ARSEN

ARSEN
Together


__ADS_3

Happy Reading All 😊


Arigatou.


"Sama seperti musim panas setelah kau merasakan haus nya kasih sayang kau akan mendapatkan musim dingin yang manis".


Yasmine Rosalia


Yasmine mengerjapkan kedua mata nya dengan perlahan. Area leher belakangnya terasa sakit seperti di hantam benda tumpul. Kepala nya terasa pusing.


" Wake up baby " ujar Petra yang berdiri di hadapan Yasmine sambil bersedekap dada.


Yasmine terkejut dengan ada nya Petra di hadapan nya, "Kenapa? Kaget lihat gue di sini?" tanya Petra dengan nada mengejek.


" Please talk with me baby " Petra membelai wajah Yasmine dengan jari - jari tangan nya, sesekali Ia tersenyum licik di samping wajah Yasmine.


"P - petra?" Yasmine benar - benar bingung dengan situasi ini. Ia berada di sebuah gudang lama dan hanya ada diri nya dan Petra saja di gudang gelap ini. Tangan nya terikat dengan tali yang sangat kuat.


"L - lo yang culik gue?" tanya Yasmine mata nya mulai memanas, bibir nya bergetar karena ketakutan.


"Iya, kenapa lo gak suka?!" Petra mencengkram kuat rahang Yasmine.


"Asal lo tahu lo bener - bener bikin gue gila! Gue gak pernah ngelakuin hal ini cuma karena cewe tapi lo udah berhasil ngelakuin ini untuk gue!" Petra menghempaskan wajah Yasmine yang Ia cengkram tadi.


Yasmine mulai ketakutan, badan nya bergetar hebat, mata nya mulai mengeluarkan air mata, "T - tolong... " teriak Yasmine.


Petra tertawa keras mendengar lolongan Yasmine, "Teriak aja yang keras! Gak ada orang yang bakal selamatin lo di sini!".


Petra kembali mendekati Yasmine dan membelai wajah Yasmine, "Panggil cowo lo yang ketua Wolf, panggil juga abang lo yang ketua Black Devil's. Inget di sini cuma ada Petra ketua Warrior " Petra tertawa keras di dalam gudang yang sunyi itu. Yasmine masih menahan air mata nya.


"Lo lihat muka gue! Ini semua ulah cowo sama abang lo!" Petra mencengkram bahu Yasmine dengan kuat, Yasmine menahan rasa sakit dari cengkraman itu dengan menutup mata.


Plak


"Ini balasan buat bogeman cowo lo" Petra menampar pipi kanan Yasmine dengan tangan kanan nya.


Plak


"Ini balasan buat tinjuan abang lo" kembali Petra menampar pipi kanan Yasmine.


Tangis Yasmine pecah kala diri nya mendapat dua kali tamparan dari Petra. Sakit, takut, pasrah itu lah yang di rasakan Yasmine sekarang ini.


"Hiks.... Hiks...Hiks... " Yasmine menangis sejadi - jadinya di hadapan Petra.


Plak


"Ini tamparan buat lo yang udah berani ngelawan gue selama ini" Petra menampar pipi kanan Yasmine kemudian Ia menjambak rambut Yasmine dengan kuat.


"Cuma gue yang bisa tolongin lo!" Petra berteriak di telinga kanan Yasmine. Tangis Yasmine kembali pecah dengan keras mendengar tangisan itu Petra semakin tertawa keras rasa nya Ia benar - benar puas telah membuat Yasmine menderita.


"Ini belum seberapa Yasmine" Petra menghembuskan nafas nya di telinga Yasmine dan membuat Yasmine merasa geli. Tangan Petra meraba pundak Yasmine dan berusaha menurunkan tali dress Yasmine.


"J - jangan Tra... " Yasmine meronta - ronta di hadapan Petra namun Petra tak menghiraukan nya.


"Petra....!" dari arah belakang seorang perempuan berdiri dengan mengenakan hoodie.

__ADS_1


"Apa?!" bentak Petra Ia kesal jika ada yang menganggu aktivitasnya.


" Biar gue yang jaga dia! Gue mau balas dendam sama dia" Selena menunjuk Yasmine yang sedang duduk terikat di sebuah kursi.


"Jangan lama - lama! Gue butuh dia buat senengin gue" Petra tersenyum nakal pada Yasmine.


"Iya gue cuma sebentar" Selena berjalan mendekati Yasmine sedangkan Petra memilih pergi meninggalkan mereka. Selena membawa sebuah pisau yang sangat tajam, mata Yasmine terbelalak kaget karena ketakutan.


"Selena mau bunuh gue?".


"G - gak mungkin".


"Sen, bang Miller selamatin Yasmine".


Selena mengangkat pisau nya seakan ingin melukai Yasmine namun pisau itu malah mengiris tali yang mengikat tangan Yasmine, "Buruan kita lari dari sini" ujar Selena sembari membantu Yasmine berdiri.


"S - selena? L - lo... ".


"Kita gak punya waktu buat bahas itu, buruan lari sebelum Petra balik" Selena menarik tangan Yasmine.


"Yasmine... " seru seseorang yang masuk dari jendela yang terbuka. Yasmine menoleh ke sumber suara dan terkejut.


"A - arsen... " Yasmine berlari ke arah Arsen. Di sana sudah ada Arsen, Miller, Jimmy dan Ervan. Selebihnya mereka tengah menghadapi anak buah Petra di luar sana.


"Arsen..." Yasmine memeluk erat Arsen begitu pun Arsen Ia juga ikut membalas pelukan yang Ia rindukan.


"Ehem... " Miller berdehem di samping mereka. Yasmine melepaskan pelukan nya dari Arsen, sedangkan Selena ikut tersenyum dari belakang.


Namun tiba - tiba saja Petra datang dan menarik Selena sambil menodongkan sebuah pistol, "Bagus lo ya! Lo yang bocorin ini semua!" bentak Petra.


"Kalo gak bisa celakain lo!" Petra menunjuk Yasmine.


"Dia juga bisa sebagai penggantinya!" desis Petra.


"Gak lo gak Kenan sama aja pengkhianat nya!" Petra menekankan pistol nya pada dahi Selena.


"Lo gila ya mau bunuh Selena!" bentak Ervan yang ada di hadapan Petra.


"Iya gue gila! Kenapa?! Lo mau mati juga?!" desis Petra.


"Selena lo tenang... " ujar Arsen, Selena mengangguk pelan. Kembali Petra menekankan pistol nya pada Selena.


"Petra!" teriak Jimmy sambil mengepal kedua tangan nya.


"Mana cowo lo?! Cowo lo bakal marah besar kalo tahu cewe nya juga terlibat hal kaya gini!" gertak Petra.


"Petra lepasin pistol lo dari dia" ujar Miller.


"Pembela lo banyak juga ya?!" Petra berbicara di telinga Selena namun Selena hanya diam Ia tak mampu untuk melawan, Ia sudah tidak memiliki kekuatan lagi.


"Lo jadi cowo jangan maruk! Lo udah Diana sekarang mau dia juga!" ucap Petra dengan tertawa.


"Dasar cewe hina lo Sel!" bentak Petra, Selena masih diam dengan tangisan nya. Ia berharap jika Kenan akan menyelamatkan nya namun apa yang di katakan oleh Petra benar. Tentu saja Kenan akan marah pada diri nya yang terlalu jahat untuk sebagai perempuan.


"Mati aja lo Sel....!" Petra menekankan pistol pada Selena.

__ADS_1


"Selena!" teriak mereka dengan serempak.


"Aakkhhhh..... " Selena berteriak sekeras mungkin, dari arah belakang Kenan datang dan menunjang punggung Petra hingga membuat Petra dan Selena tersungkur ke lantai.


"Brengsek lo Tra!" Kenan menindih tubuh Petra tangan - tangan kekar milik Kenan menghajar kuat wajah Petra.


"Ngapain lo ancem cewe gue sialan!" Kenan membogem wajah Petra dengan brutal.


"Mati aja lo brengsek! Mati!" sarkas Kenan, dengan cepat Selena berusah bangkit dan memeluk Kenan dari arah belakang.


"Cukup Kenan!" bentak Selena.


Segera Kenan menghentikan kebrutalan nya, Ia menoleh pada Selena yang sangat kacau, "Selena... " lirih Kenan.


"Aku yang salah... " tangis Selena pecah di pelukan Kenan.


"Aku di paksa Petra untuk ini" lirih nya.


Mata Kenan memanas selama ini Ia tak cukup memahami tentang Selena, "Udah jangan nangis lagi" Kenan mengusap punggung Selena.


Miller berjalan mendekati Petra, "Nikmati waktu lo selama di sel nanti brengsek!" Miller menginjak Petra.


"Lo bener - bener gila Tra..." desis Miller.


Bugh


"Ini balasan buat lo yang udah macem - macem sama cewe gue sialan!".


Petra terkulai lemas di lantai gudang, wajah nya sudab tidak berbentuk. Darah segar keluar dari bibir dan hidung Petra, "Maafin Petra yang udah jadi pecundang Pa" Petra memejamkan mata nya dan menangis sendiri di dalam gudang.


Mereka telah keluar dari gudang, Arsen mengenggam tangan Yasmine dengan erat, "Gue mau ngomong sama lo" ujar Miller yang berdiri di hadapan Arsen.


"Omongin aja di sini" balas Arsen.


"Sebelum nya gue minta maaf sama lo karena udah berburuk sangka sama lo".


"Dan mulai sekarang lo boleh balik lagi sama adek gue" ujar Miller.


Arsen tersenyum puas, Yasmine sedikit terkejut dengan ucapan Miller sedangkan Rey hanya bisa tersenyum renyah di balik berita bahagia ini, "Santai aja bro" Zack menepuk pundak Rey.


Arsen menarik dagu Yasmine dengan cepat Ia mencium bibir Yasmine. Tangan Arsen menekan tengkuk Yasmine agar semakin dekat dengan diri nya. Yasmine juga ikut membalas ciuman Arsen. Mereka semua terkejut dengan tindakan Arsen.


"Oh my god" Ervan menutup mulut nya. Miller memejamkan mata nya karena tak sanggup melihat pemandangan itu.


"Gaskeun ah Bos" ujar Alex.


"Jomblo nyimak" balas Kevin dengan kesal. Kenan merangkul Selena yang masih syok dan mencium puncak kepala nya.


"Janji jangan tinggalin aku" ucap Yasmine.


"Janji sayang" kembali Arsen mencium bibir Yasmine.


Akhirnya mereka berbahagia ya guy's. Btw si Arsen gak pandang tempat yahahaha :v. Ini bukan akhir dari ARSEN ya guy's. See U in the next chapter.


Jangan lupa like, vote and comment's ♡

__ADS_1


__ADS_2