ARSEN

ARSEN
Serangan Petra


__ADS_3

Bel istirahat berbunyi menandakan seluruh siswa boleh keluar kelas. Mereka Yasmine, Amel dan Sandra sedang duduk di depan koridor kelas mereka.


Sedangkan Arsen dan lainnya masih di dalam kelas. Mereka semua beranjak dari duduknya, di depan kelas sudah ada Kenan, Alex dan Kevin yang menunggu mereka.


"Kantin lah" ajak Alex sambil merapikan dasi nya. Mereka semua mengangguki ajakan Alex.


Mereka berjalan keluar dari kelas, tiba - tiba dari arah berlawanan ada dua orang laki - laki yang berlari ke arah Arsen, mereka adalah teman sekelas Arsen.


"Arsen!" pekik mereka sambil menarik nafas karena kelelahan berlari.


Arsen dan lainnya terlihat bingung dengan tingkah mereka, karna Arsen dengan laki - laki itu bukan teman yang akrab.


"Ada apa?" Arsen menatap laki - laki itu dengan tatapan bingung.


"Di depan ada Petra, dia bawa gengnya" jelas laki - laki itu.


Yasmine yang mendengar pembicaraan mereka menggidikkan bahu nya karna kaget mendengar nama Petra.


"Dia kaya nya mau nyerang sekolah kita" tambah teman laki - laki itu.


Anggota Wolf terlihat kaget karna ucapan temannya itu. Arsen terlihat geram dan mengepalkan kedua tangannya. Buku - buku tangannya terlihat memutih karna sangking kuatnya kepalan tangan Arsen.


Belum sempat Arsen memberikan instruksi dengan anggotanya, Petra dan lainnya sudah masuk ke area sekolah. Terlihat kawanan Petra sangat banyak sekali. Mereka membawa batu, balok kayu dan linggis. Anak buah Petra melempari kaca dengan batu, menghancurkan segala yang ada dengan balok kayu dan merusak pintu dengan linggis yang mereka bawa.


Semua murid dan guru - guru terlihat panik, mereka keluar dari kelas dan berteriak ketakutan. Yasmine dan lainnya masih berdiri di koridor mereka terlihat ketakutan.


"Ken amanin semua anak - anak! Bawa mereka ke Gudang!" perintah Arsen.


"Oke Sen" Kenan menggiring Yasmine dan anak - anak lainnya menuju gudang. Gudang itu sangat besar dam cukup untuk menampung siswa yang lainnya.


"Alex sama Kevin jaga area belakang bantu si Kenan!" Arsen melepaskan dasinya sambil menyeringai tajam ke arah Petra yang sudah berdiri di hadapannya.


"Lo bantu gue hadapin Petra!" ketus Arsen.


"Oke Sen" Jimmy dan Ervan juga ikut melepaskan dasi yang ada di kerah seragam mereka.


Petra dan lainnya tersenyum miring ke arah Arsen, Ia tampak senang dengan rencana yang sudah Ia susun. Apalagi melihat yang lainnya ketakutan itulah yang membuat Petra semakin senang.


"Kaget sama gue?" Petra tersenyum miring ke arah Arsen.


"Kurang ajar Lo!" pekik Arsen.


"Serang!" Petra mengangkat balok kayu yang sedang Ia pegang yang menandakan untuk menghabisi Arsen dan yang lainnya.


Semua terlihat baku hantam satu sama lain. Petra melemparkan balok kayu yang Ia pegang dan langsung memberikan tinjuan di Perut Arsen, namun hal itu langsung terelakkan oleh Arsen. Arsen membalas tinjuan Petra dengan membogem wajah eropa Petra.


Bugh


Bugh


Bugh


Arsen membogem Petra tanpa ampun, Petra hampir kehilangan kesadarannya. Darah segar keluar dari sudut bibirnya. Terlihat Jimmy dan Ervan juga melawan anak buah Petra.


"Kita bakal abis kalo cuma segini" Ervan berjalan mundur ke arah Jimmy.


Jimmy melihat ke sekelilingnya, benar kata Ervan mereka akan kalah jika melawan anak buah Petra. Namun sekerumunan laki - laki datang dari arah belakang Jimmy, mereka semua adalah anak laki - laki SMA Garuda.


"Habisi mereka semua!" teriak salah seorang dari mereka. Jimmy dan Ervan tetap melanjutkan baku hantam. Arsen melihat ke arah kerumunan laki - laki itu. Arsen tersenyum dan mengacungkan ibu jarinya ke arah mereka.


Di lain sisi semua siswa yang berada di gudang adalah anak perempuan dan beberapa guru. Mereka semua terlihat panik dan ketakutan.


"Gue minta sama kalian jangan takut dan panik, tetap jaga diri kalian dan lindungin teman kalian sebisa mungkin" Kenan berusaha menenangkan keadaan mereka yang sangat riuh.


"Sebenarnya ini ada apa Kenan?" tanya seorang guru perempuan sambil bergidik ketakutan.


"Saya gak bisa jelasin sekarang Buk, yang penting ibu jaga diri" Kenan langsung berlari ke arah pintu luar gudang di sana sudah ada Alex dan Kevin yang menunggu Kenan.


Yasmine terduduk di atas lantai gudang yang pengap itu. Amel dan Sandra juga ikut terduduk di samping Yasmine.


"Gue takut kejadian kemarin terulang lagi" lirih Amel yang hampir menitikkan air matanya.


Sandra mengusap bahu Amel, "Tenang Mel, Lo gak sendiri ada kita semua" Sandra berusaha menenangkan Amel.


"Percayaiin semua sama Arsen" Yasmine menggenggam tangan Amel.


Kenan, Alex dan Kevin juga terlibat baku hantam dengan lawannya. 3 lawan 12 pertarungan yang sangat tipis kemungkinannya untuk di menangkan oleh Kenan dan lainnya. Tapi meteka tetap berusaha untuk melindungi teman - temannya.

__ADS_1


Bugh


Bugh


Bugh


Pukulan keras Kenan berikan pada lawannya. Ia membogem wajah mereka dengan tinjuan yang keras. Alex melawan dua orang yang betubuh tegap denga lincah. Ia menendang perut dan membanting lawannya ke lantai. Kevin menghajar lawannya dengan pukulan kerasnya.


Setelah rasanya mereka menang melawan lawannya datang lagi sekumpulan laki - laki yang sangat banyak sambil membawa balok kayu. Ada sekitar 20 orang yang datang untuk menghabisi Kenan dan lainnya.


"Ken gimana nih? Mereka banyak banget" Alex mulai resah dengan lawannya. Mereka berbadan tegap semua, terlihat bukan badan anak SMA.


"Kita bakal abis kalo kaya gini Ken" Kevin berjalan mundur ke arah Kenan.


"Tetap habisi mereka!" Kenan menyerang mereka terlebih dahulu.


Namun apalah daya 3 lawan 20 tetap saja yang menang adalah 20. Kenan di habisi oleh lima orang sekaligus. Alex dan Kevin di pukul dengan menggunakan balok kayu.


Mereka semua anak buah Petra tertawa puas dengan kemenangan mereka kali ini. Mereka semua menerobos masuk pintu gudang. Semua penghuni gudang terkejut dan takut melihat sekumpulan laki - laki yang masuk ke dalam gudang.


"Mana Yasmin, Amel dan Sandra? Bos gue mau ketemu kalian" salah seorang dari mereka berjalan ke arah depan. Laki - laki itu adalah laki - laki yang sudah menampar pipi Sandra kemarin.


"Kita ketemu lagi cantik" Laki - laki itu membelai wajah Sandra.


Sandra tidak tinggal diam, Ia membogem wajah laki - laki itu dengan tangan kanannya. Laki - laki itu tersungkur ke arah bawah dan mengeluh kesakitan.


Sandra mengingkat rambutnya dengan sebuah gelang karet, Ia memasang kuda - kuda, sekumpulan laki - laki itu berjalan mendekat ke arah Sandra.


"Sandra jangan!" histeris Yasmine, Ia tahu Sandra pasti akan melawan mereka.


"Yaelah cewe doang!" ucap salah seorang dari mereka dengan nada meremehkan Sandra. Sandra cukup hebat dalam hal bela diri.


"Jadi Lo yang namanya Yasmine cantik juga ya" laki - laki itu melihat name tag Yasmine.


"Jangan kurang ajar Lo" Yasmine berjalan mundur.


Salah seorang perempuan berhasil kabur dari gudang itu, perempuan berkacamata itu berlari untuk mencari Arsen. Ia melihat perkelahian yang terjadi di lapangan basket langsung saja Ia mencari Arsen.


Ia mulai masuk dalam kerumunan yang berkelahi itu sampai pada akhirnya Ia bertemu dengan Arsen.


"Arsen gudang kita di jarah" ucap perempuan itu.


"Mereka semua kalah Sen!".


"Yasmine sama yang lainnya dalam bahaya" perempuan itu juga mulai ketakutan.


Arsen mengepalkan tangannya kala mendengar nama Yasmine. Begitu pula Jimmy dan Ervan.


"Semua nya gue serahin sama kalian!" pekik Arsen.


"Oke sen" seru mereka serentak.


Petra yang mulai kehabisan tenaga dan kekurangan massa langsung mundur, "Mundur!" teriak Petra.


Sandra mulai kelelahan melawan mereka, tetap saja 1 perempuan melawan 5 laki - laki akan tetap kalah.


Satu pukulan mendarat di wajah Sandra, "Bugh..." wajah Sandra memerah karena mendapat pukulan dari laki - laki itu, Sandra meringis kesakitan.


"Sandra!" teriak Amel yang berlari ke araha Sandra.


Yasmine memebelalakkan matanya melihat Sandra yang tersungkur ke lantai karna mendapat bogeman dari laki - laki itu.


"Lepasin gue!" Yasmine meronta - ronta melepaskan diri dari cekalan laki - laki itu. Tidak hanya Yasmine dan lainnya saja yang di tahan, semua perempuan yang ada di gudang itu juga di tahan dan bahkan di goda oleh anak buah Petra.


Laki - laki yang menahan Yasmine mulai tersenyum miring, Ia mendekatkan wajahnya ke hadapan Yasmine, mulai meremas kerah baju Yasmine.


"Yasmine!" pekik Amel sambil memegangi Sandra yang terkulau lemah.


"Hiks...Hiks...Hiks... Lepasin gue" Yasmine mulai mentikkan air matanya.


Mata Arsen terbelalak kaget melihat Kenan dan lainnya terkapar penuh darah di atas lantai kotor itu. Ia mengepalkan tangannya karena marah.


Sampai pada akhirnya seruan nama Yasmine terlontar dari mulut seseorang siapa lagi kalau bukan Arsen.


Arsen menarik laki - laki itu dan menghajarnya habis - habisan tanpa ampun sedikit pun.


Yasmine masih dalam keadaan menangis, "Maaf gue terlambat" Arsen mendekatkan wajahnya ke wajah Yasmine.

__ADS_1


Yasmine langsung memeluk tubuh Arsen, Ia mendekap erat tubuh Arsen kali ini Ia benar - benar ketakutan.


Jimmy mengepalkan tangannya karena melihat Sandra terkulai lemah di pangkuan Amel.


"Sandra kenapa Mel?!" ketus Jimmy, Ia benar - benar marah melihat Sandra terluka.


"Sandra di pukul sama dia" Amel menunjuk ke arah laki - laki yang membogem wajah Sandra.


Jimmy mencengkram kerah baju laki - laki itu, Ia menyeringai tajam, "Sialan Lo!" pekik Jimmy, Ia membabi buta lawannya itu dengan pukulan dan tinjuan yang keras.


"Jim tenang Jim, bisa mati anak orang ntar Jim" Ervan menarik Jimmy untuk berhenti.


"Brengsek Lo sialan! Lo apaiin cewe gue sampai kaya gini sialan!" Jimmy benar - benar marah.


Jimmy membabi buta semua anak buah Petra tanpa ampun. Setelah selesai membabi buta Jimmy berlari ke arah Sandra.


"Sandra" lirih Jimmy.


"Bangun San" Jimmy menangis di samping Sandra.


"Keihatannya Sandra pingsan Jim" ucap Amel.


Mendengar kata Pingsan, Jimmy langsung menggendong Sandra ala brydal style. Ia berjalan keluar gudang tanpa memperdulikan siapa pun di sekelilingnya.


"Lo gapapa Mel?" Ervan membelai kepala Amel.


"Gue gapapa" lirih Amel.


"Semua aman, kalian semua bisa keluar! Gue sama kalian" ucap Arsen sambil memegangi Yasmine yang masih ketakutan.


Mereka semua keluar dari gudang, terlihat Kenan dan lainnya terkapar lemah di lantai teras gudang.


"Maaf Sen gue gak bisa jagaiin mereka" Kenan memegangi perutnya yang di bogem.


"Gapapa Ken, maaf karena kalian semua jadi gini" Arsen merasa bersalah karena harus mengorbakan teman - temannya.


"Kita ke UKS sekarang, biar gue obatin luka kalian" ucap Amel.


"Ayo Yas" Arsen mengenggam tangan Yasmine, entah mengapa setiap kali di sisi Arsen Yasmine merasa aman.


Sandra terbaring di atas kasur UKS di temani oleh Jimmy. Amel mengobati luka kenan dan lainnya.


"Sandra gimana Jim?" tanya Yasmine.


"Dia pingsan karena pukulan tadi" lirih Jimmy sambil memandangi Sandra.


"Pelan - pelan Mel, sakit banget" pekik Alex menahaan sakit karena kapas yang Amel tekan di lukanya.


"Tahan!" ketus Amel.


"Gue obatin luka Lo Sen" Yasmine mengambil kapas dan alkohol. Ia membersihkan luka di wajah Arsen. Setelah selesai mengobati, mereka memilih bertahan di UKS.


"Kenapa Petra nyerang kita?" ucap Alex sambil menahan sakit di bibirnya.


"Gue juga gak tahu kenapa, mungkin mereka mau balas dendam sama kejadian kemarin" ucap Arsen.


"Kemarin kapan Sen?" tanya Kevin yang bingung dengan jawaban Arsen.


"Kemrarin waktu kita dari rumah Arsen, Warrior nyerang kita duluan" balas Ervan.


"Maaf karna gue kalian jadi gini" ucap Arsen.


"Kita semua sahabat Lo sen" balas Kenan.


Anggota Wolf tersenyum ke arah Arsen, Arsen membalas senyuman mereka.


Di lain sisi Miller sedang berkumpul di kantin dengan anggota Black Devils yang lainnya. Ternyata masalah penyerangan Petra ke SMA Garuda sudah menjadi trending topic dalam sekejap mata.


Rey langsung memberitahukan hal ini kepada Miller, "Petra nyerang Garuda Mill" ucap Rey.


Miller yang semulannya sedang meminum jus nya langsung meletakkan jusnya dengan kasar. Ia terbakar emosi dengan ucaapan Rey. Mereka semua terkejut mendengar hal itu.


"Petra sialan!" pekik Miller sambil mengepalkan tangannya.


Bersambung...🌻


Don't forget to Vote, Like and Comment🌻

__ADS_1


Author tunggu yaa❤


__ADS_2