
Suasana pagi ini sangat ramai di kelas 11 IPA 1. Terlihat sebagian murid ada yang sedang duduk, bersenda gurau dan ada yang sedang fokus membaca buku.
Yasmine mengeluarkan buku pelajarannya dari dalam tasnya. Untuk saat ini Arsen dan anggota Wolf belum datang. Amel dan Sandra sedang mengerjakan tugas yang belum selesai.
"Kemarin bang Miller ya Yas?" tanya Amel yang masih fokus mengerjakan tugasnya.
"Ah iya Mel" jawab Yasmine yang masih setia membaca bukunya.
Arsen dan anggota Wolf yang lainnya berjalan memasuki ke dalam kelas. Arsen melemparkan tas ranselnya ke atas meja belajarnya. Jimmy dan Ervan langsung menuju ke tempat duduk masing - masing.
Yasmine melihat ke arah Arsen yang sedang menidurkan kepalannya di atas meja belajar. Arsen menghadapkan wajahnya ke arah Yasmine. Yasmine yang di tatap oleh Arsen langsung menutup wajahnya dengan buku.
"Baru pagi Bos udah pandang - pandangan aja" ejek Alex sambil melirik ke arah Arsen dan Yasmine.
Arsen memutar kepalanya malas, wajah Yasmine memerah karena di tatap oleh Arsen. Sejak tadi Kenan memperhatikan Yasmine, Ia merasa terganggu oleh tatapan dari Kenan.
"Ada apa Ken dari tadi Lo lihatin gue terus?" Yasmine membesarkan bola matanya ke arah Kenan.
Kenan langsung mengalihkan wajahnya dari Yasmine, "Ah gapapa Yas. Gue balik duluan ya udah mau masuk nih" Kenan langsung beranjak dan pergi ke kelasnya di susul oleh Alex dan Kevin.
Bel untuk jam pelajaran pertama berbunyi. Dari arah luar kelas ada dua orang yang berjalan beriringan satu sama lain ialah seorang guru dan seorang murid perempuan.
"Selamat pagi anak - anak" sapa Bu Siska.
"Pagi Bu" jawab mereka serempak.
Arsen masih dalam keadaan menidurkan kepalanya dan tidak melihat guru dan murid yang berdiri di depan kelas. Jimmy dan Ervan mengerutkan dahinya setelah melihat ke murid perempuan itu.
Jimmy menoleh ke arah Ervan, "Selena?" mereka kembali melihat ke arah depan kelas. Sandra yang mendengar ucapan Jimmy terkejut dan kaget.
"Perhatikan semua! Kita kedatangan teman baru, silahkan perkenalkan diri kamu" sila Bu Siska.
"Pagi semua, saya Selene Lee. Saya pindahan dari korea. Senang bertemu kalian" Selene menurunkan sedikir tubuhnya seperti gaya orang korea.
Arsen terbangun dari tidurannya, Ia terkejut setelah mendengar nama itu. Arsen mengerutkan dahinya ke arah Selena. Selena yang sadar akan di perhatikan oleh Arsen tersenyum manis, Yasmine menatap aneh pada Arsen yang kelihatannya sangat terkejut dengan kedatangan Selena.
Selena Lee adalah gadis keturuna korea - indonesia. Gadis berparas khas korea itu memiliki tinggi 165 cm, dengan rambut warna cokelat, bola mata cokelat yang semakin memperjelas kecantikan pada dirinya.
"Korea nya dimana?" tanya Amel sambil memicingkan matanya.
"Seoul" jawab Selena dengan angkuh.
"Oh Seoul, kiraiin di Busan. Takutnya Lo ikutan jadi zombie gara - gara Train to Busan" ejek Amel, seluruh murid termasuk Arsen dan Yasmine tertawa mendengar ejekan Amel.
"Tolong jaga sikap! Selena silahkan duduk" perintah Bu Siska.
Selena berjalan melewati kursi Arsen, "Do you miss me?" ucap Selena sambil berlalu ke kursi kosong yang ada di belakang Arsen.
Yasmine yang sadar akan ucapan Selena langsung kaget, "Ada hubungan apa Arsen sama Selena?" batin Yasmine.
~
Di kantin sudah ada Jimmy dan Ervan. Yasmine dan lainnya sedang mencari tempat duduk untuk makan siang.
"Yasmine, sini" Ervan memanggil Yasmine yang kesusahan mencari tempat duduk.
Yasmine dan lainnya langsung menuju meja yang sudah di duduki Jimmy dan Ervan. Yasmine duduk di hadapan Jimmy dan Ervan.
"Arsen kemana?" tanya Yasmine sambil meminum air mineralnya.
"Oh Arsen lagi sama Selena Yas, ada urusan kayanya" jelas Ervan dengan ragu - ragu.
Yasmine mengangguki jawaban Ervan, "Oh gitu" jawabnya santai.
"Jadi gini Yas, kita bertiga sama Selena itu udah kenal dari kecil. Terus Selena pindah ke korea karena Papa nya pindah dinas" jelas Jimmy sambil menatap ke arah Yasmine.
"Jadi Lo sahabatnya si Selena?" pekik Amel.
"Pantesan langsung kaget gitu!" sungut Sandra sambil melirik ke arah Jimmy.
"Ya kita sih cuma sebatas temen sama Selena. Lagian Selena suka nya sama Arsen bukan sama kita" dengan entengnya Ervan menjawab pertanyaan mereka. Ervan mendelikan matanya karena sudah kebablasan menceritakan Selena.
__ADS_1
Yasmine menghentikan makannya, sesaat Ia terdiam karena mendengar penjelasan dari Ervan dan tersenyum miring.
"Sorry Yas" Ervan menunduk di hadapan Yasmine untuk meminta maaf.
"Loh kenapa minta maaf Van? Gue gapapa kok" elak Yasmine. Sebenernya hati Yasmine sakit mendengar penjelasan dari Ervan.
Jimmy melirik ke arah Yasmine dan Ervan, "Tenang aja Yas, Arsen gak pernah suka sama Selena".
Yasmine tersenyum, "Mau suka ataupun engga gue gak masalah, untuk hati cuma Arsen yang tahu".
"Gue duluan ya" Yasmine langsung beranjak pergi dari meja kantin. Amel menatap sinis pada Ervan, "Lo sih Van!" sungut Amel dengan nada kesal.
"Ya maaf" pinta Ervan.
"Tapi gue yakin Arsen bakal pilih Yasmine daripada Selena" jawab Jimmy.
Di lain sisi, kini Arsen dan Selena sedang berada di dalam kelas. Selena duduk di samping kursi Arsen, "Gimana kabar kamu?" Selena tersenyum.
"Baik" singkat Arsen.
"Kamu gak kangen aku?" kekeh Selena.
"Engga" Arsen memutar kepalanya malas menatap Selena.
Raut wajah Selene berubah menjadi marah setelah mendengar jawaban Arsen. Jawaban yang Ia inginkan bukan seperti ini. Ia mengepalkan kedua tangannya, "Arsen! Mau sampai kapan kamu kaya gini sama aku?!" sungut Selena.
Arsen menaikan sebelah alis matanya dan memutar kepalanya ke arah Selena, " Gue udah pernah bilang sama Lo! Kalo gue gak pernah suka sama Lo! Kangen sama Lo ataupun apalah!" ketus Arsen.
"Kenapa? Kenapa gak bisa Arsen?!" Selena menyeringai tajam ke araha Arsen.
"Gue cuma anggap Lo sebagai sahabat. Apa yang Lo anggap ke Jimmy dan Ervan ya begitulah perasan gue sama Lo" Arsen memejamkan matanya.
Selena tersenyum miring, "Apa kamu udah punya orang yang kamu cinta?" tanya Selena.
"Ada ataupun engga itu bukan urusan Lo! Dan yang terpenting orang yang gue cinta itu bukan Lo! Paham?" Arsen langsung pergi meninggalkan Selena di dalam kelas.
Selena menahan emosi yang sudah sangat memuncak, "Kita lihat seberapa lama kamu bersikap kaya gini sama aku Arsen".
"Kok gue kesel ?".
"Apa gue suka sama Arsen?".
"Terus kenapa gue sok tegar banget sih?".
Pikiran Yasmine benar - benar kacau, pikirannya bukan tertuju pada buku bacaanya melainkan pada Arsen.
Jimmy dan lainnya masuk ke dalam kelas, mereka semua duduk di kursi masing - masing. Jimmy melihat Selena yang tersenyum ke arahnya dan Ervan.
"Hai Jim, Van" sapa Selena.
"Gimana kabar Lo berdua?" Selene berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah tempat duduk Jimmy dan Ervan. Sandra dan Amel hanya melirik kea arah Jimmy dan Ervan.
"Ya kaya yang Lo lihat" jawab Jimmy Santai.
Jimmy beranjak dari kursinya yang hendak pindah ke kursi Ervan, namun baru berjalan beberapa langkah Jimmy sudah di peluk dari depan oleh Selena.
"Gue kangen Lo Jim" Selena mendekap erat tubuh Jimmy. Sandra terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Selena. Jimmy langsung melepaskan pelukannya dari Selena.
"Kalo kangen ya kangen aja sih Sel, tapi gak usah peluk gitu lah" Jimmy kesal dengan tindakan ceroboh Selena.
Sandra menatap tajam pada Jimmy, Sandra langsung memilih pergi dari hadapan Jimmy, namun tangannya di tahan oleh Jimmy.
"San aku sama Selena gak ada apa - apa" jelas Jimmy.
"Apaan sih Jim! Lepas!" Sandra menghentakan tangannya dari genggaman tangan Jimmy.
Jimmy menatap kesal ke arah Selena yang tersenyum, "Lo emang nyebelin ya Sel!" sungut Jimmy sambil mengejar Sandra.
Selena berjalan ke kusri Ervan. Amel hanya menatap sekilas pada Selena, "Gue kangen sama Lo Van" Selene mencium pipi kanan Ervan tepat di hadapan Amel.
Amel terkejut hebat sampai membelalakan matanya, reaksi Ervan juga sama dengan Amel.
__ADS_1
"Sel Lo apaan sih main sosor sembarangan aja" Ervan menghapus bekas tempat Selena mencium dirinya.
Amel menghentakan kakinya kesal dan pergi keluar, "Dasar Playboy".
Ervan mengusap wajahnya dengan kasar, "Selena" geram Ervan, Selena hanya tertawa sambil menikmati situasi ini.
"Gue bakal hancurin Lo semua" .
-
Setelah bel pulang sekolah berbunyi Yasmine dan lainnya langsung memilih pulang. Ketika berjalan di koridor mereka bertemu dengan Wolf.
Jimmy berdiri di hadapan Sandra, "San kamu masih marah sama aku? Aku gak ada apa - apa sama Selena San" Jimmy sangat gusar.
"Mau ada urusan atau engga itu bukan urusan gue" Sandra langsung meninggalkan Jimmy.
Yasmine mengerutkan dahinya, Ia bingung dengam ucapan Sandra. Memangnya apa yang sudah terjadi pada Jimmy dan Selena? Dan kenapa Sandra begitu marah pada Jimmy.
"Mel gue juga gak ada apa - apa sama Selena. Lo lihat sendiri kan dia yang mulai Mel" Ervan memasang wajah memelas pada Amel.
"Hmm" Amel langsung pergi dan menjauh dari mereka. Yasmine ikut undur diri dari mereka dan langsung menyusul Amel. Arsen menatap heran pada mereka yang marah pada sahabat Arsen.
"Sebenernya ada apa? Kenapa ada Selena?" tanya Arsen dengan tatapan bingung.
"Selena bilang dia kangen sama gue, terus dia meluk gue di depan Sandra" jelas Jimmy.
"Dia juga bilang hal yang sama Sen, dia cium pipi gue di depan Amel" Ervan mengeluh kesal.
"Gila tuh cewe!" dengus Jimmy.
Arsen memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Selena!" geram Arsen.
Arsen pergi menyusul Yasmine yang sudah pulang terlebih dahulu. Ia berlari ke arah gerbang sekolah dan melihat Yasmine masih berdiri di depan gerbanh sekolah.
"Yasmine" teriak Arsen sambil menyusul ke arah Yasmine.
Yasmine menoleh ke arah belakang dan melihat Arsen yang berdiiri di hadapannya sekarang, "Arsen?".
"Lo pulang sama siapa?" tanya Arsen.
"Sama supir Sen, ada apa emangnya?" Yasmine menatap ke arah Arsen.
"Oh gitu, gue tadi mau ngajak Lo pulang bareng sama gue".
"Gak usah Sen" Yasmine tersenyum kikuk pada Arsen.
Arsen mengangguki jawaban Yasmine dengan pelan.
"Arsen gue mau tanya sama Lo?" Yasmine menatap sendu pada Arsen.
"Tanya apa Yas?"
"Ervan bilang kalo Selena suka sama Lo apa itu bener?" Arsen kaget mendengar pertanyaan dari Yasmine.
Arsen tersenyum miring, "Iya itu bener. Selena suka sama gue sejak kecil tapi gue gak pernah suka sama dia" jelas Arsen.
"Oh gitu" angguk Yasmine.
Arsen menaikan sebelah alis matanya, "Lo kenapa tanya hal itu sama gue?".
Yasmine terkejut mendengar pertanyaan Arsen, "Ah gapapa kok Sen. Kalo gitu gue duluan ya gue udah di jemput" Yasmine langsung masuk ke dalam mobil.
Dari kejauhan rupanya anggota Wolf memperhatikan Arsen dan Yasmine yang sedang mengobrol.
"Lancar nih si Bos" ucap Alex.
"Gas terus ah" kekeh Kevin.
Bersambungš
Jangan lupa like dan comment ya kakš»
__ADS_1
Author tunggu yaa, biar Aurthor selalu semangat setiap Upā¤