ARSEN

ARSEN
Cemburu


__ADS_3

Yasmine sudah sampai di sekolahnya lebih pagi daripada biasanya dan di antar oleh Miller. Yasmine langsung turun dari motor sport berwarna hitam itu dan melepaskan jaket Miller.


"Nanti abang jemput ya" Miller langsung memakai kembali jaket hitamnya.


"Iya bang, Yasmine masuk dulu ya".


Miller menghidupkan motor sportnya, ketika hendak meninggalkan Garuda Ia berpapasan dengan Arsen yang sedang membonceng seorang perempuan.


Miller melirik ke arah Arsen dan terkekeh di sebalik helm fullface nya, "Haha Dasar Brengsek" gumamnya.


Arsen merasa jika Miller memperhatikan dirinya, Ia berdecak kesal sambil menoleh ke arah Selena. Arsen langsung memakirkan motornya di parkiran, di depan parkiran ada Yasmine yang sedang bersandar pada dinding kelas.


Yasmine melirik ke arah Arsen, Yasmine sempat terkejut dengan kedatangan Arsen dan Selena yang di boncengnya, "Selena" batin Yasmine sambil tersenyum miris.


Arsen memperhatikan Yasmine yang agak terkejut, "Buruan turun!" bentak Arsen sambil menoleh ke arah Selena.


Selena masih dalam keadaan duduk di atas jok motor sport sambil meletakan kepalanya di bahu Arsen.


"Makasih ya Arsen" Selena tersenyum sambil melirik ke arah Yasmine. Yasmine hanya menunduk tanpa memperdulikan tatapan Arsen.


Anggota Wolf yang lainnya juga sadar akan kebaradaan Yasmine, mereka semua terlihat kesal dengan kelakuan Selena.


"Buruan turun gih!" serka Jimmy.


Jimmy memutar kepalanya malas, "Kayanya Yasmine sadar deh" ucap Jimmy.


"Pasti sadarlah" balas Kenan.


Selena turun dari atas motor Arsen dan berjalan berlalu sambil melewati Yasmine dan tersenyum angkuh. Yasmine membalad senyuman Selena dengan senyuman simpul.


Arsen berjalan ke arah Yasmine, "Ngapain Lo disini?" Arsen memperhatikan Yasmine yang hanya menunduk.


"Nunggu Amel" jawab Yasminr santai.


Arsen hanya mengangguki jawaban Yasmine dan berlalu pergi meninggalkan Yasmine. Jimmy dan Ervan memperhatikan Arsen yang hanya berlalu begitu saja.


"Gue temenin Lo nunggu Amel ya Yas" Ervan berdiri di samping Yasmine.


"Iya Van" Yasmine tersenyum.


"Lo jangan salah paham Yas, tadi si Selena bawa mobil terus mobilnya mogok makanya dia numpang sama Arsen" jelas Jimmy.


Yasmine hanya tersenyum tipis, "Mau Arsen pergi sama siapa pun juga gapapa kok Jim" jawab Yasmine.


"Lo jangan bohongin perasaan Lo Yas" Kenan menepuk pelan bahu Yasmine.


"Ahh Ken, gue gak bohong kok Ken" Yasmine menjawab dengan kikuk.


"Yasmine Yasmine" kekeh Alex.


"Kita semua tahu Lo suka sama Arsen" balas Kevin.


"Gue duluan ya, Amel udah datang" Yasmine berlari kecil untuk menyusul Amel dan Sandra.


Mereka berjalan sambil melewati anggota Wolf. Sandra hanya menatap sekilas pada Jimmy yang terus memperhatikannya sejak tadi. Jimmy menarik lengan Sandra dengan kuat sampai membuat tubuh Sandra terhuyung ke arah Jimmy.


"Lo apaan sih Jim!" ketus Sandra sambil menatap tajam ke arah Jimmy.


"Kamu sampai kapan mau marah sama aku San! Jawab!" Jimmy semakin mencengkram kuat lengan Sandra sampai membuat Sandra meringis kesakitan.


"Plak..." sebuah tamparan keras dari Sandra mendarat di wajah tampan Jimmy. Mereka semua terkejut dengan tamparan yang di berikan Sandra.


"Oh my god" pekik Amel.


"Sandra..." lirih Yasmine.


"Tamat riwayat Lo Jim" Ervan memejamkan matanya dari hadapan Jimmy dam Sandra. Kenan dan lainnya hanya diam tanpa bersuara sedikit pun.


"Sampai kapan pun Lo gak bakal bisa nebus kesalahan Lo Jim" Sandra menatap nanar pada Jimmy.

__ADS_1


"Lo pikir gue cemburu karena kemarin Lo di peluk sama Selena?! Gitu maksud Lo?!" Sandra mengepalkan tangannya karena menahan emosi. Jimmy hanya diam tanpa menjawab cercaan Sandra.


"Sebelum ada Selena pun, Lo udah buat kesalahan fatal sama gue! Lo yang gak bisa setia sama gue!" Sandra mulai menitikan air matanya, rasanya Ia benar - benar kacau saat ini.


"Sampai kapan pun perasaan kecewa gue gak bakal hilang dari hati gue" Sandra langsung pergi meninggalkan Jimmy di depan parkiran motor. Yasmine dan Amel pergi menyusul Sandra yang berlari dalam keadaan marah.


"Tenangin pikiran Lo Jim" Ervan menepuk pundak Jimmy.


"Udahlah Jim, kita ke kelas aja dulu" ajak Kenan.


-


Ketika baru masuk ke dalam kelas, Yasmine sudah mendapati pemandangan yang tidak enak. Ia melihat jika Arsen sedang mengobrol dengan Selena, tidak lebih tepatnya Selena lah yang mengajak Arsen berbicara namun Arsen hanya acuh.


"Udah sampai duluan Lo Sen?" tanya Amel.


"Iya gue udah dari tadi" jawab Arsen sambil menatap ke arah Yasmine yang termenung. Arsen menaikan sebelah alis matanya setelah melihat Sandra dalam keadaan menangis.


"Sandra kenapa?" Arsen melirik ke arah Sandra yang menidurkan kepalanya di atas meja belajarnya.


"Gara - gara temen Lo" ujar Amel menghampiri Sandra.


"Jimmy?" terka Arsen.


"Iya Sen" jawab Yasmine sambil duduk di kursi miliknya.


Jimmy dan lainnya tiba di dalam kelas. Jimmy langsung duduk di kursinya sambil mengacak - acak rambutnya.


"Arghhh...." erang Jimmy dengan emosi.


"Semua butuh waktu Jim, Lo gak bisa maksaiin perasaan Sandra" Arsen menepuk bahu Jimmy.


"Gue tahu Sen, sampai kapan gue harus kaya gini sama Sandra Sen. Lo tahu kan seberapa sayang gue sama dia?" Jimmy mendengus kesal.


"Kamu itu ganteng Jim, kamu galau cuma karena perempuan urakan kaya dia" Selena melirik sinis ke arah Sandra.


"Jaga omongan Lo Sel, semua juga gara - gara Lo!" ketus Jimmy.


"Udahlah Sel mending Lo diam aja deh!" bentak Ervan sambil mendengus kesal.


"Gak bener nih cewe" Amel berbisik ke telinga Yasmine.


Yasmine terkekeh sambil menutup mulutnya, Selene merasa jika dirinya di tertawakan oleh Yasmine dan Amel, "Ngapain Lo ketawain gue? tanya Selena sambil menatap sinis.


"Haha siapa juga yang ketawain Lo! Dasar mak lampir" kekeh Amel.


Selena mendengus kesal dan berjalan keluar kelasnya. Ia benar - benar kesal dengan sambutan Arsen dan teman - temanya pagi ini.


"Semua bakal kembali lagi sama gue! Cinta petama gue dan sahabat - sahabat gue!".


Saat jam istirahat Yasmine dan lainnya lebih memilih untuk makan di kantin. Kali ini mereka lebih memilih menjauh dari meja anggota Wolf.


Arsen hanya mengaduk - aduk makananya sejak tadi. Lalu Kenan yang tahu jika Yasmine dan lainnya duduk agak menjauh dari mereka langsung menepuk pelan bahu Arsen.


"Lo lihat Sen si Yasmine sama yang lainnya gak gabung sama kita" ujar Kenan sambil memperhatikan Yasmine dan lainnya.


"Mungkin dia lagi pengen sama cewe - cewe aja" Arsen meminum es teh maninsya.


"Salah Bos" serka Alex sambil menggebrak meja kantin. Seluruh murid termasuk Yasmine terkejut dengan gebrakan Alex.


"Selow aja kali Lex, pake gebrak meja segala" kekeh Kevin.


"Yasmine jauh dari Bos karena dia cemburu sama Bos" jelas Alex dengan wajah yang meyakinkan.


"Cemburu?" suara Arsen terdengar terkejut dan bingung.


"Bukan Yasmine aja Bos tapi Amel sama Sandra juga" tambah Kevin yang melirik ke arah meja Yasmine.


Amel yang sadar akan di perhatikan oleh anggota Wolf langsung mendekatkan dirinya kepada Yasmine dan Sandra, "Pasti mereka lagi ngomongin kita" sungut Amel.

__ADS_1


"Iya kali" jawab Sandra.


Kenan yang mendengar jawaban Kevin ikut mengernyitkan dahinya, "Maksud Lo mereka cemburu sama Jimmy dan Ervan?".


"Yoi" dengan enteng Kevin menjawab pertanyaan Kenan.


"Kenapa harus cemburu kalo gue gak ada hubungan apa - apa sama Selena" jelas Arsen sambil menyandarkan dirinya pada dinding kantin.


"Cewe itu sulit di mengerti Bos, mau nya hanya di mengerti" Kevin memejamkan matanya seolah Ia merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang perempuan.


"Ah Lo Vin, pacar aja gak punya tapi sok jadi motivator cinta Lo" Kenan menjitak kepala Kevin.


"Tapi bener yang di bilang sama Kevin, mereka cemburu kalo kita sama Selena" Jimmy menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Mau cemburu atau gak Amel setiap hari galak terus sama gue" kekeh Ervan.


"Udahlah gak usah mikirin merek, ribet!" Arsen mendengus kesal.


-


Yasmine dan lainnya berjalan beriringan menuju gerbang sekolah. Ia melihat anggota Wolf sedang duduk di atas motor mereka masing - masing.


"Yasmine" Arsen memanggil Yasmine yang sedang berjalan. Arsen dan lainnya berjalan ke arah Yasmine berdiri.


"Iya Sen ada apa?".


"Pulang sama siapa?" Arsen menatap Yasmine yang malah mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Gue di jemput kok Sen" jawab Yasmine kikuk.


"Dari kemarin Lo nolak ajakan gue terus kenapa?!" ketus Arsen.


"Kan gue udah bilang kalo gue di jemput Sen".


"Lo cemburu kalo gue deket sama Selena?" Arsen mendongakan wajahnya.


Amel membelalakan matanya ketika mendengar pertanyaan Arsen, begitupun Ervan.


Yasmine langsung kikuk mendengar pertanyaan Arsen, "G...gue cemburu? Ee...engga lah Sen" Yasmine benar - benar gugup di hadapan Arsen.


"Kalo cemburu bilang aja" Arsen menatap wajah Yasmine. Alex dan Kevin yang sedang memakan batagor langsung tersedak mendengar ucapan Arsen.


"Ohok...ohok" Alex menepuk dadanya, sedangkan Kenan menepuk punggung Alex.


"Woi Bos kita woi" Kevin tertawa.


"Lo serius ngomong gitu Sen" Ervan langsung mendelikan matanya.


"Serius" dengan tenang Arsen menjawab pertanyaan Ervan.


"Haha Arsen" Amel tertawa keras di samping Yasmine.


Arsen merasa malu karena tawa dari teman - temannya, Ia langsung pergi ke parkiran dan memakai helm fullface nya.


"Kalo gitu kita duluan ya" mereka langsung mengikuti motor Arsen.


Yasmine tersipu malu mendengar ucapan Arsen, "Haha Lo malu ya Yas" goda Amel.


"Engga ah Mel" elak Yasmine.


"Kayanya Arsen suka sama Lo deh Yas" ujar Sandra.


"Ah udahlah lupaiin".


Bersambung😊


For your information guys, untuk beberapa hari ke depan Author tidak akan Up dulu karena ada hal yang harus di kerjakan. Lepas siap kerja, Author mesti balik lagi.


Jangan lupa like dan komen ya kak🌻

__ADS_1


Author tunggu yaa❤


__ADS_2