
Happy *Reading All*๐
*Arigatou*.
" Tidak ada yang berubah sedikit pun dari dari mu, surai rambut mu, manik mata mu dan wajah sendu mu masih tetap sama. Hanya saja kau semakin cantik dan menawan "
Arsen Atmanegara
5 tahun kemudian
Sudah 5 tahun Yasmine menghabiskan hari - hari nya tanpa Arsen. Rindu, benci, dan gelisah selalu menghantui perasaan Yasmine. Pernah suatu ketika Ia berusaha mencari keberadaan Arsen namun Miller melarang nya.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan semua berganti menjadi tahun Yasmine memilih untuk melupakan nya, bukan karena tidak cinta namun Ia tak tahu harus mencari Arsen dimana, jika kedua sahabat nya gagal mencari Arsen apalagi diri nya.
Sudah 5 tahun sahabat - sahabat Arsen pun sudah memilih jalan nya masing - masing. Jimmy dan Sandra sudah menikah dan bahkan kabar nya Sandra sedang hamil anak Jimmy. Ervan dan Amel sedang menjalani masa - masa indah dari berpacaran. Kenan dan Selena baru saja melaksanakan acara tunangan mereka di Korea. Alex dan Kevin kedua lelaki itu sedang sibuk dengan usaha distro mereka yang sedang naik daun.
Yasmine turut bahagia akan keberhasilan mereka saat ini, dan kini Ia Yasmine bukan hanya anak dari seorang Haris Atmadja. Ia sudah menjadi seorang Designer dan memiliki toko butik elite yang ada di Jakarta. Miller, apa kabar dengan Miller? Kini Miller tengah mengurus perusahaan Papa nya dan sedang mengurus rencana akan melamar Diana yang sedang kuliah di Amerika. Diana mendapatkan beasiswa dan mau tak mau Miller harus menunggu kepulangan Diana dari Amerika.
Kini mereka tengah berkumpul di sebuah Restaurant mahal yang ada di Jakarta. Walaupun mereka telah dewasa dan sibuk dengan urusan masing - masing mereka masih sering berkumpul untuk menanyakan kabar serta melepaskan rindu. Kali ini mereka memilih berkumpul untuk melepas rindu dengan Jimmy dan Sandra yang baru pulang dari Italia.
"Yas... " seru Sandra yang sedang duduk di sebelah Jimmy.
"Iya San?" Yasmine menoleh ke arah Sandra yang tengah mengusap perut nya yang mulai membesar.
"Lo ngelamun?" tanya Sandra.
"Ah gak kok San" elak Yasmine, Sandra hanya tersenyum melihat ekpresi Yasmine.
"Yas udah 5 tahun sejak hilang nya Arsen, apa lo masih milih untuk nunggu dia?" sambung Jimmy.
"Iya Yas udah 5 tahun kita kehilangan kabar dia Yas, apa lo masih berharap sama Arsen?" tambah Ervan yang melirik ke Yasmine.
Yasmine tersenyum tipis, "Gue juga gak tahu ada rasa rindu dan benci di hati gue" jelas Yasmine Ia menghela nafas nya dengan kasar.
"Tapi gue percaya Yas kalo Arsen bakal kembali ke Indonesia" timpal Kenan yang duduk di samping Selena.
" Maybe " Yasmine mengangkat bahu nya acuh.
"Tapi gak semua wanita mau nunggu 5 tahun demi orang yang gak jelas keberadaan nya!" sarkas Amel dengan wajah kesal nya.
Sandra dan Selena mengangguki pendapat Amel, "Bener yang di bilang Amel" balas Selena.
"Berdoa aja si Bos pulang ke sini" ujar Kevin yang mengambil sebatang rokok yang akan Ia hisap nikotin nya.
"Lo kalo mau ngerokok di luar sana, Istri gue lagi hamil!" bentak Jimmy yang memelototi Kevin.
__ADS_1
"Iya maaf Jim galak amat sih" sungut Kevin, mereka tertawa melihat situasi yang tidak pernah berubah semenjam mereka tamat dari bangku SMA.
"San udah berapa bulan?" Amel ikut mengusap perut Sandra.
"Baru 4 bulan Mel" Sandra tersenyum ke Amel.
"Gue gak nyangka dari kita semua yang duluan nikah Jimmy sama Sandra" ucap Amel.
"Padahal lo berdua sempet kaya orang gak kenal gitu" kekeh Amel.
"Semua itu butuh waktu buat hubungan Mel" jelas Jimmy.
~
Derap langkah kaki seseorang terdengar sangat tenang. Laki - laki itu berjalan dengan perlahan, Ia menekan tombol lift menuju lantai 20. Seorang pria tampan, tinggi dan sangat dingin. Tubuh tinggi nya mengenakan kemeja putih panjang dan di balut dengan mantel berwarna coklat mustard di tambah dengan sebuah syal navy yang melilit leher panjang nya.
Pria itu sebelum nya berhenti di meja resepsionis dan menanyakan seseorang dimana keberaadan nya di Restaurant mahal ini dan Ia langsung menuju lantai 20 setelah resepsionis itu memberitahu nya.
Ia menghela nafas nya dan memejamkan mata nya untuk sesaat. Ia menghentakan kaki nya lantai untuk menghilangkan rasa takut nya, Ia masuk ke dalam ruangan yang sudah ramai.
"Aku kembali... " ucap nya denga suara berat khas milik nya. Mereka yang semual saling bercanda satu sama lain menoleh pada suara yang mereka kenal. Semua mata yang berada dalam ruangan itu terbelalak kaget melihat siapa yang datang, apalagi Yasmine.
"Gak mungkin" Amel menutup mulut nya seolah tak percaya.
"Sen... " lirih Ervan.
Jimmy menatap datar pada pria yang memasukan tangan nya dalam saku mantel nya. Yasmine terdiam akan kehadiran pria itu, mata nya mulai memanas, kepala nya memutar kembali kenangan - kenangan masa lalu nya di masa SMA.
"Arsen..." suara Yasmine berubah menjadi berat, dada nya terasa sesak dan cairan bening lolos dari mata sendu Yasmine.
"Yasmine... " lirih mereka semua sambil menoleh ke arah Yasmine.
Mata Yasmine menangkap sebuah syal yang melilit leher Arsen, Ia ingat jika itu adalah hadiah ulang tahu Arsen dari nya.
" Syal itu" Yasmine menutup mulut nya seolah tak percaya.
"Lo kemana aja?!" desis Jimmy kali ini Ia melihat Arsen bukan sebagai sahabat nya melainkan melihat nya sebagai orang asing.
"Dengan gampang nya lo pergi terus lo balik ke sini?!" bentak Jimmy.
"Segitu gak berarti nya gue dan Ervan sebagai sahabat lo Sen?".
Bugh
Jimmy membogem wajah Arsen dengan pukulan yang kuat. Mereka semua terkejut dengan pukulan Jimmy.
__ADS_1
"Jimmy!" bentak Sandra.
"Jim tenang inget istri lo lagi hamil" lerai Kenan.
Ervan hanya diam membeku melihat Arsen yang tersungkur ke lantai. Padahal Ervan sangat akrab dengan Arsen namun Ia masih tidak percaya dengan apa yang Ia lihat.
Alex dan Kevin membantu Arsen berdiri karena terjatuh ke lantai, "Bos gapapa?" tanya Kevin. Arsen menganggukan kepala nya pelan.
Arsen, dia lah Arsen pria yang selama ini menghilang ibarat di telan bumi dan sekarang Ia menampakan diri nya di depan orang - orang terdekat nya. Yasmine terkejut bukan main, Yasmine berjalan mundur untuk menjauh dari Arsen walau hati nya benar - benar merindukan Arsen tetapi pikiran nya menolak untuk memaafkan Arsen.
Air mata nya turun sangat deras membasahi kulit pipi nya yang putih. Yasmine berjalan ke depan seakan ingin mendekati Arsen hingga tangan kanan nya terangkat ke atas.
Plakkk
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Arsen, "Brengsek...!" teriak Yasmine.
Arsen masih memegangi wajah nya yang terasa sakit karena tamparan Yasmine namun Ia tidak marah akan apa yang di lakukan oleh Yasmine.
"Yasmine..." lirih Arsen, mata nya terus memandangi Yasmine yang masih menangis.
"Kenapa kamu pulang ke sini? Kenapa?!" teriak Yasmine yang masih tak percaya dengan situasi yang terjadi saat ini.
Arsen masih diam menatap Yasmine tidak pernah Ia melihat Yasmine sehiteris ini, tapi menurutnya wajar jika Yasmine seperti ini. Arsen berjalan cepat ke arah Yasmine dan langsung memeluk nya dalam dekapan nya.
"Maaf... " lirih nya sambil terus mengelus kepala Yasmine.
Yasmine meronta - ronta dalam pelukan nya, "Lepas! Lepasin aku!" ronta Yasmine.
Arsen semakin erat memeluk Yasmine, "Aku benci sama kamu! Benci!" teriak Yasmine yang masih menangis histeris dalam pelukan Arsen.
"Maaf Yasmine... ".
"Aku sayang sama kamu".
"Ini bukan keinginan aku tinggalin kamu sendirian" lirih Arsen.
Yasmine melepaskan pelukan nya dari Arsen, "Kalo memang kamu beneran sayang sama aku gak mungkin kamu kaya gini" Yasmine mendongakan kepala nya.
Yasmine mengambil tas nya, "Yas lo mau kemana?" tanya Amel.
Yasmine berjalan keluar pintu namun Ia berhenti, "Tidak semua hal bisa kembali seperti semula" sinis Yasmine pada Arsen.
Arsen sudah kembali dari pergi nya, namun seperti nya Yasmine masih belum bisa menerima Arsen. See U in the next chapter yaa.
Jangan lupa like, vote and comment's
__ADS_1