
Selamat Malam buat Reader's kesayangan Author, Ndaa ingin mengucapakan Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin, and happy eid mubarak 1441 H.
Arsen Atmanegara
"Besok sibuk gak sayang?"
Yasmine Rosalia
"Engga Sen, kenapa?"
Arsen Atmanegara
"Aku mau ajak kamu jalan, bisa?"
Yasmine Rosalia
"Bisa Sen, mau jam berapa?"
Arsen Atmanegara
"Jam 10 aku jemput di rumah kamu"
Yasmine Rosalia
"Iya sayang ❤"
Yasmine langsung merebahkan dirinya di atas kasur big size nya. Ia memejamkan matanya, "Gak tahu kenapa kok rasanya gue seneng banget di ajak jalan sama Arsen apa karena dia udah jadi pacar gue?" Yasmine kembali memejamkan matanya.
Di lain sisi Arsen tengan bersandar di sofa putih sambil sesekali tersenyum, "Beruntung gue punya pacar semanis dia, she is so nature and calm" kembali Arsen tersenyum di sudut bibirnya, ya begitulah mereka saling memuji dan saling bersyukur satu sama lain.
Ke esokan harinya Yasmine sudah rapi dengan simple dress berwarna hitam dengan tali spahgeti yang menjutai di bahu mulus nan indah milik Yasmine, tak lupa Ia menggerai rambut hitam panjanganya setelah di rasa siap Ia langsung turun ke bawah untuk menunggu kekasihnya, Arsen.
Haris dan Miller sedang bersantai di ruang tamu. Haris sedang fokus membaca koran dengan sesekali menyeruput kopi hitam yang berada di depannya, sedangkan Miller sedang memainkan ponselnya.
Yasmine berjalan di depan samping Yasmine namun mata elang milik Miller lebih dulu menangkap gerakan adiknya yang nampak. senang, "Mau kemana?" hanya dengan dua kata itu mampu membuat Yasmine berhenti di hadapan Miller yang masih fokus dengan ponselnya.
"Mau jalan bang" Yasmine memegangi sling bag nya, Ia takut jika tidak di beri izin oleh abang nya itu.
"Jalan kemana dek?" Haris yang semula sangat fokus dengan korannya langsung menutup koran itu dan meletakannya di atas meja.
"Hangout aja sih pa" Yasmine duduk di samping Haris sambil bersandar di bahu Haris.
"Sama cowo yang nolongin kamu waktu pingsan itu?" terka Haris.
__ADS_1
Miller yang awalnya masih fokus dengan ponselnya langsung terdiam kala mendengar "Cowo yang nolongin kamu?".
"Memang siapa cowo itu? Kayanya kamu deket banget sama cowo itu dek?" Miller mulai menaikan nada suaranya.
"Ya cuma temen aja sih bang" dengan gugup Yasmine berusah meyakinkan Miller dan Papa nya.
"Papa jangan terlalu bebas pa sama Yasmine, dia anak baru di sini belum ngerti" tegas Miller sambil melirik ke arah Haris.
"Cuma jalan apa salahnya?" dengan santai Haris menjawab pertanyaan anak sulungnya Miller.
"Thank you Papa" Yasmine mencium pipi kanan Haris.
Kemudian Yasmine langsung beranjak dari duduknya dan mencium tangan Miller untuk meminta izin, "Pergi dulu ya bang".
Mereka menatap punggung Yasmine yang menghilang karena pergi ke arah luar. Miller kembali menatap ke arah Haris yang mengambil korannya, "Papa ngerti kan maksud Miller, Papa jangan lupa posisi Miller sebagai anak motor. Seluruh Jakarta tahu pa Miller punya adek" suara Miller kembali meninggi setelah merendah.
"Papa tahu atas kekhawatiran kamu Miller, si Yasmine udah remaja gak mungkin di batasin juga. Kamu bukannya lagi deket sama penyanyi cafe ?" Haris masih setia dengan bacaan yang bertengger rapi di kertas koran itu.
Miller terdiam mendengar pertanyaan Haris, "Maksud papa? Papa tahu darimana....?".
"Kamu pikir apa yang kalian lakukan di luar Papa gak tahu? Termasuk adek kamu juga" Haris meminum kopi hitamnya.
~ Taman Hiburan.
"Aku suka ke sini, kemana pun aku suka asal sama kamu" Yasmine tersenyum dan menggengam erat tangan Arsen.
Arsen membalas senyuman Yasmine, "Sekali lagi gue bangga punya lo Yas".
Mereka memulai dengan menaik Roller coster, tampak Yasmine bertetiak karena ketakutan sedangkan Arsen tertawa ria karena sangat senang bisa menaik Roller coster dengan Yasmine sesekali tangan Yasmine menarik tangan Arsen karena ketakutan, Arsen akan langsung menarik tangan Yasmine ketika merasa takut.
Untuk wahana kedua mereka menaiki Kora - kora sama hal nya dengan Roller coster Yasmine kembali berteriak karena terlalu histeris, Arsen yang menyadari hal itu hanya bisa tertawa, entahlah ketika dengan Yasminw Arsen banyak tertawa dan tersenyum mungkin ini yang di sebut kekuatan Cinta.
Setelah selesai bermain mereka memutuskan untuk beristirahat, "Gimana capek?" Arsen duduk di samping Yasmine yang terlihat pucat pasi.
Yasmine terkulai lemas karena histeris, "Iya capek".
Arsen menarik Yasmine untuk bersandar di bahunya, "Masih mau main lagi?".
Yasmine mengangguk dengan semangat, tangan kanan Yasmine membelai wajah eropa Arsen, "Kamu ganteng Sen" Yasmine masih setia memegangi wajah putih Arsen.
Arsen mencium kening Yasmine, "Kamu juga cantik sayang". Yasmine tersipu malu karena ciuman Arsen.
"Habis ini mau kemana lagi?" Yasmine melepaskan diri dari sandarannya.
__ADS_1
"Makan dulu ya abis itu baru main lagi" Arsen berdiri dan menarik tangan Yasmine untuk mengikuti dirinya.
Setelah selesai makan mereka berdua kembali melanjutkan jalan - jalan mereka, mata hitam bulat milik Yasmine menangkap arena kuda keliling, "Kesana Sen" Yasmine langsung menarik tangan kekar miik Arsen.
Yasmine memilih untuk menaiki unicorn dengan ekor kuda berwarna pink, sedangkan Arsen lebih memilik menaiki kuda berwarna coklat. Yasmine mengeluarkan ponselnya dari sling bag dan memfoto mereka berdua, terlihat Yasmine sudah memasang pose tersenyum sedangkan Arsen sedang melihat ke arah lain, "Arsen...!" suara itu membuyarkan pandangan Arsen, laki - laki itu langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Akhirnya dapat juga" Yasmine terlihat sangat senang karena berhasil foto dengan kekasihnya itu.
Arsen menggeleng lucu, "Seneng banget" Arsen kembali tersenyum melihat tingkah Yasmine.
"Iya seneng lah susah ngajak kamu foto" Yasmine langsung menjadikan foto mereka sebagai wallpaper ponsel miliknya.
"Beli permen kapas yuk" Yasmine menarik lengan Arsen, Ia hanya pasrah ketika dirinya di tarik oleh Yasmine untuk mengantri membeli permen kapas.
"Bang permen kapasnya dua ya" Yasmine sembari mengeluarkan dompet dari sling bag miliknya.
"Gak usah bang satu aja, ini uangnya" Arsen langsung menyodorkan uang dua puluh ribu.
"Kok satu? Kamu gak mau?" Yasmine menatap bingung pada Arsen, "Aku gak suka permen" jawab Arsen dengan santai.
"Ini mas permen kapasnya" Arsen menerima permen kapas itu dan langsung memberikannya pada Yasmine.
"Jangan banyak - banyak" Arsen mengambil sebagian permen kapas dan menyuapinya ke Yasmine.
"Iya sayang" kekeh Yasmine yang masih setia memakan permen kapasnya, "Kamu beneran gak mau?" Yasmine menyodorkan permen kapas di hadapan Arsen.
Arsen sedikit terkejut dan tersenyum, "Beneran untuk kamu aja permennya" Arsen mengembalikan sodoran permen kapas Yasmine.
Yasmine kembali memakan permen itu, karena terlalu serius sebagian permen itu menempel di bibir Yasmine, mata elang Arsen menangkap momen itu dan langsung menjilat permen kapas di bibir Yasmine.
"Manis" desis Arsen di telinga Yasmine, Ia masih terpaku dengan tindakan Arsen. Beberapa detik kemudian Yasmine baru menoleh ke arah Arsen, "Kamu nakal" Yasmine memukul dada Arsen bukannya kesakitan Arsen malah tertawa.
"Ampun ampun" ringis Arsen, Ia langsung menarik Yasmine dalam pelukannya, "Aku gak bakal macem - macem kok" Arsen kembali mencium kening Yasmine.
"Gimana aku gak jatuh cinta sama kamu Arsen, kalo kamu perlakuin aku semanis ini".
"Udah atau pulang?" Arsen melihat jam tangan yang sudah menunjukan pukul 7 lewat.
Yasmine menatap Bianglala yang sedang berputar, "Aku mau naik itu abis itu baru pulang".
"Yaudah kita naik itu" kembali Arsen mengenggam tangan Yasmine.
Mereka berdua masuk ke dalam salah satu Bianglala, mereka menikmati wakti berdua saat di atas puncak Bianglala sampai pada akhirnya Arsen mendekatkan dirinya tepat di. depan wajah Yasmine, "Apapun keadaanya tolong jangan tinggalkan aku sendiri" sembari menciuk kening Yasmine, "*Aku gak akan tinggalin kamu, believe me".
__ADS_1
Thank you buat Reader's kesayangan Aurthor sekali Author mengucapakan Happy Eid Mubarak 1441 H ❤*