ARSEN

ARSEN
Bertemu (4)


__ADS_3

Happy Reading😊


Arigatouā™”


Kini Petra dan Selena sedang berada di sebuah Cafe. Tiba - tiba saja Selena menghubungi Petra dan mengajak nya untuk bertemu. Mereka masih diam satu sama lain, tidak lebih tepat nya hanya Selena yang diam sedangkan Petra sedang menunggu penjelasan dari Selena mengapa Ia mengajak nya bertemu malam - malam begini.


"Udah 15 menit kita di sini tujuan lo ngajak ketemuan apa? Kalo gak ada yang penting gue mau pergi gue banyak urusan!" sarkas Petra namun Selena masih memilih diam sampai akhirnya Ia memejamkan mata nya.


"G - gue udah gak bisa b - bantu lo lagi" lirih nya wajah nya tertunduk akibat tidak sanggup menatap wajah dingin Petra.


Mendengar hal itu Petra mengerutkan dahi nya, mata nya memandang aneh pada Selena, "Lo gila ya! Maksud lo apa!" Petra menggebrak meja Cafe seluruh pengunjung menoleh ke arah mereka.


"G - gue udah gak ada alasan untuk ganggu hubungan Arsen dan Yasmine" keringat dingin membasahi dahi Selena.


Petra mengacak rambut nya frustasi dan berdecak kesal, "Kenapa?! Jangan bilang lo udah gak cinta sama si Brengsek itu!" terka Petra.


"I - iya gue udah gak ada perasaan sama Arsen gue suka sama orang lain" ucap Selena, Ia masih tertunduk di hadapan Petra.


"Siapa orang yang lo suka?! Jawab?!" bentak Petra Ia mengangkat dagu Selena dengan kasar.


"Gue sebenernya gak peduli siapa orang yang lo suka tapi siapa cecunguk mana yang bikin rencana gue gagal!" Petra mendorong wajah Selena dengan kuat, pandangan pengunjung semua tertuju pada mereka.


"Kenan, Kenan Devandra" lirih Selena air mata nya turun membasahi pipi mulus nya. Sejak pengakuan perasaan Kenan malam itu hati nya benar - benar terusik pikiran nya selalu memikirkan Kenan dan Kenan, hati nya tidak bisa bohong lagi Kenan lah yang sebenernya Ia cintai Arsen hanya lah obsesi semata.


"Apa?! Kenan?! Jangan bilang Kenan anak buah Wolf ?" suara Petra mulai meninggi tangan nya mulai mengepal dengan sendiri nya.


Petra mengerang kesal dengan jawaban Selena, "Tolong lah Sel! Bantu gue kali ini untuk hancurin Arsen cuma lo yang bisa bantu gue" Petra memohon dengan wajah frustasi nya.


"H - hmm... ".


"Kalo lo gak bantu gue lo bakal dalam bahaya!" ancam Petra.


"P - please jangan Tra... " lirih Selena.


"Makanya bantu gue kalo lo nurut sama gue lo bakal aman" ucap Petra mata nya menatap sinis pada Selena.


"H - hm iya Tra... " balas Selena.


"Brengsek lo Ken, keluar dari Warrior lo semakin berulah! Sialan!" batin Petra.


"Udah malam mending kita pulang gue anter lo balik" Petra mengambil kunci dan rokok yang tergeletak di atas meja Cafe.


"Gak usah Tra gue pulang sendiri aja" Selena menarik sling bag nya dan langsung pergi meninggalkan Petra.

__ADS_1


Selena berjalan keluar dari Cafe Ia berjalan sendirian di tepi jalana Jakarta yang ramai wajah nya terlihat murung, mata yang sebab dan badan yang bergetar karena kedinginan ini adalah salah nya karena memakai dress terbuka. Ia berhenti di sebuah pemberhentian bus dan duduk di kursi pemberhentian bus itu.


"Selama ini gue hanya terobsesi sama Arsen tanpa gue sadari gue masih nunggu cinta nya Kenan" Selena melepaskan seluruh tangisan nya Ia sudah tidak sanggup lagi menahan beban nya selama ini.


Sebuah motor sport berwarna merah berhenti di depan Selena. Laki - laki itu melepaskan helm fullface nya dan turun menghampiri Selena. Selena mengangkat kepala nya dan melihat siapa yang datang menghampiri nya.


"Udah siap nangis nya" lirih Kenan.


"K - kamu kok di sini?" Selena terlihat bingung badan nya bergetar karena kedinginan yang menusuk tulang nya.


"Aku lihat kamu keluar dari Cafe terus aku ikutin kamu" jawab Kenan.


Selena mengangguk pelan sambil membekap diri nya dengan kedua tangan nya. Kenan melepaskan jaket motor nya dan memakaikan nya pada Selena, "Besok - besok jangan pake baju kaya gini aku gak suka" ketus Kenan.


Selena menurut ketika dirinya di selimuti jaket dengan Kenan mata nya berkaca - kaca dalam keadaan sadar Ia memeluk Kenan dengan erat Kenan kaget dengan tindaka Selena namun Ia memilih untuk membalas pelukan Selena kedua tangan kekar nya ikut memeluk tubuh Selena, "dangsin - eul naebeolyeo du eoseo joesonghabnida"


(Maafkan aku yang telah meninggalkan mu sendirian) ucap Kenan.


Tangis Selena pecah dalam pelukan Kenan Ia menangis sekeras mungkin di dada Kenan. Kenan mencium kepala Selena tangan nya mengusap punggung Selena, "Aku cinta sama kamu Ken jangan tinggalin aku sendirian lagi" balas Selena.


"Aku janji gak akan tinggalin kamu lagi Sel" Kenan mengecup puncak kepala Selena dengan lembut.


Kenan melepaskan pelukan nya, "Ayo kita pulang udah malem" Kenan mengenggam tangan Selena.


~


Di lain sisi Arsen sedang berada di luar rumah Ia baru saja keluar dari toko kue langganan Mama nya. Tania memang menyuruh Arsen untuk membeli sebuah roti. Arsen merogoh saku celana nya dan mengeluarkan ponsel nya dan membuka kontak bernama Yasmine.


"Hallo kamu dimana sayang?"


...................................


"Di toko buku? Sama siapa?"


..................................


"Mau aku jemput?"


..................................


"Oh gitu kamu di jemput sama Abang kamu"


..................................

__ADS_1


"Yaudah hati - hati ya pulang nya".


"Padahal gue pengen banget tahu banget indentitas abang nya Yasmine tapi gagal lagi" eluh Arsen.


Ketika baru akan menghidupkan motor nya sepasang mata tajam menatap pada diri nya, "Gue gak sangka leader Wolf itu suka beli cheese cake " kekeh Miller suara nya terdengar seperi mengejek.


Arsen tersenyum kecil di sudut bibir nya, "Dan gue gak sangka leader Black Devils suka mampir ke toko buku anak - anak" kekeh Arsen dengan nada mengejek nya.


Miller menatap tajam pada Arsen tangan nya Ia kepal dengan kuat, "Gue cuma temenin adek gue" balas nya dengan tatapan dingin nya.


"Oh... " hanya itu yang keluar dari mulut gue.


"Gue penasaran sama adek lo yang kata nya Primadona nya Garuda" ujar Arsen.


"Kalo lo penasaran tunggu aja" balas Miller yang masih duduk di atas motor nya.


Sepuluh menit berlalu, dua puluh menit berlalu namun adik Miller yang Arsen tunggu belum juga menampakan batang hidung nya.


"Gue cabut! Adek lo terlalu lama buat di tunggu" Arsen memakai kembali helm fullface nya.


"Silahkan... " tangan Miller mempersilahkan Arsen untuk pergi.


Arsen langsung pergi meninggalkan Miller di toko buku itu Ia takut jika Mama nya akan khawatir pada diri nya karena terlalu lama di luar.


Yasmine keluar dari toko buku sambil membawa belanjaan nya, "Udah beli nya?" tanya Miller.


"Udah bang, tadi Yasmine denger suara motor hmm abang lagi ngobrol ya?" tanya Yasmine.


"Iya sama seseorang" balas Miller sambil mengambil belanjaan Yasmine.


"Sama siapa?" Yasmine penasaran.


"Just friend" kekeh Miller.


Yasmine mengerutkan dahi nya karena ucapan Miller Yasmine hanya menggelengkan kepala nya karena mendengar jawaban Miller.


Cerita cinta tentang Kenan dan Selena akhirnya sampai pada titik kebahagiaan :v


Tapi maaf sekali lagi Reader's Arsen dan Miller belum di pertemukan dalam kesempatan yang tepat. See U in the next chapterā™”.


Jangan lupa like, vote and comment's ya Reader's


Thank you so muchā™”

__ADS_1


__ADS_2