
Happy Reading All 😊
Arigatou.
Kini Miller tengah duduk si sebuah kursi yang ada di basecamp nya. Rey duduk di hadapan Miller, Ia menunduk bersalah karena telah membuat Yasmine menangis karena tindakan nya.
"Gue serahin adek gue ke lo bukan berarti dia harus jadian sama lo!" Miller menggebrak meja yang ada di hadapan nya. Semua anak buah Black Devil's juha ikut tertunduk seperti Rey namun mereka berdiri.
"Kalo adek gue gak suka jangan di paksa!".
"Kalo lo emang gak mau jaga adek gue masih ada David sama Zack yang bersedia!" bentak Miller sembari menatap tajam pada Rey yang tertunduk di depan nya.
"Maaf Mill... " lirih Rey.
Miller mengacak rambut nya frustasi, "Keluar lo semua!" perintah Miller, mereka termasuk Rey langsung keluar dari basecamp.
"Arghhhh..... " Miller mengerang menahan amarahnya. Belum selesai masalah adik nya dan Diana kini Rey malah berulah.
"Sialan!" geram Miller.
Miller beranjak dari duduknya dan menarik kunci motor sportnya. Ia berlari kecil keluar dari basecamp nya. Tujuan nya kali ini untuk mencari Diana. Sudah seminggu sejak kepergian Diana yang sangat tiba - tiba.
"Lo berdua ikut gue sekarang!" Miller menunjuk David dan Zack yang tengah duduk di sebuah sofa.
"Oke Bos" jawab David.
"Dan lo! Renungin apa kesalahan lo!" Miller menunjuk dahi Rey dengan jari telunjuk nya.
"Iya Mill... ".
Miller langsung menaiki motor sport nya, Ia melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi. Sekitar 10 menit perjalan mereka sampai di sebuah Cafe, Cafe tempat Diana bekerja dulu.
Miller membuka pintu kaca Cafe dan segera memasuki nya. Pelayan yang berbicara dengan Miller waktu itu langsung memberikan kode pada Diana yang berdiri di pintu belakang untuk bersembunyi, segera pelayan itu menghampiri Miller dan kedua teman nya.
"Mau pesen apa mas?" tanya pelayan.
Miller masih celingak - celinguk, "Ah iya saya pesen expresso " jawab Miller.
"Mas nya pesen apa?" pelayan itu bertanya pada David dan Zack.
"Samain aja mbak" David tersenyum pada pelayan itu.
"Jadi kita kesini cuma buat minum expresso ?" tanya Zack.
"Engga" bantah Miller dengan nada ketus nya.
"Terus apa? Cari Diana?" sambung Diana yang melirik ke Miller.
"Iya gue mau cari Diana" jawab Miller frustasi.
"Kemaren kita udah ke rumah nya dan gak ada respon kan dari rumah nya Mill" ujar David.
"Tapi gue yakin kalo Diana masih di sini" suara Miller mulai melemah.
"Lo udah coba cari ke sekolahan nya?" tanya Zack.
"Udah gue cari dan mereka bilang kalo Diana udah pindah" Miller mengacak rambut nya frustasi.
"Gue harus cari kemana lagi?" lirih Miller.
__ADS_1
Zack mengusap kasar punggung Miller, "Semua butuh waktu Mill".
Pelayan itu datang dan membawa pesanan mereka. Ia meletakan tiga gelas expresso di meja.
"Mbak apa benar kalo Diana udah pindah?" tanya Miller dengan wajah yang berharap.
"Saya kurang tahu mas, kalo gitu saya permsi mas" pelayan itu undur diri dari hadapan mereka. Pelayan itu menuju pintu belakang Cafe, "Dia selalu cari kamu Na, apa kamu gak. mau ketemu sama dia?".
"Engga mbak aku udah gak mau ketemu dia lagi" ujar Diana sambil memegangi gitar putih nya. Kurang lebih 15 menit mereka bersantai di Cafe mereka memilih pulang. Diana keluar dari persembunyiannya. Ia hanya menatap punggung Miller yang mulai menghilang.
"Gue harap kita bahagia dengan cara kita sendiri Mill" gumam Diana.
~
Yasmine bersandar pada kursi meja belajarnya. Ia memikirkan kejadian kemarin dimana Arsen tiba - tiba muncul ketika dirinya di tekan oleh Rey.
"Kenapa Arsen bisa di situ?".
"Dan gue kira Arsen bakal ngomong sama gue".
"Ternyata cuma kaya gitu aja"
Yasmine sedikit kecewa dengan harapan nya. Ia pikir Arsen akan berbicara pada dirinya atau bahkan mengantar nya pulang namun semua harapan itu sirna. Arsen malah lebih memilih menelfon Miller untuk menjemput diri nya di Cafe itu.
Ting
Ting
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Yasmine yang ada di hadapan nya, mata nya mulai membelalak ketika pesan itu berasal dari orang yang Ia rindukan, Arsen.
Arsen Atmanegara
"Yas lo bisa keluar sebentar gak? Ada yang mau gue omongin sama lo?".
Ia menuruni anak tangga rumah nya dengan berlari kecil, "Bi bilang sama bang Miller kalo Yasmine keluar sebentar".
"Non mau kemana?" tanya pembantu nya.
"Saya mau ketemu Arsen Bi" Yasmine langsung berlari.
"T - tapi Non... "
"Udah gapapa Bi" Yasmine langsung menutup pintu rumah nya.
~
Akhirnya Yasmine tiba di tempat yang di janjikan oleh Arsen, "Arsen belum datang?" lirih Yasmine.
Dari arah belakang tempat Yasmine berdiri ada seseorang yang tengah mengintai dirinya, "Bagus lo masuk ke jebakan gue" laki - laki itu memasang tudung hoodie nya.
"Arsen mana ya? Apa dia cuma ngerjain gue?" gumam Yasmine.
Ketika hendak menelfon Arsen dari arah belakang ada yang memukul tenguk Yasmine dan membuat Yasmine pingsan dengan segera laki - laki itu membopong Yasmine untuk masuk ke dalam mobil nya.
~
Miller tiba di rumah dengan wajah frustasi nya, "Bi Yasmine mana?" Miller merebahkan tubuh nya di sofa.
"Maaf Den, Non Yasmine dari tadi siang pergi keluar tapi belum pulang Den" ujar Bibi dengan ketakutan.
__ADS_1
"Apa?! Kenapa Bibi izinin?!" bentak Miller.
"Maaf Den..." lirih Bibi.
Miller langsung mengambil kunci motor nya dan langsung menuju rumah basecamp Arsen.
"Kumpulin anak - anak dalam sepuluh menit buat ke markas Wolf! Sekarang!" perintah Miller pada Rey dalam sambungan telfon nya.
Miller memakai helm fullface nya, "Brengsek!".
Kini Arsen dan lain nya tengah berkumupul di basecamp. Arsen tengah bermain billyard bersama Jimmy dan Kenan.
"Gimana kemaren? Udah baikan?" tanya Jimmy yang tengah membidik bola yang ada di hadapan nya.
"Engga" jawab Arsen dengan ketus.
"Kalo lo gak mau kalah sama Rey buruan rebut balik" ujar Kenan.
"Gue lagi - " belum selesai Arsen berbicara, Miller sudah masuk ke dalam basecamp milik nya.
Bugh
Miller melayangkan sebuah tinjuan pada wajah Arsen, bibir Arsen mengeluarkan darah segar yang cukup banyak.
"Apa - apaan lo brengsek!" sarkas Arsen.
"Lo bawa kemana adek gue sialan!" Miller mencengkram baju Arsen.
"Maksud lo apa?!" bentak Arsen.
"Alah alesan aja lo! Mana ada gue?!" gertak Miller.
"Gua gak ada apa - apa sama Yasmine!" Arsen menghempaskan Miller dari hadapan nya.
"Cari di seluruh basecamp ini! Cepat!" perintah Miller pada anak buah nya.
Setelah mencari hasilnya nihil mereka tidak menemukan Yasmine dimana pun, "Maksud lo apa nanya Yasmine sama gue? Gue gak ada ketemu sama Yasmine kecuali kemaren!" jawab Arsen dengan penekanan.
"Pembantu gue bilang kalo adek gue ketemuan sama lo dari siang. Dan sekarang dia belom balik!" jawab Miller.
"Gue gak ada suruh dia buat ke sini atau apapun" bantah Arsen.
Miller membelalakan mata nya, "Yasmine hilang" lirih Miller.
Arsen mengerutkan dahi nya, "A - apa? Hilang?".
Arsen mencengkram kerah baju Miller, "Bukan berarti gue putus sama dia lo lalai sebagai abang! Cari cewe gue brengsek! Cari" Arsen mendengus tajam pada wajah Miller.
Bugh
Arsen menghajar Miller hingga membuat Miller tersungkur. Arsen berubah menjadi sosok yang brutal, "Kemana cewe gue?!" Arsen menindih badan Miller segera Ia membogem Miller.
Ervan menarik Arsen untuk menjauh dari Miller, "Lo gila ya?! Bisa mati dia!" bentak Ervan.
"Lo jangan gegabah Sen!" Jimmy menahan badan Arsen.
"Gue tahu dimana Yasmine" ucap Kenan. Ia baru saja menerima sebuah pesan yang mengatakan jika pesan itu tahu dimana keberadaan Yasmine sekarang.
Mereka semua menoleh pada Kenan, "Buruan kasih tahu!" bentak Arsen pada Kenan, namun Kenan malah mengerutkan dahi nya seolah tak percaya.
__ADS_1
So siapakah yang menculik Yasmine? Kalo penasaran di sini aja :v. See U in the next chapter
Jangan lupa like, vote and comment's ♡