ARSEN

ARSEN
Ulah Rey!


__ADS_3

Selamat membaca Reader's


Arigatou ❤


Setelah selesai menjenguk Sandra mereka bergegas untuk pulang. Arsen mencoba menggandeng tangan Yasmine namun Yasmine langsung menarik tangannya.


"Kenapa?" suara Arsen terdengar agak kesal dan mengedarkan pandangannya.


"Hmm - aku malu Sen" Yasmine menundukan kepalanya karena sedari tadi teman - teman Arsen memperhatikan mereka.


"Kalo malu kenapa kamu mau jadi pacarku?" dengan lantang Arsen membalas jawaban Yasmine.


"Malu ada temen - temen kamu" pipi nya berubah menjadi bullshing Arsen yang memperhatikan Yasmine malah tertawa kecil.


"Gak usah malu sayang" Arsen menarik tangan Yasmine tubuhnya terhuyung ke dada bidang Arsen.


"Mentang - mentang punya pacar seret sana seret sini" Ervan memejamkan matanya sambil mendengus kesal.


Jimmy menggelengkan kepalanya, "Julid amat sih lo Van" kekeh Jimmy.


"Lo juga mentang - mentang udah baikan sama Sandra bukannya berpihak ke gue sih!" sungut Ervan.


"Berisik aja lo Van!" Amel menatap sinis pada Ervan sambil meletakan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri pinggangnya.


"Maaf Mel" Ervan menghela nafasnya.


"Drttt... Drttt.... Drttt.. "


Ponsel Arsen berdering Ia langsung merogoh ke saku celananya, "Hallo ada apa Ken?".


"Apa?! Lo dimana sekarang? Share location sekarang juga!"


Mendengar hal itu Yasmine menaikan sebelah alis matanya, "Kenapa Sen? Ada masalah?" tanya Yasmine.


"Kenan sama yang lainnya di keroyok sama musuh gue?" suara Arsen terdengar berat Ia mengepal kedua tangannya dengan kuat karena menahan emosi.


Jimmy dan Ervan terkejut dan memandangi satu sama lain, "Kenan? Alex? Kevin?" lirih Ervan.


"Gue anterin lo pulang ya" Arsen menarik tangan Yasmine untuk menuju ke parkiran.


"Gak usah Sen lo langsung aja ke sana gue bisa pulang berdua sama Amel ya kan Mel?" Yasmine menoleh ke arah Amel.


"Iya Sen gue bisa balik sama Yasmine".


"Kamu yakin Yas? Gapapa? " sekali lagi Arsen meyakinkan pacarnya itu Ia takut jika terjadi sesuatu hal yang akan membahayakan pacarnya.


Yasmine tersenyum, "Gapapa Sen aku bisa sendiri yaudah kamu ke sana aja langsung kasihan Kenan".


"Hati - hati ya Sen " Yasmine tersenyum hangat pada Arsen.


"Iya tenang aja" Arsen ikut tersenyum di hadapan Yasmine.

__ADS_1


"Yaudah aku duluan ya" Yasmine dan Amel langsung pergi ke luar gerbang Rumah sakit dan memberhetikan sebuah angkot.


"Apa Black Devils yang serang mereka?" tanya Jimmy.


"Bukan Black Devils tapi Rey" jawab Arsen tangannya tetap mengepal karena menahan emosi.


"Mending kita kesana sekarang mereka udah nungguin kita" Arsen langsung memakai helm fullface nya.


~


Mereka sudah sampai di tempat yang di share oleh Kenan.Terlihat Kenan, Alex dan Kevin terkapar lemah di sisi jalanan yang sepi itu. Kenan meringis kesakitan di bagian perutnya begitu pun Alex dan Kevin wajah mereka penuh lebam dan sudah membiru.


"Rey sialan!" umpat Arsen sambil memejamkan matanya.


"Kalian kenapa bisa gini?" Ervan memapah Kenan dan begitu pun Arsen dan Jimmy ikut memapah Alex dan Kevin.


"Gue gak tahu kenapa waktu kita pulang tiba - tiba Rey sama yang lainnya mepet kita dan sengaja nabrak motor kita" ujar Kenan sambip tertatih - tatih ketika bicara.


"Habis itu mereka keroyok kita Sen 3 lawan 10 Sen" Alex memegangi bibirnya yang banyak mengeluarkan darah.


" Arghhh.... badan gue sakit semua" erang Kevin.


"Apa kalian lihat ada Miller di sana?" tanya Arsen.


"Gue gak ada lihat Miller di sana, gue rasa itu emang akal - akalan Rey, Shhhttt.... awww" Kenan mengusap bibirnya yang berdarah.


"Mending kita balik ke basecamp dulu" Arsen merangkul Kenan dan lainnya untuk naik ke atas motor mereka masing - masing.


~


Miller yang di ikuti Rey dari belakang berjalan dengan tegap dan gagah. Ia menatap sinis pada Arsen yang menjadi musuhnya selama ini. Arsen maju beberapa langkah ke Hadapan Miller Ia mengangkat kaki kanannya dan menunjang dada Miller sampai membuatnya tersungkur ke bawah tanah.


"Kurang aja lo Arsen!" teriak Miller yang memegangi perutnya.


Kedua anak buah mereka ikut bertarung untuk menghabisi satu sama lain begitu pun Arsen dan Miller mereka juga tak kalah sengit untuk memberikan bogeman pada lawannya.


"Bugh"


"Bugh"


"Bugh"


Ketiga bogeman itu mendarat tepat di wajah tampan Miller Ia hanya meringis tanpa mampu membalas pukulan Arsen.


"Kenapa lo nyerang temen - temen gue?!" Arsen berteriak di wajah Miller Ia mencengkeram kerah kemeja Miller namun bukan Miller namanya apabila hanya diam ketika di pukul oleh lawannya. Miller menendang perut Arsen dengan kuat sampai membuat Arsen ikut tersungkur seperti Miller.


"Maksud lo apa nuduh gue kaya gitu?! Ada nyali lo nuduh gue Brengsek!" Miller meninju kuat wajah Arsen.


Arsen yang tertindih badan Miller langsung berusah berdiri dan membalas tinjuan Miller, "Lo lihat temen - temen gue! Mereka babak belur karena antek - antek lo!" Arsen menaikan nada suaranya di depan ketua Black Devils.


Miller mengerutkan dahinya setelah mendengar jawaban Arsen, "Antek - antek maksud lo apa?!" Miller masih bingung dengan tudingan Arsen.

__ADS_1


"Kenan sama yang lainnya di keroyok sama Rey waktu pulang sekolah!" Arsen masih mencengkeram kerah kemeja Miller.


"Rey!" Miller meneriaki nama Rey dari kejauhan saat ini Rey sedang berhadapan dengan Jimmy.


"Pengecut! Beraninya keroyokan" ujar Jimmy sambil menatap jijik pada Rey.


"Banyak omong lo!" saat akan memberi bogeman pada Jimmy dari arah belakang Miller menendang punggung Rey dengan kuat sampai membuat Rey tersungkur dan meringis kesakitan.


"Arrrggghhhh.... " erangan kesakitan Rey menggema di halaman basecamp Black Devils.


"Bos.... " lirih David dari arah belakang.


"Jangan ada yang nolongin dia! Dia pengecut sama kaya kalian! " mata elang Miller menyorot tajam ke arah anak buahnya itu.


"Maju lo yang keroyok anak Wolf ! Cepet! " teriak Miller sambil mengepal kedua tangannya.


Mereka yang ikut mengeroyok Kenan dan lainnya maju ke depan kecuali David Ia memang tidak ikut dalam pengeroyokan ini.


"Lo bener gak ikut?!" sarkas Miller.


"Bener Bos gue gak ikutan" David menunduk ketakutan di belakang.


"Gue tanya lo sekarang! Ngapain lo semua keroyok Wolf ?! " tanya Miller mereka hanya menunduk tanpa menjawab pertanyaan Miller.


"Jawab! Jangan jadi pengecut! " kembali Miller berteriak di hadapn mereka. Arsen dan lainnya hanya diam menyaksikan apa yang ada di hadapannya kini.


"Gue yang suruh mereka buat serang Wolf " dalam keadaan menunduk sambil memegangi perutnya Rey menjawab pertanyaan Miller.


"Ada masalah apa lo sama mereka? " Miller berdiri tepat di hadapan Rey.


"Gue gak suka Wolf " kembali Rey hanya menunduk Ia tidak berani menatap wajah Miller.


Miller mengerang frustasi setelah mendengar jawaban Rey, "Reynald! Keluar lo dari Black Devils ! " ujar Miller.


Mereka yang ada di sana terkejut mendengar perintah Miller begitu pun Arsen dan lainnya mereka juga ikut membelalakan matanya. Arsen berjalan maju ke arah Miller dan Rey, "Gue gak mau ikut campur sama masalah geng lo".


"Tapi kalo lo ganggu geng gue" Arsen menunjuk ke arah Miller dan Rey.


"Gue gak segan - segan abisin lo! Apa yang lo lakuin ke temen - temen gue itu juga yang gue bales ke lo! Inget itu! " Arsen mendorong dada Rey dengan telapai tangan kanannya.


"Cabut! " ujar Arsen mereka mengikuti perintah Arsen untuk meninggalkan basecamp Black Devils.


Ketika baru naik ke atas motornya, "Maaf karena kelalaian gue sebagai ketua, Maaf sekali lagi" Miller membungkukan badannya seperti orang Korea.


Arsen menoleh ke arah Miller dan tersenyum. kecil di sudut bibirnya, "Lo gak salah mereka yang salah. Gue harap lo lebih tegas" ujar Arsen mereka langsung pergi meninggalkan Miller dan anak buahnya.


"Lo semua ikut gue! " Miller berjalan dengan penuh emosi.


Don't forget to like, vote and comment Reader's ❤


Thank you so much ❤

__ADS_1


__ADS_2