ARSEN

ARSEN
Pengakuan


__ADS_3

Seorang gadis berbalut dress berwarna navy sedang merias dirinya di depan cermin persegi. Polesan lipstik berwarna pink terlihat indah di bibirnya, rambut hitam panjang tergerai indah dengan jepit rambut yang menempel pada rambut hitamnya.


Sesekali Ia mengedipkan matanya untuk membiasakan dengan balutan maskara yang membalut bulu matanya, Ia tersenyum manis di depan hadapan cerminnya, "Cantik" gumam Yasmine.


Yasmine berjalan dengan pelan untuk menuruni anak tangga rumahnya sambil membawa sebuah kotak hitam dengan pita putih yang mengikat kotak itu.


Yasmine melewati Haris yang sedang bersantai sambil menonton televisi, "Udah mau berangkat dek?" Haris mematikan televisi.


"Iya Pa, Yasmine pergi dulu ya Assalamualaikum" Yasmine mencium tangan kanan Haris.


"Walaikumsalam, nanti Pak Hadi nunggu kamu ya disana".


"Iya Pa".


-


Selama dalam perjalanan Yasmine tersenyum sambil mengusap kotak hadiah untuk Arsen, Pak Hadi terus memperhatikan anak majikannya dari kaca yang menggantung di depannya.


"Lagi senang ya Non?" Pak Hadi ikut tersenyum sambil melihat ke arah Yasmine.


"Hehe iya pak" kekeh Yasmine, Ia terus saja mengusap lembut kotak hadiah itu.


Akhirnya mereka sampai di sebuah gedung putih yang mana di tempat itulah acara ulang tahun Arsen akan di rayakan. Yasmine keluar dari dalam mobil, Ia melangkahkan kakinya menuju aula.


Mata Yasmine tak henti - hentinya takjub dengan dekorasi pesta Arsen. Warna yang di dominasi dengan warna putih terlihat sangat elegan dan mewah. Di dalam aula itu berisi orang penting - penting seperti kolega dari perusahaan Arsen dan keluarga terdekat Arsen.


"Yasmine!" seru Amel yang berdiri di sebelah Ervan.


Yasmine menoleh ke arah sumber suara dan langsung ikut bergabung dengan yang lainnya. Amel dan Sandra terlihat takjub dengan penampilan Yasmine malam ini.


"Lo cantik banget Yas" puji Amel dengan wajah yang sangat kagum.


Yasmine tersenyum, "Lo juga cantik Mel, Sandra juga".


"Lo kenapa gak mau di jemput sama Kenan aja Yas?" tanya Ervan.


"Gue gak mau repotin Kenan Van".


"Oh iya Kenan sama yang lain belum datang?" Yasmine terlihat mencari sosok mereka.


"Belum Yas, Kenan masih jemput Selena" jawab Jimmy.


"Nah itu Kenan" ucap Amel sambil menunjuk ke arah Kenan dan lainnya.


Mereka semua menatap bingung pada Kenan yang berjalan dengan Alex dan Kevin, tidak ada Selena di antara mereka.


"Selena mana Ken?" tanya Jimmy sambil menyentuh bahu Kenan.


"Dia gak mau gue jemput, dia bilang dia pergi sama orantuanya" jawab Kenan santai.


"Oh gitu" Ervan mengangguki jawaban Kenan.


"Lo bawa kado gak? Jangan numpang makan aja lo" kekeh Ervan sambil merangkul Alex dan Kevin.


Alex dan Kevin melengos malas, "Sembarangan aja lo gue bawa kado kali" jawab Alex dengan nada kesal.


Dari atas panggung berdiri seorang pemuda yang di dampingin kedua orantuanya dialah Arsen dan kedua orangtuanya. Arsen terlihat sangat tampan dan elegan, Ia mengenakan kemeja putih yang berbalut dengan jas berwarna hitam. Mata cokelat Arsen semakin.memperindah wajah blasterannya. Yasmine terpesona dengan ketampanan Arsen kali ini, biasanya mungkin hanya melihat Arsen dengan seragam dan kaos saja.


"Selamat malam para hadirin yang berbahagia, malam ini kita akan merayakan pesta ulang tahun Tuan muda Arsen Atmanegara anak tunggal CEO Atman Corp dan untuk seterusnya Tuan muda Arsen akan menjadi penerus Atman Corp untuk menggantikan ayahnya di kemudian hari. Dan untuk wanita cantik yang berdiri di sisi kiri Tuan muda Arsen adalah ibunya, Nyonya Tania Wijaya. Nah langsung saja kita mulai acara kita malam ini dengan memotong kue ulang tahun".


Arsen memegang sebuah pisau plastik di tangan kanannya, dengan tenang Ia memotong kue ulang tahun dua tingkat berwarna putih itu. Ia mengambil sepotong kue ulang tahunnya dan meletakannya pada piring alumunium di sisi kanannya.


"Untuk suapan pertama saya hadiahkan untuk Mama saya yang sudah melahirkan saya ke dunia ini dan Wanita yang dengan sabar merawat saya dari kecil sampai sekarang ini" Arsen menyuapkan potongan kue itu ke mulut Tania.


"Terima kasih nak" Tania memeluk erat tubuh Arsen.

__ADS_1


"Terima kasih juga untuk Mama yang selalu ada untuk Arsen" Arsen mengusap punggung Tania, semua tamu undangan bertepuk tangan termasuk Yasmine yang turut bahagia menyaksikan hal itu.


"Untuk suapan kedua saya hadiahkan untuk Papa saya, terima kasih sudah mendidik saya menjadi pria yang bertanggung jawab dan berani" Arsen menyuapkan potongan kue kepada Bram.


"Terima kasih nak" Bram memeluk Arsen, "Sama - sama Pa" Arsen membalas pelukan Arsen.


Para tamu undangan, anggota Wolf dan lainnya bertepuk tangan dengan riuh untuk acara pertama ini. Dari arah luar pintu aula, Selena dan kedua orangtuanya berjalan masuk dengan angkuh.


"Om Ivan?" Ervan agak terkejut dengan kedatangan Papa Selena.


"Ervan? Sudah lama kita gak bertemu ya? Apa kabar Papa sama Mama kamu?" Ivan menatap sinis pada teman - teman Ervan.


"Baik om" Ervan sedikit menunduk. Amel menatap aneh pada Ervan yang melunak pada Papa Selena


"Jimmy? Begini sambutan kamu dengan kami Jimmy?" seru Eva, Mama selena sambil melepaskan kaca hitamnya.


"Tante" Jimmy menyalami tangan Eva, Sandra yang berdiri di samping Jimmy hanya terkekeh.


"Kalau gitu kami kesana duluan ya" Ivan beserta anak istrinya menuju ke arah Arsen sedang berdiri.


Arsen menatap sinis pada kedatangan orangtua Selena, "Saya ucapkan terima kasih kepada teman - teman saya Wolf yang sudah hadir pada pesta saya dan seluruh tamu undangan yang hadir" Arsen tersenyum tipis.


Arsen menoleh ke arah Yasmine yang sedang berdiri di dekat meja makanan, "Dan saya sangat senang karena seseorang yang sangat spesial hadir dalam ulang tahun saya" Arsen membungkukan sedikit tubuhnya untuk menghormati Yasmine.


"Cie Yasmine" Amel menyenggol pinggang Yasmine.


"Apaan sih Mel" wajah Yasmine bersemu merah.


Selena naik ke atas panggung dan memberikan kadonya untuk Arsen, "Selamat ulang tahun Honey" Selena mengenggam tangan Arsen.


"Thank's Sel" Arsen melepaskan genggaman tangan Selena. Di susul anggota Wolf dan lannya mereka naik ke atas panggung untuk memberikan hadiah.


"Happy birthday ya Sen" Ervan memeluk Arsen.


"Thank's ya Jim Van udah jadi sahabat gue dari kecil sampai sekarang, Thank's banget" terlihat jelas jika Arsen begitu menyanyangi sahabatnya begitulah pandangan Yasmine saat ini.


"Selamat ulang tahun Bro" Kenan bertos ria ala anak motor.


"Happy Birthday ya Bos" Alex dan Kevin kompak memeluk Arsen.


"Makasih juga buat kalian yang udah setia sama Wolf, gue bangga sama kalian".


"Arsen selamat ulang tahun ya" Amel memeluk dengan gaya santai pada Arsen.


"Makasih Mel".


"Happy birthday ya Sen" Sandra tersenyum pada Arsen.


"Makasih San".


Kini giliran Yasmine untuk mengucapkan selamat pada Arsen, "Selamat ulang tahun Arsen" ucap Yasmine sambil memandangi wajah Arsen dari sebalik lampu panggung.


"Makasih ya Yas, gue seneng lo datang. Kehadiran lo adalah hadiah untuk sweet seventeen gue" Arsen tersenyum hangat pada Yasmine.


"Ini buat lo semoga suka ya" Yasmine menyerahkan kotak hitam itu pada Arsen. Tangan kekar Arsen membuka kotak itu dengan perlahan dilihatnya ada sebuah syal berwarna navy. Arsen tersenyum sambil menoleh perlahan ke arah Yasmine, "Makasih ya Yas, gue suka". Yasmine tersenyum dan langsung turun dari atas panggung, Selena yang dari tadi memperhatikan keakraban antara Arsen dan Yasmine terbakar api cemburu.


"Awas aja lo Yas" geram Selena.


"Untuk acara kedua adalah Dansa, silahkan para tamu undangan menikmati pesta ini dengan pasangan Anda".


Selena berdiri di samping Arsen, namun Arsen malah mengabaikan Selena yang menunggu ajakan dansa dari Arsen.


Arsen turun dari atas panggung dan bergabung pada teman - temannya. Arasen berjalan dengan tenang, mata tajamnya terus memperhatikan Yasmine tanpa berkedip sedikit pun.


"Mau dansa dengan ku?" tangan Arsen meminta persetujuan dari Yasmine. Mereka terkejut dengan ajakan Arsen yang tiba - tiba.

__ADS_1


Yasmine mengangguk pelan dan meletakan tangan kanannya pada tangan kekar Arsen, "Ayo" ajak Arsen.


Jimmy menoleh ke arah Sandra, "Kamu mau dansa sama aku?" tanya Jimmy.


Sandra menunduk, "Aku gak bisa dansa" Sandra hendak pergi namun di tahan oleh Jimmy.


"Aku mohon sama kamu" lirih Jimmy.


Sandra terlihat bingung dan ragu "Hmm iya" tangan Jimmy langsung menarik tangan Sandra, begitupun Ervan dan Amel mereka sudah memulai dansa.


Yasmine meletakan tangannya di pinggang Arsen, begitu pula Arsen meletakan tangannya di pinggang Yasmine.


"Vanavond ben je heel mooi" (Malam ini kamu sangat cantik) ucap Arsen di telinga kanan Yasmine.


Yasmine sedikit terkejut dengan ucapan Arsen, "Je bent ook erg knap" (Kamu juga sangat tampan)" balas Yasmine.


Mendengar hal itu Arsen menarik Yasmine untuk semakin dekat dengannya, "Ik hou van je" (Aku mencintai mu) Arsen mendekatkan hidungnya pada hidung Yasmine.


Yasmine terkejut mendengar pengakuan Arsen, "Meen je dat?" (Apa kamu serius)?" Yasmine sedikit menaikan suaranya.


"Benar, Aku cinta sama kamu Yas" tangan kekar Arsen memegang erat pinggang Yasnine, Ia semakin mendekatkan wajahnya pada Yasmine hingga nafas mereka beradu.


Yasmine menarik nafasnya begitu dalam, "Aku juga cinta sama kamu Sen" Yasmine juga semain mendekatkan dirinya pada Arsen.


"Aku mau kamu selalu di samping aku Yas, aku juga akan selalu di samping kamu" Arsen memejamkan matanya, hatinya berkecamuk kala mengucapkan hal itu.


"Aku mau, aku mau berdiri di sisi kamu Sen. Aku mau menjadi lentera ketika kamu tersesat, Aku mau menjadi wanita yang kamu butuhkan ketika kamu sedih" lirih Yasmine yang hampir menitkan air matanya.


"Aku juga mau menjadi penguat hati kamu Yas, biarkan aku jadi pelindung kamu Yas"balas Arsen lebih intens.


Di samping itu Jimmy dam Sandra masih berdansa Sandra mengikuti langkah kaki Jimmy, "Gimana kabar kamu?" lirih Jimmy.


Sandra bingung dengan pertanyaan Jimmy, "Setiap hari kamu ketemu aku apa kamu gak bisa lihat?!" sungut Sandra.


"Gimana kabar kamu setelah jauh dari aku? Apa sudah ada yang mengisi hati kamu San? Kabar ku buruk San, benar - benar buruk" lirih Jimmy yang terlihat sangat putus asa.


Sandra hanya diam sambil mengikuti langkah kaki Jimmy, "Aku masih cinta sama kamu San, gak pernah sedikit pun perasaan aku berubah ke kamu San" Jimmy mendekatkan wajahnya pada Sandra.


Hati Sandra terenyuh mendengar pengakuan Jimmy, "Apa kamu masih cinta sama aku San?" Jimmy membelai wajah Sandra dengan lembut.


Sandra terlena dengan sentuhan Jimmy sampai tanpa sadar Sandra menjawab pertanyaan Jimmy dengan rintihan suaranya.


"Aku masih cinta sama kamu Jim, tapi luka yang kamu kasih ke aku gak bisa sembuh" Sandra memeluk Jimmy dengan erat. Untuk sesaat mereka terdiam, Sandra meluapkan keluh kesahnya saat ini, Jimmy dengan sabar menerima semua keluhan Sandra.


"Aku gak pernah ada niat untuk lukai kamu San, itu salah paham" jelas Jimmy.


Sandra melepaskan pelukannya dan menatap kosong pada Jimmy, "Kamu bilang salah paham?! Bohong itu semua bohong aku sendiri yang lihat kejadian itu Jim. Jelas - jelas kamu berduaan sama Mita Jim" Sandra mulai menitikan air matanya, Ia langsung berlari pergi meninggalkan acara dansa itu. Kenan dan lainnya menatap bingung pada Jimmy dan Sandra.


"Jadi gimana? Apa kamu mau jadi pacar aku Yas?" Arsen menatap dalam pada mata Yasmine.


Yasmine teesenyum, "Aku mau Sen, aku mau jadi pacar kamu" Yasmine langsung memeluk Arsen dengan erar. Arsen membelai rambut hitam Yasminen dan mencium puncak kepala Yasmine, "Aku sayang sama kamu Yas" lirih Arsen.


Selene menggeram kesal setelah melihat Arsen dan Yasmine berpelukan, "Kurang ajar" Selena mengepal tangan kanannya.


Kenan berdiri di samping Selena, "Lo jangan pernah cemburu sama seseorang! Ingat Arsen gak pernah cinta sama lo".


Selena mendengus kesal, "Brengsek!" geram Selena.


Kenan tersenyum dan melepaskan jasnya. Ia menutup tubuh Selena menggunakan jas nya, "Diluar dingin, gue kasihan sama lo karena gak ada yang peduli sama lo" Kenan pun berlalu meninggalkan Selena.


Jangan lupa like, komen dan vote ya kak😊 Author ucapkan terima kasih pada kakak - kakak yang always stay di novel saya😚.


Aurthor sayang semua sam reader's yang setia dan sabar pada novel Arsen :)


Dukung author terus ya kak🌻.

__ADS_1


__ADS_2