ARSEN

ARSEN
Clue


__ADS_3

Siapa nih yang udah kangen sama Arsen and Wolf, yuk langsung aja baca cerita selanjutnya ❤


Arigatou ❤


Mereka semua inti dari Wolf sedang duduk di basecamp, dimana lagi jika bukan di rumah Arsen atau Jimmy tapi kali ini mereka lebih memilih berkumpul di rumah Jimmy yang sangat elite.


Arsen sedang duduk di sofa berwarna hitam sambil memainkan ponselnya matanya terus menyorot tajam ke sebuah foto yang di baru saja di tunjukan oleh Jimmy kepadanya, "Dia siapa?" suara Arsen terdengar datar dan berat ketika melihat sebuah foto seorang laki - laki dan perempuan yang sedang berpelukan namun foto itu di ambil dari arah belakang.


Mereka semua terdiam tidak ada yang menjawab pertanyaan Arsen sampai akhirnya Jimmy membuka suaranya, "Foto itu gue dapat dari Instagram si Miller".


Mendengar nama Miller Arsen menaikan sebelah alis matanya, "Cewe ini siapa? Pacar si Miller?" Arsen memperjelas pandangannya pada foto yang Ia lihat di ponsel Jimmy.


"Kemungkinan itu adiknya Miller" Jimmy duduk tepat di sebelah Arsen dan menunjukan foto yang lainnya, "Ini juga foto yang sama, postur cewe ini sama kaya foto yang sebelumnya" Jimmy menunjuk foto cewe yang bersandar pada bahu kanan Miller namun tetap saja foto itu di ambil dari arah belakang.


"Jadi dia selama ini yang kita cari?" Kenan beranjak dari duduknya dan ikut duduk di tepi sofa. Arsen menghela nafasnya dengan kasar dan mengacak rambutnya dengan frustasi Ia benar - benar sangat kesal begitu sulit untuk mencari informasi tentang adik musuhnya itu.


Ervan ikut memperhatikan foto yang ditunjukan oleh Miller Ia menghela nafasnya dengan kasar, "Ngambil foto dari belakang biar apa sih?! Heran deh!" suara Ervan terdengar sangat kesal.


"Biar kaya orang - orang Romance gitu" Kevin mengambil sekaleng soft drink dan meneguknya secara kasar.


"Apa lo yakin kalo itu adeknya Miller? Bisa aja itu cewe nya Miller?" Alex menerka - nerka setelah melihat foto di ponsel Jimmy, tapi ada benarnya juga siapa yang tahu jika itu adalah pacar atau adik Miller.


Kevin menarik ponsel Jimmy dari genggaman Alex, "Sini biar gue lihat, tapi dari pose nya sih terlalu mesra banget gue yakin ini pacarnya Miller" Kevin seolah paham dengan situasinya.


"Menurut gue itu adeknya Miller, secara kita semua tahu Miller itu susah di deketin sama cewe" sambung Kenan.


Arsen kembali menghela nafasnya dengan kasar, Ia mengambil ponsel Jimmy dan mellihat kembali foto itu, "Gue yakin ini adeknya Miller, dia post foto ini dengan capt "jongere zus" yang artinya adek perempuan dia" jelas Arsen, mereka tampak mengangguki penjelasan Arsen.


"Boleh gue lihat lagi foto Miller?" Kevin mengadahkan tangannya untuk menerima ponsel Jimmy yang akan di masukam dalam saku celananya.


"Lo mau apa? Ada sesuatu yang lo tahu?" Jimmy masih memegang ponselnya.


"Kasih dulu makanya" sungut Kevin, Jimmy memberikan ponselnya pada Kevin. "Gue kaya pernah lihat jepit rambut ini" tutur Kevin yang masih mengamati foto cewe yang bersandar pada bahu Miller.


Arsen membelalakan matanya kala mendengar jawaban Kevin begitu pun yang lainnya mereka terlihat terkejut, "Apa yang lo tahu dari jepit itu?" Arsen menatap tajam pada Kevin.


Kevin menelan salivanya dengan kasar Ia takut jika sudah begini, "Hmmm... gue pernah lihat ini sama cewe di sekolah kita".


Mereka semua menatap sinis serta kesal pada Kevin. Ia bingung kenapa teman - temannya menatapnya seperti itu, "Lo semua kenapa?" Kevin terlihat bingung.


"Kevin!" Arsen menggeram kala mendengar jawaban Kevin, "Dia memang sekolah di Garuda!" sarkas Arsen.

__ADS_1


"Gue kira lo tahu beneran" Ervan mendengus kesal.


"Iya gue pernah lihat tiga kali kayanya, tapi gue lupa siapa dia" Kevin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Lo lihat dimana? Apa lo inget tempatnya?" Jimmy duduk di sebelah Kevin, Ia benar - benar penasaran dengan jawaban Kevin.


"Gue lihat dua kali di kantin" Kevin menjawab dengan santai.


"Terus?" Arsen menaikan sebelah alis matanya.


"Hmmm... satu kali nya kalo gak salah di kelas lo" Kevin menunjuk ke arah Arsen. Mereka semua terlihat bingung dengan penjelasan Kevin.


"Cewe kelas kita? Siapa dong?" nada suara Ervan terlihat bingung dan berat, "Sakit kepala gue mikirin tuh cewe!" Ervan benar - benar kesal dengan identitas cewe itu.


"Sandra?" terka Kenan sambil mengketuk - ketuk dagunya.


"Bukan! Sandra gak pernah gerai rambutnya. Kalo dia suka gerai rambut pasti suka pakai jepit itu".


"Atau Amel?" Alex ikut menerka.


"Gak mungkin, Amel selalu pake jepit rambut yang sama, jepit rambut bunga warna hitam" jelas Ervan.


"Terus siapa ya, gue lupa?" Kevin melihat ke arah teman - temannya.


~


Di lain tempat, Black Devils sedang berkumpul di cafe tempat Diana bekerja. Miller duduk di depan panggung untuk menyaksikan nyanyian Diana. Rey yang semula duduk di seberang meja Miller memutuskan untuk duduk di sebelah Miller.


"Mill..." Rey duduk di kursi kosong tepat di sebelah Miller.


"Hmmm..." hanya dengan sahutan itu Miller menanggapi panggilan Rey anak buahnya. Mata nya masih enggan untuk berpindah dari Diana.


"Gue mau ngomong sesuatu sama lo, penting!" nada suara Rey berubah menjadi berat dan dingin.


Miller mengalihkan pandangannya dari Diana dan menatap tajam ke arah Rey, "Lo tahu kan gue paling gak suka kalo di ganggu atas kesenangan gue!" mata elang Miller menyorot tajam ke Rey.


"Masalah ini menyangkut adek lo!" Rey mulai menaikan nada suaranya. Sejujurnya Rey menyukai adik dari ketua geng nya itu dari awal pertemuan mereka walaupun mereka tak begitu akrab.


Miller terdiam mendengar jawaban Rey, "Yasmine? Ada apa sama adek gue?!".


"Kemaren waktu acara anniversary motor club gue ketemu sama dia".

__ADS_1


Kembali Miller terdiam mendengar penuturan Rey wajahnya berubah menjadi kaget dan marah, "Apa lo yakin dia itu adek gue?!" Miller meyakinkan sekali lagi.


"Bener dia Yasmine, gue gak tahu kenapa dia bisa ada di sana dan sama siapa".


Miller mengepal kedua tangannya dengan kuat, "Kenapa lo baru bilang sama gue?!" Miller berdiri dan menggebrak meja.


Diana yang sedang menyanyi pun ikut terkejut karena gertakan Miller, "Maaf gue baru bilang" Rey menunduk takut.


"Sialan!".


Miller menarik jaket yang ia sampirkan di kursi cafe dan langsung pergi meninggalkan cafe tempat mereka berkumpul. Diana langsung turun dan mengejar Miller, "Kamu mau kemana?" Diana menahan tangan Miller, ketika menahan tangan Miller Diana merasakan getaran dan panas di tangan itu.


"Aku mau pulang, maaf aku gak bisa nunggu kamu selesai kerja" Miller langsung melepaskan tangan Diana dan naik ke atas motor sportnya.


"Maaf ya mbak kita ada urusan kita permisi dulu mbak" David salah seorang anggota Black Devils.


Diana hanya menatap punggung Miller yang mulai menghilang, "Aku kenapa sih? Aku bukan siapa - siapa bagi Miller wajar kaya gitu respon dia ke aku. Diana - Diana... " Diana menghela nafasnya dan masuk ke dalam cafe.


~


Miller mematikan motornya Ia melepaskan helm fullface nya dan masuk ke dalam rumah dalam keadaan yang sangat emosi, "Yasmine! " Yasmine!" Yasmine! " Miller meneriaki nama adiknya dengan emosi yang membara.


"Iya bang" Yasmine keluar dari kamarnya dan turun ke arah bawah. Miller berdiri di depan Yasmine dengan mata elang yang masih menatap tajam pada adiknya itu.


"Kenapa bang?" Yasmine terlihat bingung dengan tatapan mata Miller.


"Apa benar kamu kemaren datang ke acara anniversary motor club se - jakarta?" suara Miller sangat datar, namun terasa dingin.


Yasmine membelalakan matanya Ia gugup kenapa Miller bisa tahu hal itu. Keringat dingin mulai turun di dahinya Ia masih diam dan hanya menunduk, "Jawab Yasmine!" bentak Miller.


"Hmmm... iya bang" Yasmine tetap menunduk Ia tidak mampu menatap wajah amarah Miller.


Miller memejamkan matanya nafas yang keluar dari hidung mancung Miller juga terasa kasar, "Kenapa kamu bisa disana?! Kamu sama siapa?!".


"Temen Yasmine bang" lirih Yasmine.


"Siapa nama temen kamu itu! Bilang sama abang berani - beraninya dia ngajak kamu ke sana!". Miller menggeram kesal.


"Dia..."


"Assalamualaikum" tampak seorag pria paru baya masuk ke dalam rumah siapa lagi kalau bukan Haris. Dan untuk sekali lagi Miller gagal mengetahui siapa teman adiknya itu.

__ADS_1


Don't forget to like, komen and votr ya Reader's ❤


Thank you so much ❤


__ADS_2