
Sebuah pesan masuk ke handphone Yasmine, "Ting..." , Yasmine yang berdiri di depan pintu kamarnya membuka pesabn itu.
From : Amel
"Gue tunggu di simpang Melati ya Yas. Ntar kita naik angkot aja. Gue udah mau jalan nih, See you :)
Yasmine memasukan handphone nya ke tas ranselnya, Ia berjalan ke arah ruang tamu, "Bang, Yasmine izin buat tugas ya" Yasmine menyalami tangan Miller.
"Abang anter ya" Miller langsung berdiri dan mengambil kunci motornya.
"Gak usah Bang, Yasmine sama Amel kok. Lagian juga deket kok Bang" Yasmine masih setia berdiri di hadapan Miller.
Miller menaikan sebelah alisnya, "Amel? Temen kamu yang kemarin itu?" Miller agak lupa dengan nama itu.
"Iya Bang. Yaudah ya Yasmine udah ditunggu sama Amel. Assalamualaikum" Yasmine langsung berlari kecil meninggalkan Miller di Ruang Tamu.
Yasmine berjalan keluar dari arah gang komplek perumahan elite nya. Ia berjalan kurang lebih 1 kilometer kedepan, dan mendapati Amel yang berdiri sendiri di Simpang Melati itu.
Amel yang melihat kedatangan Yasmine melambaikan tangannya ke arah Yasmine, "Yasmine sini" Yasmine langsung berlari ke arah Amel.
"Udah lama Mel?"
"Baru aja sampai. Kita nunggu angkot ya, biasanya sih bentar lagi lewat" Amel melihat kanan - kiri ke arah jalanan menunggu sebuah angkot.
"Sandra gak sama kita berangkatnya Mel?" Yasmine mengibaskan tangannya untuk kipasan.
"Engga Yas. Tadi udah gue ajak, dia bilang dia di anter sama supir" cetus Amel.
"Oh gitu. Masih lama nih Mel nunggu Angkotnya?" Yasmine merasa kepanasan karna harus menunggu di Simpang itu.
"Haa itu Angkotnya!" Seru Amel sambil menunjuk ke sebuah angkot berwarna biru muda.
"Bang, ntar berhenti di depan Perempatan depan ya" Amel duduk tepat di belakang supir angkot itu.
"Perempatan mana Neng? Disana banyak perempatan".
"Ah elah Bang. Perempatan deket Komplek Indah Permai" Sungut Amel.
"Siap Neng" Supir itu melajukan angkotnya, Yasmine terkekeh melihat Amel.
Sekitar kurang lebih 10 menit perjalanan, Mereka berhenti di Perempatan itu. Amel keluar dan berjalan ke arah supir dan menyerahkan uang sepuluh ribu, "Nih Bang!" Amel langsung berlari ke arah Yasmine.
Mereka berdua berjalan menyusuri perumah elite itu, dan akhirnya mereka berhenti di rumah mewah berwarna putih.
"Ini rumah Arsen?" Yasmine memandangi takjub rumah Arsen.
"Iya Yas, gue udah lama banget gak ke sini" Amel berjalan ke arah seorang satpam yang sedang menonton televisi di posnya itu.
"Pak Ari, Arsen ada dirumah?" Amel bersandar pada dinding pos satpam itu.
"Eh Non Amel, ada Non. Masuk aja" Satpam itu membuka pagar rumah mewah itu.
"Makasih ya pak" Yasmine tersenyum pada satpam itu, dan satpam itu hanya mengangguk pelan.
Amel berjalan paling depan, mengetuk pintu rumah Arsen. Terlihat ada tiga motor yang berjejer di halaman rumah Arsen, berarti Jimmy dan Ervan sudah sampai
"Assalamualaikum Arsen" dengan suara khas miliknya Amel melongok ke dalam rumah Arsen.
__ADS_1
Jimmy yang sedang menonton televisi beranjak ke arah pintu, "Walaikumsalam. Masuk aja kali Mel" Jimmy tertawa kecil.
Mereka berdua melangkahkan kakinya ke dalam rumah mewah itu, terihat Ervan sedang asyik memakan cemilan dan sambil menonton televisi.
"Kebiasaan banget sih lo Van! Makan mulu lo!" Sungut Amel.
"Eh Amel" Ervan hanya tertawa melihat Amel.
"Arsen kemana Jim?" Yasmine mencari keberadaan Arsen.
"Arsen lagi ke ruangan Papa nya Yas, ada perlu kayaknya" Jimmy menatap Yasmine.
"Sandra belum datang?" Amel juga mencari keberadaan Sandra, karna ia belum melihat batang hidungnya.
Di depan pintu berdiri seorang perempuan, mengenakan kaos berwarna putih yang dimasukkan ke dalam rok hitam pendeknya dan membawa tas ransel kulit berwarna hitam.
"Maaf gue telat" Sandra masuk ke dalam ruang tamu itu. Terlihat Jimmy tersenyum tetapi Sandra hanya acuh.
"Tau gitu mending tadi berangkat sama Jimmy aja San" Ervan melirik ke arah Sandra.
"Apaansih!" Sungut Sandra.
Ervan hanya menunduk takut, Amel tertawa lucu melihat reaksi Ervan, "Haha rasain lo".
Jimmy hanya menatap sendu pada Sandra, dan tetap saja Sandra hanya diam dan memasang ekspersi wajah datarnya.
Yasmine langsung menggeser posisi duduknya, "Engga kok San, Kita juga baru sampai. Sini San" Yasmine mempersilahkan Sandra untuk duduk di sampingnya.
Arsen keluar dari ruang kerja Bram, Ia melihat semua teman - temannya sudah berkumpul di ruang tamu nya.
"Sorry, gue ada urusan tadi" dengan nada datar dan dinginnya, Arsen duduk di sebelah Jimmy.
Ervan yang masih setia dengan cemilannya melihat ke arah laptop Yasmine, " Yang ini aja, Gue udah pernah nonton. Ceritanya asik terus simple lagi" Ervan mengambil sekaleng soft drink yang ada di atas meja.
"Yakin lo udah pernanh nonton?" Amel menatap tak percaya pada Ervan.
"Iya serius gue udah nonton. Tapi kalian tetep harus nonton biar bisa kasih pendapat juga" jelas Ervan.
"Tumben pinter lo" Arsen mengacak - acak rambut sahabatnya itu.
"Buruan nonton gih, biar cepet kelar. Ntar bisa makan bareng sama Tante Tania" Ervan masih memakan cemilannya itu.
"Ah elah Van" kekeh Jimmy.
Mereka semua sepakat untuk menonton film yang di rekomendasikan oleh Ervan. Arsen dan Jimmy menonton di laptop Arsen. Yasmine dan Amel menoton di laptop Yasmine sedangkan Sandra menonton di laptop di miliknya.
Terlihat Jimmy sangat tidak fokus pada film yang Ia tonton. Mata nya tak henti - henti memandang Sandra yang tenang menonton film di laptopnya. Ervan sedang bersandar ke arah sofa, Ia benar - benar kekenyangan pasalnya cemilan itu dibuat untuk di makan bersama bukan hanya untuk dirinya saja tetapi cemilan itu sudah habis di tangan Ervan.
Jimmy masih setia menatap Sandra, sesekali Sandra menghadap ke arah Jimmy dan hanya acuh saja tanpa ada respon apapun.
"Udah Jim gak usah dilihatin terus" Arsen menyenggol tubuh Jimmy.
Jimmy langsung terkejut, "Iya Sen. Masih lama nih film? " Jimmy kikuk di hadapan Arsen.
" Baru juga mulai" dingin Arsen.
Lain halnya dengan Yasmine dan Amel, Amel yang menonton film itu memberikan pendapat dan Yasmine yang menuliskannya dalam sebuah buku catatan.
__ADS_1
Setelah satu jam menonton, mereka terlihat sangat kelelahan. Jimmy benar - benar tidak memahami dari film yang ia tonton tadi. Ia masih saja memperhatikan Sandra.
Sandra memasang mata tajamnya ke arah Jimmy, "Berhenti liatin gue Jim!" terdengar suara Sandra sangat ketus kepada Jimmy.
Yasmine dan yang lainnya terkejut karna suara dari Sandra, mereka memperhatikan Sandra dan Jimmy.
"Maaf San..." lirih Jimmy
Sandra hanya diam tanpa membalas ucapan Jimmy.
"Sekarang kumpulin pendapat kalian, biar gue yang nulis di makalah kita nanti" Yasmine menerima kertas yang berisi pendapat teman - temannya.
Yasmine menyalinnya ke dalam laptop, sekitar kurang lebih 30 menit Yasmine selesai dengan tugasnya.
"Ini tinggal di print aja" Yasmine menyalin ke dalam flashdisknya.
"Biar gue yang print . Gue ada ada printer" Arsen mengambil flashdisk Yasmine.
"Wih Arsen main ambil aja" Ervan terkekeh.
"Apaansih!" Ketus Arsen.
"Udah malam nih, Balik yuk" Yasmine melihat ke arah Amel dan Sandra.
"Yuklah, ntar dicariin sama Bokap gue" Amel mengambil tasnya.
Tania dan Bram berjalan menghampiri mereka, "Udah mau pulang nak?" Tania duduk di sofa di ikuti Bram dari belakang.
"Iya Tante, udah malam" Yasmine tersenyum pada Tania.
"Kalin bertiga anterin cewe - cewe ini pulang ya. Kasihan udah malam" Tania menatap serius pada Arsen dan teman - temannya.
"Yah Tan Ervan belom makan loh" Ervan mengangkat bahunya.
"Makan aja sih pikiran lo Van" Jimmy mendorong pelan tubuh Ervan.
"Besok main lagi Van, biar Tante masakin yang enak buat Ervan" Tania tersenyum lembut pada Ervan.
"Awas lo numpang makan di rumah gue" ketus Arsen.
Ervan hanya tertawa kecil, "Mel balik sama gue ya, kita kan searah" ajak Ervan.
Amel memutar bola matanya malas, " Yaudah iya".
"Lo sama gue!" Arsen menatap Yasmine.
"Hmm iya Sen" Yasmine terlihat gugup di hadapan Arsen.
"San kamu sama aku aja ya" Jimmy menatap Sandra.
Sandra hanya mengangguk pelan, yang menandakan dirinya mau pulang bersama Jimmy.
Mereka berjalan ke arah pintu luar, Mereka menaiki motor sesuai dengan pasangannya. Mereka berenam terlihat seperti sepasang kekasih.
Mereka beriringan di jalanan Jakarta malam ini, masih dalam kecepatan standar mereka mengendarai motor sport itu.
*Bersambung...
__ADS_1
Don't forget to Like and Comment🌻*