ARSEN

ARSEN
Salah Paham


__ADS_3

Happy Reading Reader's


Arigatou 🍥


Yasmine melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam kelas pikiranya benar - benar kacau hati nya kecewa namun ada sedikit rasa kerinduan untuk Arsen. Ia mendudukan dirinya di kursi dan meletakan tas ransel nya di atas meja.


Dari pulang sekolah pun Arsen terus menghubungi Yasmine mulai dari telfon, sms dan via whatsapp namun Yasmine tidak menghiraukan itu semua rasanya Ia tidak ingin di ganggu oleh Arsen. Ketika berada di dekat Miller pun ponsel nya terus berdering namun tetap saja Yasmine tidak mau merespon nya Miller menyuruh Yasmine untuk mengangkatnya namun Yasmine memilih mematikan ponsel nya dari kemarin.


"Lo masih marahan sama Arsen Yas?" Amel menatap Yasmine yang kelihatan masih marah dengan Arsen.


"Gue gak marah cuma kecewa aja sama dia" jawab Yasmine.


Sandra masuk ke dalam kelas mata nya tertuju pada Yasmine yang kelihatan tidak ingin di ganggu, "Pagi" sapa Sandra.


"Sandra... " pekik Amel Ia menghampiri Sandra dan memeluk Sandra.


"Udah sehat San?" Yasmine ikut memeluk Sandra.


"Udah agak mendingan kok, lo kenapa? Kaya nya lagi badmood gitu?" tanya Sandra.


Yasmine hanya diam Ia tidak ingin menjawab pertanyaaan Sandra, "Lagi marahan sama Arsen" timpal Amel.


Sandra menaikan sebelah alis mata nya, "Marahan sama Arsen? Kenapa?" kali ini Sandra merasa begitu penasaran setahu nya Yasmine bukan lah tipe perempuan yang gampang marah begitu pun Arsen bukan tipe laki - laki yang suka membuat masalah dengan perempuan.


"Gue gapapa San" Yasmine memilih untuk tidak menceritakan masalahnya pada siapa pun termasuk sahabatnya.


Yasmine menidurkan kepalanya di atas meja yang beralaskan tas ranselnya, mata nya menangkap sepasang sepatu hitam yang berdiri di hadapannya Ia mengerutkan dahi nya Ia tahu sepatu itu milik Arsen.


"Y -yas... " Yasmine memilih beranjak dari tidurnya dan memilih keluar mata nya menghadap lurus ke depan tidak sedetik pun mata nya menatap ke Arsen.


Arsen terus memperhatikan punggung Yasmine yang mulai menghilang Ia mengehela nafasnya dengan kasar, " Apa yang harus gue lakuin biar Yasmine maafin gue" gumamnya.


Jimmy menepuk bahu Arsen, "Lo bujuk aja terus si Yasmine cewe itu gak suka di diemin" Jimmy duduk di atas meja belajar Arsen.


"Dari kemaren gue udah hubungin dia tetep aja di gak bales" Arsen menjawab dengan ketus Ia merasa ini bukanlah kesalahannya ini hanya sebuah salah paham.


"Sebenernya ada apa Sen?" Sandra ikut duduk di samping Arsen.


"Ini cuma salah paham San, kemaren tiba - tiba Selena meluk gue dan gue gak tahu kalo Yasmine ada di belakang gue" jelas Arsen sesekali Ia berdecak kesal.


"Selena?" Sandra terkejut pasalnya baru beberapa hari Ia tidak sekolah namun Selena sudah berani melakukan hal yang memalukan.


"Lo udah minta maaf sama Yasmine?" tanya Sandra.


"Udah tapi dia tetep aja diem".


"Kalem Bos semua cewe emang suka marah ntar balik sendiri" balas Kevin.


"Ahhhh... sok tahu lo" kekeh Ervan.


"Kasih dia waktu Sen nanti lo coba ngomong sama Yasmine" Saran Jimmy.

__ADS_1


"Iya...".


~


Ketika istirahat pun Yasmine lebih memilih menghabiskan waktu nya di dalam kelas, Sandra dan Amel sedang ke kantin untuk makan. Arsen menghampiri Yasmine yang sedang membaca buku.


"Yasmine.... " lirih Arsen.


Yasmine mangangkat kepala nya dan menatap ke mata Arsen, "K - kenapa...?" Yasmine tiba - tiba menjadi gugup di depan Arsen.


"Aku minta maaf itu semua salah paham" jelas nya seraya menggapai tangan Yasmine.


"S - salah paham gimana?" suara Yasmine mulai sedikit meninggi Arsen tetap memegang tangan Yasmine.


"Kemaren aku cuma ambil buku yang ketinggalan tiba - tiba Selena minta aku buat anterin dia pulang aku tolak ajakan dia dan gak tahu kenapa dia langsung peluk aku" Arsen berdiri dan duduk di kursi Amel sesaat Yasmine terdiam setelah mendengar penjelasan Arsen.


"Kamu serius?" Yasmine sedikit ragu dengan penjelasan Arsen.


"Serius sayang aku gak ada hubungan apa pun sama Selena dia udah aku anggap sahabat" Arsen kembali berusah meyakinkan Yasmine.


Yasmine masih diam pikiranya benar - benar kacau, "Itu semua bohong?" tanya Yasmine sekali lagi.


"Iya Yasmine itu semua bohong".


Yasmine mengenggam tangan Arsen, "Janji jangan sampai kejadian kemaren keulang lagi" pinta Yasmine.


"Iya janji... " Arsen mengelus kepala Yasmine dan membuat perempuan itu kembali tersenyum.


"Gampang banget luluh nya Yas" kekeh Alex.


Yasmine menunduk malu di hadapan teman - teman Arsen begitu pun Sandra dan Amel mereka ikut tertawa.


"Kamu udah minum obatnya?" Jimmy menyentuh pundak Sandra.


"B - belum Jim... " Sandra gugup ketika Jimmy menyentuh pundak nya sudah lama Ia tidak pernah di bersentuhan fisik dengan Jimmy semenjak mereka putus.


"Minum dulu aku temenin" Jimmy mendorong tubuh Sandra ke kursi nya.


"Enak nya punya pacar" helaan nafas Alex terdengar begitu kasar.


"Kalem ah kalem" Kevin bersedekap tangan sambil memejamkan mata nya.


"Lo sok cool banget sih Vin" kekeh Ervan yang duduk di atas meja belajar Arsen.


Di luar kelas Selena mendengar pembicaraan mereka wajahnya berubah menjadi merah tangan nya Ia kepal sekuat mungkin, "Brengsek! Gagal lagi!". Ketika hendak membalikan tubuh nya Ia menabrak dada seorang laki - laki, "Arrrggghhhh.... " Selena memegangi dahi nya yang terasa agak sakit.


"Lo?! Ngapain lo di sini?!" sungut Selena sembari mengusap - usap dahi nya yang tertabrak dada Kenan.


"Lo ikut gue!" Kenan menarik paksa lengan Selena.


"Lo apaan sih! Lepas!" Selena berusaha melepaskan tarikan Kenan.

__ADS_1


"Diem!" Kenan terus menarik lengan Selena agar mengikuti dirinya, murid - murid yang sedang duduk di bangku koridor menatap aneh pada Kenan dan Selena.


Kenan menarik lengan Selena untuk mengukuti nya ke belakang sekolah, Kenan menghempaskan Selena ke dinding sekolah, "Arrrrggghhh.... sakit" Selena merasakan sakit di punggungnya karen menghantam dinding sekolah.


"Ini rencana lo kan?!" Kenan menatap sadi pada Selena Ia menelan saliva nya dengan kasar karena merasa di diskriminasi oleh Kenan.


"M - maksud lo a - apa?" Selena mulai ketakutan pasal nya Kenan tahu rencana diri nya dan Petra.


"Ngaku lo!" bentak Kenan, Selena memejamkan mata nya karena ketakutan.


"Minggir... gue mau pergi" lirih Selena wajahnya mulai ketakutan karena Kenan Ia pikir selama ini Kenan adalah laki - laki yang acuh tak acuh pada apa pun.


"Jawab pertanyaan gue! Ini semua rencana lo kan?!" kembali Kenan menggertak Selena.


Selena mendorong dada bidang Kenan sesegra mungkin Ia berusaha lari dari Kenan namun tangan kekar Kenan dengan cepat menarik lengan Selena, "Aaarrgghhh..." Selena meringis kesakitan.


"Selena...!" teriak Kenan.


"Plakkk... "


Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Kenan, "Dasar brengsek! Ada hak apa lo tekan gue!" Selena meluapkan seluruh emosi nya mata nya mengeluarkan cairan bening yang menandakan jika Selena sudah menangis karena Kenan.


Kenan menghimpit badan Selena agar bersandar pada dinding sekolah dengan segera Ia mencium bibir Selena walau dalam keadaan sadar Selena masih diam mematung hingga hitungan detik Ia meronta - ronta di dada Kenan.


"Arkkkkhhhh..." Selena menggigit bibir bawah Kenan.


"Kurang ajar!" kembali Selena menampar pipi Selena.


"Lo jangan pernah ikut campur masalah gue!" Selena langsung bergegas pergi meninggalkan Kenan di belakang sekolah Kenan mengacak rambut nya frustasi.


Selena yang masih dalam keadaan menangis terus mempercepat langkahnya untuk ke dalam kelas Ia langsuny mengambil tas nya dan memilih pulang.


"Mau kemana lo? Ini belum jam pulang" Ervan menatap aneh pada Selena namun Selena hanya diam dan mempercepat langkah nya.


"Dia nangis?" tanya Kevin.


"Iya gue lihat dia nangis" balas Alex.


"Kamu gak mau susulin Selena Sen?" tanya Yasmine yang juga ikut memperhatikan Selena.


"Gak...! " ketus Arsen.


"Kenan brengsek! " umpat Selena.


Hayo ada apa antara Kenan dan Selena? Kenapa setiap ada urusan dengan Selena Kenan selalu ada? Yang tahu bisa jawab di kolom komentar yahahaha :v


Don't forget to like, vote and alwaya give Author rate and Support comment's.


Author tunggu yaaa❤


Thank you so much🌻

__ADS_1


__ADS_2