
Mbah Darmo yang pada saat itu sudah merasa cukup beristirahat kemudian bergegas meminta Wisnu untuk ikut bersamanya masuk kedalam kamar. Sementara Bambang dan Yuni mbah Darmo suruh untuk segera beristirahat, karena mbah Darmo tau kalau mereka juga kelelahan setelah membantunya berdzikir.
" Wisnu, kamu ikut mbah kedalam, karena mbah mau menanyakan sesuatu kepadamu, terus kamu Bambang dan juga Yuni lebih baik kalian segera istirahat karena kalian juga pasti capek," ucap mbah Darmo kepada mereka bertiga.
"Baik mbah, memang kami juga lumayan capek mbah," sahut Bambang sembari menyuruh Yuni untuk segera masuk kedalam kamar.
Wisnu yang mendapat perintah dari mbah Darmo pun kemudian bergegas mengikuti mbah Darmo kedalam kamar sesuai dengan perkataan mbah Darmo tadi. Apalagi Wisnu memang masih penasaran akan apa yang bakalan di tanyakan oleh mbah Darmo kepadanya. Dan setelah mereka berdua berada di dalam kamar, mbah Darmo pun langsung bertanya kepada Wisnu.
" Nu, kamu harus berkata yang sejujur-jujurnya kepada mbah ya Nu, karena ini sangatlah penting untuk kita semua," ujar mbah Darmo mengawali pembicaraannya itu dengan Wisnu.
" Memangnya ada apa mbah,? apakah ini menyangkut dengan saya mbah,? tanya Wisnu semakin penasaran.
" Jelas ini sangat berkaitan dengan kamu Wisnu, makanya mbah ingin kamu jujur, dan jangan ada yang kamu tutup-tutupi," timpal mbah Darmo menegaskan kepada Wisnu.
" Insya allah mbah, sekiranya Wisnu bisa pasti Wisnu akan menjawab apapun yang mbah tanyakan mbah," sahut Wisnu.
" Ya sudah kalau begitu, yang pertama mbah ingin bertanya kepadamu mengenai kejadian sewaktu di tebing jurang itu Nu, siapa yang telah menyelamatkan kamu Nu,? tanya mbah Darmo dengan raut mukanya yang terlihat sangat penuh keseriusan.
" Em, anu mbah, em, gimana ya mbah saya harus menjelaskannya," Wisnu terlihat sangat kikuk ketika mendapat pertanyaan dari mbah Darmo yang tanpa dia prediksi bakalan menanyakan tentang kejadian sewaktu dia jatuh di jurang itu.
__ADS_1
" Kamu terus terang saja sama mbah, insya Allah mbah tidak akan marah Nu," sahut mbah Darmo berusaha meyakinkan Wisnu.
" Aduh gimana ini, apa yang harus aku katakan sama mbah Darmo,? dan apa mungkin mbah Darmo memang sudah mengetahui tentang hubunganku dengan Ratu Anjani,? jadi aku harus bilang apa,? gumam Wisnu bertanya-tanya dalam hatinya.
" Kenapa kamu diam Wisnu,? apa yang telah kamu sembunyikan dari mbah mu ini,? tanya mbah Darmo kembali kepada Wisnu dan akhirnya mau tak mau Wisnu pun perlahan menjelaskan kepada mbah Darmo.
" Gini mbah bukan saya tidak mau mengatakan ini kepada mbah, namun saya bingung harus menjelaskannya dari mana mbah, apalagi saya takut kalau saya jelaskan mbah nantinya akan melarang saya mbah," ucap Wisnu yang berharap mbah Darmo faham akan apa yang dia pikirkan.
" Kan mbah sudah bilang sama kamu Wisnu, kalau mbah tidak akan marah apalagi melarang hal yang memang mbah juga belum tau, maka dari itu mbah minta kamu berterus terang Nu," timpal mbah Darmo yang kini sorot kedua matanya itu sangat tajam kearah Wisnu.
" Ya sudah mbah kalau begitu saya akan berusaha menjelaskannya," ucap Wisnu sembari mengatur nafasnya itu secara perlahan.
" Jadi, sewaktu saya jatuh kedalam jurang, saya diselamatkan oleh sesosok perempuan cantik dan langsung membawa saya kedalam istananya mbah, disana saya di perlakukan sangat baik hingga saya pun akhirnya bisa pulang dengan selamat mbah," jelas Wisnu kepada mbah Darmo.
" Di, dia Ratu Anjani mbah," sahut Wisnu singkat sembari menundukkan wajahnya karena takut mbah Darmo akan marah kepadanya.
" Ratu Anjani itu siapa Nu,? manusia kah atau sebangsa jin,? kembali mbah Darmo memberondong Wisnu dengan beberapa pertanyaan.
Wisnu pun seketika terdiam, dia bingung harus jawab apa kepada mbah Darmo. Dia tidak ingin nantinya hubungan antara dia dengan Ratu Anjani dilarang oleh mbah Darmo. Namun tiba-tiba saja telinga Wisnu menangkap sebuah suara yang tak asing baginya itu berbisik ke telinganya.
__ADS_1
" Mas Wisnu, kamu jangan takut, ceritakan lah sama mbah mu itu mas, karena saya tau mbah mu itu orang yang bijak, yang pastinya dia akan memberi kita jalan keluar mas," ucap suara yang tak lain adalah suara dari Ratu Anjani kepada Wisnu sehingga Wisnu pun langsung punya keberanian untuk menjelaskan kepada mbah Darmo.
" Dia adalah sebangsa jin mbah, namun dia sangat baik, bahkan dia juga yang selama ini membantu kita mbah, baik itu mengenai keberadaan jasad ibu, maupun yang menjaga rumah ini mbah," terang Wisnu kepada mbah Darmo.
Mbah Darmo yang pada saat itu telah mendengar penjelasan dari Wisnu pun seketika langsung terdiam, namun sorot kedua matanya itu masih tetap mengarah kepada Wisnu, Sehingga Wisnu pun jadi gelagapan dibuatnya. Entah apa yang sedang di fikirkan oleh mbah Darmo pada saat itu, yang jelas Wisnu dibuat semakin bingung.
" Hem, terus apa hubungan kamu dengan Ratu Anjani itu Wisnu,? mbah hanya ingin tau," ucap mbah Darmo yang secara Tiba-tiba itu.
" Maksud mbah apa mbah,? tanya Wisnu yang berpura-pura seakan dia tidak mengerti apa yang di tanyakan oleh mbah Darmo itu kepadanya.
" Hubungan kamu dengannya itu seperti apa Wisnu,? apakah kamu sudah mempunyai hubungan yang lebih dengan Ratu Anjani itu,? tanya mbah Darmo kembali dan kali ini lebih jelas lagi.
" Em, giman ya mbah, Wisnu takut salah mbah, Wisnu juga tidak mau mengecewakan Ratu Anjani mbah," timpal Wisnu dengan suaranya yang tergagap.
" Berterus terang lah kamu Wisnu, karena mbah yakin kamu pasti punya sebuah hubungan dengan Ratu Anjani," timpal mbah Darmo yang membuat Wisnu semakin ketakutan.
Didalam ketakutan Wisnu tiba-tiba saja suasana didalam kama tersebut kini hening. Bau wangi bunga semerbak kini mulai menyeruak didalam kamar tersebut, disusul angin kencang yang memenuhi seluruh ruangan kamar itu sehingga mbah Darmo pun terlihat segera memejamkan kedua matanya itu kemudian mulutnya terlihat berkomat kamit seperti sedang membaca sesuatu. Hingga pada akhirnya angin tersebut kemudian hilang dan berganti dengan kepulan asap putih tebal yang lambat laun kini mulai membetuk sebuah tubuh yang berada tak jauh dari hadapan mereka berdua. Benar saja, setelah asap itu menghilang, dihadapan mereka kini telah berdiri sesosok perempuan cantik bermahkota kan emas dan memakai pakaian ala kerjaan tersebut tersenyum kearah mereka berdua, dan itu tak lain adalah sosok dari Ratu Anjani.
" Mas Wisnu, mbah Darmo," ucap Ratu Anjani yang menyapa mereka berdua.
__ADS_1
Wisnu dan juga mbah Darmo yang di sapa Ratu Anjani pun hanya bisa terdiam dengan sorot kedua mata mereka terus memandangi sosok dari Ratu Anjani yang tanpa mereka berdua bayangkan kini telah berdiri dihadapan mereka.
Bersambung ya guys>>