
Sebuah notifikasi pesan masuk ke handphone Yasmine yanh berada di meja belajarnya.
Arsen Atmanegara
"Gue udah mau jalan".
Yasmine langsung segera menyelesaikan make up nya. Ia mengenakan dress berwarna marun, di tambah wedges berwarna hitam. Ia memoleskan lipstik berwarna pink di bibirnya.
"It's not bad, nature" .
Yasmine menuruni anak tangga dan berlari kecil ke arah ruang tamu. Di sana sudah ada Haris yang sedang santai sambil menonton televisi.
"Mau kemana dek?" Haris menatap heran pada Yasmine.
"Yasmine ada acara Pa" jawabnya sambil tersenyum ke arah Haris.
"Acara apa? Sama siapa?" Haris langsung bertanya dengan nada introgasi.
"Ngumpul gitu Pa, sama temen yang selamatin Yasmine waktu pingsan" Yasmine menatap ragu - ragu pada Haris.
"Oh gitu... Pulangnya jangan kemalaman ya dek" Haris beranjak dari duduknya.
Yasmine terkejut dengan respon Haris, Ia pikir Haris akan bertanya banyak tentang Arsen, "Iya Pa".
Arsen Atmanegara
"Gue udah di depan rumah Lo"
Yasmine langsung memasukan handphonenya ke dalam sling bag nya. Ia membuka pintu rumahnya, "Mau kemana dek?" tiba - tiba Miller muncul dari arah belakang Yasmine.
"Eh abang, Yasmine mau keluar bang" Yasmine menatap ragu pada Miller.
"Sama siapa? Kemana?" Miller menatap curiga pada Yasmine.
"Sama temen bang, cuma ngumpul aja" Yasmine memegangi sling bag nya.
"Abang mau kemana? Kok rapi begini?" Yasmine heran dengan penampilan Miller yang rapi dan cool. Miller mengenakan kaos berwarna navy dan jaket hitam yang membalut tubuh atletisnya.
"Ada acara juga" jawab Miller dengan santai.
"Mau bareng bang?" ajak Yasmine seraya menatap wajah Miller.
"Duluan aja, abang nunggu Rey sama yang lain".
"Hmm kalo gitu Yasmine duluan bang" Yasmine berjalan keluar. Dan lagi kesempatan Miller untuk mengetahui siapa teman Yasmine kembali gagal.
"Lama banget sih!" ketus Arsen sambil berdecak ke arah Yasmine.
"Izin dulu tadi Sen" Yasmine menatap wajah Arsen. Menurutnya kali ini Arsen benar - benar tampan. Arsen mengenakan kaos berwarna putih, jaket hitam bergambar kepala serigala itu semakin memperjelas karakter Arsen yang sebenarnya. Di tambah jam mahal yang melingkar di pergelangan tangan Arsen semakin menampakan bahwa Ia adalah orang yang kaya.
"Buruan naik" Arsen melepaskan jaketnya dan memberikan ke Yasmine, Yasmine memakai jaket Arsen.
Selama di perjalan mereka hanya diam tanpa berbicara satu sama lain. Arsen mengendarai dalam kecepatan standar. Sesekali Ia melihat wajah Yasmine dari kaca spion motornya. Menurutnya malam ini sangat elegan dan natural.
Mereka berhenti di persimpangan, disana sudah ada anggota Wolf yang lainnya. Amel duduk di atas jok motor Ervan, Amel mengenakan dress berwarna putih selutut. Ervan sedang memainkan handphonenya. Sedangkan Sandra berdiri di samping Jimmy. Sandra mengenakan dress berwarna hitam dan bando polos yang membelah rambut hitam polosnya. Jimmy hanya menatap Sandra yang berada di sampingnya.
Terlihat Kenan duduk di atas motornya sambil memegangi helm fullface nya. Alex dan Kevin sedang mengobrol satu sama lain.
"Sorry gue telat" Arsen menaikan kaca helm fullface nya.
"Kita juga baru sampai" balas Jimmy.
"Lo cantik banget Mel" Amel takjub dengan penampilan Yasmine kali ini.
"Iya Yas, Lo cantik" puji Sandra.
"Kalian semua cantik" puji Alex seraya tersenyum ke arah mereka.
Arsen berdecak kesal melihat Alex, "Buruan!" Arsen langsung meghidupkan motor sportnya. Di ikuti anggota Wolf , mereka beringingan membelah jalanan Jakarta malam ini.
~
Akhirnya mereka sampai di sebuah cafe yang di pilib untuk merayakan Anniversary motor club. Cafe itu sangat ramai, banyak remaja yang keluar masuk ke cafe dengan motor sport seperti milik Arsen.
__ADS_1
"Kalo kalian ngerasa gak nyaman kita bisa pulang" Arsen menatap ke arah tiga perempuan yang berdiri sejajar itu.
"Iya" balas mereka serentak.
"Kalian harus hati - hati disini banyak cowo playboy " jelas Jimmy, Ia menatap wajah Sandra dengan tatapan serius.
"Hati - hati aja ya" Kenan melirik ke arah mereka.
"Yaudah ayo masuk" Arsen menarik tangan Yasmine untuk masuk ke dalam cafe.
Cafe itu sangat ramai, ada sekumpulan laki - laki yang duduk di sofa sambil di temani beberapa gadis yang mengenakan baju seksi. Ada yang hanya sekedar menikmati acara, Ada yang bermain billiar dan melakukan hal lainnya.
"Rame banget" ucap Amel sambil mendekat ke arah Ervan.
"Ya ginilah acara gue setiap tahun" Ervan mengambil dua gelas orange juice dari seorang pelayan.
"Lo duduk di sini, gue mau kesana sebentar" Arsen menatap wajah Yasmine.
"Iya Sen" Yasmine mengangguk pelan.
Kenan duduk di sebelah Yasmine, "Gimana? Lo suka di sini?" tanya Kenan yang menyandarkan dirinya ke sebuah sofa.
"Kenan? Eh gak terlalu sih" Yasmine kikuk di hadapan Kenan. Ia tidak terlalu akrab dengan Kenan makanya Ia canggung.
Kenan terkekeh melihat ekspresi Yasmine, "Santai aja Yas".
Yasmine mengangguk pelan, "Hmm Lo udah lama kenal sama Arsen, Ken?" Yasmine menatap Kenan yang sedang menyesap Vape.
"Belum lama sih, baru setahun ini lah gue kenal dia" jawab Kenan.
"Karena apa Lo kenal sama dia Ken?".
"Waktu itu gue belum kenal Arsen sama yang lainnya. Dulu gue anak buah Petra, tapi waktu itu gue ada masalah sama Petra jadi gue di hajar abis - abisan sama Petra" Kenan kembali menyesap Vape dan menghembuskan asapnya ke udara.
"Terus Ken?" Yasmine semakin penasaran dengan kelanjutan cerita dari Kenan.
Kenan kembali terkekeh dengan ekspresi Yasmine, " Jadi dia yang nolongin gue waktu di hajar sama Petra. Padahal gue waktu itu di suruh Petra buat jadi mata - mata Arsen karena gue sekolah di Garuda. Karena gue gagal makanya gue di hajar sama Petra.Arsen lah yang selamatin nyawa gue, kalo Arsen gak ada mungkin gue udah mati saat itu. Dan sejak saat itu gue keluar dari Warrior dan di ajak untuk masuk ke Wolf sama Arsen".
"Oh gitu Ken. Hmm... Arsen emang cuek gitu ya Ken?" tanya Yasmine.
"Iya deh Ken" Yasmine tersenyum ke arah Kenan.
Terlihat Sandra sedang duduk sambil meminum sebuah soft drink. Terlihat jelas jika Sandra sangat tidak nyaman berada di sini sesekali Ia berdecak kesal.
"Kamu kenapa? Mau pulang?" Jimmy melepaskan jaket dan memakaikannya ke tubuh mulus Sandra.
"Gapapa".
Jimmy menatap wajah Sandra yang muram, Ia mengerti jika sebenarnya Sandra sangat tidak suka berada di sini.
" Guys kita kesana dulu ya, kalian di sini baik - baik ya" Jimmy menatap serius ke arah tiga gadis itu.
Jimmy dan lainnya berjalan meninggalkan ketiga gadis itu yang sedang duduk di sofa.
"Tahu gini gue gak ikut tadi" Amel berdecak kesal.
"Ternyata acaranya kaya gini" eluh Yasmine.
"Ya beginilah" balas Sandra.
Ketika sedang mengobrol, ada sekumpulan laki - laki yang tiba - tiba duduk bersama mereka. Laki - laki itu langsung memeluk Yasmine dari belakang, Ia pun terkejut.
"Jangan kurang ajar Lo ya!" pekik Yasmine.
"Wihh jangan galak - galak dong cantik" Laki - laki itu berbicara di sebelah telinga Yasmine.
"Sopan dikit" Sandra langsung mendorong laki - laki itu menjauh dari Yasmine.
Laki - laki itu terkekeh dengan sikap Sandra, "Berani juga Lo sama gue".
"Kenapa?!" ketus Sandra sambil menatap tajam ke arah laki - laki itu.
"Eitss, cantik udah punya pacar?" Laki - laki itu membelai pipi Yasmine. Arsen yang berdiri tidak jauh dari mereka langsung mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Brengsek!" pekik Arsen. Anggota Wolf bingung dengan ucapan Arsen sampai pada akbhirnya mereka menyadari jika ketiga gadis itu sedan di goda oleh laki - laki brengsek.
"Jawab dong cantik" Laki - laki itu hendak membelai kembali wajah Yasmine, dengan cepat Yasmine menepis tangan lelaki itu.
"Lo ngapain disini!" Arsen menatap tajam ke arah laki - laki itu. Laki - laki itu menatap dari atas sampai bawah penampilan Arsen.
"Lo Arsen kan leader Wolf ? " tanya laki - laki itu.
"Iya gue Arsen, Kenapa?" Arsen langsung menarik tangan Yasmine, spontan Yasmine terkejut dengan Arsen.
"Awas Lo ganggu cewe gue lagi!" ketus Arsen.
Laki - laki itu berlari ketakutan dan pergi meninggalkan Arsen. Arsen duduk di sofa, Yasmine juga duduk di sofa sebelah Arsen.
"Lo gapapa?" tanya Arsen.
"Gapapa Sen".
"Susah emang ninggalin cewe cantik di sini" Alex terkekeh.
"Gue sih santai aja, gue gak ada cewe Bro" Kevin ikut tertawa di samping Alex.
"Good nigtht guys, we are come back to the Anniversary motor club. So this's the fifth anniversay. I hope we can keep to the other, always helping to other. And always keep solidarity brother" ucap Pandu.
Pandu adalah ketua motor sport yang ada di jakarta, dan dia juga berperan sebagai panita dalam acara ini.
"Okay guys, let's the party. Have fun!' teriak Pandu, seluruh orang yang berada di cafe bersorak menyambut acara ini. Alunan musik dari seorang Disk Jockey semakin memperiuh suasana yang ada.
Pandu turun dari pentas dan mengambil sebuah alkohol dengan kadar rendah. Ia membalikan badannya ke arah belakang, ternyata sudah ada Miller dan anggota *Black Devils.
"How are you brother*?" Miller memeluk Pandu.
"Fine, and howe the Black Devils? Always fighting? Pandu terkekeh.
"Sometime" Miller tersenyum ke arah Pandu.
"Where's your partner Mill? Pandu mendelikan matanya.
"Nothing, but i have a beuatifull young sister. So i needn't a girl" Miller tertawa.
"Okay okay, so enjoy the party" Pandu tersenyum dan pergi meninggalkan Miller.
Di lain sisi Arsen memandangi Yasmine yang duduk di sebelahnya, "Mau pulang?".
"Bentar lagi aja Sen, kaya nya Alex sama Kevin masih cari cewe" Yasmine memperhatikan Alex dan Kevin yang sedang mendekati gadis - gadis yang ada di cafe.
Jimmy masih setia menemani Sandra di sebelahnya, "Duduk di sini aja ya, aku cariin kamu air putih".
"Iya".
Dari arah berlawanan, Petra berjalan dengan seorang wanita yang agak lebih tua daripada dirinya. Ia melewati Arsen yang sedang duduk di sofa.
Petra membalikan badannya, "Lo datang juga rupanya?" kekeh Petra.
Arsen hanya diam tanpa menanggapi pertanyaan Petra. Petra celingukan ke sebelah laki - laki yang duduk di sebelah Arsen.
"Kenan?" dengan suara kaget Petra menyebut nama Kenan. Sang empu yang merasa di panggil namanya langsung mendongakan kepalanya ke arah Petra.
"Mantan Bos?" pekik Kenan.
"Berani juga Lo muncul di sini " Petra kembali tertawa.
"Tahun lalu Lo masih jadi anak buah gue, tapi sekarang Lo anak buah Wolf. Itu karena Lo gak becus jadi mata - mata!" ketus Petra.
Yasmine menatap aneh dan heran pada Petra. Kenapa Ia selalu bertemu dengan Petra dimanapun dan kapanpun.
"Wait! Lo juga disini?" Petra menunujuk ke arah Yasmine.
"Lo gak usah cari masalah di sini, jangan buat pandu marah" ketus Arsen.
"Oke" balas Petra dengan santai dan pergi meninggalkan Arsen.
"Tuh anak gak bener otaknya" dengus Ervan. Kembai mereka menikmati acara Anniversary itu.
__ADS_1
Berasambung🌻
Vote, Like and Commentnya jangan lupa ya kak😊 Terima kasih❤