ARSEN

ARSEN
Ajakan Wolf


__ADS_3

Arsen memasang dasi seragamnya. Ia merapikan bagian yang masih belum rapi. Setelah selesai berpakaian Ia keluar dari kamar dan menuju meja makan untuk sarapan bersama orangtuanya.


"Goedenmoergen" sapa Arsen kepada kedua orangtuanya sambil menarik kursi meja makan.


"Goedenmoergen" balas Bram yang sedang menyereput kopi hitam di cangkir yang Ia pegang.


"Mau roti Ma" pinta Arsen sambil meletakan tas ransel hitamnya di kursi sebelahnya.


Tania mengambil dua lembar roti tawar dan selembar keju. Ia menyodorkan kepada Arsen di tambah segelas susu putih.


Arsen langsung menerima roti keju dan segelas susu. Ia melahap dengan semangat roti buatan Mamanya.


"Gimana kabar si Yasmine Sen?" Tania menatap wajah Arsen. Arsen yang mendengar nama Yasmine langsung mengerutkan dahi pada Tania.


"Kenapa Mama tanya Yasmine?" pekik Arsen heran.


"Ya gapapa Mama mau tahu aja" Tania tersenyum pada Bram.


"Mama kaya nya respect sama Yasmine Sen" balas Bram seraya beranjak dari duduknya. Arsen hanya tersenyum ke arah Bram dan Tania.


"Arsen berangkat, Assalamualaikum" Arsen menyalami tangan Bram dan Tania.


"Jawab dulu pertanyaan Mama Arsen" teriak Tania, Arsen hanya tersenyum tipis ke arah Tania.


Arsen berjalan ke luar pintu. Ia menghidupkan motor sportnya. Ia mengendarai dalam kecepatan sedang. Selama perjalanan sesekali Ia tersenyum di sudut bibirnya kala Mamanya bertanya kabar Yasmine.


Sesampainya di sekolah, Arsen langsung menuju kelasnya. Saat berjalan di koridor Ia berpapasan dengan Yasmine dari arah yang berlawanan.


"Arsen mau bareng?" tanya Yasmine sambil melirik wajah Arsen.


"Iya" singkat Arsen. Yasmine berjalan di sebelah kanan Arsen. Semua mata tertuju pada mereka berdua.


"Tumben Arsen mau bareng sama cewe".


"Itu si anak baru kan?".


"Cewe nya cantik ya".


"Best couple".


Begitulah lontaran - lontaran kalimat yang terucap dari mereka yang melihat Arsen dan Yasmine jalan berdua.


Mereka sampai di kelas, sudah ada anggota Wolf yang berkumpul untuk menunggu Arsen. Kenan berdiri di sebalik pintu kelas. Alex dan Kevin sedang berkaca merapikan penampilan mereka. Ervan sedang memakan roti sedangkan Jimmy sedang duduk sambil membaca sebuah buku pelajaran.


"Tumben nih Bos kita jalan sama cewe" ejek Alex sambil tertawa kecil. Arsen yang mendengar ucapan Alex hanya diam tanpa menjawab ucapan Alex.


"Kalian berdua cocok loh" ucap Kevin.


Yasmine hanya diam tanpa menjawab omongan mereka, Ia lebih memilih untuk duduk di kursinya.


Kenan berjalan ke arah Arsen dan menepuk pelan bahu Arsen, "Lo udah mulai suka ya sama tuh anak baru" Kenan melirik Yasmine yang sedang duduk.


"Apaan sih!" Arsen mendengus kesal karena omongan teman - temannya.


"Bener Ken, Arsen udah suka sama Yasmine" Jimmy menatap Kenan dengan senyuman nakal.


Yasmine hanya diam ketika mendengar omongan teman - teman Arsen. Alex dan Kevin berjalan mendekat ke arah Arsen dan lainnya.


"Lo semua jangan lupa sama besok" ucap Jimmy menatap ke semua teman - temannya. Alex dan Kevin menatap satu sama lain, mereka bingung dengan ucapan Jimmy.


"Besok? Memang besok ada apa?" tanya Kevin dengan nada bingung.


"Besok Anniversary motor club se -Jakarta" jawab Jimmy. Ervan yang sedang memakan roti langsung tersedak mendengar ucapan Jimmy.


"Uhuk uhuk lupa gue" Ervan memejamkan matanya.


"Oh iya ya besok Annive " sambung Kenan.


"Mana harus pake partner lagi!" Alex berdecak kesal.


"Datang aja gak usah bawa pasangan" jawab Arsen santai.


"5 tahun berturut - turut gak bawa pasangan malu kali Sen" balas Kevin. Ervan yang mendengar jawaban Kevin tertawa keras.


"Hahaha... Parah banget hidup Lo Bro" ejek Ervan.


"Kalo kalian mau bawa pasangan silahkan aja" Arsen beranjak dari kursinya.


"Lo kan bisa bawa Yasmine" Jimmy menepuk bahu Arsen.


"Gue sendiri aja!" ketus Arsen sambil berdiri di samping Jimmy.


"Gue mau bawa siapa ya?" Ervan memejamkan matanya sambil berpikir siapa yang akan Ia ajak untuk menghadiri acara tersebut.


"Lo mau ngajak siapa Jim?" Ervan duduk di sebelah Jimmy.


"Gak tahu" kekeh Jimmy.

__ADS_1


"Lo Ken?" Ervan menatap wajah Kenan.


"Sendiri aja" balas Kenan santai.


"Kita semua memang gak ada yang punya pasangan" Ervan tertawa sambil menutup matanya dengan tangan kanannya.


Bel masuk berbunyi mereka semua melakukan PBM. Setelah selesai belajar mereka di perbolehkan untuk istirahat.


"Kantin yuk?" ajak Yasmine kepada Amel dan Sandra.


"Gue gak makan Yas, lagi mager" balas Amel.


"Yah kok gitu?" eluh Yasmine.


"Lagi PMS Yas" balas Sandra.


"Kita berdua aja ya San" ajak Yasmine seraya menghampiri Sandra yang masih duduk di kursinya.


"Ayok, duluan Mel" Sandra berjalan dengan Yasmine, Amel hanya mengangguk pelan.


Di kantin sudah anggota Wolf yang sedang makan di meja kantin. Yasmine dan Sandra memilih meja di belakang meja anggota Wolf.


"Amel mana?" Ervan mencari sosok Amel di antara mereka.


"Di kelas Van lagi Mager katanya" jawab Yasmine.


"Mager?" pekik Ervan.


"Lagi PMS?" balas Sandra sembari menatap wajah Ervan.


Ervan yang mendengar jawaban Sandra langsung berdiri, "Gue ke kelas dulu ya guys " Ervan langsung berlari meninggalkan teman - temannya.


"Yas Lo makan sendirian ya, gue mau ketemu sama guru BK dulu" ucap Sandra.


"Hmm iya San" balas Yasmine. Arsen yang berada di hadapan Yasmine hanya menatap wajah Yasmine.


"Pergi yuk, ada yang lagi mau berduaan aja nih kaya nya" ajak Jimmy.


"Yuk lah" balas Alex. Mereka semua beranjak dari duduknya, Arsen menatap sinis pada Jimmy.


"Mau kemana Lo semua? pekik Arsen.


"Ada urusan" balas Kenan sambil merangkul Jimmy.


"Duluan ya Sen" Jimmy dan yang lainnya pergi meninggalkan Arsen di kantin. Kemudian Arsen berjalan ke arah meja Yasmine.


"Ini makan" jawab Yasmine dengan suara kikuk.


"Gue lihat dari tadi cuma Lo aduk - aduk aja" Arsen menatap mata Yasmine.


"Makan kok" Yasmine menyuapkan bubur ayam ke dalam mulutnya.


Arsen sesekali menatap Yasmine, kelihatan ada sesuatu hal yang ingin di tanyakan oleh Arsen pada Yasmine. Ia teringat dengan ucapan teman - temannya untuk mengajak Yasmine. Sebenernya Ia enggan, namun apa salahnya mencoba.


"Yas?" spontan Arsen memanggil nama Yasmine, Yasmine langsung menatap wajah Arsen.


"Iya Sen ada apa?" Yasmine mengambil tissue dan membersihkan mulutnya.


"Besok Lo sibuk gak?" Arsen berusaha tenang di hadapan Yasmine.


"Engga sen, emang kenapa?".


"Gue besok ada acara Annive motor club " balas Arsen sambil menunduk ragu.


"Iya terus?" Yasmine terlihat bingung dengan ucapan Arsen.


"Lo mau gak jadi partner gue? Soalnya butuh partner kalo mau hadirin acara itu" Arsen sambil mengedarkan pandangannya, Ia benar - benar malu kali ini. Ini pertama kalinya Ia mengajak seorang perempuan untuk pergi dengannya.


Yasmine membelalakan matanya, Ia terkjut mendengar ajakan Arsen, "Lo ngajak gue Sen?" Yasmine menatap tak percaya pada Arsen.


"Hmm..." Jimmy dan yang lainnya muncul dari sebalik dinding kantin. Yasmine dan Arsen terkejut, rupanya mereka berdiri di sebalik dinding untuk mendengar obrolan Arsen dan Yasmine.


"Dari tadi Lo semua disini?!" ketus Arsen.


"Iya dong" kekeh Kevin.


Arsen berdecak kesal, Ia malu ketahuan basah mengajak Yasmine untuk pergi dengannya.


"Gak usah malu gitu lah Sen" Kenan merangkuk bahu Arsen.


"Gue bilang juga apa Arsen bakal ngajak Yasmine" Jimmy menyombongkan dirinya.


"Terima aja Yas" ujar Alex.


"Ntar gue kabarin ya Sen" Yasmine beranjak dari duduknya.


"Gue minta nomor Lo" Arsen mengeluarkan handphonnya dari saku celana abu - abunya. Yasmine mengambil handphone Arsen dan menuliskan nomor handphonenya.

__ADS_1


"Udah gue tulis Sen, gue duluan ya" Yasmine langsung undur diri, Ia benar - benar malu karena teman - teman Arsen muncul secara tiba - tiba.


Di lain sisi Ervan sedang duduk di hadapan Amel. Ia menatap Amel yang sedang menidurkan kepalanya di atas meja.


"Kenapa Lo kesini Van?" Amel masih dalam posisi menidurkan kepalanya.


"Lo lagi PMS?" Ervan membenarkan duduknya.


"Iya".


"Gue boleh minta tolong sama Lo Mel?" Ervan melihat Amel yang masih tiduran. Amel langsung mengangkat kepalanya dan menatap wajah Ervan.


"Udah tahu gue PMS Lo malah minta tolong sama gue" dengus Amel.


"Engga sekarang Mel" jawab Ervan.


"Tolong apa?!" tanpa berbasa - basi Amel langsung menatap sinis pada Ervan.


"Besok gue ada acara Annive motor club. Acaranya itu perlu partner, Lo mau gak jadi partner gue?" suara Ervan penuh harap pada Amel.


"Lihat besok deh, kalo Yasmine sama Sandra datang gue mau" Amel kembali menidurkan kepalanya.


"Makasih kalo gitu Mel, cepet sembuh ya" Ervan memegang tangan Amel. Amel tersenyum saat tangannya di pegang Ervan.


~


Bel pulang sekolah berbunyi, semua murid berhamburan keluar dari kelas untuk pulang. Yasmine menatap Arsen yang beranjak dari kursinya. Mata Arsen dan Yasmine beradu pandang, Yasmine langsung mengalihkan pandangannya.


Jimmy berjalan ke arah Sandra, "San bisa ngomong sebentar?" Jimmy berdiri di samping Sandra.


"Ngomong aja" balas Sandra santai.


"Kamu mau gak jadi partner aku besok untuk acara Annive motor club?" tanpa basa - basi Jimmy langsung mengajak Sandra. Sandra yang mendengar ajakan Jimmy langsung menatap aneh pada Jimmy.


"Lo ngajak gue? Gak salah?" Sandra terkekeh di hadapan Jimmy.


"Aku emang mau ngajak kamu San" jawab Jimmy dengan suara berat.


"Gak mau" Sandra langsung menarik tas nya dan berjalan meninggalkan Jimmy. Yasmine mengejar Sandra yang mulai meninggalkan kelas.


"Sandra!" teriak Yasmine.


"Kenapa Yas?".


"Gue juga di ajak sama Arsen ke acara Anniversary motor club. Datang yuk" ajak Yasmine.


"Hmm..." Sandra kelihatan bingung. Arsen dan anggota Wolf yang lainnya berdiri di depan pintu sambil melihat Yasmine dan Sandra yang sedang membicarakan ajakan mereka.


Amel berlari kecil ke arah Yasmine dan Sandra, "Gue juga di ajak Ervan" Amel tersenyum ke arah Sandra.


"Gimana ya..." Sandra nampak ragu - ragu untuk menjawab ajakan Yasmine dan Amel.


"Ayolah" Yasmine berusah meyakinkan Sandra.


"Yaudah deh gue mau" jawab Sandra pasrah. Jimmy bersorak senang mendengar jawaban Sandra, Jimmy tersenyum ke arah Sandra.


Yasmine berjalan ke arah Arsen, "Gue mau jadi partner Lo besok" jawab Yasmine.


"Thank's " Arsen tersenyum tipis ke arah Yasmine.


"Cuma kita doang ya gak ada pasangan" eluh Alex.


"Gue kan partner Lo" Kevin memeluk Alex.


"Santai aja kali Bro, disana kita bisa cari cewe" kekeh Kenan.


"Lo gimana Mel?" Ervan harap - harap cemas pada Amel.


"Gue mau" jawab Amel seraya tersenyum ke arah Ervan.


Arsen berdiri di samping Yasmine, "Besok gue jemput jam 7".


"Iya Sen".


"Ayo pulang, yang gak punya partner pulang" Alex mendengus kesal.


"Tunggu woi" Kevin berlari menyusul Alex.


"Gue duluan ya" Kenan ikut menyusul Alex dan Kevin.


"Buruan balik" ujar Arsen.


" Guys, gue duluan ya" Yasmine berlari kecil ke arah luar gerbang.


Bersambung🌻


Jangan lupa Vote, Like and Comment ya kak😊. Biar author tambah semangat❤. Terima kasih🌻

__ADS_1


__ADS_2