
Yasmine hanya menunduk saat sedang sarapan dengan Haris dan Miller. Sejak tadi malam Ia hanya menunduk jika berpapasan dengan Miller. Yasmine hanya mengaduk - aduk sarapannya tanpa memakan sedikit pun sarapannya itu.
Haris melihat Yasmine yang hanya diam dan mengaduk - aduk sarapannya, lain hal nya dengan Miller laki - laki itu hanya acuh tak acuh saja, sejak tadi malam mereka berdua hanya diam saja.
"Sarapannya kok di aduk - aduk aja dek? Di makan dek" ujar Haris.
"Hmmm..." hanya satu kata itu saja yang keluar dari mulut Yasmine, entahlah saat ini mood Yasmine sangat buruk. Ia tidak bisa menyalahkan Miller karena tujuan Miller yang sebenarnya adalah demi kebaikan dirinya.
"Makan!" Miller menaikan nada suaranya, mata elangnya terus menyorot tajam ke arah Yasmine.
"Iya bang" lirih nya, kemudian Yasmine memakan sedikit sarapannya. Yasmine melirik ke arah Miller, laki - laki itu hanya diam tanpa peduli dengan tatapan Yasmine. Sampai sekarang pun Miller masih sangat kesal karena kelakuan Yasmine.
"Buruan! Ntar telat!" Miller langsung berdiri dan menarik jaket motor nya dengan kasar. Haris hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Miller, begitulah Miller apabila mood nya sedang buruk segala hal akan Ia kasari.
"Kalo gitu Yasmine berangkat ya Pa" Yasmine mencium tangan Haris untuk pamit berangkat sekolah.
~
"Ingat Yasmine! Jangan kamu kira abang gak di sini kamu macem - macem! Jangan mau di deketin sama cowo siapa pun itu!" Miller menatap tajam ke arah Yasmine, Ia hanya menunduk takut.
"Iya bang" Yasmine membalikan badannya dan memilih masuk ke dalam kelas. Miller masih duduk di atas motor sportnya, "Apa gue terlalu berlebihan sama Yasmine? Gue lakuin ini semua karena gue gak mau kalo adek gue kecewa sama cowo brengsek di luar sana".
Yasmine menghela nafasnya dengan kasar kaki panjangnya melangkah dengan pelan namun gontai karena melamun Ia tidak sadar jika di hadapannya ada seseorang.
"Akhhh..." Yasmine meringis karene dahinya membentur dada bidang seseorang, "Arsen..." suara Yasmine melemah di hadapan Arsen.
"Kamu kenapa?" Arsen menyentuh dahi kekasihnya itu, "Sakit?" hanya kata itu yang keluar dari mulut Arsen walau Arsen tipe lelaki yang irit bicara namun Ia akan sangat peduli dengan orang - orang terdekatnya.
"Aku gapapa Sen" Yasmine meyakinkan Arsen agar Ia tidak khawatir akan dirinya.
Arsen memicingkan sebelah matanya seolah tak percaya apa yang di katakan Yasmine namun Arsen lebih memilih mengiyakan apan yang dikatakan Yasmine, "Yaudah ayo ke kelas" Arsen menarik tangan Yasmine.
Mereka berdua masuk ke dalam kelas, sepasang mata sinis terus memperhatikan kedekatan mereka berdua, "Huh gak tahu malu" Selena beranjak dari duduknya dan memilih keluar kelas Ia merasa cemburu karena Arsen dan Yasmine.
Yasmine merasa jika kalimat itu di tujukan pada dirinya Ia hanya menghela nafasnya dan tidak mau meperpanjang masalahnya, "Gak usah peduli apa omongan dia. Kamu gak salah" Arsen mengusap bahu kanan Yasmine.
Yasmine mengangguk pelan dan duduk di kursinya. Ia menoleh ke arah kenan ke arah tempat duduk Sandra. Yasmine mengerutkan dahinya karena belum melihat Sandra padahal jam sudah sebentar lagi jam pelajaran akan di mulai.
"Sandra kemana? Kok belum datang?" Yasmine bertanya pada Amel yang sedang mengerjakan Pr yang belum selesai.
__ADS_1
"Hmmm... si Sandra gak sekolah Yas dia sakit" Amel masih fokus dengan tulisan yang ada di dalam buku contekannya.
"Sakit apa emangnya Mel?" Yasmine kembali mengerutkan dahinya.
"Dia punya penyakit serius Yas" jawab Jimmy yang hanya duduk diam di belakang kursi Sandra.
"Maksudnya gimana Jim?" kembali Yasmine di buat bingung dengan jawaban mereka, setahu dirinya Sandra adalah perempuan yang kuat.
"Dia punya sakit jantung" lirih Jimmy, suara Jimmy terdengar sangat lemah dan berat.
"Jantung?" pekik Yasmine Ia menutup mulutnya seolah tak percaya dengan jawaban Jimmy.
"Bener yang di bilang Jimmy, Sandra punya sakit jantung" tambah Arsen Ia berjalan ke arah Yasmine.
"Ntar pulang sekolah gue mau jenguk dia, kalian semua mau ikut?" ajak Jimmy.
"Kita semua ikut" jawab mereka serampak.
~
Setelah selesai pulang sekolah mereka semua berkumpul di parkiran motor. Terlihat wajah Jimmy sangat terpukul mata yang sendu, wajah yang pucat dan penampilannya sangat berantakan. Sejak di kelas pun Jimmy hanya diam dan melamun saja, "Jim lo baik - baik aja?" Yasmine menepuk pelan bahu Jimmy Ia sedikit terkejut dengan tepukan Yasmine.
"Hmmm... ah Yas gue baik - baik aja" Jimmy terlihat gugup.
"Arsen..." seseorang berteriak dan memanggil nama Arsen dan langsung memeluk Arsen dari arah belakang. Arsen terkejut dengan pelukan yang tiba - tiba mendarat di badannya, "Lo apaan sih Sel!" segera Arsen menyingkirkan Selena dari badannya. Yasmine menarik tangan Selena, "Lo jangan pegang pacar gue" suara Yasmine terdengar sangat dingin. Arsen tersenyum kecil karena ucapan Yasmine.
Selena menggertakan giginya karena kesal, "Dasar perusak!" sarka Selena.
"Anterin gue pulang ya Sen" Selena memegang tangan Arsen dan lagi Arsen melepaskan tangan Selena dengan kasar, "Gue gak bisa! Gue mau jenguk Sandra sama yang lain".
"Sandra? Kenapa lagi?" Selena memejamkan matanya sambil menghela nafas dengan kasar.
"Sakit" Ervan menjawab dengan nada ketus pada Selena.
"Kenapa gak sekalian mati aja sih! Udah tahu penyakitan masih aja sok mau hidup!" Ketus Selena.
Jimmy yang mendengar ucapan Selena mengepalkan kedua tangannya, "Sialan lo Selena!" Jimmy mengangkat salah satu tangannya dan akan menampar Selena namun niatnya itu di gagalkan oleh Kenan.
"Jim jangan sampai lepas kendali" Kenan melerai Jimmy yang akan menampar Selena.
__ADS_1
"Kalo lo mau mending lo pulang sama gue" ajak Kenan.
Selena menatap sinis pada Kenan, entahlah setiap Ia berdebat dengan teman - teman Arsen Kenan selalu hadir untuk menengahi mereka dan berdiri untuk melindungi Selena namun Selena tidak peduli dengan itu yang Ia mau hanya Arsen, Arsen Atmanegara.
"Bagus tuh mending lo pulang sama Kenan" Ervan menyetujui ajakan Kenan.
"Iya iya gue pulang sama lo, inget ya kali ini aja" sungut Selena.
Yasmine tertawa kecil begitu pun yang lainnya, "Lo tunggu di sini sebentar gue mau ke kelas dulu" Kenan berlari kecil ke arah kelasnya.
"Ayo pergi sekarang ntar kesorean" Arsen memakai helm fullface nya dan memberikan sebuah helm pada Yasmine. Mereka semua langsung pergi meninggalkan parkiran sekolah.
Selena masih berdiri menunggu Kenan Ia mengedarkan pandangannya ke arah seberang jalan dan menangkap sosok anak SMA yang duduk di atas motor sport berwarna hijau, "Dia siapa sih? Udah satu minggu ini gue selalu lihat dia di situ?" karena penasaran Selena memberanikan diri untuk mendekati laki - laki itu.
"Lo siapa? Ngapain lo di Garuda?" sarkas Selena tak lupa dengan nada ketusnya.
Laki - laki itu menoleh ke arah Selena dan melepaskan helm fullface nya. Ia menatap sinis pada Selena, "Lo yang siapa?! Ngapain lo ke sini!" Petra tak kalah ketus dengan Selena, ternyata dia adalah Petra memang sudah satu minggu ini Ia memantau Arsen dan Yasmine.
"Udah satu minggu ini lo di sini terus? Gue lihat lo selalu nunggu Arsen di depan gerbang, ada masalah apa lo sama Arsen?!" Selene meletakan kedua tanganya di dada seolah sedang mengintrogasi pelaku kejahatan.
"Apa sih lo! Mau gue ada masalah sama Arsen bukan urusan lo! Lagian lo siapa?! Sok akrab banget sih lo!" nada suara Petra mulai meninggi.
Selena berdehem menanggapi jawaban Petra Ia tidak menyangka jika laki - laki yang ada di hadapannya ini adalah tipe lelaki yang sensi, "Kalo lo ada masalah sama Arsen gue bisa bantu apalagi buat singkirin Yasmine dari Arsen gue bisa bantu lo" Selena tersenyum licik pada Petra.
Petra mengerutkan dahinya kala mendengar nama Yasmine, "Apa lo yakin bisa bantu gue?" Petra meyakinkan sekali lagi ajakan Selena.
"Sure, Selena always keeping promises" Selena kembali tersenyum licik.
"Good, gue mau Yasmine rusak di tangan gue lo bisa kan?" sebaliknya kini Petra tersenyum jahat di depan Selena.
"Okey, I will help you Brother" Selena mengedipkan matanya.
"Ini nomor gue kalo ada sesuatu hubungin gue" Petra memasang helm fullface nya.
Selene langsung kembali ke parkiran untuk menunggu Kenan dan tak lama Kenan kembali ke parkiran, " Lo lama banget sih!" sungut Selena.
"Cerewet! Buruan naik!" perintah Kenan.
"Lo tunggu aja Yasmine! Apa yang bakal gue lakuin untuk ambil Arsen biar dia balik ke pelukan gue! "
__ADS_1
Don't forget to like, vote dan comment ya Reader's
Thank you so much ❤