
Happy Reading Reader's π·
Arigatou π₯
Arsen dan inti Wolf berjalan melewati koridor sekolah semua mata terus memperhatikan mereka yang mencuri perhatian seluruh siswa namun Arsen tetaplah Arsen Ia hanya acuh ketika terus di perhatikan oleh murid Garuda.
Arsen mulai memasuki ke dalam kelas sesat Ia terdiam memperhatikan Yasmine yang tengah membantu Amel menyelesaikan Pr nya.
"Arsen... " Yasmine membelalakan matanya ketika pertama kali melihat wajah Arsen yang penuh luka dan lebam tidak hanya Arsen namun anggota Wolf yang lainnya.
"K -kamu kenapa Sen?" Yasmine menutup mulutnya dengan tangan seolah tak percaya dengan apa yang Ia lihat sekarang.
"Cuma luka kecil" Arsen menjawab dengan tenang Ia tidak mau membuat Yasmine khawatir akan keadaanya yang sekarang.
"Kenapa?!" nada suara Yasmine meninggi Arsen dan yang lainnya terkejut dengan suara Yasmine seumur - umur baru kali ini Yasmine berbicara dengan nada tinggi dengan Arsen.
"Cewe kalo marah ngeri" Ervan bersembunyi di sebalik badan Jimmy.
"Lo juga Van kenapa muka lo?" Amel menatap tajam ke Ervan.
"Gapapa Mel" Ervan menggaruk kepalanya yang tidak gatal Ia tidak ingin Amel tahu apa yang sebenarnya terjadi.
" Bukan apa - apa" Arsen memegang kedua bahu Yasmine.
"Ikut aku!" dengan cepat Yasmine menarik lengan Arsen untuk mengikutinya. Arsen hanya menurut ketika Yasmine menarik dirinya.
"Duduk!" titah Yasmine dengan segera Yasmine es batu dan kain kompres. Arsen duduk di atas ranjang kasur UKS.
"Kamu mau apa?" Yasmine hanya diam ketika Arsen bertanya pada dirinya. Yasmine meletakan beberapa bongkahan es batu dalam kain kompresan.
"Tahan" ucap Yasmine dengan hati - hati Ia terus menempelkan kain kompresan berisi es batu itu ke luka lebam yang ada di wajah Arsen.
"Lukanya udah dari kemaren gak di obatin makanya agak lama sembuh dan agak sakit" ujar Yasmine, Arsen terus memperhatikan Yasmine yang dengan sabar mengobati dirinya. Setelah selesai mengobati Arsen, Yasmine beranjak dari duduknya untuk berbenah.
"Makasih..." suara Arsen terdengar begitu tenang Yasmine terdiam mata nya mulai berkaca - kaca. Yasmine membalikan dirinya dan langsung memeluk Arsen sadar akan hal itu Arsen membalas pelukan Yasmine.
"Aku takut kamu kenapa - kenapa Sen, maaf" lirih Yasmine Ia terus memegangi baju Arsen.
"Ssssttt.... Yasmine" Arsen membelai rambut Yasmine dengan lembut.
"Aku gak kenapa - kenapa sayang cuma luka kecil" Arsen semakin mendekap erat tubuh Yasmine.
Yasmine melepaskan pelukannya, "Kamu sebenernya kenapa? Kenapa bisa gini?" Yasmine menatap wajah Arsen.
Arsen menghela nafasnya Ia memejamkan matanya Ia ragu untuk menceritakan masalah yang sebenarnya, "Aku abis berantem".
Yasmine mengerutkan dahinya, "Berantem?" seolah tak percaya Yasmine kembali menanyakan hal yang sudah di jawab oleh Arsen.
"Iya, maaf udah buat kamu khawatir" Arsen kembali menarik Yasmine ke dalam pelukannya Yasmine mengeratkan tangannya di badan Arsen.
Seseorang berdiri di depan kaca UKS dengan cara mengintip dari kaca yang ada, "Kurang ajar! Awas lo Yasmine!".
Di dalam kelas Yasmine hanya diam rasanya Ia benar - benar tidak ingin berbicara pada sjapapun termasuk Arsen sadar akan kesalahan nya Arsen menarik kursi yang ada di depan Yasmine.
"Marah...?" Arsen hendak menggapai tangan Yasmine namun dengan cepat Yasmine menarik tangan nya.
"Pfffttt..." Amel terkekeh dengan respon Yasmine, Arsen menatap kesal ke Amel.
"Aku minta maaf" permintaan maaf itu membuat Yasmine menatap ke arah dirinya.
"Janji gak akan ngulangin lagi?" tanya Yasmine.
"Gak janji" Arsen terkekeh.
"Janji dulu!" Yasmine mulai kesak dengan respon Arsen.
"Janji tapi kalo kamu dalam bahaya aku gak akan diem aja" Arsen beranjak dan menarik tangan Yasmine untuk ke kantin.
~
__ADS_1
Kini Yasmine dan Amel sedang menunggu Arsen, tidak lebih teparnya hanya Yasmine yang menunggu Arsen.
"Arsen ngapain balik lagi sih?" tanya Amel sambil mengipasi dirinya dengan tangan.
"Buku nya ketinggalan makanya dia balik" ujar Ervan yang memegangi helm fullface nya.
"Sandra kapan masuk sekolah Jim?" Yasmine duduk di sebelah Jimmy.
"Kata dokter hari ini dia boleh pulang kemungkinan besok udah bisa sekolah" Jimmy sesekali tersenyum apabila mengingat Sandra, Yasmine ikut tersenyum.
"Mentang - mentang udah balikan seneng terus bawaanya" kekeh Kevin.
"Jomblo nyimak" dengus Alex.
Hampir 10 menit mereka menunggu Arsen namun batang hidung Arsen belum terlihat sama sekali sadar akan hal itu Yasmine berdiri dari duduknya.
"Mau kemana Yas?" tanya Ervan.
"Gue mau susulin Arsen kenapa lama banget" Yasmine berjalan menuju kelas mereka juga ikut menyusul Arsen sesampainya di depan kelas, mata Yasmine menangkap dua sosok orang yang tak asing. Laki - laki yang mengenakan jaket levis hitam khas geng motor itu membelakangi Yasmine namun perempuan tersebut tepat berhadapan dengan Yasmine posisi mereka saat ini adalah sedang berpeluka mereka adalah Arsen dan Selena.
Yasmine sangat terkejut dengan apa yang Ia lihat saat ini rasanya seperti mimipi Ia tidak menyangka jika Arsen berani berbuat hal seperti itu. Ketika hendak membalikan tubuhnya Yasmine menabrak sebuah meja.
"Brakkk... "
Mendengar suara dari benturan itu Arsen membalikan tubunya untuk melihat betapa terkejutnya Arsen jika orang yang membentur meja itu adalah Yasmine.
"Yasmine..." pekik Arsen masih dalam keadaan di peluk Selena dari arah belakang mereka baru sampai.
"Arsen....! " teriak Jimmy.
"Astagfirullah" Ervan membelakakan mata nya.
"Kurang ajar! Arsen...! " pekik Amel.
Yasmine memegangi tepi meja yang Ia tabrak tadi badannya terasa lemas, "Yasmine ini gak yang kamu pikirin" Arsen mendorong Selena dengan kuat.
"Yasmine...!" Arsen berusaha menyusul Yasmine namun tubuhnya di tahan oleh Jimmy, "Jangan lo kejar! Dia butuh waktu" ujar Jimmy.
"Gue gak sangka lo kaya gitu Sen" lirih Amel.
"Gue gak ada apa - apa sama dia!" Arsen menghela nafasnya dengan kasar.
"Gue yakin lo gak lakuin hal itu" ujar Kenan.
"Selena!" Arsen menarik kasar lengan Selena.
"Arsen sakit! Sssshhhhh..... awwwww" Selena meringis kesakitan ketika di tarik Arsen.
"Maksud lo apa?!" Arsen mencengkram kuat tangan Selena.
"Sakit!" Selena meringis begitu kesakitan, Kenan berusah melerai perdebatan itu.
"Sen jangan sampai lepas kontrol" ujar Kenan sambil berusaha melepaskan cengkraman Arsen pada Selena.
"Iya Sen lepas Sen dia cewe" Jimmy menarik tubuh Arsen ke belakang.
"Ssshhhh.... awwww" Selena memegangi tangan yang di cengkram Arsen tangan nya menjadi merah setelah di cengkram kuat oleh Arsen.
"Lo gila! Ngapain lo peluk - peluk gue" Arsen mengepal kedua tangan nya mungkin jika Selena adalah seorang laki - laki Arsen sudah menghajarnya.
Seelena masih di pegangi Kenan dari belakang, "Gua sayang sama lo Sen dari kecil kita barengan" Selena hampir menitikan air mata nya.
"Gua sayang juga sama lo tapi sebagai sahabat gue Selena" Arsen menghela nafasnya.
"T - tapi... "
"Udah diem lo gak usah ngomong lagi" Kenan menarik tangan Selena untuk keluar.
"Good Selena! Rencana lo berhasil sesuai dengan ekspetasi lo".
__ADS_1
Dari arah luar gerbang SMA garuda seorang laki - laki yang duduk di atas motor sambil memegangi ponselnya tersenyum puas setelah membaca pesan yang Ia terima.
Selena Lee
"Rencana nya berhasil dengan lancar selanjutnya lo yang eksekusi".
Petra Erlangga
"Good Selena! Okey.
Petra memasukan ponselnya ke dalam saku celananya Ia menangkap sosok target yang akan Ia eksekusi sekarang Ia melajukan motornya untuk mendekati Yasmine.
Yasmine memperhatikan laki - laki dengan motor sport berwarna hijau itu Ia merasa jika motor itu akan mendekat ke arahnya sampai pada saatnya laki - laki itu menepikan motornya di depan Yasmine Ia melepaskan helm nya dan turun dari motor sport nya.
"Hai cantik..." Yasmine terkejut ketika tahu Petra akan mendekati dirinya.
"Mau apa lo di sini! Jangan macem - macem" Yasmine berjalan mundur karena ketakutan.
"Keep calm baby" Petra terkekeh sambil mendekati Yasmine.
"Arsen tolongin gue" batin Yasmine.
"Mending lo ikut gue lo gue jamin lo bakal seneng" Petra menggapai tangan Yasmine dan menariknya.
"Petra! Lepas! " Yasmine meronta - ronta untuk di lepaskan.
"Jangan keras kepala!" Petra meninggikan suaranya dan menatap tajam ke Yasmine.
Dari arah yang berlawanan sekumpulan geng motor mendekati ke arah mereka yang terlibat pemakasaan, "Brengsek lo Petra!" Miller melepaskan helm fullface ny ketika hendak pulang Yasmine memang menghubungi Miller untuk menjemput dirinya.
"Sial!" umpat Petra dalam hati.
"Ngapain lo kesini?! Mau cari mati lo?! Berapa kali gue bilang jangan deketin adek gue!" Miller mencengkram kerah seragam Petra.
"Abang... " Yasmine langsung bersembunyi di sebalik badan Miller.
"Ternyata lo gak datang Sen" batin Yasmine.
"Pergi lo dari sini sebelum gue abisin lo! Pergi! " Miller menatap tajam pada Petra.
Petra langsung naik ke atas motor dan menancap motornya dengan kecepatan tinggi. Yasmine masih ketakutan tubunya bergetar hebat, "Kamu gapapa dek? Ada yang luka?" Miller memegangi tubuh Yasmine.
"Yasmine gapapa bang" lirih Yasmine.
"Kita pulang sekarang" Miller dan Yasmine langsung naik ke atas motor.
Karena terjadi perseteruan membuat sebagian murid Garuda berkumpul untuk menyaksikan ketika melewati koridor mereka masih membicarakan hal yang baru terjadi.
"Kenapa rame banget? Ada yang berantem?" tanya Ervan penasaran.
"Iya ada yang hampir berantem, kayanya tadi Black Devils".
"Black Devils?" gumam Arsen.
"Kenapa?" Jimmy ikut bertanya pada mereka.
"Kurang tahu Kak Jimmy soalnya ada anak luar juga asa cewe juga kak" jawab adik kelas itu.
"Apa jangan - jangan itu adek nya Miller?" terka Alex.
"Ahh kita ketinggalan lagi" dengus Ervan yang kesal.
"Brengsek!" batin Arsen
*Don't forget to like, vote and comment's β€
Thank you so much
See you in the next chapter Reader's π»*
__ADS_1