ARSEN

ARSEN
Celaka!


__ADS_3

Yasmine berdiri di depan kaca riasnya. Ia mengambil sebuah lipstik berwarna pink cerah dan memoleskan nya di bibir tipisnya. Ia menggerai rambut hitam panjang nya, mengenakan Turtleneck pendek berwarna putih, di tambah ia mengenakan rok pendek berbahan levis warna hitam dan jaket kulit berwarna coklat. Ia masih menatap dirinya di depan kaca rias besar itu, "Cantik" gumam nya.


Yasmine menuruni anak tangga rumahnya, mata indahnya itu tengah mencari seseorang, tapi ia tidak menemukannya. Ia berjalan ke arah luar rumahnya dan mendapati Miller sedang duduk di kursi taman.


"Bang, Yasmine permisi mau ke Toko Buku ya" Yasmine berdiri di hadapan Miller, Miller langsung berdiri di hadapan Yasmine.


"Ini udah malem dek. Abang temenin ya" Miller berusaha membujuk adiknya, ia tidak ingin adiknya kenapa - kenapa karna pergi sendirian.


Yasmine tersenyum manis sambil menunduk kan wajah nya ke bawah, " Gak usah Bang, Yasmine cuma sebentar" Yasmine menatap lembut pada Miller.


"Kamu yakin? Ini udah malem dek. Gak mungkin abang biarin kamu sendirian" Miller menatap serius pasa Yasmine dan memegang erat bahu Yasmine.


Yasmine sendiri sadar, Miller bersikeras kekeh begini karna takut terjadi hal buruk padanya. " Gak usah bang, Yasmine sendiri aja. Habis itu Yasmine bakal pulang kok" Yasmine berusaha meyakinkan pada abang nya itu.


Miller menarik nafasnya kasar, "Yaudah kalo gitu, Kalo ada apa - apa bilang ya sama abang" Miller memegang erat bahu adiknya itu.


"Iya Bang".


~


Arsen berlari kecil keluar dari kamar bernuansa hitam itu, mengambil jaket nya dan turun ke bawah untuk menemui kedua orang tuanya.


Terlihat Bram dan Tania sedang bersantai di ruang tamu, Bram sedang menyeruput kopi hitamnya sedangkan Tania sibuk dengan handphonenya, Tania yang melihat Arsen yang sudah rapi langsung tahu akan pergi kemana anak tunggalnya itu.

__ADS_1


"Mau kemana lagi Sen? Gak bisa kamu tenang di rumah?" Tania menatap serius pada Arsen.


Arsen menatap datar pada Tania, mencium tangan yang sudah mulai keriput itu, "Mau nongkrong ma. Arsen pergi dulu ya" Arsen beralih mencium tangan Bram.


Bram yang melihat itu langsung menyahuti ucapan Arsen, " Itu baru anak Bram haha" Bram tertawa dengan keras, Tania hanya mendengus kesal melihat suami dan anaknya itu, Arsen tersenyum miring melihat papa nya itu.


~


Yasmine lebih memilih naik Taxi Online, sebelumnya dia sudah memesan Taxi Online, kurang 15 menit ia akhirnya sampai di sebuah Toko Buku "JT Books" .


"Ini pak" Yasmine menyodorkan selembar uang berwarna biru, "Mbak mau di tunggu?" Supir Taxi Online itu membalikan tubunya untuk melihat Yasmine, " Gak usah pak. Terima Kasih" Yasmine memilih masuk ke dalam Toko Buku.


Ia menelusuri rak buku berlabel, "Novel" ia masih mencari novel yang ia inginkan, akhirnya ia mengambil sebuah novel berwarna coklat, Ia berjalan menuju kasir dan membayarnya.


Yasmine mendengus kesal, ia berjalan ke perempatan depan dan masih berusah memeaan Taxi Online yang ada, "Tau gini minta antar Bang Miller aja!" Ia menendang kaleng minuman yang ada di jalanan sepi itu.


Sesaat Yasmine melihat ke belakang, Ia sebenernya takut jika harus sendirian di jalan sepi seperti ini, Sebenernya jalanan ini tidak jauh dari kota hanya saja penerangan di jalan itu tidak terang dan menyebabkan jalanan itu menjadi sepi.


"Kok Hp nya mati sih!" Yasmine berdecak kesal, entah apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Brum...Brum...Brum" Terdengar suara deru motor sport yang sangat menggelegar di dekat Yasmine. Ada 5 orang laki - laki menaiki motor sport berwarna Hijau, mereka mematikan motornya, laki - laki yang berada paling depan itu membuka helm fullface nya.


Laki - laki itu tersenyum licik ke arah Yasmine, berjalan mendekati Yasmine, Yasmine sudah ketakutan sejak tadi memilih mundur ke belakang, "Lo siapa?! Mau apa lo?!" Yasmine bergidik ketakutan, karna hanya ia sendiri di jalanan itu, tidak ada siapa pun selain mereka.

__ADS_1


"You are so beatifull girl" Laki - laki itu berbicara di telinga Yasmine, Yasmine hanya memejamkan matanya. Kemudian 4 laki - laki yang lainnya juga berjalan mendekati Yasmine.


Yasmine berjalan mundur, baru berjalan beberapa langkah tangan nya sudah di cekal oleh lelaki yang mengatakannya cantik.


"Lepas! Lepasin gue!" Yasmine meronta - ronta agar bisa terlepas dari cekalan laki - laki itu, mereka semua hanya tertawa melihat reaksi Yasmine.


"Come on baby, play with us". Laki - laki itu membelai rambut Yasmine, Yasmine semakin ketakutan, "Lepas! Jangan apa - apain gue!" Suara Yasmine mulai lirih.


Laki - laki itu mendekatkan wajahnya ke Yasmine, "Why are you so scared with me? Laki - laki itu kembali tertawa, dari kejauhan Yasmine terlihat seperti seekor kelinci yang akan di terkam oleh kawanan serigala.


Yasmine menendang kaki laki - laki itu dan berusaha lari, "Damn it!" Laki - laki itu langsung menarik Yasmine dan membuat Yasmine terjatuh di aspal jalan.


Yasmine menangis karna hal itu, "Tol..." langsung saja laki - laki itu membekap mulut Yasmine dengan tangannya, Yasmine menitikan air matanya. Inikah akhir hidupnya?


Laki - laki itu menindih tubu Yasmine, membuka retsleting jaket Yasmine, Yasmine berusaha melepaskan diri dari laki - laki itu, tetapi nihil. "Be a good girl baby" Laki - laki itu menggigit kecil telinga Yasmine.


"Tolong...Tolong...Tolong" Yasmine tetap berusaha meminta pertolongan, laki - laki itu dan ke empat temannya hanya tertawa puas.


"Mau teriak sekeras apa pun, gak bakal ada yang nolong lo" Laki - laki itu menatap senang pada Yasmine.


"Ya allah tolong Yasmine, Papa Abang, Yasmine takut. Yasmine gak mau kaya gini" Batin Yasmine.


Bersambung...

__ADS_1


Don't forget to Like and Comment🌻


__ADS_2