Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Perjanjian Gaib Dengan Ratu Siluman Ular Part 3


__ADS_3

Setelah ia selesai menyantap makanan dan juga ikan tersebut, seketika itu pula dan tanpa ia sadari, bahwa di rumahnya kini tengah geger akibat mendengar jeritan dari istrinya Susilo".


"Tidaaaaakkkkk,...!!!!!


"Sulis anakku..!!!

__ADS_1


"Jangan tinggalkan ibu nak!!...


"Tolooongggg..toloong"


Terdengar suara dari istrinya Susilo menjerit dan juga meminta tolong, sontak saja jeritan dari ibunya Sulis itupun seketika membuat tetangga dan juga warga yang mendengarnya segera menuju kerumah Susilo. Sebagian dari warga yang datang ke rumah Susilo mendengar bahwa Sulis meninggal secara mendadak akibat terjatuh di dalam kamar mandi rumahnya, kemudian kepalanya membentur lantai kamar mandi tersebut, sehingga membuat anak itupun seketika meninggal dunia di tempat itu, dengan darah yang terus mengalir keluar dari kepala dan juga hidung anak tersebut. Orang-orang yang ikut membantu pun terlihat seketika begidik ngeri, ketika membawa jasad Sulis yang meninggal dengan cara seperti itu untuk segera di urus, namun sebagian warga terheran heran karena mereka tidak melihat keberadaan Susilo pada waktu itu. kemudian salah satu dari tetangga Susilo yaitu bu Yanti , segera menghampiri bu Halimah yaitu istri Susilo yang terlihat sangat terpukul akibat kematian dari putrinya yang secara mendadak itu. Walaupun ia tau bahwa bu Halimah saat ini tegah dalam keadaan berduka, namun ia harus mempertanyakan keberadaan pak susilo, karena sedari tadi ia dan juga warga yang lain, tidak melihat keberadaan pak Susilo.

__ADS_1


" Ya Sudah bu, bagaimana baiknya saja bu, mengingat saya juga tidak bisa menghubungi suami saya, jadi saya meminta tolong agar jenazah anak saya Sulis untuk segera di urus lalu di kebumikan bu" jawab Halimah dengan masih terisak dan dengan suaranya yang terdengar parau akibat terlalu banyak ia menangis. "Oh baiklah bu, kalau begitu saya akan suruh warga untuk segera mengurus jenazah Sulis" ucap bu Yanti seraya bangkit kemudian pergi menemui para warga yang masih terlihat tengah sibuk mempersiapkan proses pengurusan jenazah Sulis untuk segera di kebumikan. Setelah di mandikan dan di kafani, lalu jenazah Sulis di sholatkan dan segera di antar ke pemakaman untuk segera di kebumikan. Hingga akhirnya sebelum waktu maghrib tiba, jenazah Sulis pun kini telah selesai di kebumikan. Terlihat sebagian warga telah pergi dari pemakaman tersebut menuju rumah masing-masing, dan kini hanya tinggal Halimah saja dan juga anaknya yang paling kecil yang terlihat masih memandangi kuburan anaknya itu sembari meratapi kepergian dari anaknya tersebut. Sesekali iapun terlihat menciumi papan nama yang tertulis nama anaknya tersebut. " Bu ayo kita segera pulang, karena sudah mau maghrib, dan juga kita harus mempersiapkan keperluan untuk tahlil nanti malam" ajak bu yanti menyuruh Halimah untuk segera pulang. Ya, memang bu Yanti sengaja menemani bu Halimah, takut terjadi sesuatu padanya apabila di tinggal sendirian di kuburan. Dan pada akhirnya merekapun segera beranjak pergi meninggalkan pemakaman tersebut."Sementara di lain tempat, Susilo tidak mengetahui akan peristiwa yang telah terjadi di rumahnya tersebut, Itu karena sekarang Susilo tengah berada di alam gaib tempat siluman ular yang kini telah menjadi sesembahannya itu. " Bagus Susilo, kini kau telah menjadi pengikut setiaku, aku akan memberimu harta dan kekayaan yang sangat kau inginkan itu, sekarang bangkitlah dari tempat dudukmu, ikutlah bersamaku , karena kini sudah tiba waktunya kau untuk melayaniku Susilo" ucap Nyai Ratu Sekar Arum sembari melihat ke arah Susilo.


Susilo pun hanya mengangguk dan segera berdiri sembari matanya terlihat menatap tajam memperhatikan seluruh lekuk dan bagian tubuh dari siluman ular sesembahanya itu, padahal ia tidak mengetahui bahwa yang sedang ia tatap adalah seorang wanita siluman berwujud setengah manusia dan setengahnya lagi adalah seekor ular hijau yang berukuran sangat besar, bahkan di wujudnya yang lain, siluman itu akan menjadi sosok wanita menyeramkan dengan seluruh tubuhnya yang terdapat banyak luka menganga dan juga dengan bau busuk yang sangat menyengat hingga membuat siapapun yang mencium baunya tersebut pasti seketika akan muntah. Namun bagi penglihatan manusia biasa seperti Susilo, maka yang akan terlihat hanyalah sesosok wanita yang sangat cantik dan mempesona dengan tubuhnya yang bak gitar spanyol itu, sehingga baik Susilo atau siapapun pastinya akan membangkitkan gairah mereka. Sehingga tanpa disadari oleh Susilo, dia kini telah berada di atas sebuah ranjang emas milik Nyai Ratu Sekar Arum.


"Ayo Susilo segeralah kau lakukan, karena aku sudah tak tahan untuk merasakan kenikmatan darimu" seketika Susilo langsung mendekap erat tubuh Nyai Ratu Sekar Arum tersebut, kemudian Susilo pun segera melancarkan serangannya tanpa menghiraukan lagi keadaanya yang kini sudah tanpa busana tersebut. Permainan demi permainan dari Susilo maupun Nyai Ratu Sekar Arum kini saling mereka lancarkan dengan sangat agresif. Tak mau kalah dengan Nyai Ratu Sekar Arum, Susilo pun kini telah berada di posisi yang tepat untuk segera melepaskan bir**inya yang kini sudah mulai memuncak hebat. Begitupun dengan Nyai Ratu Sekar Arum yang kini sama-sama tengah berada di puncak. Dan akhirnya mereka berdua melepaskannya secara bersamaan, yang kemudian terkulai lemas di atas ranjang tersebut. " Terimakasih Susilo, kau telah memuaskan hasratku, kini pergilah engkau untuk menjumpai kaki tanganku yaitu Jambrong di depan gua yang tadi pertama kali kau masuk, kemudian segeralah kau pulang untuk menjumpai istri dan anak mu. Ingatlah Susilo, ketika setibanya kau di sana, pasti kau akan terkejut melihat suasana di rumahmu, berusahalah seperti kau tidak mengetahui bahwa sebenarnya anakmu telah menjadi tumbalku dan telah aku bawa ke alamku Susilo, apa kau mengerti? ucap Nyai Ratu Sekar Arum kepada Susilo. "Baiklah nyai, akan aku lakukan sesuai dengan perintahmu" jawab Susilo seraya mengangguk tanda mengerti. ""Ya sudah sekarang kau segera pulang, sediakan wadah yang nantinya akan kau gunakan untuk menampung harta yang akan aku berikan besok malam" ucap Nyai Ratu Sekar Arum kembali mengingatkan Susilo.

__ADS_1


Baik nyai, terimakasih Nyai Ratu Sekar Arum" ucap Susilo, seraya iapun segera melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari istana Nyai Ratu Sekar Arum tersebut.


Betapa kagetnya Susilo tatkala dengan tiba-tiba ia sudah berada di dalam gua yang pertama kali ia masuki tersebut. Bahkan dengan suasana yang juga sama ketika ia melakukan pertapaan di tempat tersebut. Bergegas Susilo pun melangkah keluar dari dalam gua, dan akhirnya ia pun kini telah sampai di mulut gua itu kemudian menjumpai mbah Jambrong yang sudah berada di sana. Kini penampilan mbah Jambrong sedikit berbeda dari yang pertama kali ia temui ketika Susilo sedang tertidur. Yang ia lihat sekarang ialah, seorang lelaki tua biasa dengan pakaian khas adat jawa dan juga dengan belangkon yang menutupi rambut putih di kepalanya tersebut. Sembari tersenyum mbah Jambrong pun menyapa Susilo. " Sudah bertemu dengan Nyai Ratu Sekar Arum? tanya si mbah kepada Susilo. "Sudah mbah, aku juga di suruh menemui mbah" jawab Susilo kepada mbah Jambrong. " Oh ya sudah mari mbah antar ke pintu keluar dari hutan ini, ucap mbah Jambrong kepada Susilo. Kamu bisa langsung pulang, dan bawalah ini untuk kamu simpan di dalam dompetmu, ini sebagai tanda dari Nyai Ratu Sekar Arum, ucap mbah jambrong kembali, seraya memberikan sebuah benda berbentuk keris kecil yang ia ambil dari balik sakunya tersebut. " Baiklah mbah saya akan menyimpan ini dengan sebaik mungkin" ucap Susilo, kemudian mereka pun segera pergi menjauh dari gua tersebut menuju arah pulang.


__ADS_2