ARSEN

ARSEN
The Deal


__ADS_3

Happy Reading 😊


Arigaotu ♡


Miller berlari memasuki ke dalam rumahnya selama Ia menghabiskan waktu dengan Diana pikiran nya terus memikirkan Yasmine adik nya itu.


"Yasmine....!" teriak Miller Ia berlari menaiki anak tangga untuk menemui Yasmine di dalam kamar nya.


"Yasmine...! " sekali lagi Miller meneriaki adik nya Ia tidak mendengar sahutan dari adik nya itu.


"Yas... " belum selesai Miller berteriak memanggil nama Yasmine adik nya itu sudah membuka pintu kamar nya terlebih dahulu.


"Iya bang kenapa teriak - teriak?" tanya Yasmine sambil bersandar pada pintu kamar nya Miller memilih masuk ke dalam kamar Yasmine dan duduk di kursi belajar milik Yasmine.


"Kamu punya pacar?" tanpa ba bi bu Miller langsung to the point pada adik nya itu. Yasmine terdiam setelah mendengar pertanyaan Miller Ia terkejut dan tidak tahu harus menjawab apa karena memang peraturan nya adalah tidak ada yang boleh berpacaran selama sekolah peraturan itu di buat oleh Haris dan Alm. Irene.


"A - ahh abang ngomong apa sih" Yasmine. terlihat gugup di hadapan Miller keringat nya membasahi dahi nya. Miller terus memperhatikan gerak - gerak adik nya itu Ia tahu jika sebenernya Yasmine tengah mengelak dari pertanyaan Miller.


"Jujur aja" Miller menghela nafas nya.


Yasmine melirik ke arah Miller Ia pikir Miller akan memarahi diri nya jika ketahuan memiliki pacar, "Pasti tahu dari Kak Diana?" ujar Yasmine.


"Iya Diana yang bilang sama abang kalo kamu lagi jalan sama pacar kamu" Miller beranjak dari duduk nya Ia memilih duduk di sebelah Yasmine.


"Tenang aja abang gak marah kalo kamu punya pacar" Miller mengusap bahu Yasmine dengan lembut layak nya seorang kakak yang begitu menyanyangi adik nya.


"H - hmm iya Yasmine punya pacar bang" Yasmine menjawab sambil takut - takut untuk memandangi Miller.


Miller mengangguk pelan, "Sekelas atau senior?" tanya Miller sambil menatap manik mata Yasmine.


"Sekelas" jawab Yasmine dengan santai Ia sudah mulai berani menceritak detail tentang Arsen.


"Badboy atau goodboy?".


"Dua - dua nya bang" Yasmine menjawab apa ada nya. Miller menaikan sebelah alis mata nya.


"Pintar? Hobi? Suka berantem?" Miller mulai menanyakan pertanyaan dengan gaya mengintrogasi seseorang.


"Iya dia pintar, hobi basket, karate kadang - kadang berantem" Yasmine beranjak dari duduk nya Ia mulai berdiri di depan keca rias nya.


"Jadi yang telfon dari kemaren itu dia?" tanya Miller.


"Iya bang..." Yasmine mulai kesal dengan Miller kelihatan nya Miller ingin tahu segala hal tentang kekasih nya itu.


"Sekarang gantian Yasmine yang tanya sama abang" pinta Yasmine Ia duduk di sebelah Miller sambil menatao wajah Miller dengan serius.


"Apa...?" Miller menjawab dengan singkat.


"Ada hubungan apa sama Kak Diana?" Miller menyipitkan mata nya pada Yasmine.


"Temen... " jawab Miller dengan santai.


"Sejak kapan kenal sama Kak Diana?" Yasmine mulai mengintrogasi Miller.


"Baru sebulan yang lalu di acara annive motor club" Yasmine mulai menyipitkan mata nya Ia tidak menemukan kecurigaan pada wajah Miller berarti Miller benar - benar jujur pada nya.


"Abang suka sama Kak Diana?" Yasmine sedikit terkekeh ketika menanyakan hal itu pada Miller.

__ADS_1


Miller memejamkan mata nya, "Abang gak suka sama dia".


Yasmine mengerutkan dahi nya bukan itu jawaban yang Ia inginkan, "Gak suka? Kenapa?" suara Yasmine mulai meninggi.


"Abang sayang sama dia bukan suka" Miller tekekeh.


Yasmine memukul bahu Miller dengan kuat, " Apa beda nya coba" sungut Yasmine.


"Ya beda lah Yasmine" Miller mengacak - acak rambut Yasmine.


Yasmine menghela nafasnya Ia beranjak dari duduk nya dan ingin turun ke bawah untuk makan malam.


"Kita buat kesapakatan! Papa gak boleh tahu kalo kita punya pasangan, Oke?" Yasmine membentuk tangan nya menjadi lambang oke pada Miller.


Miller tersenyum dan membalas ajakan lambang oke Yasmine, "Good girl" puji Miller.


"Deal" Yasmine mengajak berjabat tangan dengan Miller.


"Deal" balas Miller sambil tersenyum.


Yasmine membuka pintu kamar nya di depan nya sudah ada Bi Ani yang akan mengetuk pintu namun Yasmine terlebih dahulu membuka pintu kamar nya.


"Eh Bi Ani ada apa Bi?" Yasmine mengibaskan rambut nya.


"Bibi mau cari Den Miller Non" ujar Bi Ani.


"Ada apa Bi?" Miller menghampiri Yasmine dan Bi Ani yang berdiri di depan pintu kamar.


"Di bawah ada temen - temen Den Miller" Bi Ani membungkukan badan nya.


"Oh gitu makasih ya Bi" Miller langsung turun ke bawah untuk menemui teman - teman nya.


Mereka - anak buah Miller masuk ke dalam ruang tamu yang mewah dan elegan. Mereka sudah lama tidak mengunjugi rumah Miller ini adalah pertama kali nya mereka mengunjungi rumah Miller setelah Haris dan Yasmine ikut pindah ke Jakarta.


Mereka melihat ada seorang pria paruh baya yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil meminum secangkir kopi hitam nya, "Selamat malam om" sapa Rey.


Haris meletakan kopi nya dan menoleh ke sumber suara, "Selamat malam kalian temen nya Miller?" Haris sudah paham dari segi penampilan mereka yang sama persis dengan gaya berpakaian Miller yang serba hitam.


"Iya om kita temen nya Miller" jawab Rey sambil membungkukan badan nya.


"Duduk dulu Miller masih di atas kaya nya" Haris mempersilahkan mereka duduk di sofa.


"Gue kira bokap nya si Bos galak kaya Bos Miller" ungkap David yang terus memperhatikan dekorasi ruang tamu yang mewah itu, memang dari semua anggota Black Devils yang paling kaya adalah Miller walau begitu Miller tidak pernah membeda - beda kan kasta seseorang.


"Ngapain lo semua ke sini?" Miller menuruni anak tangga rumahnya dengan berlari kecil di ikuti Yasmine dari belakang.


"Dih adek nya si Bos cantik ya" David terus tersenyum pada Yasmine.


"Apaan sih! Yasmine punya gue!" sungut Rey dengan wajah kesal nya.


"Sans bro" kekeh Zack yang duduk di sebelah Rey.


Miller duduk di sofa yany berhadapan dengan Rey, "Gue tanya lo semua ngapain di rumah gue?" tanya Miller.


"Om tinggal ya kalian ngobrol aja kalo mau makan silahkan ke meja makan" Haris berlalu pergi meninggalkan mereka.


"Siap om" balas David dengan senyuman manis nya.

__ADS_1


"Kita cuma mau main aja Bos udah lama gak ke sini" ujar Zack.


"Sekalian lihat Yasmine adek lo" kekeh Zack.


"Awas lo macem - macem sama adek gue" gertak Miller pada Zack.


"Haha canda Bos" Zack mengangkat tangan nya yang berarti bercanda.


"Lo semu udah pada makan? Kalo belum bareng kita aja" ajak Miller.


"Ayo ayo gue belum makan nih" segera David berdiri bersiap untuk makan malam bersama Miller dan lain nya.


"Parah lo Dav" kekeh Zack.


Miller, Davi dan Zack sudah berdiri untuk makan malam bersama.


"Lo gak ikut makan Rey?" tanya David.


"Duluan aja" jawab nya dengan cuek.


"Serius gak mau makan?" tanya Yasmine.


"Iya Yas... ".


"Oh iya Yas gue boleh minta nomor hp lo?" Rey sedikit ragu dengan jawaban Yasmine Ia takut jika Yasmine akan menolak permintaan nya kali ini.


Yasmine tersenyum, "Boleh Rey mana Hp lo?" Yasmine menadahkan sebelah tangan nya untuk menerima ponsel Rey. Yasmine mengetikan dial - dial di ponsel Rey dan langsung memberikan nama di kontak ponsel Rey.


"Makasih ya Yas" Rey tersenyum pada Yasmine.


"Iya sama - sama Rey".


"Gue bisa lah jadi cowo lo" ujar Rey.


Yasmine tesenyum kecil di bibir nya, "Hehe sorry Rey gue udah punya pacar" Yasmine langsung berdiri dan meninggalkan Rey di sofa ruang tamu itu.


Mereka mendengar pembicaraan Yasmine dan Rey, pasal nya jarak ruang tamu dengan meja makan sangat lah dekay sehingga mereka bisa mendengar obrolan antara Yasmine dan Rey.


"Adek lo udah punya pacar Mill?" tanya Zack yang menaikan sebelah alis mata nya.


"Iya gue juga baru tahu tadi kalo dia punya pacar itu pun gue tahu dari Diana" Miller menyuapkan nasi ke dalam mulut nya.


"Diana? Penyanyi cafe itu Bos?" tanya David.


Miller menganggukan kepala nya, "Siapa pacar adek lo? Anak Garuda juga?" tanya Zack.


Miller kembali mengangguk pelan, "Jangan sampai adek lo pacaran sama Arsen" ujar Zack.


Miller membanting keras sendok nya ke piring, "Gak sudi gue punya adek ipar dari musuh gue sendiri!" ketus Miller.


"Rey buruan makan!" perintah Miller.


"Iya Mill" Rey berjalan ke arah meja makan.


"Pacar? Siapa pacar Yasmine?" batin Rey.


Ternyata ada hati yang tersakiti ketika tahu Yasmine sudah punya pacar yahahaha :v

__ADS_1


Don't forget to vote, like and comment ya guys Thank you so much


See you in the next chapter😊


__ADS_2