
Aku sengaja Up malam buat kalian, Remember just for you π
Yasmine masih dalam keadaan pingsan. Ia di bawa ke sebuah apartemen mewah, di sana hanya ada dirinya dan Petra. Mata Petra terus memandangi setiap inci wajah cantik Yasmine sesekali Ia tersenyum ketika melihat Yasmine.
"Gak salah kalo gue pernah suka sama lo" Petra tersenyum.
Mata yang semula nya berat kini berusaha untuk terbuka dan sadar akan apa yang terjadi. Yasmine mengerjapkan mata nya, leher nya terasa sakit karena pukulan.
"Gue dimana?" lirih nya, mata nya terangkat ke atas untuk melihat siapa orang yang telah membawa nya ke sini.
"P - petra?" Yasmine mengerutkan dahi nya karena bingung, namun respon yang di berikan oleh Petra malah sebalik nya Ia tersenyum di hadapan Yasmine.
"Udah sadar?" tanya nya sambil bersedekap dada.
Yasmine mencoba menggerakan badan nya, tangan nya tidak terikat seperti yang di lakukan Petra dulu, "Pasti lo bingung kenapa gue lakuin ini kan?".
"Gue bukan mau culik lo lagi" jelas Petra.
Yasmine menyipitkan mata nya pada Petra namun hal itu malah membuat Petra kembali tertawa, "Gue tahu lo gak bakal percaya sama gue lagi, dan sebentar lagi Arsen dan Miller bakal ke sini" jawab nya cepat.
Kembali Yasmine mengerutkan dahi nya, "Kenapa lo kabarin mereka kalo gue di sini?" tanya Yasmine.
Petra yang semula melihat ke arah luar jendela apartemen langsung memutar mata nya pada Yasmine, "Jadi lo mau kita berduaan di sini?" kekeh Petra.
"B - bukan gitu maksud gue" Yasmine mulai gugup.
"Apa mau lo yang sebenernya?!" bentak Yasmine, Ia berdiri di depan Petra.
" Good question, itu yang gue tunggu dari tadi" jawab Petra.
Yasmine menatap aneh pada Petra menurut nya kali ini Petra bersikap sebalik nya dari biasa nya. Petra berdiri dan memejamkan mata nya sampai akhirnya Ia menghela nafas nya dengan kasar, "Sebelum nya gue minta maaf" lirih Petra.
"M - maaf? Buat apa?" tanya Yasmine.
"Apa lo gak ngerasa selama ini gue udah terobsesi sama lo" Petra menunjuk Yasmine dengan jari telunjuk nya.
"Gue akui semua yang gue lakuin sama lo adalah kejahatan terburuk yang pernah gue lakuin sama lo" jelas Petra.
"Mulai dari gue yang mau lecehin lo, tampar lo dan culik lo waktu itu".
"Gus tulus minta maaf sama lo, apapun yang bakal lo lakuin gue terima" lirih Petra.
Yasmine terdiam di hadapan Petra, Ia masih mencerna ucapan Petra yang terkesan amat mendadak untuk minta maaf, "Kenapa lo mau minta maaf sama gue?".
Petra tersenyum pada Yasmine, "Gue mau berubah Yasmine" jawab Petra dengan tenang.
"Gue lakuin semua itu juga karena ada alasan Yas" ucap Petra.
Yasmine kembali terdiam dengan ucapan Petra, "Alasan? Alasan apa?" tanya nya penasaran.
Petra menoleh pada sebuah foto yang tergantung pada dinding kamar Apartemen nya, "Lo lihat foto itu" Petra menunjuk sebuah foto keluarga dimana ada ada anak laki - laki dan kedua orang tua nya.
Yasmine hanya diam dan memandangi foto itu, "Itu keluarga gue" jelas Petra.
"Keluarga sebelum hancur kaya gini" kekeh Petra.
"Dulu gue bahagia karena punya orangtua yang lengkap dan sayang sama gue. Gue deket banget sama Papa Mama gue".
Yasmine menaikan sebelah alis mata nya, "Dan apa hubungan nya sama gue?".
"Karena gue bahagia sama Papa dan Mama, ternyata Papa main belakang sama gue dan Mama" jelas Petra.
__ADS_1
"Maksud lo main belakang?" Yasmine bingung dengan penjelasan Petra.
"Papa gue main perempuan, sampai akhirnya Mama tahu kalo Papa selingkuh dan buat Mama gue sakit jiwa".
"Sejak kepergian Mama ke surga, gue udah gak punya siapa - siapa lagi. Papa lebih pilih pergi sama perempuan itu dan telantarin gue gitu aja".
"Meskipun dari segi finansial gue tercukupi tapi batin gue gak sama sekali" lirih Petra hingga setetes cairan bening lolos dari mata biru Petra.
"Petra... " lirih Yasmine rasa nya hati Yasmine ikut terenyuh dengan masa lalu Petra.
"Gue suka mainin cewe karena gue mau balas dendam sama mereka gimana rasanya di tinggal waktu mereka beneran sayang sama gue" Petra memejamkan mata nya.
"Sejak ketemu sama lo gue gagal untuk takhlukin lo di situ gue pikir apa seharusnya gue berhenti dari hal buruk gue?" Petra bertanya sendiri.
"Kejadian penculikan waktu itu ngajarin gue buat gak balas dendam sama siapa pun, balas dendam gak bakal selesaikan masalah" Petra tersenyum saat melihat foto keluarga nya.
"Maaf sebelum nya gue gak tahu masa lalu lo" ujar Yasmine.
"Makasih, karena lo udah ubah hidup gue" ujar Petra dengan senyuman nya. Yasmine terhipnotis pada Petra pasal nya Petra yang Ia kenal adalah sosok yang amat sadis.
Yasmine tersenyum pada Petra, "Bukan gue yang ubah lo tapi hati lo sendiri yang mau berubah".
Petra kembali tersenyum pada Yasmine, hingga Arsen dan yang lain nya tiba di Apartemen Petra, "Yasmine... " teriak Arsen segera Ia memeluk Yasmine. Mereka hanya memperhatikan Arsen dan Yasmine yang saling berpelukan.
"Kamu gapapa? Ada yang luka?" Arsen memeriksa wajah Yasmine takut jika ada luka pada Yasmine.
Yasmine menggeleng pada Arsen, "Lo apain cewe gue?!" desis Arsen.
Petra hanya tersenyum, "Tanya sama cewe lo apa yang gue lakuin sama dia".
Arsen menatap aneh pada Petra mengapa Ia malah tersenyum, "Petra gak ada apa - apa sama aku Sen" jelas Yasmine.
Disana Jimmy dan lain nya hanya diam menyaksikan apa yang terjadi, "Gue cuma mau minta maaf sama Yasmine".
"Dan lo semua" ucap Petra.
Mereka semua terkecuali Yasmine menatap aneh pada Petra pasal nya Petra yang mereka kenal bukan berkpribadian seperti ini, "Maaf?" tanya Arsen.
"Iya maaf" jawab Petra.
"Gue minta maaf karena selalu ganggu dan susahin lo semua, dan terutama buat cewe lo Diana" Petra menunjuk Miller.
"Gue udah keterlaluan sama Diana" lirih nya sambil menunduk.
"Gue kemaren ke rumah Diana tapi dia gak ada" ujar Petra.
"Diana kuliah di Amerika" ketus Miller.
"Syukur akhirnya dia bisa kesana. Jadi gimana? Lo semua maafin gue? " tanya Petra pada mereka.
"Lo kenapa tiba - tiba jadi gini?" tanya Ervan bingung.
"Iya kok bisa sih?" sungut Kevin.
"Apa salah kalo gue berubah jadi baik?" tanya Petra pada mereka.
"Ya gak sih cuma mendadak aja gitu" balas Alex.
"Gue maafin lo, gue tahu apa alasan lo ngelakuin itu semua" sambung Kenan.
Petra memeluk Kenan, "Maafin gue Ken" Petra memeluk Kenan dengan erat.
__ADS_1
"Gue udah maafin Tra... " lirih Kenan.
"Dan gue rasa ini terakhir kali nya gue ketemu sama kalian".
Wajah mereka berubah menjadi bingung serta kaget, "Maksud lo?" tanya Ervan dan Kevin serempak.
"Lo mau kemana?" tanya Arsen yang menatap pada diri nya.
"Gue mau ke Inggris" jawab Petra singkat.
Kenan dan Miller mengangguki jawaban Petra, sedangkan Ervan, Kevin dan Alex masih terlihat bingung.
"Inggris?" tanya Jimmy.
"Iya Inggris gue harus jadi penerus Erlangga Corp " jelas nya.
"Kapan lo berangkat?" tanya Ervan.
"Jam 10 nanti" jelas nya.
"Gue harap lo semua dalam keadaan bahagia selalu" ujar nya.
"Apa lo gak balik ke Indonesia lagi?" tanya Kenan.
"Gue rasa gak Ken gue bakal menetap di sana selama nya. Gue harus buka lembaran baru di Inggris dan orang - orang baru".
"Lo mau lupain kita? Ya walau pun cuma berantem" tanya Ervan.
Mereka semua terkekeh dengan ucapan Ervan, "Gue gak bakal lupa sama lo semua karena lo semua udah tersimpan di sini" Petra menunjuk dada nya.
"Gue harus siap - siap sekarang" Petra membungkukan badan nya dan akan keluar dari Apartemen nya.
Yasmine berlari menyusul Petra, "Kita semua bakal kangen sama lo Tra" Yasmine memeluk Petra hal itu membuat mereka terkejut apalagi Arsen yang membelalakan mata nya.
Petra berbalik badan, "Gue juga bakal kangen kalian".
"Gue pergi dan sampai jumpa" Petra undur diri dari hadapan mereka semua. Kenan menitikan air mata nya karena Kenan dan Petra sudah bersahabat sejak SMP.
Arsen menyusul Yasmine dan memeluk nya, Yasmine pun membalas pelukan Arsen hingga Arsen melepaskan pelukan nya. Arsen merogoh kantong jas nya dan mengeluarkan kotak yang berisi cincin.
" Will yo marry me Yasmine? " Arsen menyodorkan sebuh cincin pada Yasmine.
Yasmine menutup mulut nya tak percaya, "Arsen...?" lirih Yasmine.
"Apa kamu mau jadi pendamping aku Yasmine?" tanya Arsen.
Yasmine tersenyum namun Ia butuh persetujuan Miller, Ia menoleh pada Miller dan detik itu juga Miller mengangguki keinginan Yasmine.
Yasmine mengangguk pelan pada Arsen dan langsung saja Arsen memakaikan cincin itu pada Yasmine, Arsen menarik Yasmine ke dalam pelukan nya.
"Selamat Bos" ucap Kevin.
"Akhirnya" sambung Alex.
"Jangan lupa nyusul ya kaya kita" kekeh Jimmy.
"Aman itu" kekeh Ervan.
Dan akhirnya semua berakhir manis dan buat kalian yang udah suudzon sama Petra buruan minta maaf π.
Ini bukan yang terakhir masih ada satu part lagi okee
__ADS_1