ARSEN

ARSEN
Bertemu (3)


__ADS_3

Happy Reading Reader's


Arigatou 🌻


Arsen dan Yasmine berdiri di parkiran mereka menunggu yang lainnya. Jimmy dan Sandra sedang bercanda satu sama lain sejak di peristiwa di rumah sakit itu mereka berdua kembali baik sedangkan Ervan dan Amel sedang mengantri membelo Batagor di luar gerbang SMA Garuda.


"Nanti ke taman yuk Sen?" ajak Yasmine.


"Taman lagi? Gak bosen?" Arsen menaikan sebelah alis mata nya ketike mendengar ajakan Yasmine.


Yasmine menggelengkan kepalanya yang menandakan dirinya tidak bosan pergi ke taman, Arsen tersenyum kecil di sudut bibirnya.


Kenan dan lainnya baru tiba di parkiran, "Lama banget? Remed ya?" tanya Jimmy.


"Mereka Remed gue gak" jawab Kenan sambil melirik ke arah Alex dan Kevin.


"Hehe ya maaf" kekeh Alex sedangkan Kevin menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil sesekali tersenyum.


"Sen gue mau ngomong sama lo" ujar Kenan Ia memasang wajah serius pada Arsen.


"Ngomong aja Ken" balas Arsen sambil duduk di atas motor sport merah nya.


"Kejadian kemaren itu rencana Selena" Kenan memejamkan mata nya sambil menghela nafas nya dengan pelan.


"Bener berarti dugaan gue" balas Arsen.


Yasmine hanya diam tanpa merespon ucapan Kenan dan Arsen Ia tidak tahu harus merespon apa atas fakta itu. Jika ingin marah bisa saja Ia lakukan pasalnya hal itu menyangkut atas hubungan nya dengan Arsen tapi Yasmine masih memilik rasa simpati pada Selena Ia tahu jika sebenernya Selena melakukan hal tersebut karena benar - benar cinta pada Arsen.


"Lo gak marah Yas?" Kenan menatap wajah Yasmine dan sedikit mengerutkan dahi nya.


"Kalo mau marah ya marah aja sayang" balas Arsen tangan nya membelai wajah Yasmine.


Yasmine hanya tersenyum kecil, "Buat apa marah gue gak bisa salahin rasa suka Selena ke Arsen wajar setiap orang punya rasa suka" Yasmine kembali tersenyum.


"Sabar banget sih lo Yas" timpal Alex.


"Berarti Arsen boleh selingkuh sama Selena Yas?" tanya Kevin dengan ekspresi wajah yang merasa tidak bersalah.


Arsen menatap tajam pada Kevin, Jimmy dan Sandra terkekeh mendengar pertanyaan konyol Kevin sedangkan Alex menatap malas dan datar pada Kevin, "Lo mau gue pukul?" Alex mengangkat sebelah tangan nya.


"Lah?" Kevin menjawab dengan nada bingung nya.


"Brother i'm coming, look at that i'm bring Batagor" Ervan berlari sambil membawa seplastik Batagor yang akan Ia bagikan pada teman - teman nya.


"Lancar bahasa inggris lo Van" kekeh Jimmy Ia menyodorkan sebungkus Batagor pada Sandra.


"Iya dong abis privat gue" Ervan mengangkat bahu nya seraya menyombongkan dirinya.


Arsen dan Yasmine tersenyum kecil karena memperhatikan tingakah sahabat mereka itu, "Tumben lo beli banyak?" tanya Alex.


"Anak sultan bebas" kembali Ervan menyombongkan diri nya.


"Oh iya ini kita langsung pulang atau mau kumpul lagi?" tanya Jimmy sambil menatap Arsen.


"Pulang aja gue ada urusan sama Yasmine" Arsen berdiri dan berjalan ke tong sampah untuk membuang bungkusan Batagor nya.


"Oke Bos" balas Alex dan Kevin.


~


Arsen dan Yasmine sudah sampai di taman kota mereka berpegangan tangan layak nya anak kecil yang takut berpisah dengan ibu nya. Yasmine sesekali tersenyum dan menoleh pada Arsen, "Senenh banget" kekeh Arsen sambil mengusap kepala Yasmine entah kenapa Arsen sangat suka mengusap dan membelai kepala Yasmine.


"Iya seneng dong" kekeh Yasmine.


"Duduk di sana ya" Yasmine menunjuk sebuah kursi panjang putih yang berada di sisi kanan nya Arsen mengangguki permintaan Yasmine segera mereka duduk di kursi taman itu.


"Arsen... " lirih Yasmine.


"Hmmmm....." Arsen hanya menyahut dengan kata itu pandangan nya masih fokus memandangi wajah Yasmine yang Ia lihat dari samping.


"Abis tamat SMA kamu bakal kuliah dimana?" tanpa ba bi bu Yasmine langsung menanyakan hal yang membuat Arsen kaget.

__ADS_1


"Kamu kenapa tanya gitu?" suara Arsen terdengar berat dan bingung Ia juga langsung menatap wajah Yasmine.


"H - hmm ya gapapa sih aku mau tahu aja" Yasmine melepaskan ransel nya dan meletakan nya di samping duduk nya.


"Gak tahu juga mungkin di sini" jawab Arsen dengan santai.


"Gak mau coba ke Belanda?" tanya Yasmine sambil memegang tangan kekar Arsen.


"Gak..." jawab nya singkat.


"Kenapa?" suara Yasmine mulai meninggi setelah mendengar jawaban keras Arsen.


"Kenapa harus ke Belanda kalo kamu ada di sini" goda Arsen pada Yasmine wajah Yasmine benar - benar merah ketika Arsen menggoda nya.


"Serius Arsen... " Yasmine menutup muka Arsen dengan telapak tangan nya.


"Serius sayang" Arsen kembali membelai rambut Yasmine dan mencium kepala nya.


"Mau ambil jurusan apa?" Yasmine mendongakan kepala nya untuk menatap Arsen.


" Business managament " jawab Arsen.


"Serius?" Yasmine sedikit terkejut dengan jawaban Arsen.


"Iya Yasmine kalo aku gak ambil bisnis management siapa lagi yang bakal nerusin Atman Corp " ujar Arsen.


"Iya juga ya" Yasmine mengangguk - anggukan kepala nya.


" Drrrtttt.... Drrrttt... Drrrtttt..."


Arsen mengangkat panggilan dengan kontak nama "Mama".


"Hallo Ma kenapa?"


........................................


"Di luar Ma"


........................................


Arsen mematikan panggilan nya dan memasukan ponsel nya dalam saku celana sadar jika Arsen harus pulang sekarang Yasmine beranjak dari duduk nya, "Di suruh pulang kan, Ayo" Yasmine menarik lengan Arsen.


Ketika baru berjalan beberapa langkah Yasmine menangkap seorang perempuan berbaju putih abu - abu yang Ia temui di acara pertandingan basket di SMA Pelita Bangsa.


"Kak Diana... " seru Yasmine sambil melambaikan tangan nya pada Diana, Arsen menaikan sebelah alis mata nya karena tidak mengenal perempuan itu rasa nya Ia juga bukan anak Garuda.


Diana membalikan badan nya dan tersenyum pada Yasmine, " Yasmine... " Diana menghampiri Yasmine dan Arsen.


"Kakak ke sini sama siapa? Sendiri?" tanya Yasmine sambil mencari - cari sesuatu.


"Iya sendiri Yas mau ketemuan sama abang kamu" jelas Diana.


Yasmine membelalakan mata nya dan tersenyum kecil pada Diana, "Abang Yasmine nya mana kak?".


"Masih di jalan Yas" jawab Diana mata Diana memperhatikan Arsen yang hanya diam di samping Yasmine.


"Ini pacar kamu Yas?" Diana menaikan sebelah alis mata nya.


"A - ahh iya kak ini Arsen pacar aku. Arsen kenalin ini kak Diana temen abang aku" sila Yasmine.


"Arsen..." Arsen menjabat tangan Diana.


"Diana... " Diana membalas jabatan tangan Arsen.


"Kita duluan ya kak mau pulang soal nya" Yasmine membungkukan diri nya untuk pamit dari Diana begitu pun Arsen Ia juga ikut membungkukan badan nya.


"Oh iya Yas hati - hati ya".


Mereka berdua langsung jalan meninggalkan Diana yang duduk di kursi yang mereka tempati sebelumnya, "Yasmine... " panggil Arsen.


"Iyaa Sen..." balas Yasmine.

__ADS_1


"Aku belum tahu siapa nama abang kamu" ujar Arsen.


"Iya lupa aku belum kenali abang aku siapa" kekeh Yasmine.


"Kamu bilang dia masih kelas 3 SMA di Harapan kan?" tanya Arsen.


"Iya dia masih kelas 3 Sen" jawab Yasmine dengan nada santai.


"Nama dia siapa?" Arsen benar - benar penasaran dengan identitas kakak Yasmine.


"Nama nya M - ...."


"Drrrttt.... Drrrtttt..... Drrtttt".


Kembali ponsel Arsen berdering dengan nama konta "Mama".


"Hallo Ma iya Arsen jalan pulang".


...................................


"Iya tunggu 15 menit lagi".


"Sorry Yas aku buru - buru pulang udah di tunggu Mama" Arsen merasa bersalah pada Yasmine seharusnya Ia bisa pulang lebih lama.


"Gapapa Sen ayo kamu udah di tunggu sama Mama" ajak Yasmine.


~


Di lain sisi Diana masih menunggu kedatangan Miller sesekali Ia melirik jam tangan nya, "Apa macet ya?" gumam Diana.


"Diana....!" teriak seseorang dari kejauhan Diana menoleh ke arah sebelah kanan nya.


"Maaf gue telat" Miller mengatur nafas nya yang masih belum normal setelah berlari.


"A - ahh iya gapapa Mill" Miller duduk di sebelah Diana.


"Oh iya Mill tadi aku ketemu adek kamu" ujar Diana.


"Adek gue? Yasmine maksud lo?" Miller agak terkejut dengan ucapan Diana.


"Iya Yasmine".


"Sendiri?" tanya Miller.


"Gak Mill dia berdua sama pacar nya".


Miller terdiam mendengar jawaban Diana Ia mengerutkan dahi nya, "Pacar?!" suara Miller berubah menjadi dingin dan ketus.


"Iya Miller".


"Masih sekolah?" tanya Miller.


"Masih dia pake seragam SMA kok" Diana menjawab apa ada nya.


"Kamu tahu nama nya?".


"Siapa ya nama nya aku agak lupa nama nya agak asing" Diana berusaha mengingat nama itu.


"Gak usah di paksa Diana nanti pulang jalan gue tanya sama adek gue aja langsung" ujar Miller.


"H - hmm iya Mill".


"Pacar? Sejak kapan adek gue punya pacar? batin Miller.


Hayoo Miller sudah tahu jika Yasmime sudah punya pacar, Apa yang akan di lakukan Miller selanjutnya?


Dan maaf Arsen dan Miller gagal bertemu, tetap stay di AESEN ya Reader's biar tahu apa yang akan terjadi selanjutnnya.


See you in the next chapter ❤


Don't forget to vote, like and comment. Vote sebanyak - banyak nya ya Reader's. 💛

__ADS_1


Thank you so much😊


__ADS_2