
Arsen duduk di kursi sofa berwarna putih di dekat pintu kaca kamar yang berhadapan langsung dengan taman samping rumahnya. Sesekali Ia mengacak rambutnya dengan kasar. Laki - laki yang mengenakan kaos putih bertuliska, "Big Boss" itu sesekali mengehela nafasnya dengan kasar.
"Gue suka dia".
"Tapi gue gak tahu apa dia suka sama gue".
"Apa gue pantas buat dia? Gue anak motor yang suka berantem sedangkan dia anak baik - baik".
"Lo udah mencintai perempuan yang terlalu baik buat lo Sen" dengus Arsen sambil memejamkan matanya.
Dari arah pintu luar terdengar dorongan pintu dari seseorang, bukan seseorang melainkan dua orang siapa lagi kalau bukan Bram dan Tania ternyata sejak Arsen mendengus mereka mendengar keluhan Arsen.
"Siapa yang gak pantas buat kamu nak?" Tania duduk di sebelah Arsen dan membelai rambut Arsen dengan lembut. Di sisi Tania, Arsen akan menjadi anak yang sangat lembut beda dengan di luar rumah.
"Bukan siapa - siapa Ma" Arsen semakin bergelayut manja di pundak Tania. Bram yang memperhatikan kedekatan Arsen dan Tania ikut tersenyum sembari duduk di sebelah Arsen.
"Yasmine? Kamu suka sama Yasmine kan?" terka Bram sambil meliik ke arah Arsen.
"Kok Papa tahu" Arsen langsung menoleh ke arah Bram.
"Apa sih yang gak Papa tahu dari kamu" kekeh Bram sambil mengusap kasar pundak Arsen.
"Jadi bener kamu suka sama Yasmine nak?" Tania menggulum senyum ke arah Arsen.
Arsen membalas senyuman Tania, "Iya Ma Arsen suka sama Yasmine tapi Arsen gak tahu kenapa Arsen bisa suka sama Yasmine" kekeh Arsen sambil menunduk.
"Kan Papa sudah bilang cinta itu tidak memandang apa pun, No matter how" jelas Bram.
"Tapi apa Yasmine suka juga sama Arsen" raut wajah Arsen berubah menjadi murung.
Tania sedikit terkejut mendengar ucapan Arsen, "Kenapa kamu bilang gitu?".
"Mama tahu sendiri lah Ma, Arsen anak motor Ma sedangkan dia anak yang baik Ma" jelas Arsen.
"Papa juga anak motor Mama mu suka juga, sampai sekarang lagi ya kan Ma" Bram melirik ke arah Tania sambil terkekeh.
"Yang penting kamu coba ngomong dulu sama Yasmine, masalah dia suka atau gak suka nanti. Kalau dia gak suka ya berarti di mata Yasmine kamu gak spesial" jelas Bram sambil memejamkan matanya.
Arsen tersenyum, "Makasih Pa Ma" Arsen memeluk mereka satu persatu.
"Besok kamu undang Yasmine ya Sen".
"Semua perlengkapan untuk ulang tahun udah Mama siapain" ujar Tania.
"Hmm Iya Ma Arsen bakal undang Yasmine".
~
Pagi ini Arsen terlihat lebih semangat daripada biasanya, ketika memasuki kelas pun anggota Wolf sempat memandangi aneh dengan sikap Arsen pagi ini.
"Si Bos kenapa?" Alex terlihat bingung.
"Fall in love" jawab Kevin sambil memasang dasi di kerah bajunya.
"Ah lo dari kemarin fall in love terus" sungut Alex.
"Lo lihat aja ntar" Kevin menjawab dengan santai.
"Tapi mungkin aja sih si Arsen lagi suka sama seseorang" balas Kenan.
"Yasmine?" ucap Jimmy.
Mereka semua menoleh ke arah Jimmy, "Maksud lo Arsen suka sama Yasmine?" tanya Alex.
"Iya Arsen suka sama Yasmine" jawab Jimmy.
"Gue sih yakin" sambung Ervan.
"Soalnya Arsen mau ngobrol sama cewe ya cuma sama Yasmine" Kenan mendelik ke arah teman - temannya.
Arsen yang berdiri di luar kelas langsung masuk ke dalam kelas, "Kok diam?" tanya Arsen.
__ADS_1
"Ah gapapa Bos" kekeh Alex.
"Lagi mikirin kado untuk Bos" Kevin menepuk pundak Arsen dengan pelan.
"Datang aja gak perlu bawa kado, lo semua bisa datang aja udah cukup bagi gue" Arsen duduk di kursinya.
"Oh iya Selena lo undang Sen" Ervan langsung menoleh ke arah Arsen ketika melihat kedatangan Selena.
Selene tersenyum sambil menatap ke arah Arsen, "Tanpa lo undang gue bakal datang kok".
"Terserah lo aja" ketus Arsen.
"Tunggu" ucap Kevin dengan ketus sambil menatap sinis ke Selena.
"Kenapa?!" balas Selena dengan ketus.
"Lo jalangkung? Tanpa di undang datang" ucap Kevin di ikuti tawa oleh anggota Wolf yang lainnya.
Selena mendelik tajam ke arah Kevin, "Sorry gue gak sengaja" Kevin langsung lari pergi meninggalkan kelas itu.
"Jangan di bawa hati Sel, Kevin cuma bercanda" ucap Jimmy berusaha mengembalikan suasana hati Selena.
Dari luar kelas Yasmine, Amel dan Sandra masuk ke dalam kelas. Mata Yasmine beradu pandang dengan mata Arsen sampai pada akhirnya Amel sengaja batuk untuk membuyarkan lamunan Yasmine.
"Uhuk...uhuk" seraya tangan Amel menahan batuk.
Yasmine terlihat gagap di depan teman - temannya, "Eh ayo Mel San" Yasmine langsung mendorong Amel dari belakang.
"Cewe kalo lagi malu kaya Yasmine ya" kekeh Ervan.
"Sandra engga tuh" balas Jimmy sambil melirik Sandra yang duduk di kursinya.
Arsen berjalan ke kursi Yasmine dan duduk di sebelah kursi Yasmine, "Yas" panggil Arsen dengan suara seraknya.
"Hmm iya Sen?" Yasmine langsung menoleh ke arah Arsen.
"Nanti malam lo datang ya ke acara ulang tahun gue" jantung Arsen berdegup dengan kencang.
"Iya Yas, nanti malam gue ngadain acara ulang tahun" jawab Arsen.
"Gue usahain datang ya, oh iya dimana?".
"Nanti gue share location ke lo" balas Arsen.
"Lo berdua juga datang ya, Jimmy sama Ervan siap jemput lo berdua" ujar Arsen menunujuk ke arah mereka.
"Siap" balas mereka serentak.
"Lo mau di jemput Kenan?" Arsen menoleh ke Yasmine yang sedang membuka buku.
"Hmm gak usah Sen, gue sendiri aja" balas Yasmine.
"Oh gitu, yaudah Kenan biar jemput lo aja" Arsen menunjuk Selena yang memasang wajah kesalnya sejak tadi. Ia benar - benar kesal kenapa Arsen begitu perhatian pada Yasmine yang notabenenya adalah anak baru.
-
Setelah pulang sekolah Yasmine dan lainnya berencana ke Mall untuk mencari hadiah. Anggota Wolf sedang stand by di parkiran motor SMA Garuda.
"Nanti lo jemput Selena ya Ken" ujar Arsen yang duduk di atas motor sportnya.
"Selena? Anak baru itu Sen?" pekik Kenan.
"Iya nanti gue share location rumah Selena ke lo" balas Arsen.
"Jemput mak lampir Ken" kekeh Alex.
"Oh iya si Luna lo undang Sen?" Kevin menoleh ke araha Arsen yang sedang memegangi helmnya.
"Engga" ketus Arsen.
"Baguslah Sen kalo lo undang dia bakal rusak pesta lo" balas Kevin.
__ADS_1
Dari arah koridor kelas, Yasmine dan lainnya berjalan beriringan. Yasmine terlihat cantik dari jauh rambut yang berwarna coklat, badan tinggi semampai Arsen sedikit takjub dengan kecantikan Yasmine.
"Sen" Jimmy mendorong tubuh Arsen.
"Ah apa?!" ketus Arsen.
"Segitunya banget lihat Yasmine" kekeh Jimmy sambil tersenyum ke arah teman - temannya.
"Apaan sih!" ketus Arsen.
"Mel mau gue anter?" Ervan langsung berdiri di samping Amel.
Amel terkekeh, "Gak usah Van gue mau ke Mall dulu".
"Oh gitu" Ervan agak kecewa dengan tolakan Amel.
"Ntar malam kan lo jemput dia juga sih Van" sungut Kevin.
"Nanti malam aku jemput ya" Jimmy menghadap ke Sandra.
"Iya" balasnya.
"Kalau gitu kita duluan ya" Yasmine pamit undur diri mereka.
"Ayo cabut' ajak Arsen sambil menghidupkan motor sportnya.
Sesampainya di Mall mereka langsung menuju ke lantai 3 untuk mencari aksesoris laki - laki.
"Mau beli apa nih?" tanya Yasmine.
"Gak usah yang mahal - mahal ya duit gue gak cukup ntar" Amel mengeluarkan dompet dari tasnya.
"Yang standar aja" balas Sandra.
Akhirnta mereka berpencar untuk mencari hadiah. Yasmine masuk ke dalam toko baju pria. Baru masuk beberapa langkah Ia sudah di sambut oleh pramuniaga.
"Permisi ada yang bisa saya bantu?" sapa pramuniaga itu dengan ramah.
"Ehhmm saya mau cari hadiah untuk ulang tahun kak".
"Untuk laki - laki atau perempuan kak?".
"Untuk laki - laki 17 tahun kak" balas Yasmine.
"Hmm apa di sini ada syal kak?" tanya Yasmine.
"Syal? Sepertinya ada kak biar saya cari dulu ya kak" pramuniaga itu berlalu meninggalkan Yasmine.
Yasmine mengikuti pramuniaga itu walaupun.pramuniaga itu menyarakan Yasmine untuk duduk dan menunggu saja.
"Ini syal yang ada di toko kami kak" pramuniaga itu menyodorkan sebuah syal berwarna navy.
Yasmine menyentuh syal itu dan mengusapkannya ke tangan, "Hangat" gumamnya.
"Saya ambil ini ya kak, sekalian di bungkus ya" ujar Yasmine.
"Baik kak".
"Semoga Arsen suka" batin Yasmine.
Setelah selesai membeli hadiah, Yasmine menunggu Amel dan Sandra mereka juga sudah selesai dengan belanjaan mereka.
"Udah dapat?" seru Yasmine.
"Udah Yas, yuk balik udah sore" ajak Amel.
"Iya takut kesorean" balas Sandra.
Jangan lupa like, komen dan vote ya kak😊 biar Author semangat untuk up nya :)
Maaf ya kak baru bisa up karena Author sedang sibuk belajar :) Terima kasih atas pengertiannya🌻
__ADS_1