
" Siap bang, pokoknya abang tenang saja, saya pastikan Yuni akan menerima pemberian ini melalui keponakan saya bang," timpal Mulyono sembari tangannya segera meraih amplop yang diberikan oleh Karta kepadanya.
" Baiklah aku akan menunggu di tempat kawanku yang lain, nanti apabila sudah kau laksanakan, segeralah kau kabari aku ya Mul," ucap Karta memperingatkan Mulyono.
Setelah selesai dengan pembicaraan tersebut, mereka berdua pun memutuskan untuk segera berpisah. Karta pergi menuju ke tempat kawannya, sedangkan Mulyono bergegas kembali ke tempat ia semula lalu berjalan masuk kedalam rumah dimana keponakannya itu sekarang berada.
" Wah, gak nyangka aku akan mendapatkan rejeki nomplok ini dari bang Karta, apalagi aku gak harus bersusah payah kerjakan tugas dari bang Karta, hahahaha," gumam mulyono dalam hatinya tertawa penuh kegembiraan.
" Rit, kamu sedang apa,? bisa paman bicara denganmu sebentar,?" tanya Mulyono kepada Rita keponakannya itu.
" Eh paman, ini Rita lagi menunggu kawan Rita paman, memangnya mau bicara apa sama Rita paman,?" jawab Rita sembari bertanya balik kepada pamannya itu.
Mulyono pun meminta keponakannya itu untuk mengikutinya ke arah dapur, itu karena disana memang sedang tidak ada orang, sehingga ia bisa berbicara secara rahasia dengan sang keponakan tanpa terdengar oleh siapapun yang ada di rumah tersebut.
" Memangnya ada apa si paman,? Kok kita harus berbicara disini,? Rita pun semakin dibuat penasaran oleh sang paman, sebab ia tak biasanya bertingkah seperti ini.
" Tapi kami janji sama paman ya Rit, kamu tidak akan membocorkan rahasia ini kepada siapapun termasuk juga kepada calon suamimu itu ya," ujar Mulyono dengan nada bicaranya yang sengaja ia pelan kan.
" Insya Allah paman, Rita pasti akan berusaha untuk menjaga rahasia paman," jawab Rita meyakinkan sang paman.
" Begini Rita, paman tadi kedatangan teman lama paman, dia jauh-jauh datang kemari sengaja untuk menemui paman untuk meminta sebuah bantuan, dan itupun tentu harus melalui kamu Rit," ujar Mulyono mengawali pembicaraan diantara mereka berdua.
" Oh begitu ya paman, terus kenapa haru Rita,? tanya Rita dengan raut wajahnya yang menunjukkan rasa ke penasaran.
" Kau berteman sama si Yuni kan Rit,? tanya Mulyono memastikan.
__ADS_1
" Yuni teman SD ku itu kan paman,? Rita pun bertanya balik kepada sang paman.
" Iya Rit, dan apa yang nanti paman akan jelaskan ini kamu wajib untuk merahasiakannya ya," timpal Mulyono sembari melihat tajam kearah keponakannya itu.
" Terus apa yang harus Rita lakukan kepada Yuni paman,? yang penting jangan yang aneh-aneh paman," jawab Rita.
" Paman di suruh sama juragan Susilo untuk memberikan amplop ini kepada Yuni, nah kenapa paman memerlukan kamu, itu karena juragan Susilo tidak bisa memberikan ini secara langsung. Itu karena antara juragan Susilo sama ayah nya Yuni memang sudah lama saling bermusuhan. Makanya paman harap kamu bisa memberikan amplop ini untuk si Yuni dengan alasan karena dia telah membantumu dalam mendekor," ucap Mulyono menjelaskan.
" Oh begitu ya paman, kalau cuma itu sih Rita insya allah mau paman," jawab Rita yang merasa yakin dengan ucapan pamannya tersebut.
" Bagus kalau begitu, paman berharap kamu bisa paman andalkan ya Rit," timpal Mulyono sembari menyodorkan sebuah amplop kepada keponakannya tersebut.
" kalau boleh tau isinya ini apa paman,? Tanya Rita penasaran.
" Kamu tidak perlu tau Rit, yang jelas sepertinya ini uang, karena kata teman paman juragannya itu mau memberikan uang sama si Yuni," jawab Mulyono.
" Bagus, yang terpenting kamu yakinkan Yuni bahwa itu pemberianmu ya Rit, bila perlu terus paksakan dia agar mau menerima pemberianmu itu, dan ini terimalah, ini sebagai tanda terimakasih dari juragan Susilo untuk mu," timpal Mulyono sembari memberikan uang sebanyak dua juta rupiah kepada sang keponakan.
" Loh apa gak kebanyakan ini paman, lagian gak harus lah Rita di beri uang paman," ujar Rita yang tak percaya kalau pamannya itu memberi banyak uang.
" Tidak apa-apa, tak baik menolak rejeki, apalagi kamu kan juga lagi perlu untuk acara lamaran nanti," ucap Mulyono terus meyakinkan keponakannya itu agar mau menerima pemberian tersebut.
" Hem, ya sudah kalau begitu paman terimakasih banyak ya paman," jawab Rita sembari menerima uang pemberian tersebut lalu ia masukkan kedalam saku bajunya itu.
" Ya sudah, sekarang kamu ke depan, siapa tau sebentar lagi si Yuni itu datang," ucap Mulyono yang menyuruh keponakannya itu untuk segera kedepan.
__ADS_1
Benar saja, tak lama berselang terdengar suara motor berhenti di depan rumahnya dan tak lain ialah orang yang sedari tadi ia tunggu-tunggu yaitu Yuni yang di antar oleh Wisnu abangnya.Rita pun bergegas kedepan kemudian segera menghampiri Yuni dan juga abangnya yang baru saja sampai.
" Yuni, kamu sudah datang," seru Rita kepada kedua kk beradik itu.
" Eh Rit, ia nih maaf ya agak lama, soalnya tadi ada keperluan dulu di jalan," jawab Yuni kepada Rita.
" Oh iya ini mas aku mas Wisnu Rit, kenalin," ucap Yuni sembari mengenalkan Wisnu kepada Rita.
" Oh iya Yun, maaf mas Wisnu perkenalkan saya Rita teman Yuni sewaktu SD mas," Rita pun memperkenalkan diri kepada Wisnu.
" Iya Rita, mas nitip Yuni ya, soalnya mas gak bisa lama-lama karena ada yang mau mas kerjakan," ujar Wisnu kepada Rita seraya menitipkan adiknya Yuni kepada sahabatnya itu.
" Oh baik mas, mas tidak perlu khawatir mas, insya allah Yuni aman disini kok mas, hehehe," timpal Rita sembari tersenyum kearah Wisnu.
" Ya sudah mas pulang dulu ya, nanti kabari mas kalau sudah selesai biar mas bisa segera menjemputmu," ucap Wisnu kemudian segera berpamitan kepada Yuni dan juga Rita.
" Iya mas hati-hati di jalan ya mas, nanti Yuni kabari mas apabila sudah selesai kerjaan Yuni," timpal Yuni seraya melepas kepergian Wisnu.
Selepas kepergian Wisnu, Rita pun bergegas mengajak Yuni untuk segera masuk kedalam rumah. Sementara dari balik jendela terdapat sepasang mata yang sedari tadi mengawasi mereka berdua. Ya itu adalah Mulyono yang ternyata terus memperhatikan Rita maupun Yuni.
" Eh Yun, taruh saja tas kamu di kamar ku ya, biar aku antar ke kamar," sahut Rita.
" Oh oke kalo begitu Rit, ayok," timpal Yuni yang terlihat berjalan di belakang Rita menuju ke dalam kamar.
" Nah untuk sekarang lebih baik kamu makan dulu ya l, soalnya udah aku siapkan dari tadi, maksudnya biar nge dekor nya gak oleng hehehehe," ajak Rita kepada Yuni sembari terkekeh.
__ADS_1
" Wih tau aja kau Rit kalau aku memang lagi laper berat, soalnya tadi belum sempat aku sarapan di rumah, hehehe," Yuni pun mengiyakan ajakan dari sahabatnya itu.
>>>>Bersambung.....