memilih tempat duduk di sebelah kaca besar yang menghadap tepat pada sebuah taman bunga matahari. Yasmine masih melihat - lihat Cafe itu, Ia terlihat sangat antusias.
"Lo sering ke sini?" Yasmine meletak kan tas ransel di kursi sebelahnya.
"Iya ini Cafe tongkrongan geng gue" Arsen membuka menu book.
Yasmine baru sadar ketika Ia dan Arsen baru masuk semua pelanggan yang ada di Cafe ini menatap bingung dan sinis. Untuk pengunjung laki - laki menatap bingung, sedangkan pengunjung perempuan menatap sinis. Lagi - lagi Yasmine meneguk salivanya dengan kasar.
"Arsen sama siapa tuh?"
"Tumben banget sama cewe"
"Dasar cewe gatel berani banget deketin Arsen"
'Beruntung tuh cewe bisa jalan sama Arsen"
"Lagian cewe nya cantik cocok aja sih sama Arsen"
Begitulah suara pengunjung yang ada di Cafe itu melihat pemandangan itu.
Yasmine melirik ke arah para pengunjung, "Jadi mereka semua kenal sama Lo dong?".
Arsen mengangguki pertanyaan Yasmine. Yasmine menutup wajahnya dengan menu book Ia tidak ingin mendapat kata - kata kasar dari perempuan yang melihat sinis ke arahnya.
"Semua anak geng motor yang ada di Jakarta kalo nongkrong disini. Jadi gak heran kalo gaya mereka sama kaya gue pake motor sport, jaket geng motor atau helm fullface " jelas Arsen.
"Oh gitu. Jadi Lo mau nanya apa sama gue Sen?" Yasmine menatap wajah Arsen.
Arsen mendadak diam. Tujuannya untuk menanyakan foto pada Yasmine malah dirinya terbawa suasana dengan Yasmine.
"Lo mau minum apa?" Arsen terlihat kikuk di hadapan Yasmine.
Yasmine terkekeh melihat reaksi Arsen, "Orange juice aja Sen" jawab Yasmine.
"Oke" Arsen memanggil pelayan, "Mbak Orange juice nya dua ya" pinta Arsen.
Dua gelas Orang juice tiba di meja mereka. Arsen langsung mengambil Orange juice itu.
"Gue mau nanya tentang foto?" Arsen mengeluarkan flashdisk dan menyodorkan pada Yasmine.
"Foto?" Yasmine mengerutkan dahinya dan bernada bingung.
"Coba Lo lihat di flashdisk itu" Arsen menatap Yasmine. Yasmine mengeluarkan Lapotop dari ranselnya dan langsung memasangkan flashdisk itu ke Laptopnya.
"Foto yang ini?" Yasmine menghadapkan Lapyopnya ke arah Arsen.
"Iya, ini foto Lo?" Arsen menatap serius ke arah Yasmine.
"Iya ini foto keluarga gue. Yang ini gue, abang, papa sama alm. mama" jelas Yasmine.
Arsen menaik kan sebelah alis matanya, " Alm. mama? Nyokap Lo udah meninggal?" Arsen menaikan alisnya.
"Iya Nyokap gue udah meninggal. Alasan gue pindah ke Jakarta karna Nyokap udah ninggal dan Papa gue lebih milih tinggal di Jakarta" jelas Yasmine.
"Yang ini abang Lo?" Arsen menunjuk ke arah foto anak laki - laki yang berdiri di sebelah Yasmine.
"Iya ini abang gue, cuma beda satu tahun sama gue" Yasmine menarik segelas Orange juice ke arahnya.
"Setahun? Berarti sekarang masih kelas 3 SMA?" terka Arsen.
"Iya dia sekarang kelas 3 SMA" Yasmine masih meminum jus nya.
"Di Garuda?" Arsen menaik kan sebelas alisnya.
"Gak Sen abang gue di SMA Harapan Bangsa" jelas Yasmine.
Arsen seketika diam, Ia langsung menatap serius pada Yasmine.
"Harapan Bangsa? Siapa nama abang Lo?" Arsen penasaran dengan jawaban Yasmine.
__ADS_1
"Emang ada apa Sen? Kok Lo kelihatan kaget banget?" Yasmine menatap heran pada Arsen.
"Gue kasih tau sama Lo. SMA Garuda sama SMA Harapan Bangsa itu musuhan" Arsen menatap tajam pada Yasmine.
"Oh gitu" Yasmine hanya menjawab singkat pernyataan Arsen.
"Jadi siapa nama abang Lo Yas?" Arsen masih penasaran dengan abang Yasmine.
"Nama nya..." belum selesai Yasmine menjawab pertanyaan Arsen, handphone Yasmine berdering. Yasmine yang sadar langsung mengangkat panggilan itu.
"Hallo pa"
.......................
"Yasmine lagi sama temen Yasmine pa"
.......................
"Temen Yasmine cowo pa"
.......................
"Iya pa bentar lagi Yasmine pulang"
Yasmine langsung mematikan handphone nya dan memasukannya ke dalam saku bajunya. Arsen yang mendengar hal itu langsung menarik ranselnya.
"Ayo pulang Bokap Lo udah khawatir sama Lo" Arsen mengambil kunci motornya dari dalam saku celananya.
"Hmm iya Sen maaf ya" Yasmine menarik ranselnya.
"Gue yang harusnya minta maaf sama Lo karna udah buat bokap Lo khawatir sama Lo" Arsen berdiri di samping Yasmine.
"I..Iya Sen gapapa" Yasmine berjalan di sebelah Arsen.
Mereka berdua keluar dari Cafe itu. Mereke keluar dari pintu yang bertulisakan "Exit". Di sebelah pintu mereka ada sekumpulan laki - laki yang masuk ke dalam Pintu yang beruliskan "Into".
Sekumpulan laki - laki itu ada Black Devils, terlihat Miller berjalan paling depan di ikuti oleh anak buahnya.
Rey berjalan di samping Miller, Ia mengedarkan pandangannya ke arah luar Cafe Ia melihat Arsen musuhnya sedang berjalan berdua dengan seorang perempuan berseragam putih abu - abu.
Pengunjung dan para pelayan di Cafe itu tengah asyik membicarakan seseorang. Miller sangat terganggu dengan kebisingan suara mereka. Miller memanggil seorang pelayan perempuan.
"Mbak" tangan Miller memanggil pelayan perempuan itu.
"Iya mas" pelayan itu memegangi sebuah nampan.
"Ini kenapa Cafe ribut banget gak kaya biasanya" Miller menatap tajam.
"Tadi Arsen ketua Wolf ke sini sama cewe mas".
Miller menaik kan alisnya dan mengerutkan dahinya setahu nya Arsen musuh geng nya itu tidak memiliki pacar. Jangankan pacar, dekat dengan perempuan saja tidak mau.
"Cewe nya juga cantik mas, kaya nya itu pacarnya Arsen" tambah pelayan itu.
"Masih sekolah?" Miller semakin penasaran.
"Iya mas, cewe nya pakai seragam SMA" tutur pelayan itu.
Sesaat Miller terdiam, "Oh gitu... Saya pesan expreso dingin" ucap Miller.
"Baik mas".
Rey yang mendengar ucapan pelayan itu juga semakin penasaran dengan perempuan yang bersama Arsen, menurutnya perawakan tubuh perempuan itu tidak asing baginya tapi Ia tidak tahu siapa perempuan itu.
Bersambung
Don't forget to Vote, Like and Comment🌻
Author tunggu❤
__ADS_1